Wali Kota Eri Resmikan Sentra Pelayanan Publik hingga Wisata Rakyat di Nambangan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan dua fasilitas baru, yakni Sentra Pelayanan Publik (SPP) dan Wisata Rakyat di Nambangan, pada Sabtu (18/5/2024) malam. SPP dan Wisata Rakyat Nambangan itu dibangun dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan dan menyediakan tempat rekreasi yang nyaman bagi warga.

Dalam peresmian itu, Wali Kota Eri didampingi Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani memberikan secara langsung Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diurus oleh warga di SPP Nambangan. Bahkan, saat itu Wali Kota Eri bersama tamu undangan meninjau langsung SPP dan Wisata Rakyat Nambangan..

Wali Kota Eri mengatakan,  menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas umum. Seperti di SPP Nambangan untuk memudahkan warga dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan. Dari mengurus KTP, surat izin, sampai layanan lainnya. Semua di satu tempat, lebih mudah dan cepat.

“Dulu, ini adalah tanah (aset) pemkot, sehingga tanah ini kita manfaatkan untuk pelayanan publik dan tempat wisata. Kalau ada orang mengurus KTP, jika tidak di kelurahan atau Balai RW, bisa ke SPP ini karena bisa langsung foto (rekam) KTP,” kata Wali Kota Eri.

Sebenarnya, pelayanan publik itu sudah tersentral di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola. Namun, terkadang masih banyak warga yang mengeluh jauh untuk ke Siola, sehingga Wali Kota Eri membuat kebijakan untuk membangun Sentra Pelayanan Publik di masing- masing wilayah.

“SPP ini sama dengan yang lainnya, jadi harapan kita, warga tidak perlu jauh-jauh datang ke MPP Siola, tapi cukup ke SPP Nambangan. Kemudian jika warga tidak ada waktu atau setelah bepergian, bisa datang mengurus perizinan di SPP,” jelasnya.

Khusus di Surabaya pusat bisa langsung ke MPP Siola, kemudian di Surabaya Timur bisa ke Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) di Jalan Raya Menur, lalu Surabaya Selatan di Sentra Pelayanan Publik yang ada di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), di Surabaya Barat bisa langsung ke Sentra Pelayanan Publik Pakal di Taman Cahaya Pakal, dan yang baru saja diresmikan di Surabaya Utara berada di Nambangan.

“Saat ini sentra pelayanan publik sudah ada di semua wilayah. Sebetulnya, pelayanan kita sudah berhenti di Balai RW, cuma di SPP ini bisa melakukan perekaman KTP karena di Balai RW tidak bisa,” terangnya.

Selanjutnya, Wisata Rakyat Nambangan diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang menarik di Kota Surabaya. Sekaligus meningkatkan perekonomian lokal dan membuka peluang usaha bagi warga sekitar.

“Ada tanah (aset) yang kita gunakan untuk Wisata Rakyat, di kawasan Surabaya Utara kita buat di sini. Anak-anak bisa bermain, ada lapak UMKM, sehingga kalau punya NIB bisa ada tempat untuk berjualan. InsyaAllah di wilayah barat, dan selatan juga ada Wisata Rakyat, kita selesaikan di bulan Mei ini,” ujar dia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan dua fasilitas baru, Sentra Pelayanan Publik (SPP) dan Wisata Rakyat di Nambangan, Foto Humas Pemkot

Pembukaan Wisata Rakyat Nambangan itu sukses menyedot perhatian masyarakat. Pasalnya, banyak warga yang mengantri di setiap wahana permainan yang tersedia. Karenanya, Wisata Rakyat Nambangan diharapkan dapat menjadi tempat wisata yang aman, nyaman, dan murah bagi keluarga.

