Arsip Kategori: PENDIDKAN

Pemkot Surabaya Imbau Orang Tua dan Guru Bantu Kelola Emosi para Pelajar, Masa Pubertas Remaja

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya membagikan tips pencegahan serta solusi dalam menghadapi masa pubertas bagi remaja. Dengan demikian, para remaja diharapkan lebih siap dan percaya diri saat memasuki masa pubertas.

Pembelajaran tersebut dikemas melalui Workshop ‘Pengetahuan Bagi Remaja dalam Menghadapi Masa Pubertas’, di Gedung Wanita Candra Surabaya, Selasa (30/5/2024). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi jenjang SMP, guru bimbingan konseling, serta orang tua para pelajar.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi remaja dalam menghadapi masa pubertas. Menurutnya, masa pubertas adalah masa transisi yang sangat krusial dalam kehidupan seorang remaja.

“Pada masa ini, mereka mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang memerlukan pemahaman dan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memiliki pengetahuan yang cukup agar dapat menghadapi masa tersebut dengan baik dan bijaksana,” kata Bunda Rini Indriyani sapaan lekatnya.

Karenanya, Bunda Rini Indriyani menyadari bahwa peran keluarga dan sekolah, khususnya orang tua dan guru, sangat penting dalam mendampingi remaja menghadapi masa pubertas ini. “Maka selain memberikan pengetahuan kepada para remaja, kami juga berharap agar para orang tua dan guru di sekolah dapat lebih memahami dan mendukung mereka dalam proses ini,” ujarnya.

Bunda Rini Indriyani berharap, melalui workshop ini, para remaja dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai perubahan yang terjadi selama masa pubertas, serta cara-cara yang tepat untuk menghadapinya. Serta, dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan saling mendukung antara remaja dan orang tua.

“Kami berharap para orang tua dan guru dapat memahami peran mereka dalam mendukung dan membimbing para remaja selama masa pubertas. Saya percaya bahwa dengan pengetahuan yang memadai, remaja akan lebih siap menghadapi tantangan masa pubertas dan dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, baik secara fisik maupun mental,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya, Shinta Setia menyampaikan bahwa kegiatan ini turut menggandeng sejumlah psikolog di Kota Pahlawan. Selain itu, menyikapi situasi saat ini, perlu adanya bekal bagi para remaja, agar mereka lebih siap, percaya diri, serta mampu mengenali indikasi bullying atau kekerasan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan edukasi bagi para remaja, guru, maupun orang tua. Kita ingin membangun sistem yang mendukung bagi remaja. Serta, melakukan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan,” pungkas Shinta Setia. (B4M)

Presiden Jokowi: Kenaikan UKT Dibatalkan untuk Tahun Ini

LENSA PARLEMEN – JAKARTA,
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pembatalan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri (PTN) yang semula direncanakan untuk tahun ini. Dalam keterangan pers di Istora Senayan, Jakarta, pada Senin (27/05/2024), Presiden Jokowi menyebut bahwa ia telah menyampaikan pertimbangan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim hingga akhirnya keputusan tersebut dilakukan.

Ya saya memberikan pertimbangan-pertimbangan tapi tadi kan sudah disampaikan oleh Mendikbud bahwa UKT sementara ini yang kenaikannya sangat tinggi itu dibatalkan dan akan diatur untuk bisa diingatkan tapi nanti teknisnya tanyakan ke Mendikbud tapi intinya sudah dibatalkan oleh Mendikbud,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi memastikan bahwa kenaikan UKT akan dievaluasi dan dikaji terlebih dahulu dan kemungkinan baru akan berlaku pada tahun depan.

“Kemungkinan ini akan dievaluasi dulu, kemudian kenaikan setiap universitas akan dikaji dan dikalkulasi sehingga kemungkinan nanti ini kebijakan di Mendikbud akan dimulai kenaikannya di tahun depan. Jadi ada jeda tidak langsung seperti sekarang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerima Mendikbudristek di Istana Merdeka, Jakarta, Senin pagi (27/05/2024), untuk berdiskusi terkait isu kenaikan UKT. Mendikbudristek menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi dan diskusi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk para rektor, serta mendengarkan aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat.

“Jadi kemarin kami juga sudah bertemu dengan para rektor dan kami Kemendikbudristek telah mengambil keputusan untuk membatalkan kenaikan UKT di tahun ini dan kami akan merevaluasi semua permintaan keningkatan UKT dari PTN,” ujar Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Nadiem menekankan bahwa kebijakan pendidikan harus selaras dengan prinsip keadilan dan keterjangkauan, memastikan pendidikan tinggi tetap terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Mendikbudristek berterima kasih kepada semua unsur masyarakat, mahasiswa, para rektor yang telah memberikan masukan.

“Untuk detailnya seperti apa kebijakannya akan dilakukan nanti dari Dirjen Dikti akan menjelaskan detailnya dalam waktu secepatnya. Sekali lagi terima kasih,” tutup Nadiem. (Red)

PPDB Surabaya 2024, Ini Zonasi CPDB Untuk Kelurahan yang Tidak Memiliki SMP Negeri

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan tidak ada pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024/2025, menggunakan Kartu Keluarga (KK) titipan. Sebab, selain tahapan PPDB melalui online, sistem juga melakukan validasi data kependudukan Calon Peserta Didik Baru (CPDB).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, bahwa sistem pendaftaran PPDB terprogram sinergi. Artinya, data CPDB juga dilakukan pengecekan dan validasi ke data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya.

