Minggu, April 19, 2026
BerandaSURABAYA RAYAJelang Lebaran 2026, Satpol PP Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan Gepeng Musiman di...

Jelang Lebaran 2026, Satpol PP Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan Gepeng Musiman di Masjid, Lampu Merah hingga Wisata Religi

Surabaya — Lensaparlemen.id
Patroli diperketat selama Ramadan. Mayoritas pengemis musiman disebut datang dari luar kota untuk mencari belas kasihan masyarakat.

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Surabaya mulai bersiaga menghadapi fenomena tahunan: meningkatnya gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman di berbagai sudut kota.

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pengawasan kini diperketat di sejumlah fasilitas umum, terutama di kawasan masjid besar, lampu merah, hingga pusat wisata religi yang ramai selama Ramadan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), sekaligus mencegah maraknya aktivitas mengemis yang kerap meningkat menjelang Lebaran.

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan lonjakan pengemis musiman hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Biasanya menjelang Lebaran, sebagian besar bukan warga Surabaya. Mereka datang dari luar kota untuk mencari peruntungan dengan memanfaatkan belas kasihan masyarakat,” ujar Mudita, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, Satpol PP telah memetakan sejumlah titik rawan yang sering menjadi lokasi aktivitas mengemis. Patroli kini difokuskan di berbagai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama antara lain Masjid Al-Falah, Masjid Al-Akbar Surabaya, serta kawasan wisata religi Sunan Ampel yang setiap Ramadan dipadati peziarah.

Tak hanya itu, sejumlah persimpangan jalan dan lampu merah juga menjadi sasaran patroli karena sering dimanfaatkan pengemis untuk meminta uang dari pengendara.

“Kami melakukan penjagaan di titik dengan intensitas tinggi, sementara lokasi lainnya tetap dipantau melalui patroli rutin,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Satpol PP Surabaya juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga unsur TNI dan Polri.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meminimalisir keberadaan pengemis musiman yang datang ke Kota Pahlawan menjelang Lebaran.

Dalam penanganannya, Satpol PP menerapkan sistem terpadu bersama Dinas Sosial (Dinsos). Penanganan dilakukan berdasarkan asal daerah dan kategori usia.

Pengemis dewasa yang merupakan warga Surabaya akan dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk menjalani pendataan serta pembinaan.

Sementara itu, anak di bawah umur warga Surabaya akan diarahkan ke Rumah Perubahan yang berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB).

Adapun pengemis dari luar daerah akan ditempatkan sementara di Liponsos sebelum dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk proses pemulangan ke daerah asal.

Mudita juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis di jalanan karena dapat memicu meningkatnya aktivitas mengemis di ruang publik.

“Jika menemukan anak jalanan atau pengemis di fasilitas umum, fasilitas sosial, maupun di lampu merah, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui Call Center 112 agar petugas dapat menindaklanjuti,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular