Sosialisasi Kewenangan Pemerintah dalam Pendayagunaan Tanah Terlantar di Kapas Krampung

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Tim Dosen Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menggelar kegiatan penyuluhan hukum bertajuk “Kewenangan Pemerintah dalam Pendayagunaan Tanah Terlantar Berdasarkan PP Nomor 20 Tahun 2021” di Balai RT 02 Kapas Krampung. Acara ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat Kapas Krampung, tim Biro Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dan tim kuasa hukum dalam perkara nomor 1311/Pdt.G/2023/PN.Sby, Sudahnan, S.H., M.H.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kewenangan pemerintah dalam mengelola tanah terlantar sesuai dengan ketentuan PP Nomor 20 Tahun 2021. PP tersebut merupakan implementasi dari amanat konstitusi, terutama Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa tanah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan rakyat.

Dalam konteks sengketa tanah di Kapas Krampung, keberadaan bangunan rumah secara permanen sebelum terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 3/K menimbulkan keraguan terhadap validitas sertifikat tersebut. Ancaman penggusuran terhadap tanah yang telah lama ditempati secara turun-temurun juga menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Daerah Kota Surabaya dan Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Tim Dosen Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang terlibat dalam kegiatan ini, antara lain Dr. Joko Nur Sariono, S.H., M.H., Prof. Dr. Ari Purwadi, S.H., M.Hum, Dr. Cita Yustisia Serfiyani, S.H., M.H., dan Dr. Ardhiwinda Kusumaputra, S.H., M.H., memberikan edukasi hukum kepada masyarakat setempat. Mereka menyoroti pentingnya memahami hak-hak hukum atas tanah tempat tinggal masing-masing dalam menghadapi proses hukum yang kompleks.

Kegiatan penyuluhan hukum ini didukung oleh pendanaan hibah dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dengan harapan dapat memberikan pandangan baru bagi masyarakat Kapas Krampung agar mampu mempertahankan hak-hak hukum mereka atas tanah yang mereka tempati. Hal ini juga sebagai langkah untuk memastikan bahwa pendayagunaan tanah terlantar dapat dilakukan secara adil dan menguntungkan bagi masyarakat luas. (Red)

 

Advokasi Kasus Sengketa Tanah yang Dikuasai secara Turun Temurun di Kapas Krampung

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Sengketa mengenai kepemilikan tanah di RW1 Kapas Krampung, yang melibatkan 39 kepala keluarga yang telah menempati tanah sejak tahun 1950 secara turun temurun, menjadi perhatian serius Tim Dosen Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yakni :
– Dr. Cita Yustisia Serfiyani, S.H., M.H.
– Prof. Dr. Ari Purwadi, S.H., M.Hum
– ⁠Dr.Ardhiwinda Kusumaputra, S.H.,M.H
– ⁠Dr. Joko Nur Sariono, SH, MH

Kasus ini melibatkan klaim individu yang mengaku membeli tanah tersebut pada tahun 1998, meskipun tanah tersebut telah ditempati secara permanen dengan pembangunan rumah sejak setengah abad yang lalu.

Warga setempat memiliki bukti kuat berupa pembayaran pajak sejak tahun 1957, serta tanah ini telah menjadi tempat tinggal yang tetap dan permanen bagi masyarakat Kapas Krampung. Pada sisi lain, regulasi terkait tanah terlantar yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 juga perlu dipertimbangkan, yang menetapkan bahwa tanah yang dikuasai oleh masyarakat selama 20 tahun dapat diusulkan untuk penerbitan sertifikat tanah terlantar.

Kegiatan advokasi kasus ini telah dilaksanakan dengan penuh dedikasi oleh Tim Dosen Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Pada tanggal 14 Juni 2024, dilakukan penyuluhan hukum di Balai RT 02 RW 01 Kapas Krampung, yang dihadiri lebih dari 50 masyarakat lokal. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang status hukum tanah yang dikuasai secara turun temurun serta memperjuangkan hak-hak masyarakat setempat secara adil dan transparan.

Dukungan aktif dari Biro Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan Komisi C DPRD Surabaya, serta pendanaan hibah dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menjadi pendorong utama dalam upaya memperoleh keadilan bagi masyarakat Kapas Krampung. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek hukum semata, tetapi juga pada upaya memperkokoh solidaritas sosial dalam komunitas tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kapas Krampung dapat memperoleh kepastian hukum yang mereka perlukan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami hak dan kewajiban terkait kepemilikan tanah secara turun temurun dalam konteks hukum yang berlaku. (Red)

AH Thony Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Lomba Kemerdekaan, HUT RI Ke-79

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Menjelang Agustus 2024, warga Indonesia sudah mulai mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-79.