“Kita juga evaluasi, ada validasi. Validasi itu juga dicek, misalnya di (domisili) tempat situ, pindahnya hanya satu orang, dua orang, ini kan menjadi pertimbangan – pertimbangan khusus,” kata Yusuf Masruh, Jumat (17/5/2024).

Selain itu, ketentuan CPDB juga didasarkan alamat KK yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB. Ketentuan ini tertuang dalam Perwali Surabaya Nomor 21 Tahun 2024 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru jenjang TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri. “Jadi kita cek evaluasi – evaluasi di validasi data itu,” ujar dia.

Adapun PPDB SMP Negeri di Surabaya, terbagi ke dalam dua jalur zonasi. Pertama adalah zonasi 1 yang diperuntukkan bagi CPDB bertempat tinggal satu kelurahan dengan sekolah atau yang terdekat dengan sekolah.

Sedangkan yang kedua adalah zonasi 2. Zonasi 2 ini diperuntukkan bagi CPDB yang bertempat tinggal di wilayah kelurahan dalam satu kecamatan dengan lokasi sekolah, daya tampungnya dibagi rata sejumlah kelurahan dalam kecamatan tersebut.

Yusuf mengungkapkan, data Dispendik Surabaya per tanggal 16 Mei 2024 mencatatkan sekitar 20.000 CPDB SMP Negeri yang sudah mendapatkan PIN PPDB. PIN berupa kode unik yang diberikan ke CPDB tersebut sebagai identitas pribadi mereka dalam proses pendaftaran. “Alhamdulillah untuk PPDB yang sudah dapat PIN sekitar 20.000,” ungkap dia.

Menurut dia, CPDB bisa memiliki kesempatan mendaftar melalui beberapa jalur PPDB. Misalnya CPDB dari keluarga miskin memiliki kesempatan tiga jalur PPDB, yakni afirmasi (kategori keluarga miskin dan pra miskin), zonasi dan prestasi. Sedangkan perpindahan tugas orang tua hanya memiliki kesempatan satu jalur.

“Nah, kalau yang prestasi, bisa dapat dua kesempatan atau dua jalur. Yakni, jalur prestasi dan jalur zonasi. Dan harapan saya sudah kami mulai (sosialisasi) awal, nanti negeri-swasta bersamaan. Jadi orang tua bisa tahu, wilayah timur, (sekolah) negeri mana, swasta mana,” ucap dia.

Di waktu terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan bahwa pembagian jalur zonasi PPDB dilakukan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh CPDB di Kota Pahlawan. Hal ini mengingat tidak semua wilayah kelurahan di Surabaya memiliki SMP Negeri.

“Bagi kelurahan yang tidak memiliki SMP Negeri, CPDB di kelurahan tersebut tetap memiliki kesempatan yang sama melalui zonasi kecamatan (zonasi 2),” jelas Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menyatakan telah menginstruksikan Dispendik Surabaya melakukan sosialisasi PPDB secara intensif melalui lurah, camat, dan RW. Bahkan, ia juga telah meminta dinas terkait menyediakan pengumuman terkait zonasi dan penjelasan detailnya yang ditempel di setiap RW.

“Jadi, nanti RW ada kayak pengumuman ditempel, jalur zonasi ini apa maksudnya. Bagi yang masih kesulitan memahami, Dinas Pendidikan menyediakan call center untuk membantu,” imbuhnya.

Untuk informasi tahapan, tata cara maupun persyaratan PPDB Surabaya 2024, dapat diakses masyarakat melalui laman resmi ppdb.surabaya.go.id. Selain itu, informasi PPDB juga dapat diakses melalui nomor pelayanan (WA) 0812-5989-6163, maupun datang langsung ke Kantor Dinas Pendidikan di Jalan Jagir Wonokromo 354-356, Surabaya. (B4M)

Wali Kota Eri Tegaskan Larangan Study Tour SD dan SMP ke Luar Surabaya

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan larangan study tour ke luar Kota Pahlawan bagi peserta didik SD dan SMP. Imbauan ini bukan hal baru, namun kembali ditegaskan untuk memastikan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua siswa.

“Wisuda saja tidak boleh kok. Kalau kita sudah arahkan, tidak ada wisuda kalau bayar, kecuali komite, sama dengan study tour,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (16/5/2024).

Larangan ini didasari oleh komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua siswa. Study tour yang membebani orang tua siswa dinilai tidak sejalan dengan komitmen tersebut. “(Larangan) sudah dari dulu. Kebijakannya tidak pernah berubah ya, kita sudah bunyikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh menyatakan pihaknya akan mengeluarkan surat edaran resmi terkait imbauan ini. Surat edaran tersebut akan memuat alternatif kegiatan perpisahan yang dapat dilakukan di sekolah atau di dalam Kota Surabaya.

