Arsip Kategori: PENDIDKAN

RSUD dr M Soewandhie Live Surgery Bedah Tulang, Tunjukan Teknik Operasi Modern dan Canggih

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,                         RSUD dr M Soewandhie Kota Surabaya menampilkan teknik operasi dengan menggunakan teknologi canggih dan modern sebagai bagian dari layanan kesehatan untuk meminimalisir resiko. Seperti yang digelar hari ini, RSUD dr M Soewandhie menggelar live surgery atau menampilkan jalannya tindakan operasi secara langsung. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 11th Annual Meeting of IOSSMA 2023 dengan tema Sport Medicine and Arthroscopy Practice: Comprehensive Approach, Sabtu (23/9/2023).

Direktur Utama RSUD dr M Soewandhie Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh

Direktur Utama RSUD dr M Soewandhie Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh menyampaikan bahwa kegiatan 11th Annual Meeting of IOSSMA 2023 adalah agenda tahunan bagi para dokter Ortopedi (bedah tulang) khusus pada bidang cedera olahraga. Mereka berkumpul dan mengadakan sebuah seminar berskala internasional.

Selanjutnya, kegiatan yang berlangsung di Kota Pahlawan itu akan menampilkan tindakan operasi bedah Ortopedi yang diakibatkan cedera akut, kronis, dan trauma. RSUD dr M Soewandhie pun terpilih untuk menampilkan pembaharuan teknik operasi, khususnya pada bidang cedera olahraga.

seminar tahunan yang diadakan oleh para dokter Ortopedi atau dokter bedah tulang yang berkecimpung pada persoalan cedera olahraga. Para tamu atau dokter yang datang dari luar Indonesia diundang untuk saling bertukar dan memperbaharui ilmu pengetahun pada bidang cedera olahraga.

“Selain memiliki ruang operasi yang sesuai, serta sarana dan prasarana yang memadai, RSUD dr M Soewandhie juga memiliki alat-alat yang bisa melaksanakan operasi semacam ini, namanya alat Artroskopi. Yaitu operasi yang menggunakan kamera seperti Endoskopi (pemeriksaan organ tubuh bagian dalam tanpa pembedahan besar) tapi melihat ke dalam persendian, seperti sendi bahu dan lutut,” kata dr Chandra sebagai dokter penanggung jawab asal RSUD dr M Soewandhie.

Ia menjelaskan, persiapan pelaksanaan live surgery itu juga dibantu oleh tenaga medis dan non medis di RSUD dr M Soewandhie sehingga acara ini bisa digelar dan disiarkan secara langsung sebagai sarana untuk mendidik dokter Ortopedi sebagai peserta di 11th Annual Meeting of IOSSMA 2023.

Apalagi, saat ini banyak pasien yang datang ke RSUD dr M Soewandhie yang mengalami cedera olahraga. Salah satunya hari ini, ia bersama tim ia melakukan tindakan operasi memperbaiki ACL atau pembedahan untuk mengangkat ligamen yang robek dari lutut dan menggantinya dengan jaringan baru.

“RSUD dr M Soewandhie sudah banyak kedatangan pasien semacam itu dan harapan ke depan bisa menjadi rujukan untuk cedera olahraga. Kalau untuk tindakan operasi berkisar antara 1-2 jam karena didukung peralatan yang canggih dan tenaga medis yang cekatan. Jadi operasi semacam ini bisa dilakukan secara cepat,” jelasnya.

Teknik operasi yang digunakan pun juga semakin modern dengan menggunakan sayatan atau luka operasi yang ukurannya semakin mengecil. Yakni, menggunakan kamera, selanjutnya memasukkannya ke dalam persendian untuk dilakukan segala tindakan di dalam sendinya.

“Kalau dulu, sendi di bahu harus disayat lebar untuk dilihat dalamnya. Sekarang tidak, sayatannya maksimal 1 cm cukup hanya luka kecil dan kameranya yang masuk, kita lihat dari monitor dan semua dikerjakan dari dalam sehingga lukanya sedikit dan penyembuhannya juga lebih cepat,” ujar dia.

Karenanya, ia menegaskan bahwa RSUD dr M Soewandhie memiliki peralatan medis yang canggih dan terus-menerus diperharaui. Dengan demikian, teknik operasi yang semakin modern akan membuat jalannya operasi semakin cepat, serta luka sayatan yang kecil dengan hasil yang baik.