Kota Surabaya, yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, juga berpartisipasi dalam perayaan ini dengan mengadakan berbagai kegiatan, termasuk lomba di beberapa kampung.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A. Hermas Thony, mengungkapkan kegelisahannya terkait perkembangan dan ide cerdas masyarakat dalam memanfaatkan momen ini. Ia berharap agar ada keberlanjutan dalam menghasilkan ide-ide inovatif.

“Lomba bikin sabun, misalnya, bisa menjadi awal untuk mengembangkan pangsa pasar ekonomi,” ujar Thony pada Senin (22/7/2024) ditemui di gedung Dewan Yos Sudarso Surabaya.

Thony juga menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas penyelenggaraan lomba. Selain lomba tradisional, mengapa tidak mengadakan lomba yang lebih maju, seperti lomba pembuatan handphone, robotika, atau aplikasi sederhana?

“Surabaya memiliki banyak perguruan tinggi negeri dan swasta yang mumpuni. Kolaborasi dengan perguruan tinggi ini dapat menggali dan mewujudkan kreativitas generasi muda, bahkan berkelanjutan dalam industri kreatif,” paparnya.

Thony menegaskan bahwa menjelang 79 tahun kemerdekaan Indonesia, lomba harus direncanakan dengan matang. Anak-anak bisa berpartisipasi dalam lomba cerdas cermat, sementara untuk olahraga, mengapa tidak mengadakan lomba egrang atau olahraga lainnya? Thony juga mengusulkan pengembangan alat egrang yang lebih ergonomis dan modern.

“Setelah 79 tahun merdeka, kita harus memiliki konsep untuk menciptakan loncatan menuju kemandirian dan kemampuan menghadapi teknologi peradaban dari bangsa-bangsa lain,” tegas Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A. Hermas Thony. (B4M)

Resmikan “1 Kelurahan 1 Ambulans”, Eri Cahyadi: Jangan Sampai Warga Tak Tertolong karena Ambulans Telat

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan layanan “1 kelurahan 1 ambulans” untuk melayani antar-jemput pasien berobat secara gratis di halaman Balai Kota, Senin (22/7/2024). Layanan ini bertujuan agar masyarakat Kota Pahlawan mendapatkan pelayanan kesehatan cepat, serta bisa ditangani dengan tepat.

Eri Cahyadi mengatakan, waktu tanggap (response time) yang tepat dan cepat berperan besar dalam menjaga keselamatan nyawa manusia. Response time tersebut diklasifikasikan ke dalam dua aspek penanganan. Pertama, penanganan pengantaran pasien ke fasilitas kesehatan terdekat yang difasilitasi ambulans.

“Semakin cepat ambulans datang lengkap dengan skema pertolongan pertama yang memadai, dengan alat yang lengkap pula, maka semakin besar pula kemungkinan pasien bersangkutan selamat dan sembuh. Inilah urgensi layanan satu ambulans satu kelurahan, sehingga akses ambulans semakin dekat dan cepat ke warga sampai kampung-kampung,” ujar Eri Cahyadi.

“Ojo sampek (jangan sampai) warga yang sakit tidak tertolong gara-gara lama nunggu ambulans, ambulans telat, atau bahkan bingung cari ambulans sehingga tidak bisa dibawa ke rumah sakit,” imbuh Eri.

Aspek kedua dalam penanganan, lanjut Eri, adalah di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemkot Surabaya telah membagi waktu tanggap di IGD rumah sakit daerah. “Misalnya ada kategori prioritas 1 dengan response time di IGD harus 5 menit, seperti pada kasus-kasus henti jantung atau stroke. Juga ada prioritas 2 untuk masalah-masalah lain. Semua sudah kita bikin Standard Operating Procedure (SOP) untuk kepentingan pasien,” ujarnya.

Eri mengatakan, perpaduan response time kecepatan ambulans dan IGD akan meningkatkan pelayanan kepada warga untuk bisa menyelamatkan banyak orang. “Sehingga tidak hanya kecepatan dalam response time ambulans yang kita perhatikan dengan program satu ambulans satu kelurahan ini, tetapi juga penanganan di IGD-nya juga wajib diperhatikan,” tegas wali kota muda tersebut.

