Arsip Kategori: SURABAYA RAYA

Wali Kota Eri Cahyadi Cek Pemasangan PJU Se-Surabaya, PJU Usulan Warga

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melanjutkan pengecekan realisasi pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU). Kali ini, dia meninjau realisasi pemasangan PJU di RW 08 Karang Rejo, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Jumat (1/3/2024) malam. Sebab, dia ingin memastikan bahwa usulan warga di tahun 2023 itu tersebut telah direalisasikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Sebanyak 50 titik PJU pun telah terpasangan di RW 08 Karang Rejo. Realisasi pemasangan PJU berdasarkan usulan warga itu merupakan tindak lanjut penandatangan berita acara komitmen bersama, antara pemkot dengan RT/RW dalam menuntaskan persoalan di perkampungan. Seperti penuntasan pekerjaan saluran, paving, Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), hingga pemasangan PJU. Usulan warga yang tertuang dalam berita acara di tahun 2023 itu, ditargetkan selesai di tahun 2024.

“Saya cek semuanya se-Surabaya, jadi saya harus berinteraksi dengan semua RW se-Surabaya untuk memastikan bahwa itu semua sudah terpasang. Karena wilayah manapun di Surabaya, semua RW sudah melakukan tanda tangan dengan saya,” kata Wali Kota Eri seusai melakukan peninjauan.

Wali Kota Eri menerangkan bahwa setelah usulan realisasi pemasangan PJU tuntas 100 persen di bulan Februari 2024, target selanjutnya adalah menuntaskan pekerjaan paving dan saluran pada Mei 2024. Pekerjaan tersebut, sebelumnya juga tertuang dalam berita acara yang ditandatangani oleh Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Surabaya bersama RT/RW.

“PJU ini selesai di tahun 2024 di bulan Februari, 100 persen sudah terpasang, maka saya cek satu-satu. Kalau belum tidak mungkin, paling ada satu atau dua titik yang belum terpasang, karena tidak mungkin dalam satu kampung belum dikerjakan,” terangnya.

Nantinya di tahun 2025, semua usulan warga melalui RT/RW harus disampaikan  dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang). Sebab, Wali Kota Eri akan kembali membuat berita acara komitmen bersama, antara pemkot dengan RT/RW dalam menuntaskan persoalan di perkampungan.

“Saya buatkan berita acara seperti ini, saya tandatangani lagi, dan masuk dalam anggaran 2025. Musrenbang itu akan dibahas oleh DPRD dan Pemkot Surabaya. Sebab, usulan masyarakat harus tertuang dalam perencanaan kegiatan, dan pemkot yang menyelesaikan,” tegasnya.

Di temui di lokasi yang sama, Ketua RW 8 Karang Rejo, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Muhammad Kautsar menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri beserta jajaran Pemkot Surabaya atas pemasangan 50 titik PJU yang telah terealisasi pada tahun 2023.

Selain itu, pembangunan paving dan saluran yang juga telah selesai pada tahun 2023. Ada pula pemberian berbagai bantuan guna meningkatkan perekonomian warga, seperti rombong, mesin jahit, alat cuci Ac, hingga toko kelontong.

“Dengan adanya program-program Pemkot Surabaya yang telah terlaksana khususnya di RW 8, atas nama warga, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Eri Cahyadi karena program tersebut sangat bermanfaat bagi warga,” kata Kautsar sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan, pemkot melakukan pemasangan 7.580 PJU baru di tahun 2024. Pemasangan PJU itu tersebar di 3.286 lokasi di Kota Surabaya.

“Hingga saat ini sudah 3.500 PJU baru yang terpasang dari total rencana pemasangan yang berjumlah 7.580 PJU baru di tahun 2024,” pungkasnya. (B4M)

Pemkot Surabaya Segera Buka Pasar Murah di 31 Kecamatan Pekan Depan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya segera membuka kembali pasar murah di 31 Kecamatan. Dibukanya kembali pasar murah ini, bertujuan untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok beras menjelang ramadan.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto mengatakan, di pasar murah itu tak hanya ada beras. Nantinya, di Pasar Murah itu juga ada komoditas bahan pokok lainnya, seperti gula dan minyak. “Secepatnya, masih kita setting lokasi dan jadwalnya, sama kuotanya,” kata Devie, Sabtu (2/3/2024).

Devie menjelaskan, Dinkopdag Surabaya bersama Bulog telah mendistribusikan beras ke 64 titik pasar se-Kota Surabaya. Mulai dari pasar yang dikelola oleh Dinkopdag Surabaya, PD Pasar Surya, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

Ia menjelaskan, pendistribusian tersebut sudah berjalan sejak pekan lalu. Sedangkan pendistribusian beras selanjutnya akan dilakukan pada pekan depan. “Sudah separuh, mungkin separuhnya minggu depan ini. Pendistribusiannya tergantung pasarnya, ada yang setengah ton, ada yang seperempat ton, tergantung permintaan pedagangnya. Paling banyak bisa 16 ton, seperti di pasar pucang,” jelasnya.

Dirinya menyampaikan, jumlah distribusi beras tersebut bergantung pada permintaan pedagang di masing-masing pasar. Pendistribusian yang paling banyak selama ini, adalah pasar yang terdapat kios TPID. Seperti di pasar Tambahrejo, Pasar Wonokromo, Pasar Genteng Baru, Pasar Pucang Anom, Pasar Kupang Gunung, Pasar Dukuh Menanggal, Fresh Market Kutisari, dan Pasar Nambangan.

Ia menambahkan, pendistribusian beras Bulog jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ini digelontorkan sejak November 2023 lalu hingga saat ini. Dalam waktu dekat Dinkopdag akan mendistribusikan beras ke pasar dan kios TPID lainnya.

Harga beras SPHP per kilogram saat ini adalah Rp10,900. Beras SPHP tersebut bisa dibeli oleh masyarakat di 9 kios TPID tersebut. Selain di kios TPID beras SPHP tersebut juga bisa dibeli di seluruh kios pedagang pasar dengan harga yang sama.

“Harga jual di pedagang dan kios TPID sama. Jika ditemukan pedagang menjual lebih mahal, bisa melapor ke petugas pasar dan akan dikenakan sanksi,” pungkasnya. (B4M)

Kongres AWS Ke-1, Kiki Kurniawan Ketua Terpilih Periode 2024-2027

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pertama kalinya Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menggelar Kongres bertema “Menyongsong Indonesia Emas Dengan Membangun Kanal Yang Sehat Dan Kreatif.”
Dalam kongres yang digelar ini sekaligus melantik ketua dan pengurus periode 2024-2027, Sabtu (2/3), di Hotel Sahid Surabaya. Hasil kongres tersebut, Kiki Kurniawan ketua AWS terpilih periode 2024-2027.

Tampak hadir Kepala Dinas Kominfo Jatim, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, perwakilan Kejari Tanjung Perak, perwakilan Kodam V Brawijaya, Sekertaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dan seluruh mitra kerja yang mendukung terselenggaranya kongres pertama AWS.

Kiki Kurniawan, Ketua Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) Periode 2024-2027 

Menurut Kiki, Dengan terbentuknya pengurus baru, kami berharap agar program kerja di dalam AWS semakin bermanfaat khususnya untuk anggota AWS sendiri maupun masyarakat luas.

“Mengingat bahwa indeks kemerdekaan pers semakin meningkat maka sangat perlu adanya pengembangan inovasi yang akan mendorong untuk membantu meningkatkan perekonomian khususnya di sektor ekonomi kerakyatan dengan menciptakan terobosan di bidang UMKM maupun Ekonomi kreatif lainnya,” ujarnya, usai acara pelantikan.

Terimakasih kepada semua pihak lanjut Kiki, atas dukungan yang di berikan sehingga Kongres serta pelantikan pengurus baru.