“Jadi tidak perlu khawatir, kalau dulu luka operasinya besar, sekarang hampir semua bisa menggunakan teknik operasi yang semakin modern,” tandasnya. (B4M)

Pemkot Surabaya Terapkan Kebijakan Terintegrasi Berbasis Wilayah, Tekan Kasus TBC

Lensa Parlemen l SURABAYA,

Upaya mempercepat pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru tentang Percepatan Penanggulangan  Kasus TBC Berbasis Wilayah, yang disebar kepada seluruh jajaran pemkot beserta instansi dan lembaga di Kota Surabaya.

Melalui Surat Edaran bernomor 400.7.8.1 /20186/436.7.2/2023 itu, Wali Kota Eri meminta upaya percepatan pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis di Kota Surabaya harus dilakukan dengan terintegrasi berbasis wilayah. Bahkan, ia juga menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan di lingkungan masyarakat.

Salah satu langkah-langkahnya adalah harus ada penyebarluasan informasi yang benar mengenai TBC kepada masyarakat secara masif melalui saluran komunikasi public. Ini penting sebagai upaya perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan dan pengobatan TBC melalui pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, Satuan Tugas TBC Kecamatan dan influencer media sosial.

“Kita juga harus mendorong peningkatan   kesadaran   dan kewaspadaan   masyarakat   melalui
penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara masif dan berkelanjutan serta mengevaluasi pelaksanaan PHBS dan Germas di masing – masing wilayah,” kata Wali Kota Eri dalam Surat Edarannya tertanggal 18 September 2023.

Selain itu, ia juga meminta penemuan pasien TBC dilakukan secara pasif intensif di fasilitas pelayanan kesehatan melalui kegiatan kolaborasi berupa kegiatan pemeriksaan TBC pada penderita HIV, pemeriksaan TBC pada penderita DM (Diabetes Melitus), dan pemeriksaan TBC pada Balita stunting, pra-stunting dan gizi buruk melalui Posyandu Balita.

Bahkan, ia meminta Klinik dan Dokter Praktik Mandiri (DPM) untuk melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dan melakukan penjaringan serta penemuan kasus TBC sampai dengan selesai.

“Penemuan pasien TBC secara aktif dan/atau masif berbasis keluarga dan masyarakat, didukung oleh peran kader dari Posyandu, Satuan Tugas TBC, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Kegiatan ini dapat berupa investigasi kontak minimal 8 orang bagi yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC, penemuan di tempat khusus seperti tempat kerja, sekolah, asrama, rumah susun, pondok pesantren, panti asuhan dan panti jompo, dan penemuan TBC pada populasi berisiko, dan tempat penampungan pengungsi dan daerah padat kumuh,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga mendorong peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat melalui penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara masif dan berkelanjutan serta mengevaluasi pelaksanaan PHBS dan Germas di masing – masing wilayah.

Selanjutnya, diperlukan juga pengendalian faktor risiko dengan cara melakukan pemantauan intensif dan pengendalian faktor risiko bagi pasien TBC dan lingkungan sekitar, memberikan nutrisi tambahan untuk pasien TBC dan keluarga pasien terdampak kurang mampu yang rentan tertular TBC, melakukan intervensi perubahan perilaku masyarakat dengan pemberian penyuluhan kepada semua pasien TBC, keluarga, dan masyarakat terdampak terkait pencegahan TBC secara benar.

“Lalu faktor resiko juga bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas rumah tempat tinggal pasien TB, perumahan, dan pemukiman melalui Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi TBC di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan ruang public, dan/atau mengajak dan mendampingi pasien TBC yang mangkir berobat untuk kembali melanjutkan pengobatan sampai dengan sembuh (tuntas),” katanya.

Selain itu, warga diminta untuk mengoptimalkan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kelompok sasaran berisiko, mulai dari orang dengan HIV/AIDS (ODHA), kontak serumah dengan pasien paru yang terkonfirmasi bakteriologis, dan kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif, seperti pasien immunokompremais lainnya (Pasien yang menjalani pengobatan kanker, pasien yang mendapatkan perawatan dialisis, pasien yang mendapat kortikosteroid jangka panjang, pasien yang sedang persiapan transplantasi organ, dan lain lain), serta Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna Narkoba suntik.