Eri menambahkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (2019), Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN dengan akumulasi kunjungan pasien ke IGD yang tinggi, mencapai  yang tinggi, mencapai kisaran 4,4 juta kunjungan. “Di Surabaya, kami ingin agar response time penanganan pasien sejak dari ambulans sampai IGD benar-benar cepat dan tepat,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Eri, saat ini ada kecenderungan peningkatan penyakit tidak menular seperti henti jantung, stroke, dan hipertensi. Bahkan serangan jantung masih menjadi pembunuh manusia nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 60 persen dari seluruh kematian. Kesiapsiagaan diperlukan untuk menyelamatkan banyak nyawa. Secara paralel juga terus dimasifkan budaya hidup sehat untuk mengurangi potensi terjadinya masalah kesehatan.

“Maka di satu sisi kita hadirkan ambulans untuk pelayanan kedaruratan. Tetapi di sisi lain, kita juga ada program Satu RW Satu Nakes sebagai bagian dari upaya promotif preventif untuk menggalakkan budaya hidup sehat sampai kampung-kampung,” terang Eri.

Lanjut Eri, layanan 1 kelurahan 1 ambulans ini juga berhubungan dengan layanan 1 RW 1 tenaga kesehatan (nakes). Apabila di suatu RW ada orang yang membutuhkan layanan kesehatan bisa dilakukan dengan cepat, lalu ketika orang tersebut membutuhkan rujukan ke Puskesmas atau Rumah Sakit (RS) bisa langsung mengunakan layanan ambulans di kelurahan.

“Jadi kenapa kemarin juga diresmikan 1 RW 1 nakes, karena ini saling berhubungan. Dengan 1 RW 1 nakes orang tidak harus menunggu untuk mendapatkan layanan kesehatan, kalau keadaannya nemen (parah) bisa menghubungi layanan ambulans untuk diantar ke Puskesmas atau RS,” paparnya.

Wali Kota Eri berharap, dengan layanan kesehatan yang saling terintegrasi bisa memperpanjang harapan hidup warga Kota Pahlawan. “Dengan 1 kelurahan 1 ambulance harapan hidup warga Surabaya supaya lebih panjang dan lebih baik, serta bisa hidup lebih sehat,” harapnya.

Tak lupa, Wali Kota Eri juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilik ambulance swadaya yang bersedia mendukung layanan ini. Layanan 1 kelurahan 1 ambulance merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama warga atau lembaga yang memiliki ambulance.

“Saya berterima kasih kepada pengelola ambulance karena sudah mau bersinergi dengan Pemkot Surabaya. Model seperti ini memperlihatkan bahwa apa yang dilakukan warga akan kembali ke warga (manfaatnya),” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin mengungkapkan, response time atau waktu tanggap darurat untuk layanan ini adalah 15 menit.

“Untuk saat ini response timenya 15 menit, tetapi kita terus berusaha kedepannya agar waktunya bisa diperpendek. Kedepan target kita bisa bergerak terus seperti mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dengan response time 7 menit,” ujar Anna.

Anna menjelaskan, ambulans milik pemkot dan swadaya masyarakat ini diintegrasikan dengan layanan Command Center (CC) 112. Melalui layanan 112, pihaknya akan mengarahkan ambulans itu sesuai permintaan warga di setiap wilayah kelurahan yang membutuhkan.

“Warga yang membutuhkan ambulance bisa langsung ke 112, nanti mereka yang mengarahkan. Misalnya, untuk kelurahan A ada ambulance mana yang tersedia itu yang akan dihubungi, sehingga dekat dan cepat,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengapresiasi keterlibatan warga pemilik ambulans swadaya, Pemkot Surabaya memberikan uang sebesar Rp 500 ribu per bulan untuk membantu pengeluaran BBM (bahan bakar minyak).

Anna lantas menjabarkan jumlah layanan ambulans baik oleh swadaya masyarakat maupun pemerintah kota saat ini. Jumlah tersebut terdiri dari 96 unit swadaya masyarakat, 15 unit pelayanan dari Dinsos, dan 97 pelayanan dari Dinkes Surabaya.

