Arsip Kategori: EKONOMI & BISNIS

Kredit Macet Fintech Didominasi Anak Muda, Ketua DPD RI Tekankan Pentingnya Edukasi Keuangan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peminjam usia muda menjadi penyumbang terbesar pinjaman macet di fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online. Fakta tersebut menarik perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. LaNyalla menilai pentingnya edukasi keuangan untuk generasi muda.

“Data yang disampaikan OJK, kita bisa menarik kesimpulan bahwa pentingnya edukasi keuangan untuk kalangan milenial. Anak-anak muda ini penting untuk mendapat pengetahuan bagaimana mengelola keuangan, agar dapat menakar dengan baik langkah mereka,” kata LaNyalla di Surabaya, Sabtu (8/6/2024).

Generasi milenial, kata LaNyalla, cenderung memiliki gaya hidup yang lebih boros, sulit menabung dan tidak terlalu peduli investasi di masa depan. Tentu saja hal itu menimbulkan adanya risiko finansial yang akan dihadapi karena pengelolaan  keuangan yang kurang sehat.

“Makanya literasi keuangan merupakan pengetahuan fundamental yang perlu dimiliki masyarakat. Bahkan harus dimulai sejak dini, dari kalangan generasi muda pelajar dan mahasiswa. Dengan edukasi yang baik, mereka tidak mudah terjebak pada perilaku konsumtif akibat peer pressure, influencer, dan faktor-faktor lainnya,” tukas dia.

Senator asal Jawa Timur itu berharap Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan lembaga perbankan untuk lebih serius melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat dengan melalui berbagai platform. Bahkan LaNyalla menilai, lingkungan keluarga pun perlu dilibatkan.

“Edukasi keuangan bukan hanya tanggung jawab lembaga keuangan dan perbankan, tetapi juga keluarga. Karena mereka yang paling dekat dan tahu perilaku keuangan anggota keluarga lainnya,” papar LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, OJK mencatat tingkat kredit macet lebih dari 90 hari berdasarkan usia 19 tahun-34 tahun per Maret 2024 menyumbang sebesar Rp 726,63 miliar dari outstanding pinjaman macet lebih dari 90 hari yang sebesar Rp 1,37 triliun.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, outstanding pinjaman macet lebih dari 90 hari tercatat sebesar Rp 1,14 triliun. Adapun usia 19 tahun-34 tahun menjadi penyumbang terbesar kredit macet dengan nilai Rp 672 miliar. Artinya, ada peningkatan nilai pinjaman macet oleh usia muda. (Red)

Minister Counsellor Thailand Ajak Kadin Surabaya Perkuat Kerjasama Sektor Ekonomi

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Minister Counsellor Thailand Chatchadaporn Krungkasem didampingi oleh Honorary Consul Onny A.M. Almasyhur melakukan kunjungan ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya, Kamis (6/6/2024) untuk memperkuat kerjasama sektor ekonomi dengan Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Kadin Kota Surabaya H. M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Internasional Kadin Kota Surabaya, Charly Raya, perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya dan sejumlah pengusaha anggota Kadin Kota Surabaya.

Chatchadaporn Krungkasem mengungkapkan, pihaknya masih belum mengetahui secara gamblang tentang Surabaya, termasuk tentang sumber daya yang dimiliki. Untuk itu ia melakukan kunjungan ke Kadin Surabaya untuk menjalin networking dan menjaring peluang bisnis.

“Kami masih buta tentang Kota Surabaya, terutama terkait dengan potensi ekonomi. Untuk itu, kami ingin menjalin networking dan menjaring peluang bisnis dari Indonesia khususnya Surabaya. Kami akan membawa perusahaan Thailand untuk datang dan melihat peluang kerjasama,” terang Chatchadaporn Krungkasem.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini Thailand berupaya memperkuat kerjasama ekonomi dengan Indonesia, khususnya Surabaya. Ada sejumlah sektor ekonomi yang menjadi fokus kerjasama, yaitu sektor investasi, perdagangan dan pertanian atau agriculture serta pariwisata.

Dalam hal investasi, lanjutnya, sudah ada beberapa perusahaan asal Thailand yang menanamkan investasinya di Jatim, diantaranya adalah PT Thai Union Kharisma Lestasi di Lamongan yang khusus bergerak di bidang industri pakan akuakultur seperti shrimp feed, fish feed, marine feed.

“Thai Union Group di Lamongan telah berinvestasi sejak 3 tahun yang lalu, dari tahun 2021 hingga sekarang. Mereka bergerak di bidang pakan ternak untuk udang dan lain sebagainya,” ujar Chatchadaporn Krungkasem.

Juga ada Siam Cement Group. Industri asal Thailand yang bergerak di bidang cement-building material (semen), packaging (kemasan), dan chemicals (kimia) yang saat ini telah memiliki pabrik atau perwakilan di Surabaya.

“Thailand tidak punya sumber nikel untuk Baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV). Apabila ada peluang untuk suplai nikel ke Thailand, kami akan menyambut dengan senang karena Thailand memiliki perusahaan spare part dan aksesori EV maupun otomobil secara umum,” tandasnya.

Di sisi lain, sektor agribisnis dan pariwisata juga cukup menjanjikan untuk dikerjasamakan, mengingat Thailand adalah salah satu negara penyuplai gula ke Indonesia dan juga menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia, begitu juga sebaliknya.

“Harapan kami, Pemkot Surabaya dan Kadin Surabaya bisa bertukar informasi tentang peluang bisnis dan bisa memetakan bisnis yang benar-benar cocok dan sesuai untuk dikerjasamakan antar kedua negara,” tambah Onny A.M. Almasyhur.

H. M. Ali Affandi Andi La Nyalla Mahmud Mattalitti menyambut baik atas tawaran kerjasama Thailand. Ia berharap, kolaborasi dan kerjasama ini akan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di kedua negara.

“Kami cukup senang dengan tawaran ini. Kami ingin bertukar informasi tentang apa yang dibutuhkan Thailand dan apa yang bisa ditawarkan Surabaya untuk Thailand. Sehingga kerjasama ini bisa memberikan multiplier effect bagi kedua belah pihak,” kata Mas Andi, panggilan akrab H. M. Ali Affandi Andi La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Lebih lanjut Mas Andi mengungkapkan, memang Thailand saat ini tengah digandrungi oleh wisatawan dari Indonesia. Selain destinasi wisatanya cukup manarik, harga berbagai jenis kuliner, produk fashion dan lainnya juga cukup murah.

Begitu juga industri perfilman Thailand. Dengan diputarnya film “How to Make Millions Before Grandma Dies”, ia yakin bisa mengangkat industri perfilman Thailand di Indonesia.

“Film thailand juga punya pasar di Indonesia, khusunya Surabaya. Untuk itu, harus bisa berkolaborasi dan mengundang production house untuk datang ke Surabaya untuk mengembangkan potensi industri kreatif,” kata Mas Andi.

Selain itu, ada beberapa peluang kerjasama di sektor agrikultur untuk suplai sayur dan buah segar dari Jatim. Dan Surabaya punya infrastruktur pendukungnya seperti pelabuhan, meskipun masih perlu diperbaiki kualitas dan percepatan dalam pelayanannya.

Kerjasama ini akan semakin mudah dilaksanakan mengingat adanya surat edaran untuk perusahaan agar bergabung ke Kadin.”Ini bisa mempermudah untuk improve bisnis dan memetakan potensi ekonomi Surabaya,” tegasnya.

Ia mengaku, ada keinginan pelaku usaha Surabaya untuk melakukan kunjungan ke Thailand untuk belajar tentang IT, khususnya tentang Artificial Intelligence (AI) dan big data.

“AI, big data, adalah sebuah kebutuhan dan Kadin tertarik untuk berkunjung ke Wangchan Valley, Silicon Valley-nya Thailand,” tandasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Charly Raya bahwa Surabaya adalah sebuah kota yang terbuka dengan berbagai investasi, karena keragaman demografi dan potensi ekonominya.

“Surabaya juga punya tourism yang unik di kawasan kota tua yang menggambarkan kultur Eropa, Cina, dan Arab yang pernah ada di Surabaya. Juga ada potensi-potensi lain yang lama terkubur dan harus bisa dibangkitkan kembali, seperti THR yang pernah jaya sebagai pusat Perdagangan elektronik dan IT di wilayah Indonesia Timur serta tempat berkumpul dan hiburan,” pungkas Charly. (B4M)

Tambah Jam Operasional, Bandara Juanda Optimis Jumlah Penumpang Meningkat

LENSA PARLEMEN – SIDOARJO
Sejak 1 Maret 2024, Bandar Udara Internasional Juanda menambah jam operasional dimulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB (19 jam operasional). Penambahan ini tertuang dalam Dokumen Notice To Airmen (NOTAM)Nomor : A0563/24 NOTAMN.