Wali Kota Eri juga menjelaskan bahwa dalam mejalani pengobatan, pasien TBC mempunyai akses untuk mendapatkan pendampingan dari keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan, dukungan psikologis, sosial, dan ekonomi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dan non pemerintah untuk memastikan keberlangsungan pengobatan sampai selesai, dan dukungan pekerjaan bagi pasien TBC atau keluarga dari pasien TBC yang kurang mampu, dan perlindungan terhadap stigma dan diskriminasi terkait penyakit yang diderita dengan mengajak semua masyarakat untuk tidak mendiskriminasi orang terduga TBC, pasien TBC baik dari segi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.

“Pengusaha dan pengurus wajib melaksanakan penanggulangan TBC di tempat kerja sebagai upaya keselamatan dan kesehatan kerja yang diselenggarakan oleh unit pelayanan kesehatan kerja,” ujarnya.

Terakhir, Wali Kota Eri meminta warga untuk mengoptimalisasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan Koalisi Organisasi Profesi (KOPI TBC) dalam tatalaksana TBC sesuai standar.

“Kita harus meningkatkan keterlibatan praktisi dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan TBC ini, sehingga kita dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC tersebut,” pungkasnya.
(B4M)

Prestasi UWKS Sebagai Salah Satu Lembaga Pendidikan Unggul Di Indonesia.

Lensa Parlemen l Surabaya, 20 Mei 2023 – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dengan bangga mengumumkan pencapaian baru yang luar biasa dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Menurut peringkat terbaru yang dirilis oleh Unirank, UWKS berhasil meraih peringkat 3 di antara perguruan tinggi swasta di Surabaya, peringkat 7 di Jawa Timur, dan peringkat 30 di seluruh Indonesia.

Unirank, sebuah lembaga penilaian terkemuka yang mengkhususkan diri dalam evaluasi universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia, telah mengakui prestasi UWKS sebagai salah satu lembaga pendidikan yang unggul di Indonesia.

Peringkat ini mencerminkan dedikasi dan komitmen UWKS untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada mahasiswanya serta melibatkan diri dalam penelitian dan pengembangan yang berdampak positif bagi masyarakat

Prof. Dr. H. Widodo Ario Kentjono Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Usai Acara Wisuda

Prof. Dr. H. Widodo Ario Kentjono Rektor UWKS, dalam sambutannya di acara Wisuda Ahli Madya (D3), Sarjana (S1) & Magister (S2), Semester Gasal Tahun Akademik 2022-2023 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi ini.

“Kami sangat berbangga dan bersyukur atas peringkat yang diperoleh UWKS dari Unirank. Ini merupakan bukti nyata dari upaya kolektif seluruh fakultas, staf, mahasiswa, dan seluruh komunitas UWKS yang bekerja keras untuk menjaga standar keunggulan akademik dan profesionalisme dalam semua aspek kehidupan kampus,” katanya

Hari ini UWKS memwisuda 466 Sarjana dan Magister yang unggul dan siap bekerja keras membangun Indonesia, imbuhnya.

UWKS telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan kualitas dan integritas, serta fokus pada pengembangan kepemimpinan, kecakapan akademik, dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, UWKS bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan masyarakat.

Prestasi ini menjadi pendorong bagi UWKS untuk terus meningkatkan standar pendidikan dan pelayanan, serta melanjutkan upaya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. UWKS berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan inspiratif bagi para mahasiswa.

Wisuda Ahli Madya D3, Sarjana (S1) dan Magister (S2) Tahun Akademik 2022-2023 UWKS

Selain itu, UWKS juga dengan senang hati mengumumkan peluncuran Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada individu yang memiliki pengalaman kerja atau pendidikan sebelumnya yang relevan untuk memperoleh pengakuan atas pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh. Melalui RPL, calon mahasiswa dapat mempercepat proses pendidikan mereka dengan mengurangi jumlah mata kuliah yang harus mereka ambil, berdasarkan pemahaman dan kompetensi yang mereka miliki.

Program RPL UWKS adalah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas bagi individu yang ingin melanjutkan pendidikan mereka tanpa harus mengulang mata kuliah yang telah mereka pelajari sebelumnya. Dengan memanfaatkan RPL, UWKS berkomitmen untuk memperluas peluang pendidikan tinggi dan mendukung mobilitas sosial di Indonesia.(B4M)

Dewan Harapkan Dinkes Pemkot, Berikan Alat Prokes Posyandu

Lensa Parlemen l Surabaya – Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Terutama penggerak pembangunan di bidang kesehatan yang secara swadaya dilibatkan oleh Puskesmas.