“Totalnya ada 208 ambulans. Dengan jumlah 153 kelurahan se Surabaya sudah terpenuhi. Artinya, 1 kelurahan itu sudah punya 1 ambulance atau bisa lebih, dan sistemnya terpadu,” pungkas Anna.(B4M)

 

Kisruh di PWI Pusat, Puluhan Wartawan Jatim Tuntut KLB

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Puluhan pekerja pers dari berbagai media di Jawa Timur melakukan demontrasi di  halaman depan Gedung PWI Jawa Timu di Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, Senin (22/07/2024) siang.

Sambil membentangkan poster bertuliskan hujatan terhadap kepengurusan PWI Pusat, massa juga menunutut segera digelar KLB (Kongres Luar Biasa).

Massa yang hadir dalam aksi tersebut juga meminta Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim untuk segera bersikap, supaya kemelut yang terjadi di kepengurusan PWI Pusat segera berakhir.

Pasalnya, dalam kongres di Bandung beberapa waktu lalu, pemegang mandate suara untuk melakukan pemilihan Ketua Umum PWI Pusat ada di pundak Ketua PWI Jawa Timur.

“Kami di daerah, khususnya di wilayah Jawa Timur merasa malu sebagai anggota PWI, karena kemelut di kepengurusan PWI Pusat justru membuat marwah organisasi semakun terpuruk,” ujar Ita, peserta aksi.

Menurutnya, pengurus PWI Pusat seharusnya memberi tauladan kepada seluruh anggotanya, bagaimana berorganisasi yang beretika, bermartabat dan terhormat.

“Tidak malah merusak serta mencoreng organisasi PWI,” ujarnya.

Karena itulah, sesuai tuntutan para peserta aksi, PWI Jawa Timur harus cepat bersikap, meminta segera digelar KLB, sehingga organisasi bisa segera terselamatkan.

“Segera lakukan KLB, supaya marwah PWI tidak semakin terpuruk di mata publik.”

Pers dari berbagai media di Jawa Timur melakukan demontrasi damai di halaman depan Gedung PWI Jawa Timu di Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, Senin (22/07/2024)

Aksi damai yang dihadiri kurang lebih 50 wartawan dari berbagai media, yang menjadi anggota PWI, lalu menyampaikan tuntutan kepada Ketua PWI Jatim.

Perwakilan aksi demo para wartawan ini diterima Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dan pengurus, serta dari Dewan Kehormatan PWI Jatim, Joko Tetuko dan Sekretaris Ferry Ismirza.

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim saat menerima tuntutan peserta aksi berjanji akan menyampaikan tututan ke PWI Pusat.

Sedang Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim menambahkan, mendukung dan mendorong Pengurus Harian PWI Jatim, meneruskan dan bertanggung jawab atas aspirasi anggota PWI ke PWI Pusat.

“Kami akan mengusulkan Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat mendampingi Zulmansyah Sekedang yang ditunjuk untuk menjalankan roda organisasi sampai Kongres Luar Biasa (KLB) berlangsung,” tambah Joko Tetuko.(Red)

Jaga Kondusifitas, Polres Kediri Kota Gelar KRYD

LENSA PARLEMEN – KEDIRI KOTA,
Kediri Kota Antisipasi gangguan kamtibmas, penyakit masyarakat, kejahantan jalanan, aksi balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai di spektek, Polres Kediri Kota gelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (21/07/24)

Melibatkan sebanyak ratusan personel gabungan Polres Kediri Kota dan Polsek Jajaran Polres Kediri Kota melaksanakan patroli serta razia di wilayah hukum Polres Kediri Kota dan Polsek jajaran di wilayahnya masing masing, Minggu dinihari

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kabag Ops AKBP Abraham Sissik, S.Sos., S.H., M.H. mengatakan bahwa KRYD yang dilaksanakan oleh Jajarannya guna memberikan rasa aman pada masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif diwilayah hukum Polres Kediri Kota

“Sasaran kegiatan di antaranya pelanggaran knalpot tidak sesuai spefikasi, miras, sajam, senpi, handak, rarkoba, balap liar dan kegiatan masyarakat yang dapat mengganggu kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri Kota,” jelasnya.

Menurutnya puluhan kendaraan R-2 yang menggunakan knalpot tidak sesuai spektek, maupun tidak dapat menunjukan kelengkapan dokumen ranmor diamankan di kantor Satlantas Polres Kediri Kota untuk proses lebih lanjut, kemudian dikenakan tilang sesuai dengan ketentuan.