“Alhamdulillah, mulai Maret ini Bandara Juanda menambah jam layanan operasional menjadi 19 jam, dimana sebelumnya hanya 17 jam yaitu mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Secara personil dan fasilitas kami pun pada hari-hari sebelumnya sudah standby 24 jam. Sehingga penambahan jam ini tentunya baik dari fasilitas maupun SDM sudah sangat siap dioperasionalkan hingga pukul 24.00 WIB,” ujar Sisyani Jaffar General Manager Bandar Udara Internasional Juanda.

Menurut Sisyani Jaffar, dengan adanya penambahan jam operasional pihaknya optimis akan di imbangi juga dengan kenaikan jumlah pesawat dan penumpang. “Adanya penambahan jam operasional ini artinya kami juga membuka banyak kesempatan untuk maskapai menambah frekuensi penerbangan atau rute-rute baru baik domestik maupun internasional,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga Februari 2024, Bandar Udara Internasional Juanda telah melayani 2.132.815 penumpang dengan 14.801 pergerakan pesawat. “Berdasarkan data diakhir Februari kemarin untuk jumlah penumpang dan pesawat mengalami kenaikan sedikit dimana pada periode yang sama ditahun 2023, jumlah penumpang sebesar 2.101.995 pax dan pergerakan pesawat 14.794 flight,”jelas Sisyani.

Sisyani Jaffar menambahkan untuk kargo mengalami kenaikan sebesar 22 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. “Untuk pengiriman kargo per Februari ini tercatat sebesar 12.055.693 kg mengalami kenaikan sebesar 2,1 juta, dimana pada periode yang sama ditahun 2023 tercatat 9.912.399 kg. Adapun pengiriman kargo masih didominasi pengiriman domestik yaitu sebesar 9.347.965 kg. Sedangkan untuk pengiriman internasional sebesar 2.707.728 kg,” tambahnya.

Untuk destinasi domestik pengiriman kargo terbanyak yaitu Banjarmasin, Makassar dan Balikpapan. “Untuk pengiriman kargo internasional yaitu terbanyak tujuan Hongkong, Singapura dan Kuala Lumpur. Adapun pengiriman kargo masih didominasi pengiriman paket dan dokumen,” pungkas Sisyani. (Red)

Konsumen GIIAS Surabaya 2023 Bisa Mendapatkan Kepastian Pembiayaan Kurang dari 30 Menit Dengan Fitur Instant Approval

Lensa Parlemen l SURABAYA,

PT Astra Auto Digital dengan nama brand SEVA yang merupakan platform pencarian mobil baru dari berbagai brand Astra mendukung GIIAS Surabaya 2023 dengan fitur Instant Approval yang bantu konsumen dapatkan kepastian pembiayaan mobil baru kurang dari 30 menit serta promo menarik.

CEO SEVA, Handoko Liem mengatakan, “Setelah sukses membantu lebih dari 3.900 konsumen dengan fitur instant approval di GIIAS Tangerang 2023, SEVA kembali hadir di GIIAS Surabaya 2023. Harapannya, fitur instant approval serta promo mumpuni dari SEVA dapat membantu lebih banyak konsumen GIIAS Surabaya 2023 dalam membeli mobil baru dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.”

Melalui fitur Instant Approval, konsumen GIIAS Surabaya 2023 bisa mendapatkan kepastian pembiayaan hanya dalam waktu 15-30 menit dengan menjalani proses e-KYC, yaitu mengisi sejumlah data dan menunjukkan KTP. Proses ini akan mempersingkat waktu konsumen untuk mengetahui apakah aplikasi kredit konsumen sudah disetujui atau tidak sebelum mengunjungi dealer untuk melihat mobil yang dipilih secara langsung.

INSTANT APPROVAL SEVA,  Sebagai platform pencarian mobil baru dari berbagai brand Astra, SEVA hadir dengan fitur instant approval untuk bantu konsumen dapatkan kepastian pembiayaan mobil baru dibawah 30 menit. (20/9)

SEVA juga didukung berbagai fitur lainnya yang tidak kalah menarik, yaitu car discovery yang dapat membantu konsumen untuk mencari mobil berdasarkan DP serta tenor yang

diinginkan serta loan calculator yang memungkinkan konsumen untuk melakukan simulasi kredit yang disesuaikan dengan kapabilitas finansial konsumen.