“Semoga Wisata Rakyat ini bisa bermanfaat untuk warga, UMKM, serta meningkatkan perekonomian. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak di sekitar ini, bisa bermain, dan mengesplore keinginannya. Akhirnya ini menjadi tempat berkumpul keluarga, orang tua dan anak bisa menjadi satu memiliki kemistri,” pungkasnya. (B4M)

Kapolres Kediri Kota Borong Jajanan Kaki Lima saat Jum’at Curhat di Wahana Wisata

LENSA PARLEMEN – KEDIRI KOTA,
Aksi borong memborong dagangan di penjual kaki lima dilakukan oleh Kapolres Kediri Kota dalam kegiatan Jum’at Curhat di wahana wisata Sumber Soyo Indah Kel Bawang Kec Bawang Kota Kediri

Seperti yang dilakukan Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. yang menerapkan pendekatan unik saat menggelar Jum’at Curhat, pada Jum’at (17/5/2024)

Didampingi pejabat utama Polres Kediri Kot, Kapolres Kediri Kota memborong jajanan dari PKL yang ada di lokasi wahana wisata Sumber Soyo Indah Kel Bawang Kec Pesantren Kota Kediri

Kapolres Kediri Kota disela sela kegiatan Jum’at Curhat menghampiri stand pedagang kaki lima serta berdialog, sembari membeli daganganya untuk dibagikan kepada warga yang hadir

Di sebutkan oleh Kapolres Kediri Kota, Kegiatan Jumat Curhat di laksanakan untuk lebih dekat dengan warga dan menampung saran kritik serta masukan terkait kamtibmas

Wati, salah satu pedagang di wisata Sumber Soyo Indah mengaku senang bertemu dengan Kapolres Kediri Kota Terlebih karena dagangannya lebih banyak terjual dari biasanya karena diborong rombongan Kapolres.

Tidak lupa Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kamtibmas dan apabila ada informasi sekecil apapun terkait ganguan keamanan untuk melaporkan bisa ke Polisi RW, Bhabinkamtibmas serta Polsek maupun Polres untuk segera di tindak lanjuti.(Red)

Begini Kerja Satgas Walrolakir Amankan Kepala Negara hingga Delegasi WWF Ke-10 di Bali

LENSA PARLEMEN – BALI,
Polri menggelar Operasi Puri Agung 2024 guna mengamankan penyelenggaraan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali 18-25 Mei 2024. Dalam operasi ini terdapat Satgas Pengawalan, Pengamanan Rute Perjalanan dan Parkir atau Walrolakir.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan, terdapat 5 klaster untuk akomodasi yang harus dikawal. Kemudian pihaknya juga mengamankan 12 beat rute, baik itu dari bandara ke tempat akomodasi maupun dari akomodasi ke tempat-tempat main event, serta tempat parkir.

“Kemudian kami juga menambah beberapa tim TAA (traffic accident analysis) karena kita harus menjaga supaya betul-betul aman,” kata Slamet di Bali, Sabtu (18/5/2024).

Slamet menambakan, pihaknya juga ada tim patroli urai sehingga apabila ada kepadatan bisa dievakuasi dan membentuk satu tim rekayasa lalu lintas, di mana kalau di Bali ini jalanan kecil tingkatnya padat sehingga perlu mempersiapkan rekayasa-rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus.

Untuk Satgas Walrolakir, kata Slamet, terdapat 2.446 personel yang terbagi menjadi 1.950 personel untuk pengamanan rute yang tergelar di 12 beat dan 342 personel buat pengawalan baik pengawalan VVIP, pengawalan VIP, maupun pengawalan delegasi.

“Sementara personel Satgas Parkir kita ada 56 personel,” ujarnya.

Slamet menuturkan sesuai jadwal yang ia terima sudah ada 4 delegasi yang datang ke Bali pada malam tadi. Hari ini, informasinya ada 21 delegasi yang datang.

“Kami dengan pengerahan jumlah kendaraan baik itu listrik maupun fosil hampir mencapai 221 kendaraan sudah menempel dengan LO yang sudah disiapkan oleh panitia sehingga kunjungan-kunjungan kedatangan, kunjungan ke lokasi-lokasi side event sudah menempel semua, baik dengan roda dua maupun rangkaian penuh dan rangkaian pendek,” katanya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan, pihaknya akan tetap mengatur dan memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat Bali dan para wisatawan daerah mana saja yang akan direkayasa lalu lintasnya. Hal ini dilakukan agar event WWF dan aktivitas masyarakat dan wisatawan tetap berjalan dengan baik.