Posyandu di RT 18 di Musholla Baitul Muslim kembali diadakan dengan sistem tatap muka secara perdana, setelah pandemi panjang. Posyandu dihadiri dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah – Anggota DPRD Kota Surabaya, dengan Lurah Morokrembangan Bu Siti Nurhayati SH MH beserta jajarannya, Kamis, 13/1/2022.

Zuhrotul Mar’ah menghadiri assesment kader posyandu dengan Pertemuan Tatap Muka (PTM) Se-RW 6 kelurahan Morokrembangan.

PTM tersebut sama halnya seperti PTM sekolah yang harus melakukan prokes ketat, sayangnya peralatan prokes di posyandu terbatas, ungkapnya kepada media lensa Parlemen.

Maka kami berharap Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya, untuk bisa memberikan alat prokes, yakni termogan, masker, hands sanitiser dan alat semprot desifektan, di tiap tiap Posyandu, harapnya

” Alat tersebut merupakan kelengkapan sarana prasarana agar PTM posyandu berlangsung prokes sesuai Perwali Kota Surabaya No.67 tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Di Kota Surabaya,” jelasnya

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, Posyandu membantu Puskesmas memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan atau sosial.

Hal itu bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, imbuhnya.

“Semasa pandemi, kader posyandu RW 6 Kelurahan Morokrembangan tetap mengontrol kesehatan masyarakat di tiap RT dengan pembatasan kerumunan dan protokol kesehatan dengan ketat. Pelayanan di posyandu dilakukan secara door to door, ” pungkasnya. (B4M)

Dispendik Surabaya Gandeng Aparat Penegak Hukum Cek Jarak Tak Wajar di PPDB

Lensa Parlemen l Surabaya, Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP Negeri Kota Surabaya jalur zonasi secara resmi ditutup Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya pada Jumat (25/06/2021) malam. Sebelum hasil PPDB jalur zonasi diumumkan, Sabtu (26/06/2021) siang, dilakukan klarifikasi terhadap puluhan Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang diduga memiliki jarak tak wajar.

Proses klarifikasi itu dengan menurunkan tim survei lapangan ke alamat tempat tinggal CPDB. Selanjutnya, Dispendik Kota Surabaya mengundang orang tua atau wali murid CPDB untuk bertemu dengan Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini pihak kepolisian. Bila dalam proses klarifikasi ini ditemukan indikasi kesengajaan untuk mendekatkan titik ke sekolah, maka status penerimaan CPDB tersebut digugurkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho mengatakan, kuota jalur zonasi pada PPDB SMP Negeri minimal 50 persen dari daya tampung sekolah. Seleksi CPDB berdasarkan jarak antara sekolah dengan alamat tempat tinggal masing-masing. “Alamat CPDB dititik sendiri oleh orang tua atau wali murid CPDB saat validasi,” katanya, Sabtu (26/06/2021).

Titik validasi itu, lanjut Aji, saat pendaftaran zonasi ditarik garis lulus ke sekolah. Jika ditemukan adanya indikasi kecurangan dengan mendekatkan titik alamat CPDB ke SMP negeri terdekat, maka pendaftar lain bisa melaporkan. “Ada fitur laporkan di website PPDB. Masing-masing CPDB yang mendaftar di jalur zonasi, ada kolom laporkan yang bisa diakses oleh pendaftar lain,” ujarnya.

Aji mengungkapkan, menjelang diumumkan jalur zonasi, puluhan orang tua sudah diklarifikasi oleh APH. Beberapa orang tua atau wali murid mengakui berusaha mendekatkan titik validasi ke sekolah. Dengan begitu, status penerimaan di jalur zonasi digugurkan untuk kemudian dirangking ulang sesuai dengan jumlah CPDB yang digugurkan pada pendaftaran sekolah tersebut.

“Kami buat berita acara yang disaksikan langsung oleh APH, orang tua atau wali murid, serta tim Dispendik Surabaya. Berdasar klarifikasi tersebut wali murid mengakui, maka digugurkan meski statusnya diterima di jalur zonasi,” jelasnya.

Aji menjelaskan, fitur laporkan pada PPDB zonasi hanya bisa diakses oleh CPDB yang sudah validasi dan mendapatkan PIN. Dengan begitu, ketika pelapor melaporkan CPDB lain, jelas identitas pelapornya. “Silahkan manfaatkan fitur tersebut jika memang ditemukan ada jarak tak wajar untuk alamat CPDB,” pungkasnya. (*)

Larang Perayaan Kelulusan, Wali Kota Eri Bakal Gelar Wisuda Virtual se-Kota Surabaya

Lensa Parlemen l Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mengeluarkan Surat Edaran (SE), tentang Larangan Perayaan Kelulusan dan Pelaksanaan Wisuda. SE bernomor 421/1161/436.6.4/2021 itu, ditandatangani oleh Kepala Dispendik Supomo pada 3 Juni 2021.