Lebih lanjut Ia menegaskan bahwa Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan serta dinamika di lapangan, dengan harapan terwujudnya Keamanan, Ketertiban dan Kenyamanan di wilayah hukum Polres Kediri Kota

Masih kata AKBP Abraham Sissik, bahwa saat ini masih berlangsung Ops Patuh Semeru 2024, jadi KRYD Ini juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terangnya

“Upaya penertiban dan imbauan ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran di kalangan pengendara serta meminimalisir gangguan akibat Knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis di Wilayah hukum Polres Kediri Kota” jelas Kabag Ops

Selain melakukan mobile,Personel gabungan Piket Fungsi juga melaksanakan Patroli Dialogis dengan cara menyambangi Warga yang masih beraktivitas pada dini hari guna menyampaikan Imbauan Kamtibmas serta mengajak Masyarakat untuk bersama Polri dalam menjaga keamanan dan Kondusifitas di lingkungannya masing-masing guna terhindar dari segala bentuk gangguan Kamtibmas.

Masyarakat pun diimbau apabila mengetahui maupun melihat tindakan yang mencurigakan maupun adanya gangguan Kamtibmas agar segera menghubungi Pos Polisi terdekat maupun langsung melaporkan melalui Via Telephon pada Call Center Polres Kediri Kota.(Red)

Resmi Ditutup! Tim Terjun Payung Polri Kembali Raih Prestasi Gemilang di Internasional Skydiving Championship Kapolri Cup 2024

LENSA PARLEMEN – BOGOR,
Internasional Open Indoor Skydiving Kapolri Cup 2024, secara resmi telah ditutup oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran bertempat di Gedung Soemardhi Wind Tunnel Korbrimob Polri Cikeas, Bogor Jawa Barat. Sabtu (20/7) Malam.

Dalam kesempatan ini, Komjen Pol Fadil Imran memberikan penghargaan kepada Ketua Komite Terjun Payung FASI, Dewan Pimpinan PTP Polri dan Asuransi Cakrawala Proteksi atas suksesnya kejuaraan tersebut.

“Saya berharap kompetisi ini dapat berlangsung menjadi momentum untuk terus memicu gairah berprestasi dan menjalin silaturahmi lintas negara,” Kata Komjen Fadil.

“Dengan Olahraga, visi negara dalam lagu kebangsaan kita yaitu bangunlah jiwanya bangunlah badannya menjadi Indonesia Raya yang sehat dan terus terawat,” Tambahnya.

Acar puncak penutupan tersebut dihadiri, Ketua Penyelenggara Danpas Gegana Brigjen Pol. Reza Arief Dewanto, Ketua Komite Terpa Irvan Zuladry Dewan Pimpinan PTP Herman Afif, Asuransi Cakrawala Proteksi Fajar Sulistyo selaku sponsor serta para pejabat utama TNI/Polri dan tamu undangan.

Diikuti 10 negara serta atlet-atlet dari dalam negeri, Tim Indonesia Brimob Polri berhasil menjuarai beberapa kelas dalam katagori diantaranya sebagai berikut;

*A. Kelas Internasional*

* Katagori: 4 Way FS Advance, Juara 1 Tim Korbrimob Indonesia, Juara 2 Tim Kostrad, Juara 3 Tim Chop-Chop Australia.
* Katagori: 4 Way FS Femele, Juara 1 Tim Polwan Pas Gegana Indonesia, Juara 2 Tim Polwan Korbrimob, Juara 3 Tim Wara TNI-AU Indonesia.
* Katagori: 2 Way FS Advance, Juara 1 Tim Pas Gegana, Juara 2 Tim Polwan Korbrimob, Juara 3 Tim Wara TNI-AU.
* Katagori: 2 Way VFS Advance, Juara 1 Tim Fly Station Jepang, Juara 2 Tim Ifly Singapore, Juara 3 Tim Fly Station Korea Selatan.