“Kami berikan flyer-flyer pengumuman kepada masyarakat dan wisatawan sehingga semua kegiatan itu dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Seluruh kegiatan Satgas Walrolakir, lanjut Slamet, terpantau di Posko Lantas yang terkoneksi dengan Posko 91, sehingga pimpinan bisa melihat dan memantau pergerakan rombongan dan anggota yang bertugas.(Red)

Kejurda Tarung Bebas Piala Wali Kota Surabaya Digelar di Gelora Pancasila, HJKS Ke-731

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tarung Bebas Indonesia yang memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya digelar di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu (18/5/2024). Event yang akan berlangsung hingga besok (19/5/2024) itu digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731.

Ketua Panitia Kejurda Tarung Bebas Indonesia Piala Wali Kota Surabaya, Kurniawan, mengatakan event ini diikuti oleh sebanyak 310 peserta yang berasal dari 16 kabupaten/kota di Jawa Timur, ada pula dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan juga dari Jawa Tengah. “Yang banyak peserta dari kabupaten/kota di Jawa Timur, karena memang ini Kejurda,” kata Kurniawan saat pembukaan event tersebut.

Menurutnya, kelompok usia yang dilombakan ada usia dini mulai dari usia 7-9, usia pra pemula dari 10-12, pemula dari usia 12-13, kadet/remaja usia 13-14, junior usia 14-15, dan senior usia 15-28. “Nah, kategori yang dilombakan dalam event ini adalah seni dan tarung bebas. Bagi para pemenang akan berkesempatan mewakili Jawa Timur di Fornas 2025 yang akan digelar di NTB,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Eringgo Perkasa mengajak kepada seluruh atlet Tarung Bebas Indonesia untuk terus meningkatkan dan meraih prestasi. Tujuannya, agar Tarung Bebas Indonesia ini bisa menjadi andalan pada Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dalam Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Surabaya.

“Apalagi, nanti di bulan Agustus nanti akan ada kejuaraan nasional. Kami atas nama pribadi dan Pemkot Surabaya siap mendukung dan mensukseskan event tersebut, dan harus terlaksana di Kota Surabaya,” kata Eringgo saat membuka event tersebut.

Ia juga berharap para atlet tarung bebas yang turut serta dalam event Kejurda itu untuk selalu menjunjung sportivitas yang tinggi. “Raihlah prestasi dalam olahraga ini,” ujarnya.

Eringgo juga menjelaskan bahwa di Kota Surabaya ini ada sebanyak 391 lapangan olahraga masyarakat yang bisa digunakan oleh para atlet tarung bebas latihan. Ia berharap, nantinya Kormi bisa menunjuk salah satu lapangan yang akan dipakai untuk tempat latihan itu.

“Silahkan nanti diajukan melalui Kormi, akan kita siapkan untuk teman-teman atlet latihan bersama. Selamat bertanding selalu junjung sportivitas,” pungkasnya. (B4M)

Kapolda Jatim Bersama Ribuan Pesepeda dari 17 Negara Ikuti Bromo KOM X 2024

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Dari lapangan apel Mapolda Jawa Timur, sebanyak lebih kurang 1.500 pesepeda dari 17 negara dan 427 komunitas di 31 Provinsi di Indonesia diberangkatkan menuju rute yang sudah ditentukan, pada Sabtu (18/5/2024).

Ribuan pesepeda ini akan mengikuti Bromo KOM X, yang Start event bersepeda itu dimulai di depan Polda Jawa Timur Jalan Ahmad Yani 116 Surabaya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs.Imam Sugianto,M.Si bersama sejumlah pejabat utama Polda Jatim juga turut serta dalam event tersebut.

Ribuan pesepeda itu nantinya akan melewati rute flat menuju Pasuruan yang menjadi pitstop.