Pada kesempatan itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo mengatakan, dalam rangka kelulusan peserta didik tahun ajaran 2020-2021, ada beberapa poin yang disampaikan. Diantaranya yakni pertama, satuan pendidikan dilarang mengadakan kegiatan wisuda dan perpisahan bagi peserta didik secara tatap muka. Baik di lingkungan sekolah ataupun di tempat lain yang menghadirkan banyak orang selama masa pandemi Covid-19.

“Kedua, satuan pendidikan mengeluarkan larangan kepada peserta didik terkait perayaan kelulusan dengan mencoret-coret baju, berkonvoi, atau hal negatif lainnya dan bekerjasama dengan orang tua wali agar mengawasi serta memastikan putra/putrinya tetap di rumah masing-masing,” kata Supomo, Kamis (10/6/2021).

Selanjutnya, pada poin ketiga, Supomo menjelaskan, satuan pendidikan dapat melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian untuk memantau dan mencegah adanya perayaan kelulusan oleh peserta didik. Namun begitu, Dispendik tetap memperbolehkan pelaksanaan wisuda yang dihelat secara virtual atau daring. Tidak hanya itu, yang paling menarik, rencananya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bakal hadir memimpin prosesi jalannya wisuda virtual tersebut.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk solusi agar siswa tetap memiliki rasa bangga bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan studinya, Rencana wisuda virtual level kota ini, kami laksanakan pada Selasa 22 Juni mendatang. Untuk lokasinya dari lobby Balai Kota Surabaya,” urainya.

Untuk mekanisme pelaksanaannya, mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) ini pun memastikan, nantinya ada beberapa perwakilan sekolah dari SD dan SMP baik negeri maupun swasta yang ikut secara langsung di balai kota. Tentunya, dengan jumlah sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang ketat. “Jadi kurang lebih ada 30 lembaga yang mengirimkan perwakilannya terdiri dari satu pelajar beserta guru dan kepala sekolahnya. Untuk orang tuanya atau pengantar hanya dapat mengikuti melalui virtual,” jelas dia.

Dari 30 lembaga itu, Supomo mengurai sekolah yang dilibatkan selain negeri adalah sekolah swasta umum dan juga sekolah swasta di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Ia pun menyebut, untuk jumlah sekolahnya, disesuaikan dengan komposisi sekolah jenjang SD/SMP sederajat.

“Kami sesuaikan dengan komposisi. Untuk jumlahnya SMP yang paling banyak swasta. Maka, logikanya adalah lebih banyak yang swastanya nanti. Prinsipnya maksimal adalah 30 lembaga, dimana per lembaga adalah satu orang,” jelasnya.

Dia berharap, dengan pelaksanaan wisuda virtual berskala kota tersebut, mampu menjadikan para wisudawan memiliki semangat dan energi baru untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Bahkan menurutnya, momen wisuda ini memang salah satu momen yang membanggakan bagi siswa maupun orang tua. “Karena bagaimana pun ketika peserta didik lulus menjadi sebuah catatan yang berharga untuk siswa di kehidupannya kemudian hari. Tak lupa orang tuanya pun selalu mendorong mereka untuk bersekolah dengan rajin dan baik,” pungkasnya. (B4M/*)

Masifkan Program Vaksinasi, Seluruh Puskesmas di Surabaya Terapkan Door to Door

 

Lensa Parlemen l Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memasifkan program vaksinasi massal kepada masyarakat. Bahkan, untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, pemkot menerapkan sistem door to door atau jemput bola ke rumah-rumah calon penerima vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, sejak bulan Ramadan, seluruh petugas puskesmas di Surabaya menerapkan sistem door to door atau jemput bola ke rumah warga. Sistem ini sengaja diterapkan untuk membantu para lansia yang tidak bisa datang ke puskesmas atau titik lokasi vaksinasi massal yang telah ditentukan.