Sementara itu, Sekertaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Budi Leksono panggilan akrabnya Buleks mengucapkan selamat atas terselenggaranya Kongres AWS Pertama dan dilantiknya pengurus periode 2024-2027.

“Semoga dengan di lantiknya pengurus yang baru ini AWS kedepannya bisa membawa AWS semakin maju dan bisa menyajikan pemberitaan yang positif serta bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya (B4M)

Kongres Aliansi Wartawan Surabaya (AWS), Kadiskominfo Jatim : Pentingnya Kemerdekaan Pers di Jatim

LENSA PARLEMEN – SURABAYA Kemerdakaan Pers di Jawa Timur 2023 sangat penting untuk mendapat perhatian semua pihak terutama indikator ekonomi yang mempengaruhi Kemerdekaan Pers, Karena hal tersebut erat kaitanya dengan keberlangsungan menajemen industri media. Hal ini yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin yang mewakili Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono.

Sherlita mengatakan, pada tahun 2023 Dewan Pers mencatat bahwa Indeks Kemerdekaan Pers di Jawa Timur naik cukup signifikan yaitu dari 72.88 persen, naik menjadi 76,55 persen. Naiknya Indeks Kemerdekaan Pers tentu didukung oleh peran serta semuanya termasuk indikatornya peran fisik politik,77,38 persen, lingkungan ekonomi 75,64 dan lingkungan hukum 76, 32.

“Beberpa indikator tersebut perlu mendapat perhatian lebih lanjut terutama indikator ekonomi, sebab erat kaitannya dengan tata kelola perusahaan dam manajemen industri media,” katanya, saat pembukaan Kongres Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu (2/3/2024).

Selain itu, Sherlita juga berharap semua media cetak juga memiliki berita versi online dan juga memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan pendapatan selain dari iklan.

“Hasil survei Kementerian Kominfo, bahwa masyarakat kalau ingin mencari informasi ternyata paling banyak di media sosial dengan angka 72 persen dan 40 persen di televisi dan Radio, sementra website pemerintah hanya 14 persen, karena itu kami di pemerintah Provinsi Jawa Timur beralih ke media sosial, Dan saya pikir ini juga dilakukan oleh teman-teman media, semua bahwa versi cetaknya tetap ada tapi versi cybernya juga harus ada,” jelasnya. (B4M)

Dapat Pelajaran Bikin Konten Dari AWS, Para Babinsa Minta Tambah Pelatihan Khusus

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Sebanyak lebih kurang 30 Babinsa dilingkungan Korem 084 Bhaskara Jaya, mengikuti sosialisasi Publik speaking di Markas Korem Jl Ahmad Yani 1; kota Surabaya, Kamis (29/2/2024).

Korem 084 Bhaskara Jaya, bekerjasama dengan Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menggelar Sosialisasi ini membagi 3 Sesi, yakni publik speaking, pengelolaan. Berita dan pengenalan audio visual.

Meski Judul kegiatannya sosialisasi tetapi dalam prakteknya gelaran inj lebih mirip pelatihan.

Acara yang dinulai pukul 10.00 WIB, tersebut dimulai dengan materi publik speaking dengan pemateri Kiki Kurniawan, Wakil Ketua AWS, dari Rakyatjelata.com dilanjukan Suyono Pastra Anggota Dewan Pembina AWS, dari Adakabar.com

Sesi terakhir Yang merupakan pamungkas menjadi sesi yang paling menyenangkan, bagi para peserta, sesi ini disampaikan oleh Nurdin Longgari, Ketua Dewan Pembina AWS,

Selain mendapat materi pengetahuan tentang audio visual para peserta juga mendapat teknik mengelola konten.

Dalam hal ini, Nurdin Longgari yang berlatar belakan jurnalis senior di JTV lulusan IKJ dan pernah menjadi sutradara Film dan Sinetron dibantu sineas muda Syamsul Muarif Setiawan wartawan muda Rakyat Jelata dan sekaligus sebagai Sutradara program TWS (Tanya Warga Sekitar).