Dari Pasuruan, cyclist akan menghadapi rute menanjak sampai finish di puncak Wonokitri, Bromo.

Total perjalanan kurang lebih 100 km dengan lintasan menanjak total hampir 2.000 meter.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi atas event bersepeda tersebut dan tetap menghimbau kepada seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.

“Kami dari Polda Jatim juga telah menerjunkan personel yang akan memberikan jaminan keamanan dan kelancaran selama kegiatan ini berlangsung,”ujar Irjen Imam.

Kapolda Jatim mengatakan bahwa personel sudah ditempatkan di rute yang akan dilalui para peserta.

“Pengawalan maupun pengamanan pada titik tertentu sudah kita siapkan dengan melibatkan personel yang ada di Polres jajaran yang wilayahnya dijadikan rute ini,”kata Irjen Imam.

Sementara itu Azrul Ananda Founder Mainsepeda mengatakan, ada pengurangan jumlah pesepeda tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Tahun lalu hampir menyentuh angka 1.700-an, sekarang 1.500,”ujar Azrul.

Menurut Azrul pengurangan peserta ini juga mengingat segi keamananan baik di jalan maupun di Bromo.

Ia mengatakan tahun lalu dengan peserta 1.700 an, di tempat Finish yaitu Wonokitri Bromo agak sesak.

Para pesepeda yang akan mengikuti event tersebut sudah mulai berdatangan ke Surabaya sejak Kamis 16 Mei 2002 4 kemarin.

Hal itu karena pengambilan racepack yang berisi body number, bike number,hingga jersey dimulai tanggal 16 sampai 17 Mei 2024.

Hampir 90 persen peserta datang dari luar Jawa Timur dan itu akan berdampak pada perekonomian di Jatim mulai dari penginapan hingga kuliner dan toko-toko sepeda.

Azrul memastikan bahwa lalu lintas akan tetap lancar meski ada event sepeda tersebut.

Hal itu menurutnya, event serupa sudah dilaksanakan ke-10 kalinya di Jawa Timur dan rutenya juga selalu sama jadi tidak ada kerumitan kerumitan baru.

“Kami juga berterima kasih kepada kepolisian di jajaran Polda Jawa Timur ini yang termasuk paling jago dan konsekuen dalam mengatur event-event sepeda karena tradisi sepeda di Jatim cukup panjang jadi selain Bromo KOM juga banyak yang lain,”ungkap Azrul.

Selain dari Indonesia para pesepeda tersebut berasal dari Malaysia,Taiwan,Jerman ,Australia, Singapura, Belanda, Myanmar, Inggris, Selandia Baru,Austria, Perancis, Filipina, Korea Selatan, Brazil Irlandia dan Latvia. (B4M*)

Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF

LENSA PARLEMEN – BALI,
Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali menyiagakan dua kapal dan tiga unit helikopter dalam rangka pengamanan kegiatan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

Direktur Polairud Polda Bali Kombes Ponadi mengatakan pihaknya selain mengerahkan personil juga alat material khusus (almatsus). “Jadi ada kapal-kapal kita dan diback-up oleh Korpolairud Barhakam Polri. Ada 2 kapal yang ikut terlibat kegiatan termasuk juga pesawat helikopter ada 3 unit diback-up dalam rangka untuk pengamanan kegiatan World Water Forum ke-10 di Bali ini.,” kata Ponadi dalam keterangan, Sabtu (18/5/2024).

Dirinya menerangkan, dalam rangka pengamanan event internasional ini, Ditpolairud Polda Bali juga berkoordinasi dengan TNI maupun Basarnas. Titik-titik pengamanan dengan menggunakan kapal, sambung Ponadi yakni di bawah kolong tol, kemudian pantai dan perairan Nusa Dua Bali.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan patroli di wilayah pelabuhan-pelabuhan penyebrangan seperti Gilimanuk, Padangbai dan lainnya. ‘Itu titik-titik penyebrangan untuk antisipasi masuknya orang-orang dari luar Bali, antisipasi pelaku-pelaku pidana, kita berkolaborasi, kita berkoordinasi dengan satuan wilayah setempat ,” ujarnya.

Sementara beberapa sambung Ponadi, helikopter juga di tempatkan di dekat kegiatan World Water Forum berlangsung. Helikopter jenis Dolphin ini kata dia, digunakan dalam situasi darurat. Misalnya, jika ada delegasi yang membutuhkan penanganan medis dapat menggunakan heli untuk ke rumah sakit terdekat.

Ia menambahkan, para personil juga telah dilengkapi alat-alat komunikasi seperti HT, Podium dan juga aplikasi-aplikasi seperti SOT. Dengan perlengkapan tersebut, anggota bisa melaporkan situasi yang ada di lapangan ke Posko Command Center 91.

“Kita terkoneksi dengan posko, yang sewaktu-waktu Posko kontak dengan anggota di lapangan bisa melaporkan langsung di lapangan,” ucapnya. (Red)

.

Pemkot Surabaya Tingkatkan Antisipasi Resiko Penularan DBD 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap resiko penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pahlawan. Terutama saat memasuki masa transisi, yakni musim penghujan ke musim kemarau yang masih belum stabil.

Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Walikota Surabaya Nomor 400.7.9/3135/436.7.2/2024 tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue pada musim penghujan. Karenanya, Pemkot Surabaya menerbitkan SE Nomor 400.7.9/8786/436.7.2/2024 tentang Peningkatan Kewaspadaan DBD melalui PSN 3M PLUS.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan mengatakan sebagai antisipasi menekan resiko penularan DBD secara masif di Kota Surabaya, maka diperlukan kegiatan pendampingan intensif dalam memberantas vektor penularan penyakit DBD dengan melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD 3M PLUS.

“Yaitu, menguras dan menyikat bersih bak mandi/kolam air minimal satu minggu sekali. Menutup rapat tempat penampungan air, misalnya tempayan, tandon, dan drum. Serta, memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air,” kata Ikhsan, Jumat (17/5/2024).

Sedangkan, 3M PLUS adalah meliputi penggantian air vas bunga, tempat minum burung atau tempat-tempat lainnya yang sejenis setiap satu minggu sekali, memperbaiki saluran dan talang yang tidak lancar/rusak, menutup lubang-lubang pada potongan bambu/pohon, serta menaburkan bubuk pembunuh jentik (larvasida) di tempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.

“Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak-bak penampungan air, misalnya ikan cupang dan ikan kepala timah. Memasang kawat kasa di jendela dan pintu rumah, membiasakan pengaturan barang dalam ruangan secara rapi agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar,” ujar dia.

Kemudian, lanjut Ikhsan, mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai, menggunakan kelambu pada saat tidur, memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, melakukan penanaman tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti tanaman serai, lavender. Serta membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk.

“Menggiatkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) secara rutin dengan menunjuk juru pemantau jentik di setiap rumah/ instansi untuk memantau dan memastikan tidak ada jentik dan memastikan nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) > 95 persen di masing-masing wilayah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, diharapkan melakukan kegiatan PSN 3M PLUS berbasis kecamatan, kelurahan, RT/RW, sekolah, tempat ibadah, perkantoran, dan tempat-tempat umum (TTU) secara rutin minimal satu minggu sekali setiap hari Jumat di masing-masing wilayah.

“Kemudian melaporkan seluruh hasil kegiatan PSN 3M PLUS melalui Aplikasi Sayang Warga (ASW) dan memantau progres capaian untuk segera dilakukan intervensi wilayah, sehingga potensi penyebaran kasus DBD dapat terus terkendali,” pungkasnya. (B4M)

Polisi Amankan Mantan Kades di Malang, Diduga Terlibat Korupsi Alokasi Dana Desa

LENSA PARLEMEN – MALANG,
Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil mengamankan SH (67), mantan Kepala Desa (Kades) Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. SH diamankan terkait dugaan korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD).

Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih mengatakan tersangka SH diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi saat ia menjabat sebagai Kades Wadung, Pakisaji, pada tahun 2019 hingga 2021.

“Atas perbuatan tersangka,diperkirakan negara mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah,”ujar Kompol Imam Mustolih dalam konferensi pers di Polres Malang, Kamis (16/5/2024).

Wakapolres Malang mengungkapkan tersangka dengan inisial SH merupakan mantan kepala Desa Wadung, Pakisaji.

Kompol Imam menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka dengan cara membuat laporan belanja fiktif dana desa sehingga negara mengalami kerugian total sebesar Rp 646.224.639,62 dari anggaran tahun 2029, 2021, dan tahun 2021 yang bersumber dari dana APBN.

“Kerugian negara tersebut diketahui setelah dilakukan audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh Inspektorat Kabupaten Malang,”jelas Kompol Imam.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti satu bundel Salinan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2018 hingga 2023 Desa Wadung, satu bundel Salinan dokumen laporan pertanggungjawaban Dana Desa Wadung, serta dokumen pendukung lainnya.

“Penggunaannya RAPB Desa Wadung tahun 2019-2021, diduga tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari adanya informasi masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran Dana Desa serta Alokasi Dana Desa Wadung.

Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga proses penyidikan yang melibatkan pemeriksaan audit dari Inspektorat Kabupaten Malang.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka SH kerap membuat proyek-proyek fiktif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Beberapa proyek tersebut diantaranya Pembangunan gazebo, pembelian kipas angin, meja rapat, hingga perbaikan mesin molen.

“Berawal laporan dari masyarakat kemudian kami laksanakan penyelidikan, klarifikasi, lanjut kami naikkan ke tingkat penyidikan serta meminta pemeriksaan audit dari Inspektorat,” ungkap Kasatreskrim AKP Gandha.

AKP Gandha menyebut, pihaknya masih terus menelusuri kemana aliran dana yang disalahgunakan tersebut, dugaan sementara adalah untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri.

“Sampai dengan saat ini kami masih lakukan tracing penelusuran aset-aset yang kami indikasikan menggunakan uang yang dikorupsi tersebut,” kata AKP Gandha.

Atas perbuatannya tersebut tersangka SH akan dikenakan Pasal 2, 3 UU Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Dengan ancaman hukuman maksimal selama 20 tahun penjara,”pungkasnya. (Yok)

Kapolres AKBP Teguh Priyo Wasono Pimpin Gowes Kamtibmas Polres Badung

LENSA PARLEMEN – Mangupura, Disela-sela padatnya kesibukan pekerjaan Kepala Kepolisian Resor Badung AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K pimpin kegiatan Gowes Kamtibmas Sambang Desa sekaligus memberikan paket sembako kepada warga masyarakat yang kurang mampu di Daerah Hukum Polres Badung, Sabtu 18 Mei 2024 pagi pukul 06.00 Wita.

Tampak ikut hadir dalam acara Gowes tersebut Waka Polres Badung Kompol I Made Prama Setia S.H., S.ik, M.H, Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana T. J., S.Sos., S.H.,M.M. Kasi Propam Polres Badung Iptu I Nyoman Sutanaya. Kanit Reskrim Polsek Mengwi Iptu I Komang Juniawan S.H,M.H. Panit Opsnal Intel Sek Mengwi Iptu I Wayan Astawa S.H. Panit Min Intel Sek Mengwi Ipda I Made Susiantara S.H dan Team Gowesser Polres Badung.

Sementara untuk route Olahraga Gowes Kamtibmas Sambang tersebut diawali start di Halaman Mapolsek Mengwi selanjutnya rombongan menuju simpang BMKG menyusuri jalur pedesaan dan area persawahan menuju wilayah Desa Baha selanjutnya melintasi wilayah hukum Polsek Abiansemal dan terakhir finish di Mapolsek Abiansemal Desa Blahkiuh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung.