“Tujuannya untuk memvaksinasi para lansia yang tidak bisa datang ke puskesmas ataupun ke lokasi-lokasi yang kita lakukan vaksinasi massal. Bisa jadi karena mereka tidak ada yang antar, atau tidak bisa jalan. Jadi kita jemput, kita datang langsung, vaksin di tempat,” kata Febria, Sabtu (22/5/2021).

Menurut dia, vaksinasi door to door tak hanya menyasar kepada para lansia. Tapi, pedagang kaki lima (PKL) hingga penjual di warung-warung juga menjadi sasaran vaksinasi door to door. Sebab, para pedagang ini juga termasuk dalam kategori petugas pelayan publik. “Termasuk bukan hanya lansia, tetapi yang jualan juga, itu kan termasuk pelayan publik. Nah, itu kita datangi semua,” jelas dia.

Perempuan yang akrab disapa Feny ini menyatakan, bahwa program vaksinasi door to door dilakukan setiap hari oleh semua puskesmas di Surabaya. Dalam satu  hari, setiap puskesmas menargetkan 300 sasaran yang terdiri dari lansia dan pelayan publik. Sementara hingga saat ini, total lansia yang sudah divaksin mencapai 210 ribu, dari total target sasaran 253 ribu.

“Setiap hari, semua puskesmas melakukan vaksinasi door to door. Intinya target puskesmas 1 hari 300 sasaran. Terdiri dari lansia dan pelayanan publik. Ini terus berjalan sampai akhir Mei 2021,” ungkap dia.

Setelah akhir Mei 2021, selanjutnya akan dilakukan vaksin tahap 3. Feny menyebut, vaksinasi tahap 3 ini bakal menyasar kepada kelompok disabilitas, ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) serta masyarakat geospasial seperti MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). “Vaksinasi tahap 3 terdiri dari disabilitas, ODGJ dan masyarakat geospasial yang MBR. Itu semua kita vaksin,” kata Feny.

Selain vaksinasi tahap 3, juga dilakukan vaksin gotong-royong. Vaksinasi ini akan menyasar kepada para karyawan yang bekerja di perusahaan. Feny menyebut, di Surabaya sendiri saat ini sudah ada 72 perusahaan yang mendaftar dengan total 110 ribu sasaran. “Ada sekitar 72 perusahaan dengan total 110 ribu sasaran yang sudah mendaftarkan untuk vaksin gotong-rotong,” pungkasnya.

(B4M/*)

 

Pelajar Surabaya yang Hafal Kitab Suci Bisa Daftar PPDB Jalur Prestasi

Lensa Parlemen l Surabaya – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji memimpin rapat koordinasi persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di ruang rapat Wali Kota Surabaya, Kamis (20/5/2021). Salah satu hasil rapat yang diungkap dalam rapat tersebut adalah para pelajar Surabaya yang hafal kitab suci, bisa mendaftar PPDB melalui jalur prestasi.

Pada kesempatan itu, Cak Ji memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah siap menyambut PPDB tahun 2021 ini. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Surabaya dalam menyambut PPDB ini. “Saat ini, PPDB untuk SMP sudah memasuki tahap validasi data pelajar,” kata Cak Ji sesuai rapat.

Ia juga memastikan bahwa apabila ada masyarakat yang menemui masalah atau kesulitan dengan proses PPDB ini, maka pihak Dispendik sudah menyediakan beberapa layanan, seperti Dispendik sudah menyediakan sebanyak 20 nomor telpon yang bisa dihubungi melalui chat WhatsApp. Bahkan, di kantor Dispendik Surabaya juga sudah disediakan layanan konsultasi, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Jadi, apabila warga ada keluhan atau kendala saat mendaftar, bisa langsung menghubungi 20 nomor tersebut. Mereka siap melayani dengan cekatan, bahkan layanannya ditutup sampai pukul 21.00 WIB,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo menjelaskan bahwa pada PPDB tahun ini, ada dua perubahan mendasar dibanding dengan PPDB tahun lalu. Pertama, untuk tahun ini tidak ada lagi penerimaan siswa yang menggunakan surat keterangan domisili, sehingga harus sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) masing-masing. “Kalau dulu, PPDB itu bisa menggunakan surat domisili, tapi sekarang sudah tidak boleh. Ini berdasarkan peraturan menteri, sehingga kami juga menindaklanjuti dalam Perwali. Jadi, tidak boleh lagi menggunakan surat domisili,” kata Supomo.