Sesi Terakhir yang dilangsungkan setelah break makan siang menjadi menarik karena atusiame peserta makin meningkat ketika mendapat arahan langsung menguploud gambar di laman media sosial youtube dan tiktok.

Waktu pemberian materi ini pun dirasa tidak cukup. Karenanya, sebagian peserta ingin nambah waktu, dengan fokus satu materi.

“Seharusnya acara seperti jangan banyak materi, satu aja biar fokus, misal penulisan berita aja atau audio visual aja sampai kita bisa benar-benar menguasai materi dengan lebih baik” usul salah satu peserta.

Mayor TNI Imam Suyoso, Kapenrem Bhaskara Jaya 08 Surabaya, selaku penanggungjawab dan pemrakarsa acara inipun tak kalah antusias.

‘”Kalau Memang diperlukan seperti itu (pelatihan khusus) kita agendakan lain waktu,” sambutnya.

Para peserta yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Bangkalan ini pun menyabut gembira pernyataan Kapenrem kelahiran Bojonegoro ini.

Lebih lanjut, perwira TNI dengan melati satu di pundak ini, mempersilahkan para anggota bisa belajar langsung ke sekretariat AWS di Jl Jaksa Agung Soeprapto 21 Surabaya.

“Selagi kita belum bisa melaksanakan acara pelatihan, jika benar anda pengen belajar serius datang aja langsung ke sekret AWS, sambil bawa kopi sendiri dan snack,” himbaunya sambil bercanda. (B4M)

Tak Perlu Panic Buying, Pemkot Surabaya Sediakan Bahan Pangan Terjangkau Lewat Pasar Murah dan GPM

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat. Oleh sebabnya, pemkot mengimbau masyarakat agar tak perlu panic buying, karena ketersediaan bahan pangan di Surabaya mencukupi.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Perekonomian Pemkot Surabaya, Agung Supriyo Wibowo mengatakan, bahwa selain melalui Kios TPID, pemkot juga menggelar Pasar Murah dua kali dalam sepekan. Ini sebagaimana arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk mendekatkan kebutuhan bahan pangan kepada masyarakat.

“Kegiatan Pasar Murah atau Operasi Pasar, kita adakan setiap minggu (Selasa dan Kamis) di Surabaya, ada di 31 wilayah kecamatan. Untuk titik tempatnya, kita adakan keliling secara bergantian,” kata Agung Supriyo, Kamis (29/2/2024).

Dalam kegiatan Pasar Murah tersebut, Pemkot Surabaya menyediakan beragam komoditas bahan pangan. Di antaranya, beras, bawang merah dan putih, minyak goreng, cabe, telur hingga daging. Pasar murah biasanya digelar di halaman kantor kecamatan, kelurahan, Balai RW, hingga tempat-tempat strategis yang mudah dijangkau oleh warga setempat.

Selain kegiatan Pasar Murah, Agung menerangkan bahwa Pemkot Surabaya juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). GPM tersebut polanya hampir sama dengan Pasar Murah, namun dengan kuantitas bahan pokok yang disediakan lebih besar.

“Kalau gerakan pangan murah itu yang lebih besar lagi, biasanya kita ditempatkan di suatu tempat yang di situ padat penduduk dan ramai sekali. Selain itu, di gerakan pangan murah, kami kuantitasnya (bahan pokok) lebih besar,” ungkap dia.

Oleh karenanya, pemkot mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik buying terhadap ketersediaan bahan pangan. Sebab, ia menyatakan bahwa ketersediaan bahan pangan di Kota Surabaya mencukupi. “Kota Surabaya ini insyaallah tercukupi untuk ketersediaan pangan, baik itu beras, gula maupun minyak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Dwi Suryaning Endah Yanie menjelaskan, bahwa GPM diadakan sebulan 1-3 kali. Sedangkan untuk lokasinya, ditempatkan bergiliran di wilayah Surabaya, timur, barat, utara dan selatan.