*B. Kelas Asean*

* Katagori: 4 Way FS Advance, Juara 1 Tim Korbrimob Indonesia, Juara 2 Tim Nasas Thailand, Juara 3 Tim AE Singapore.
* Katagori: 2 Way FS Advance, Juara 1 Tim Pas Gegana Indonesia, Juara 2 Tim Royal Thai Police Thailand, Juara 3 Tim AE Singapore.
* Katagori: 2 Way FS Femele, Juara 1 Tim Polwan Pas Gegana Indonesia, Juara 2 Tim Polwan Korbrimob Indonesia, Juara 3 Tim Royal Thai Police Thailand.
* Katagori: 2 Way VFS Advance, Juara 1 Tim Fly Singapore, Juara 2 Tim Korbrimob Indonesia, Juara 3 Tim Fly Bali Indonesia.

*C. Kelas Nasional*

* Katagori: 4 Way FS Intermediate, Juara 1 Tim Spartan Pas Pelopor Indonesia, Juara 2 Tim Black Shadow Brimob, Juara 3 Tim Venom Brimob.
* Katagori: 4 Way FS Rookie, Juara 1 Tim Walet Pas Gegana, Juara 2 Tim Citraka 2 Polda Banten, Juara 3 Tim Citraka 3 Polda Banten.
* Katagori: 2 Way FS Intermediate, Juara 1 Tim Kostrad, Juara 2 Tim Pas Pelopor, Juara 3 Tim Teratai Korbrimob.
* Katagori: 2 Way FS Rookie, Juara 1 Tim Pas Pelopor, Juara 2 Raven Kopassus, Juara 3 Tim Teratai Korbrimob.
* Katagori: 2 Way VFS Intermediate, Juara 1 Tim Wajracyena Pas Pelopor, Juara 2 Tim Ifly Cibubur, Juara 3 Tim Teratai Korbrimob.
* Katagori: Junior Indoor Skydiving U-14, Sena Armada Kopaska, Juara 2 Satyawira RBC Gegana, Juara 3 Raja RBC Gegana.
* Katagori: Junior Indoor Skydiving U-19, Juara 1 Fildzah RBC Gegana, Juara 2 Zakiyya RBC, Juara 3 Naya RBC Polda Metro Jaya. (Red)

Sunmori Bersama Ribuan Pecinta Vespa Berbagai Kota, Wali Kota Eri Kenalkan Wisata Kota Lama

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar sunmori (sunday morning ride) bersama Malik Entertainment, serta Komunitas Vespa, Minggu (21/7/2024). Sunmori bertajuk ‘Surabaya Bervespa’ ini, diikuti oleh ribuan pecinta vespa dari berbagai kota di Indonesia, mulai Surabaya, Lombok, Makassar, Mojokerto, Madura, dan masih banyak lainnya.

Di kesempatan ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istrinya, Rini Indriyani turut hadir meramaikan sunmori ‘Surabaya Bervespa’. Dalam acara ini juga diikuti oleh Sintya Marisca, Dekjaw, dan Satria Vijie. Tak ingin ketinggalan, jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD) Pemkot Surabaya juga ikut serta dalam acara sunmori tersebut.

Rute yang pilih oleh Wali Kota Eri Cahyadi bersama ribuan pecinta vespa kali ini cukup unik, yakni dimulai dari Balai Kota hingga ke kawasan wisata Kota Lama. Alasan rute ini dipilih bukan tanpa sebab, pemkot ingin mengajak sekaligus mengenalkan wisata baru yang berada di Surabaya utara tersebut.

“Saya ucapkan selamat datang di Kota Surabaya, semoga kita bisa menikmati suasana Kota Surabaya di Kota Lama,” kata Wali Kota Eri dalam sambutannya di Balai Kota.

Melihat antusiasme pecinta vespa yang begitu besar, Wali Kota Eri akan membuat sebuah komunitas vespa di Surabaya. Rencananya, komunitas itu diberi nama ‘Vespa Club Surabaya’. Adanya komunitas tersebut, ia ingin, para pecinta vespa di Surabaya ikut serta berkontribusi dalam pembangunan kota ini.

“Jadi nanti pembinanya saya sendiri, jadi gabung kabeh (gabung semua) vespa Suroboyo. Kita adakan acara-acara yang menunjukkan bahwa komunitas vespa bisa membawa perubahan untuk Kota Surabaya,” ujarnya.

Tak lama kemudian, para rombongan pecinta vespa bergerak dari Balai Kota menuju ke Kota Lama. Para rombongan bergerak menuju ke arah Jalan Wali Kota Mustajab hingga ke arah Jalan Pemuda. Di rute ini, para rombongan dimanjakan suasana pagi Kota Surabaya dengan pemandangan sungai Kalimas serta Monumen Kapal Selam.