Di GIIAS Surabaya 2023, SEVA kembali hadir dengan promo menarik, yaitu Cashback 1 kali angsuran dengan maksimal angsuran Rp 4 juta, serta Hadiah langsung Asuransi Comprehensive 1 Tahun penuh dari Garda Oto. Selain itu, ada berbagai promo menarik yang dihadirkan oleh unit bisnis Astra Financial lainnya, seperti dari ACC dan TAF dengan Bebas biaya admin, DP 26% dan bunga mulai 0,66% untuk Tenor 1 tahun dan maksimal 4,66% untuk tenor 5 tahun.

Sebagai bagian dari ekosistem Astra Financial, SEVA hadir dengan layanan keuangan terintegrasi dengan Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAF) serta asuransi dari Garda Oto (Asuransi Astra).

SEVA hadir menyediakan berbagai merk mobil dari brand Astra, yaitu: Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, dan Peugeot dengan layanan keuangan dari Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAF) serta asuransi dari Garda Oto (Asuransi Astra). Kunjungi :

www.seva.id/promo-giias

untuk mengetahui beragam bonus tambahan dari SEVA di GIIAS 2023.

Talk Show Literasi Keuangan FIFGROUP : OJK Apresiasi Langkah untuk Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak

Lensa Parlemen l JAKARTA, (15/9/2023) – Industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peran sektor keuangan itu sendiri, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan finansial masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang berjalan.

Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan perkembangan positif, dengan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 49,68%, meningkat signifikan dari angka 38,03% pada tahun 2019.

Meskipun terdapat peningkatan, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan peraturan berbagai produk serta layanan di sektor jasa keuangan. Perkembangan pesat dan digitalisasi di industri keuangan telah menciptakan sistem keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.

Oleh karena itu, upaya bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta dalam meningkatkan literasi dan pemahaman keuangan masyarakat Indonesia menjadi sangat esensial.

 

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi saat menyampaikan pemahaman literasi keuangan secara hybrid kepada seluruh peserta Monthly Business Clinic (MOBIC) bertajuk Literasi Keuangan, Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak di Studio Menara FIF, Tb Simatupang, Jakarta Selatan 

 

PT Federal International Finance (FIFGROUP) sebagai anak perusahaan dari PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, (FIFGROUP) menggelar kegiatan Monthly Business Clinic (MOBIC) bertajuk, “Literasi Keuangan, Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak” dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) sebagai narasumber.

Acara ini diadakan secara hybrid, dengan lokasi fisik di Menara FIF, Tb Simatupang, Jakarta Selatan, dan virtual melalui platform Zoom. Kegiatan MOBIC yang bertujuan untuk mendorong pemahaman yang lebih baik tentang literasi keuangan dan pentingnya pengelolaan pembiayaan yang cerdas ini dihadiri oleh lebih dari 1.200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk media nasional dan daerah mulai dari Aceh sampai dengan Papua, mitra hukum, serta lebih dari 800 karyawan internal perusahaan.

 

FIFGROUP gelar kegiatan MOBIC bertajuk Literasi Keuangan, Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak di Studio Menara FIF, Tb Simatupang, Jakarta Selatan dari kiri ke kanan : Setia Budi Tarigan (Operation Director FIFGROUP), Bernard Wijaya (Kepala Market Conduct OJK), Rizal Edy Halim (Ketua BPKN Republik Indonesia periode 2020-2023), Friderica Widyasari Dewi (Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK), Margono Tanuwijaya (Chief Executive Offier FIFGROUP), Esther Sri Harjati (Human Capital, General Support, Corporate Communication, Environment Health Safety, Social Responsibility & Sustainability Director FIFGROUP) dan Daniel Hartono (Chief Marketing Officer FIFGROUP)

 

Hadir sebagai keynote speaker dalam acara tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi membahas pentingnya literasi keuangan ditengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

Friderica mengatakan, “Indonesia mempunyai tantangan yang besar, dengan total populasi penduduk yang mencapai lebih dari 270 juta orang yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau masih memiliki indeks literasi di bawah 50% pada tahun 2022. Ditambah dengan perkembangan era digital yang terjadi saat ini di mana pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 200 juta orang, namun tidak disertai dengan literasi digital yang baik”.