“Di GPM kami menjual lumayan besar (jumlah bahan pangan). Kita adakan sebulan 1-3 kali berputar, bergantian lokasinya. Biasanya di GPM, kita menyediakan sekitar 8-10 ton beras, ada beras SPHP, beras premium, semuanya ada kita jual,” kata Dwi Suryaning.

Tak hanya itu, Dwi menyebutkan bahwa dalam GPM, pihaknya juga menyediakan beragam bahan pokok lain dengan kuantitas yang lebih besar. Di antaranya, seperti minyak goreng, gula, bawang merah bawang putih dan telur.

“Ada juga kelompok tani, kelompok tani kami yang sedang berproduksi, kita beri kesempatan mereka untuk berjualan di situ,” jelasnya.

Bahkan, dalam kegiatan GPM, Dwi mengungkapkan jika Pemkot Surabaya juga memberi kesempatan bagi warga yang tergabung dalam program padat karya untuk menjual produk mereka. Misalnya seperti padat karya beternak lele, maka hasil dari budidaya ikan tersebut dijual dalam Gerakan Pangan Murah.

“Seperti pada saat tanggal 1 Februari 2024, kita adakan GPM di Rusun Penjaringansari. Alhamdulillah itu antusias warga sekitar sangat tinggi sekali untuk membeli bahan pangan yang kita sediakan dan belum siang sudah habis,” pungkasnya. (B4M)

Total 6 Unit Rusunawa Gunung Anyar dan Keputih di Segel Satpol PP Surabaya

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Satpol PP Kota Surabaya bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) kembali  melakukan penyegelan 6 unit di Rusunawa, Senin (26/2/2024). Penyegelan tersebut dilakukan karena penghuni unit tidak menempati rusun selama satu tahun, sehingga tidak membayar biaya retribusi sewa rusun.

Penyegelan tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni Rusun Gunung Anyar sebanyak 5 unit,  dan Rusun Keputih sebanyak 1 unit. “Hari ini kami lakukan penyegelan total ada 6 unit di dua rusun. Sebelum melakukan penyegelan, kami buka dulu untuk unitnya, memastikan tidak ada barang yang tertinggal, jika ada kami lakukan pengosongan. Tetapi untuk hari ini hanya beberapa saja yang tersisa di tiap unit, seperti selimut dan ada beberapa baju,” kata Sub Koordinator Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Surabaya, Bagus Tirta.

Adapun penyegelan rusun tersebut dilakukan guna menegakkan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 7 ayat (1) Peraturan daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pemakaian Rumah Susun sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 15 Tahun 2012 Tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Pemakaian Rumah Susun.

Sebelum disegel, Bagus mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui OPD terkait yakni pihak DPRKPP Kota Surabaya bersama Satpol PP Kota Surabaya sudah melayangkan surat peringatan kepada para penghuni rusun yang didapati tak menempati unitnya. Namun, surat peringatan tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari pihak yang bersangkutan.

“Sudah kami berikan surat pemberitahuan hingga surat peringatan kepada pemilik unit, kami tempel juga pada bagian pintu unit. Namun dari yang bersangkutan tidak hadir, sehingga kami lakukan sesuai prosedur berupa penyegelan dan pengosongan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Rusun DPRKPP Kota Surabaya, Adinda Setyoningrum mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada pemilik unit, serta memberikan surat peringatan kepada penyewa rusun.

“Sebelum kami melayangkan surat pemberitahuan dan peringatan, kami berusaha menghubungi penghuni. Kami panggil mereka untuk konfirmasi terkait ditempati atau tidaknya unitnya, lalu kami berikan surat peringatan, yang selanjutnya jika tidak ada jawaban maka dikenakan sanksi berupa penyegelan,” kata Adinda.

Adinda menjelaskan, pihaknya dan pengawas dari tiap rusun secara masif melakukan monitoring kepada para penghuni rusun guna mengecek terkait dihuni atau tidaknya rusun yang telah mereka sewa.