Rombongan terus bergerak menuju ke rute Jalan Panglima Sudirman kemudian berbelok ke arah patung Karapan Sapi ke Jalan Basuki Rahmat. Setelah itu, rombongan terus bergerak menuju ke arah Jalan Embong Malang depan Tunjungan Plaza Surabaya.

Di tengah perjalanan, para pecinta vespa sempat mengajak Wali Kota Eri Cahyadi serta rombongan lainnya untuk berfoto bersama. Rombongan terus bergerak menuju ke arah Jalan Bubutan hingga ke Jalan Kebon Rojo. Setelah itu, bergerak menuju ke arah Jalan Indrapura hingga berbelok ke Jalan Rajawali.

Saat memasuki Jalan Rajawali, tepatnya di Zona Eropa, Kota Lama, para rombongan mengajak kembali Wali Kota Eri Cahyadi berswafoto. Tidak lama kemudian, Wali Kota Eri Cahyadi bersama rombongan tiba di titik terakhir, yakni di Zona Pecinan, Kya-Kya, Jalan Kembang Jepun.

Wali Kota Eri mengucapkan terima kasih kepada para pecinta vespa yang hadir dalam sunmori ‘Surabaya Bervespa’ kali ini. “Matur nuwun untuk teman-teman vespa dari dalam dan luar Surabaya. Semoga ini menjadi awal, dan kita terus bergerak bersama, dan akan kami fasilitasi menjadi Vespa Club Surabaya,” pungkasnya. (B4M)

Danpuspenerbal Hadiri Tupdik dan Wisuda 122 Sarjana STTAL

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
TNI AL – Puspenerbal Komandan Pusat Penerbangan TNl Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksda TNI Sisyani Jaffar didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Puspenerbal, Ny. Vivi Sisyani Jaffar, menghadiri Penutupan Pendidikan dan Wisuda 122 Sarjana Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) TA.2024 di Gedung Pulau Marore STTAL, Surabaya, Jumat (19/7/2024).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNl Muhammad Ali memimpin jalannya Tupdik dan Wisuda 18 Program Magister Pascasarjana Angkatan ke-10, 31 Sarjana S1 Angkatan ke-43, dan 73 Diploma D3 Angkatan ke-16 dan 17.

Tampak hadir jajaran Forkopimda Jawa Timur, Para Pejabat Utama Mabesal, para para Pangkotama TNI AL, Pejabat dari TNI AD dan TNI A, para Rektor Universitas di Surabaya,, Ketua Ikatan Alumni STIAL, para Dosen dan undangan lainnya.

Kasal dalam sambutannya mengatakan,
Sesuai amanat konstitusi, Kasal memegang mandat untuk melaksanakan tugas pembinaan dan pembangunan kekuatan pertahanan negara matra laut.

Kasal menegaskan, sebagai prajurit TNl mengemban tugas yang sangat mulia. Pada hakekatnya, tugas utamanya hanya dua, yaitu perang dan mempersiapkan diri untuk perang, dimana kekuatan kita sejatinya tidak hanya bertumpu pada alutsista, melainkan juga personel pengawaknya.

“Untuk itu, pembangunan SDM merupakan landasan utama dari pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut, karena akan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing dan kinerja organisasi dalam jangka panjang,” terangnya.

Dalam upaya pembangunan SDM tersebut, pendidikan merupakan bagian yang pertama dan utama. Lembaga Pendidikan TNI AL dituntut untuk tidak hanya mencetak prajurit guna mengawaki alutsista dan organisasi, melainkan juga melahirkan calon pempimpin TNI AL, sekaligus pemimpin nasional yang berwawasan luas, berpikiran kritis dan strategis serta dilandasi integritas moral yang tinggi.

“Oleh karenanya, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut dibangun sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan harapan mulia tersebut,” tegasnya.