Kedua, penerimaan PPDB melalui jalur prestasi, tahun ini kategorinya ditambah. Sebelumnya, jalur prestasi itu hanya khusus siswa yang memiliki nilai rapor tinggi dan juga juara perlombaan. Namun, tahun ini ditambah dengan siswa yang hafal kitab suci. Tidak hanya berlaku bagi hafidz atau hafal Al-Quran. Tapi, bagi siswa yang hafal kitab suci pada semua agama. “Siswa yang hafal kitab suci harus mendapatkan penghargaan. Jadi, kami memberikan apresiasi bagi siswa yang hafal kitab suci untuk semua agama,” ujarnya.

Sedangkan untuk pendaftarannya, sama seperti jalur prestasi lainnya. Siswa melampirkan capaian prestasi. Setelah itu, tim ahli melakukan penilaian yang berbeda dengan sebelumnya. “Mereka akan menjalani ujian untuk menunjukkan bahwa mereka memang betul hafal kitab suci agama mereka,” tegasnya.

Di samping itu, Supomo juga menjelaskan tentang jalur prestasi dari kategori Nilai Rapor Sekolah (NRS). Ia memastikan tidak hanya bergantung pada satu nilai rapor dalam satu semester. Namun, berisi pengolahan nilai-nilai rapor sekolah yang didapatkan siswa. “Untuk NRS ini tidak ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Siswa yang memiliki prestasi tinggi di bidang akademik, seperti sering juara kelas, bisa mengikuti jalur itu. Satu siswa bebas memilih dua sekolah di luar zonasi atau di dalam zonasi,” ujarnya.

Sedangkan cara pendaftarannya bisa melalui online. Nilai rapor diupload, kemudian tim PPDB akan melakukan pemeringkatan melihat capaian nilai siswa itu. Nah, ketika NRS siswa satu dan yang lain sama, proses kembali berjalan. Panitia akan membandingkan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia. “Siswa yang memiliki nilai lebih tinggi mendapatkan prioritas utama,” imbuhnya.

Jika masih sama, panitia melihat nilai mata pelajaran Matematika. Ketika masih didapatkan persamaan, nilai pelajaran IPA yang ditelaah. “Ketika masih sama dilihat siapa dulu yang mendaftar,” ucapnya.

Selain penghafal kitab suci dan NRS, jalur prestasi juga bisa melalui prestasi perlombaan atau pertandingan, baik perlombaan akademik maupun pertandingan non akademik. Siswa bisa memilih dua sekolah. “Nantinya akan ditampilkan SMP yang menerima jalur prestasi perlombaan, sehingga siswa tinggal memilih,” kata Supomo.

Bagi yang hendak mendaftar, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Pertama yaitu batas waktu capaian prestasi perlombaan yang diraih. Minimal enam bulan, dan paling lama 3 tahun sejak pendaftaran PPDB. Prestasi yang diraih yaitu tingkat international, nasional, provinsi, serta kabupaten/kota.

Selain itu, peserta terdaftar dalam surat pemberian penghargaan Dispora. Untuk seleksinya, Dispendik melakukan skoring dan pembobotan yang sudah diatur dengan keputusan Wali Kota Surabaya. Teknis Perhitungan yaitu prestasi dikalikan dengan pembobotan.

Supomo juga memastikan bahwa untuk kuota jalur prestasi yang melalui prestasi penghafal kitab suci, prestasi NRS, dan prestasi perlombaan atau pertandingan, sudah ditetapkan sebanyak 30 persen atau sama dengan tahun lalu. “Prestasi itu merupakan bentuk capaian pelajar, karena tidak mudah menjadi juara, tentu membutuhkan perjuangan. Nah, ini bentuk penghargaan kami kepada kerja keras mereka,” pungkasnya. (B4M/*)

Mulai Hari Ini, Tahapan PPDB SMP di Surabaya Dimulai dengan Validasi Data Siswa

Lensa Parlemen l Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya mulai hari ini, Senin (17/5/2021), memulai serangkaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang SMP. Tahapan awal yang harus dilalui oleh Calon Peserta Didik Baru (CPDB) adalah validasi data siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan berbagai persiapan menyambut PPDB ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Kali ini, sudah masuk pada tahap validasi data pribadi atau data siswa yang dilakukan secara online melalui website www.ppdb.surabaya.go.id. Laman ini bisa diakses menggunakan PC atau HP.

“Validasi Data siswa ini merupakan pengecekan kebenaran data calon peserta didik baru (CPDB). Di dalamnya juga terdapat penitikan alamat lokasi rumah CPDB. Saat penitikan alamat, pastikan gunakan zoom secara maksimal. Proses ini sudah disosialisasikan juga kepada SMP Negeri se-Surabaya,” kata Supomo di kantornya.