“Kami lakukan pengecekan baik dari pihak kami maupun pihak rusun sehingga kami tau unit mana saja yang penghuninya melanggar aturan dengan tidak menempati unit mereka,” jelasnya.

Tindakan tegas berupa penyegelan unit rusun ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada penghuni. Sehingga para penghuni yang lainnya diharapkan dapat mentaati peraturan yang sudah ditetapkan.

“Saya harap para penghuni rusun tetap mematuhi peraturan sesuai Perda dan wul99000, salah satunya dengan menghuni unit rusunnya tiap hari dan mematuhi peraturan rusun lainnya. Untuk penghuni yang sudah tidak membutuhkan unit rusun atau sudah memiliki tempat tinggal lain, bisa menyerahkan kunci kepada kami agar unitnya lebih bermanfaat untuk warga kota Surabaya lainnya. Bagi yang melanggar, akan kami tertibkan dan selanjutnya akan diisi oleh penghuni lainnya sesuai dengan antrian,” pungkasnya.(B4M)

Harapan Wali Kota Eri Kepada Masyarakat, Rencana Bangun Rumah Potong Unggas di Surabaya

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membangun Rumah Potong Unggas (RPU) untuk memenuhi kebutuhan daging ayam yang berkualitas, sehat dan halal. Rencananya, RPU tersebut akan didirikan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, selain merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian di kawasan wisata religi Ampel, pihaknya juga berencana mendirikan RPU. Untuk lokasinya, berencana akan ditempatkan di wilayah Surabaya barat, timur, utara dan selatan.

“Karena (kebutuhan daging) ayam ini agak banyak, tidak bisa satu (tempat). Karena ayam ini jauh lebih banyak (kebutuhannya) daripada daging sapi. Sehingga, tempatnya harus lebih banyak,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (24/2/2024).

Dengan adanya RPU, Wali Kota Eri menyebut, maka ke depan tidak akan ada lagi pemotongan ayam di pasar-pasar. Sebab, hal itu dinilai tidak higienis dan dapat berpotensi menimbulkan penyakit.

“Sehingga tidak ada lagi pemotongan di pasar-pasar. Karena seperti di Pasar Tembok itu motong ayam di pasar, harusnya kan tidak boleh,” tuturnya.

Karena itu, Wali Kota Eri berharap, dengan adanya RPU baru, masyarakat Surabaya bisa mendapatkan daging ayam yang berkualitas, sehat, dan halal. “Nah, ini kita siapkan rumah potong ayam, RPU (Rumah potong unggas),” ungkap dia.

Selain berencana membangun RPU, Wali Kota Eri juga mengungkapkan, jika dalam waktu dekat pihaknya berencana merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) khusus sapi di Pegirian. Sedangkan pemotongan khusus babi di Pegirian, sebelumnya telah direlokasi ke Banjarsugihan Tandes.

“Insyaallah di bulan September 2024, kita juga akan memindahkan RPH terkait dengan pemotongan sapi di tempat baru, yaitu di Tambak Osowilangun,” terangnya.

Dengan merelokasi pemotongan hewan khusus sapi dan babi ke tempat berbeda, Wali Kota Eri mengharapkan omzet Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surabaya bisa semakin meningkat. “Dengan dua tempat berbeda itu, maka saya berharapnya (omzet) bisa naik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD RPH Kota Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho menambahkan, bahwa tempat pemotongan hewan khusus sapi dan babi, memang idealnya tidak di satu tempat. Makanya, pihaknya mendukung langkah Wali Kota Eri merelokasi RPH Pegirian tersebut.

“Alhamdulillah ini terobosan dan juga sejarah menurut saya, Pak Wali memberikan itikad untuk memang harus benar-benar terpisah dari pemotongan halal,” kata Fajar.

Menurut dia, selama ini RPH Pegirian banyak disorot masyarakat. Sebab, kata dia, tempat pemotongan sapi yang terjamin halal, lokasinya tidak boleh tercampur dengan non-halal dengan jarak beberapa kilometer.