Dengan kompleksitas tantangan tugas masa depan lanjut Kasal, STTAL sebagai sebuah perguruan tinggi di lingkungan TNI AL harus mampu berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“STTAL juga dituntut untuk mampu mencetak pejuang-pejuang matra laut, prajurit-prajurit Jalasena yang Tanggap, Tanggon dan Trengginas, untuk bertempur di peperangan laut masa depan yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi,” pungkasnya.(Red)

Puncak Harkopnas Ke-77, Pemkot Luncurkan Aplikasi Pengawasan Koperasi di Suroboyo

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-77, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan aplikasi Awasi Boyo, yakni sistem Pengawasan Koperasi di Suroboyo, di Halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (20/7/2024). Hal ini menjadi salah satu upaya kolaborasi antara pemerintah dengan gerakan koperasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mendampingi Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Arif Rahman Hakim yang turut hadir dalam peluncuran aplikasi Awasi Boyo.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-77, Pemkot Surabaya memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI terkait pengembangan ekonomi dengan meluncurkan aplikasi Awasi Boyo, yakni bentuk pengawasan terhadap kesehatan koperasi.

“Itu menjadi pemikiran kami, apa yang perlu ditingkatkan untuk menggerakkan ekonomi lagi. Pengawasan-pengawasan, kita banyak menggandeng anak muda. Bahkan kemarin untuk menggerakan ekonomi ada sertifikasi halal dan kita bergerak dengan anak muda Surabaya,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri melanjutkan bawah 40 persen anggaran APBD Kota Surabaya dialokasikan dalam program Padat Karya. Di dalamnya, terdapat warga Kota Pahlawan yang tergabung dalam koperasi. “Kami memiliki forkopimda yang luar biasa, membantu kami menggerakkan koperasi, sehingga uang yang berputar di Surabaya bisa bergerak untuk warga Kota Surabaya, dan mengurangi kemiskinan,” lanjutnya.

Selain itu, pemkot juga terus mendukung pengembangan UMKM di Kota Pahlawan, salah satunya dengan memberikan kemudahan penerbitan NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi para pelaku UMKM.

Hingga saat ini, Pemkot Surabaya telah menerbitkan 113.169 NIB bagi para pelaku UMKM di Kota Surabaya, di antaranya 65.070 NIB di sektor perdagangan, 24.561 NIB di sektor perindustrian, dan 23.538 NIB di sektor pariwisata.

“Kita memberikan motivasi kepada UMKM untuk mengurus NIB sehingga berupaya melakukan inovasi untuk bekerja sama dengan stakeholder. Bahkan, Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyampaikan bahwa Surabaya bisa dijadikan contoh,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Arif Rahman Hakim mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM RI berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM, dan memanfaatkan akses pembiayaan.

“Jadi kami bermitra, maka saya berharap koperasi bisa terus menatap peluang-peluang dengan bermitra. Supaya usahanya bisa menembus pasar yang lebih luas,” kata Arif Rahman Hakim.

“Terima kasih Bapak Walikota Surabaya dan jajaran atas terlaksananya peringatan Hari Koperasi Nasional ke-77. Melalui tekat dan semangat gotong royong, kita bisa berkontribusi dalam memajukan Kota Surabaya melalui pembangunan ekonomi,” imbuhnya.

Pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-77, pihaknya mengajak mewujudkan koperasi sebagai suatu ekosistem untuk mengkonsolidasikan, dan mengakselerasi para pelaku UMKM agar mereka bisa tumbuh dan lebih kuat dalam pelaksanaan usaha.

“Alhamdulilah di tahun 2024, pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya sangat baik, di atas rata-rata nasional. Ini juga didukung oleh koperasi dan pelaku UMKM, di Surabaya jumlahnya lebih dari 99 persen,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui 40 persen anggaran APBD Kota Surabaya yang dialokasikan untuk koperasi dan pelaku UMKM lewat programnya (Padat Karya), koperasi dan para pelaku UMKM dapat terus berinovasi agar bisa memperluas jangkauan pasar “Benar-benar sudah sudah diwujudkan, pelaku usaha bisa menikmati peluang yang disediakan oleh Pemkot Surabaya dan dipermudah dalam mendapatkan pasar di Surabaya. Perhatian pemkot sangat besar,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati menyampaikan, aplikasi Awasi Boyo merupakan aplikasi penilaian kesehatan koperasi, dimana aplikasi tersebut telah diintegrasikan dengan pelayanan aplikasi Online Data System (ODS) Koperasi.

“Aplikasi Awasi Boyo untuk pengawasan kita, yang link (terhubung) dengan pusat. Untuk pengawasannya, antara lain dari permodalan, ketertiban koperasi, dan banyak hal yang sudah dilakukan koperasi atau tidak. Itu adalah kriteria koperasi, apakah sehat atau tidak,” pungkasnya.(B4M)