Disela-sela pelaksanaan Gowes tersebut Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono juga melakukan dialog / komunikasi langsung sekaligus memberikan pesan-pesan Kamtibmas dengan masyarakat setempat untuk ikut serta dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif serta mendukung pelaksanaan KTT WWF ke – 10 yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali.

“Kegiatan Gowes Kamtibmas ini merupakan salah satu upaya Polres Badung untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus untuk menyerap informasi dari masyarakat secara langsung.” Ungkap AKBP Teguh Priyo Wasono.

Orang nomer satu dijajaran Polres Badung tersebut menambahkan dalam Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat setempat untuk berinteraksi langsung dengan Polisi khususnya Polres Badung dan dapat mengajukan pertanyaan atau masalah keamanan yang mereka hadapi sehari-hari.

Selain itu beliau juga memberikan apresiasi atas partisipasi dan dukungan masyarakat dalam memperkuat Kamtibmas di Badung. Beliau berharap acara “Gowes Kamtibmas” akan terus berlanjut dan menjadi tradisi yang positif dalam membangun situasi kamtibmas yang kondusif di daerah hukum Polres Badung.

“Ini adalah langkah yang sangat positif dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara Kepolisian dengan masyarakat.” Pungkasnya, disela-sela menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga masyarakat di Desa Baha Kecamatan Mengwi dan dilokasi Pancoran Solas Mumbul Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. (Red)

Polres Ngawi Berhasil Amankan 3 Tersangka Sindikat Illegal Logging

LENSA PARLEMEN – NGAWI,
Satreskrim Polres Ngawi Polda Jawa Timur bersama Perhutani berhasil mengungkap kasus illegal logging di kawasan hutan jati RPH Ngantepan BKPH Getas petak 82b-2 .

Dari hasil ungkap kasus tersebut, Polisi berhasil mengamankan 3 orang tersangka illegal logging, berikut menyita sejumlah barang buktinya.

Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono S.H., S.I.K., M. Si. dalam konferensi pers di depan kantor media center Humas Polres Ngawi mengatakan, awal ditangkapnya 3 tersangka karena ada laporan dari pihak Perhutani Ngawi.

“Setelah kita menerima laporan dari Kantor Perhutani Ngawi, terkait adanya pencurian kayu jati di RPH Ngantepan, Pitu, kami bersama dengan Perhutani langsung menyisir wilayah hutan tersebut dan menemukan 22 batang kayu jati dengan berbagai macam ukuran,” tutur Kapolres Ngawi, Kamis (16/5/2024)

Ia menjelaskan setelah melakukan pengecekan dan serangkaian penyelidikan maka berhasil mengungkap kasus, serta mengamankan 3 orang tersangka. Sementara 5 orang lainnya masih buron.

“Kami lakukan penangkapan setelah bukti di lapangan cukup, 3 orang sudah diamankan, sedang untuk 5 orang yang identitas sudah ada saat ini DPO, ” tambahnya.

Adapun 3 tersangka yang berhasil diamankan polisi yakni inisial L bin I seorang residivis (39), AS bin P (46), N als S bin P (43). Ketiganya merupakan warga Ngawi.

“Pelaku saat ini ditahan di rutan (rumah tahanan) Polres Ngawi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKBP Argo.

Adapun barang bukti yang disita berupa 1 ( satu) unit sepeda Yamaha Jupiter, 2 (dua) unit senso, 22 (dua puluh dua) batang kayu jati berbagai ukuran

Atas kasus ilegal loghing ini, para pelaku bisa di jerat pasal 82 ayat (1) huruf c dan pasal 83 (1) huruf b Jo pasal 12 huruf e UURI Nomer 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, sebagaimana diubah dalam pasal 37 angka 12 dan angka 13 UURI nomor 6 tahun 2023 tebtang cipta kerja.

“Ancaman hukuman minimal satu tahun, maksimal 5 tahun penjara,” tutup AKBP Argo didampingi Wakapolres Kompol Achmad Robial, Kasat Reskrim AKP Joshua dan Kasihumas Iptu Dian. (Red)