“Pemotongan sapi yang terjamin halal itu tidak boleh tercampur dengan hewan non-halal dengan jarak 5 kilometer. Pegirian tidak ideal, saya juga bersyukur (direlokasi), sehingga masyarakat kalau beli dagingnya RPH, daging sapi benar-benar terjamin aman, sehat dan halal,” pungkasnya.(B4M)

Pasar Simo Segera Direvitalisasi, Pengerjaan Rampung pada Mei 2024

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan peninjauan di Pasar Simo di Jalan Banyu Urip, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Jumat (23/2/2024). Peninjauan dilakukan sejak pukul 06.00 WIB itu, diikuti oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Peninjauan di Pasar Simo itu dilakukan sebelum dilangsungkannya revitalisasi pada bagian atap, saluran, hingga lantai pasar. Tak hanya itu saja, Wali Kota Eri juga mendengarkan keluhan pedagang pasar yang mengaku sepi lantaran adanya pasar tumpah yang berdekatan dengan Pasar Simo. Karenanya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan segera melakukan penertiban.

Wali Kota Eri mengatakan bahwa 46 pasar yang dinaungi oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya akan kembali didata untuk dilakukan penyisiran. Dari hasil pendataan dan penyisiran tersebut, Pemkot Surabaya bersama PD Pasar Surya akan saling berbagi tugas, yakni mana saja pasar yang akan dilakukan revitalisasi oleh Pemkot Surabaya maupun oleh PD Pasar Surya. Sebab, pembangunan dan perbaikan itu belum dilakukan di semua titik.

“Alhamdulilah kita menyerahkan penyertaan modal sebesar Rp9,9 miliar, juga ada pergantian ke PD Pasar sekitar Rp12 miliar sehingga total itu sebesar Rp21,9 miliar yang kita serahkan ke PD Pasar. Sekarang saya meminta daftar PD Pasar soal 46 (pasar) tadi, karena ada beberapa yang tidak menjadi pasar karena ada yang sudah menjadi jalan,” kata Wali Kota Eri.

Untuk proses pengerjaannya, akan dilakukan bertahap secara bergantian di setiap blok. Pasar Simo memiliki 6 blok, jadi akan dituntaskan satu-persatu. Jika sudah selesai maka akan berpindah ke blok berikutnya. Rencananya, proses pengerjaan Pasar Simo akan rampung pada bulan Mei 2024. Sebab, pemkot memiliki target pada tahun 2025, seluruh pasar di Kota Surabaya sudah direvitalisasi dan menjadi lebih nyaman.

“Satu blok akan kita kerjakan mulai atap, saluran, dan lantainya kita paving. Setelah itu pindah ke blok satunya dan seterusnya. Insyaallah bulan Mei tahun ini bisa selesai satu pasar yang dikerjakan pemkot untuk menjadi contoh yang lain,” jelasnya.

Di samping itu, Wali Kota Eri mengaku para pedagang Pasar Simo mengeluhkan kemunculan pasar tumpah yang jaraknya berdekatan. Menurut para pedagang, adanya pasar tumpah berakibat pada aktivitas pasar dan berkurangnya pendapatan mereka. Wali Kota Eri pun tak tinggal diam, ia langsung memanggil camat dan Kepala Satpol PP Surabaya untuk merancang solusi agar tidak merugikan para pedagang Pasar Simo.

“Banyak keluhan pedagang dalam pasar yang sepi pembeli karena diluar ada pedagang (pasar tumpah) lainnya, yang mereka tidak ada retribusinya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang di Pasar Simo. Lantaran, selama ini belum mendapat sentuhan dari Pemkot Surabaya. Wali Kota Eri menambahkan, sejak dilantik pada tahun 2021, dia harus fokus pada penanganan COVID-19. Selanjutnya, ia melakukan pembenanhan pada sumber daya manusia (SDM).