Kondisi tersebut merupakan tantangan yang harus Indonesia hadapi, tidak hanya bagi konsumen tapi juga bagi industri jasa keuangan.

Menurut CEO BRI Danareksa Sekuritas periode 2020-2022 tersebut terdapat tiga kerentanan utama yang sering terjadi di masyarakat akibat kurangnya pemahaman literasi keuangan, yaitu tingkat pengaduan konsumen yang semakin meningkat, kemudian maraknya aktivitas keuangan ilegal dan kendala pemahaman akses permodalan khususnya untuk UMKM.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 90% di tahun 2024 mendatang. Peningkatan akses keuangan ini dinilai penting untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Hal ini sejalan dengan peningkatan literasi keuangan di masyarakat untuk selanjutnya siap menggunakan segala bentuk akses keuangan yang tersedia.

Friderica mengatakan, “Pemahaman masyarakat tentang literasi keuangan menjadi salah satu fondasi yang harus diperkuat, agar masyarakat dapat berperilaku bijak dan dapat mengambil keputusan finansial dengan tepat, terutama dalam lingkungan keuangan yang terus berubah.“

Chief Executive Officer (CEO) FIFGROUP, Margono Tanuwijaya menyampaikan pada sambutannya “Kehadiran para narasumber yang sangat kompeten di talkshow hari ini adalah bukti komitmen serius dari regulator, seperti OJK dan para pemangku kepentingan serta pelaku usaha jasa keuangan seperti FIFGROUP sebagai upaya bersama dalam mendukung peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan mendalam kepada masyarakat tentang keuangan.”

“Program ini juga turut mendapatkan dukungan dari Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia periode 2020-2023, Bapak Rizal Edy Halim dengan kolaborasi bersama salah satu Direktur FIFGROUP, yaitu Bapak Setia Budi selaku Direktur yang juga akan memberikan pemahaman terkait literasi keuangan dalam sudut pandang yang berbeda sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK),” lanjut Margono.

Pada acara talk show yang berlangsung hybrid ini Rizal memberikan wawasan tentang perlindungan konsumen dengan menyoroti bagaimana pemahaman tentang hak dan kewajiban konsumen dapat meningkatkan perlindungan bagi individu dalam bertransaksi di sektor jasa keuangan.

“Hak perlindungan konsumen adalah hak universal yang berlaku untuk setiap
golongan. Perlindungan konsumen adalah landasan yang adil, yang memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau pendidikan, memiliki hak untuk bertransaksi yang adil, layanan yang aman, dan informasi yang jujur tentang produk keuangan”, tutur Rizal.

Berdasarkan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) tahun 2022, Indonesia memiliki nilai 53,23 atau berada dalam kategori Mampu. Artinya, konsumen mampu menggunakan hak dan kewajiban mereka untuk menentukan pilihan terbaik, termasuk menggunakan produk dalam negeri bagi diri dan lingkungannya.

Namun, satu dari tujuh parameter dimensi penilaian IKK harus mendapat perhatian khusus karena angkanya yang terbilang rendah yaitu hanya 34,36%. Dimensi ini mencakup kemampuan konsumen untuk mengajukan keluhan atau komplain jika mereka mengalami masalah dengan produk atau layanan yang mereka beli.

“Hal tersebut menunjukan bahwa sebagian besar konsumen belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana mengajukan keluhan atau komplain dengan benar. Terkadang, bahkan keluhan yang mungkin tampak sepele pun dapat mengalami eskalasi hingga mencapai tingkat perselisihan hukum. Sehingga sangat penting untuk terus memberikan pemahaman dan literasi keuangan kepada konsumen atau masyarakat,” lanjut Rizal.

FIFGROUP sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan industri keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

FIFGROUP meyakini bahwa konsumen yang memiliki pemahaman yang baik tentang produk dan layanan keuangan yang mereka gunakan akan dapat mengambil keputusan finansial yang lebih cerdas. Selain itu, sebagai PUJK, FIFGROUP berusaha untuk memberikan layanan yang transparan, adil, dan berkualitas kepada konsumen kami.

Setia Budi Tarigan, Operation Director FIFGROUP, menjelaskan, “Sebagai perusahaan pembiayaan yang juga termasuk dalam PUJK, kami memahami bahwa tanggung jawab kami tidak hanya terbatas pada bisnis, tetapi juga pada perlindungan dan kesejahteraan konsumen.” Jelasnya.(*)

 

PDPS PKS dengan Bank Jatim Beri Bantuan KUR ke Para Pedagang

Lensa Parlemen l Surabaya – PD Pasar Surya (PDPS) Surabaya bersama Bank Jatim menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terkait bantuan permodalan atau kredit usaha rakyat (KUR) di Kantor Utama Bank Jatim, Jl. Basuki Rahmat Surabaya, Jum’at (16/13/2022).