Menurutnya, validasi data ini wajib bagi CPDB yang akan mendaftar jalur zonasi, jalur afirmasi kategori mitra warga, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan jalur prestasi. Validasi data dikecualikan bagi pendaftar jalur afirmasi kategori inklusi. “Validasi data pribadi ini mulai hari ini, 17 Mei-2 Juni 2021,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Sosial ini juga menjelaskan langkah-langkah validasi data siswa ini. Pertama, CPDB membuka laman ppdb.surabaya.go.id melalui komputer atau ponsel, dan diutamakan perangkat yang digunakan memiliki kamera depan.

Kedua, silakan CPDB memilih menu validasi data. Di dalam validasi data itu berisikan beberapa pilihan. Kemudian pilih yang sesuai dengan kondisi CPDB. Ketiga, pilih menu mulai validasi. Selanjutnya, CPDB diarahkan untuk mengisi NIK dan tanggal lahir. Setelah masuk, muncul beberapa tahapan yang harus dilalui untuk verifikasi. Jika sesuai, klik lanjutkan sampai finalisasi data.

“Terakhir, data-data CPDB yang sudah diisi tadi akan dicek tim validator. Jika sesuai, maka PIN untuk pendaftaran PPDB SMP Negeri di Kota Surabaya akan dikirim ke alamat email yang sudah dientrikan saat validasi. Simpanlah PIN itu untuk melakukan pendaftaran, jangan sampai hilang,” tegasnya.

Supomo juga menjelaskan bahwa pada tanggal 3-9 Juni 2021, Dispendik akan melakukan uji coba pendaftaran bagi jalur zonasi dan prestasi SMP. Sedangkan untuk jadwal pendaftaran PPDB SMP di Surabaya akan dimulai pada pertengahan Juni 2021.

Pendaftaran PPDB itu akan dimulai dengan jalur afirmasi mitra warga, pendaftarannya mulai 10-15 Juni 2021, kemudian pengumumannya akan dilaksanakan pada 16 Juni 2021, lalu daftar ulangnya pada 16-17 Juni 2021, tepatnya mulai pukul 08.00-15.00 Wib.

Sedangkan jadwal PPDB SMP untuk jalur afirmasi inklusi akan dilaksanakan pendaftarannya pada 10-15 Juni 2021, kemudian pengumumannya akan dilaksanakan pada 16 Juni 2021, lalu daftar ulangnya pada 16-17 Juni 2021, tepatnya mulai pukul 08.00-15.00 Wib.

Lalu jadwal PPDB SMP untuk jalur perpindahan tugas orang tua, akan dilakukan pendaftarannya pada 14-15 Juni 2021. Kemudian verifikasinya akan dilakukan pada hari itu juga, yaitu pada 14-15 Juni 2021 mulai pukul 08.00-15.00 Wib. Pengumumannya akan dilakukan pada tanggal 16 Juni 2021 dan dilanjutkan daftar ulangnya pada 16-17 Juni 2021, tepatnya pada pukul 08.00-15.00 Wib.

Sementara jadwal PPDB SMP khusus untuk jalur prestasi akan dilakukan pendaftarannya pada 16-20 Juni 2021, lalu verifikasinya pada 17-22 Juni 2021. Untuk pengumumannya akan dilakukan pada 23 Juni 2021 dan daftar ulangnya pada 23-24 Juni 2021.

Khusus untuk jadwal PPDB SMP jalur zonasi umum, akan dilakukan pendaftarannya pada 23-25 Juni 2021 dan pengumumannya akan dilakukan pada 26 Juni 2021. Sedangkan untuk daftar ulangnya bisa dilakukan pada 26-27 Juni 2021 pada pukul 08.00-15.00 Wib. Lalu untuk pemenuhan pagu akan lakukan pada 28 Juni 2021, tepatnya pukul 01.00-23.59 Wib, dan daftar ulang pemenuhan pagu pada 28 Juni 2021 pada pukul 08.00-15.00 Wib.

“Jadi, saya mohon para orang tua siswa dan para siswa memperhatikan pengumuman ini supaya tidak salah dalam melakukan pendaftaran. Ia juga berharap semua proses ini bisa berjalan dengan lancar karena sudah disosialisasikan jauh-jauh hari,” pungkasnya. (B4M/*)