“Saya minta maaf kepada pedagang di pasar karena dulu saya harus fokus sama COVID-19, maka efektif sekitaran 2 tahun setengah. Saya harus memilih, melakukan pembangunan fisik atau pada tahun 2022 membangun SDM. Saat itu saya lebih memilih untuk membangun SDM, sekarang ketika semua itu sudah berjalan, tahun 2024 ini saya fokus pada pembangunan fisik,” jelasnya.

Ia menegaskan, di tahun 2024, Pemkot Surabaya akan fokus pada pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah melakukan revitalisasi pasar di Kota Pahlawan. Sebab, pada bagian non infrastruktur, Pemkot Surabaya terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk menurunkan angka kemiskinan, stunting, dan pengangguran. Bahkan, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan.

Seperti dengan adanya program Padat Karya, orang tua asuh, dan para pengusaha di Kota Surabaya yang ikut berjibaku membantu pemkot. Sehingga di tahun 2024, Pemkot Surabaya akan mulai fokus pada pembangunan infrastruktur.

“Karena non fisik sudah dibantu orang-orang hebat. Alhamdulilah, orang Surabaya hebat-hebat, matur nuwun (terima kasih). Sehingga anggaran yang semula saya fokuskan pada non fisik sekarang kami bisa tarik untuk pembangunan fisik,” pungkasnya. (B4M)

Wali Kota Eri Cahyadi Percepat Penataan Wisata Kota Tua, dari Kawasan Kya-Kya hingga Ampel

LENSA PARLEMEN 1 SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini sedang melakukan penataan kawasan Wisata Kota Tua. Kawasan yang mulai dilakukan penataan diantaranya adalah, Pecinan di Jalan Kembang Jepun Kya-Kya, Eropa di Jalan Garuda, hingga  Wisata Religi Ampel.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, di kawasan wisata eropa saat ini akan dilakukan pemasangan stone block (pemavingan), setelah itu dilakukan pengecatan di akhir Maret 2024. “Kita membuat surat (sebelum mengecat) ke Kementerian BUMN ya, karena kan itu miliknya BUMN semua. Untung-untungan, nanti BUMN mau membantu juga pengecatan,” kata Wali Kota Eri, Jumat (23/2/2024).

Sementara itu di kawasan Pecinan Kya-Kya, Wali Kota Eri ingin, instalasi listrik di kawasan ini ditata lebih rapi. Sehingga nantinya kawasan itu akan tampak tertata tanpa adanya tiang dan kabel listrik. “Aku pengen ngedukno listrik (saya ingin menurunkan listrik), jadi listriknya berada di dalam nanti (di bawah tanah), nggak nangkring lagi di sepanjang Kya-Kya,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Eri juga ingin melakukan penataan di kawasan Perak Timur, tepatnya di sekitar Pasar Pabean Surabaya. Dirinya meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Tundjung Iswandaru dan Camat Pabean Cantikan Muhammad Januar Rizal untuk melarang truk parkir sembarang di sekitar pergudangan Perak Timur.

“Jangan sampai ada truk yang parkir, kalau nggak ada pabriknya di situ jangan parkir di situ, dicarikan parkiran. Jangan lupa ditambah PJU (penerangan jalan umum) biar terang,” sebutnya.

Bukan hanya menata kawasannya saja, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga ingin, setelah ditata ulang, pedagang di area tersebut dibuatkan tempat yang layak. Sehingga nantinya kawasan ini nyaman digunakan sebagai tempat wisata.

“Pedagang-pedagang iki dataen, kek ono rombong sing apik (didata, dikasih gerobak yang bagus). Jadi biar orang kalau datang ke sini, mau makan, ada tempat parkirnya,” tuturnya.

Terakhir, ia meminta kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk membuatkan saluran air atau crossing mengarah ke sungai Kalimas. Tujuannya, agar sirkulasi air buangan dari Pasar Pabean tidak menyumbat dan terjadi banjir di kawasan ini.

“Nanti (DSDABM) tolong salurannya, gotnya langsung dibuang ke kali. Crossing digawe rodok gede (dibuat agak besar). Dadi ben (biar) nggak banjir,” pungkasnya.(B4M)