PKS berlangsung tertutup di Kantor Utama Bank Jatim di Jalan Basuki Rahmad. Dihadiri para petinggi PDPS dan Bank Jatim. Ditemui setelah PKS, Direktur Utama PDPS Agus Priyo Akhirono mengatakan, di masa pandemi, tak dipungkiri kondisi keuangan para pedagang porak-poranda. Menurutnya, KUR bisa membantu para pedagang untuk lebih fit kembali.

Saat ini, PDPS memiliki 13 hingga 14 ribu pedagang aktif. Belasan ribu pedagang tersebut tersebar di 67 pasar di metropolis. Masa berdagangnya bervariasi. “Ada yang lima tahun bahkan lebih dari itu,” ungkap Agus kepada awak media.

Dia belum bisa menyampaikan berapa nominal KUR yang akan dikucurkan. Karena tahapan pertama setelah PKS yakni validasi dan verifikasi data. PDPS mempersilahkan Bank Jatim untuk “ngubek-ngubek” pasar. Tujuannya mencari pedagang yang dapat disuntik KUR. Per pedagang minimal bisa menerima KUR Rp 10 juta. Tanpa anggunan.

Kendati demikian, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum pedagang menerima KUR. Salah satunya durasi berdagang di pasar. Agus menyampaikan, kepatuhan dalam membayar retribusi juga masuk kriteria pemberian KUR.

Dia berharap KUR bukan hanya membantu dapur para pedagang di rumah semakin mengepul. Namun, lanjut Agus, hubungan antara PDPS dengan Bank Jatim bisa semakin harmonis ke depan. Bank Jatim masuk ke dalam kategori Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Surabaya. Meski, penyertaan modal dari pemkot tak 100 persen.

Lantas, kapan program KUR bisa berlangsung? Dia memastikan program tersebut tak perlu menunggu tahun depan. “Bulan ini sudah saya sampaikan tadi ke Bank Jatim silahkan datang ke pasar-pasar nanti bersama PDPS,” terangnya.

Terpisah, Direktur Mikro, Ritel dan Menengah Bank Jatim Arief Wicaksono mengatakan, PKS dengan PDPS menjadi bentuk dukungan dari Bank Jatim kepada para pelaku usaha. Tak terkecuali UMKM.

“Ini juga bentuk konsistensi Bank Jatim selaku BUMD dan berusaha memberikan kontribusi semaksimal mungkin kepada pemerintah daerah,” jelasnya.

Penyaluran KUR di Bank Jatim di dimulai pada pertengahan 2021. Kala itu nominalnya Rp 700 miliar. Angka itu naik di tahun ini menjadi Rp 2,5 triliun. Pada tahun depan diproyeksikan naik lagi menjadi Rp 4 triliun.

Arief berharap, nominal itu bisa tersalurkan di antaranya melalui kerja sama denga PDPS. Menurutnya, Bank Jatim mendukung 100 persen seluruh program pemkot. Termasuk program positif dari BUMD.

Wakil Ketua Komisi B Anas Karno menilai, tahun depan menjadi momen yang tepat untuk seluruh BUMD menunjukkan performa terbaiknya. Setelah dua tahun dihajar pandemi, dia berharap, target yang telah ditetapkan bisa dikejar.

Politikus PDI Perjuangan itu meminta agar BUMD mengeskalasi dan mengevaluasi kesalahan yang di tahun sebelumnya. Kemudian, lanjut Anas, progam KUR PDPS bersama Bank Jatim itu bisa dioptimalkan untuk pedagang.

“Pedagang jangan lengah. Manfaatkan, kalau bantuan modal itu ada juga sebetulnya ya,” jelasnya.

Menurut Anggota Badan Anggaran DPRD ini, APBD Surabaya pada 2023 menyentuh Rp 11 T. Dan, 30 persennya digunakan untuk UMKM. Dia optimistis jika persentase ekonomi metropolis terkatrol.

“Peran-peran BUMD dan Badan Pendapatan Daerah ini dibutuhkan sekali,” pungkasnya (B4M)