“Harapan kami tadi, bentuknya bisa di sekolah atau mungkin bisa pergi tapi dalam kota saja. Contoh misal anak-anak wisata ke mangrove, kan banyak spot-spot wisata kita (Surabaya),” ujar Yusuf.

Namun demikian, Yusuf menekankan bahwa imbauan ini bukan untuk membatasi kreativitas sekolah. Tetapi untuk memastikan bahwa kegiatan tidak membebani orang tua siswa. “Kalau misalkan kita sampaikan ya mestinya semua harus bisa memahami itu. Surat edaran Dispendik keluar sebelum liburan, segera,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Surabaya, Cipto Wardoyo menyatakan bahwa SMP Negeri di Surabaya sudah tidak melaksanakan study tour ke luar kota selama beberapa tahun terakhir.

“Selama ini memang untuk negeri itu tidak pernah mengadakan kegiatan tour ke luar kota, sudah beberapa tahun kami sudah tidak melaksanakan study,” ujar Cipto Wardoyo.

Menurut dia, selama beberapa tahun terakhir, bentuk perpisahan yang dilakukan SMP Negeri di Surabaya lebih banyak berupa ajang kreativitas anak-anak. Misalnya berupa panggung hiburan yang menampilkan bakat dan minat anak-anak tersebut. “Jadi misalkan penampilan kelas 9A, 9B, itu sebagai bentuk kenangan anak-anak selama sekolah 3 tahun di sekolah tersebut,” ujar dia.

Ia juga menyatakan bahwa MKKS SMP Negeri akan selalu berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk memastikan imbauan ini dipatuhi. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan kegiatan perpisahan yang berkesan dan bermanfaat bagi para siswa.

“Kami kan selalu koordinasi, sekolah mana yang mengadakan apa dan sebagainya. Selama ini alhamdulilah di wilayah-wilayah kami terpantau tidak melaksanakan kegiatan study tour,” pungkasnya. (B4M)

 

Simak! Informasi Terkait Jadwal Hingga Tata Cara Pelaksanaan PPDB 2024 di Surabaya

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menuntaskan aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri. Khusus untuk PPDB SMPN Tahun 2024, ada penyesuaian daya tampung sekolah Jalur Zonasi dari total alokasi sebesar 50 persen.

Hal tersebut sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) No 21 Tahun 2024, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jenjang TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan bahwa saat ini sosialisasi bagi para wali murid maupun Calon Peserta Didik Baru (CPDB) telah dimulai melalui laman resmi PPDB. Untuk informasi terkait jadwal hingga tata cara pelaksanaan PPDB, bisa diakses melalui laman resmi https://ppdb.surabaya.go.id/

“Website PPDB sudah bisa diakses oleh warga. Mulai dari ketentuan hingga tata caranya itu harapan kami warga bisa melihat di web PPDB,” kata Yusuf Masruh, Minggu (21/4/2024).

Yusuf menjelaskan bahwa ada penyesuaian pada kuota PPDB SMPN 2024 yang terbagi dalam jalur zonasi 1 dan 2. Untuk jalur zonasi 2, kuota siswa naik menjadi 20 persen dari sebelumnya 15 persen. Sedangkan zonasi 1, kuota siswa turun menjadi 30 persen dari sebelumnya 35 persen. “Kita persentase, biar setiap calon siswa bisa memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.

Dalam Pasal 11 Perwali Surabaya No 21 Tahun 2024 dijelaskan, bahwa zonasi 1 diperuntukkan bagi Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang bertempat tinggal satu kelurahan dengan sekolah, atau yang terdekat dengan sekolah.

Sedangkan zonasi 2, diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang bertempat tinggal di wilayah kelurahan dalam satu kecamatan dengan lokasi sekolah. Dimana daya tampungnya dibagi rata sejumlah kelurahan dalam kecamatan tersebut.

Yusuf mencontohkan pembagian pada jalur zonasi 2. Misalnya dalam satu kecamatan terdiri dari 5 kelurahan, maka setiap kelurahan mendapat persentase 4 persen dari alokasi total jalur zonasi 2. Penyesuaian ini dilakukan agar lebih berkeadilan dan menghasilkan persentase kuota siswa yang sama untuk masing-masing kelurahan.

“Kenaikan ini berdasarkan evaluasi tahun kemarin. Kalau tahun kemarin, satu kecamatan 15 persen, itu kan tetap kelurahan yang jauh tidak punya harapan. Nah, ini diratakan, dinaikkan, dari 15 menjadi 20 persen dari alokasi pagu sekolah,” paparnya.

Menurut Yusuf, jumlah daya tampung PPDB SMPN 2024 untuk jalur yang lain, masih sama dengan tahun sebelumnya. Dimana untuk Jalur Afirmasi SMPN, paling sedikit 15 persen dari daya tampung sekolah. Sedangkan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah.

Sementara sisa kuota dari jalur pendaftaran, dibuka Jalur Prestasi bagi jenjang SMPN. Dengan ketentuan yakni, Nilai Rapor Sekolah (NRS) paling banyak 15 persen, Prestasi Perlombaan/ Pertandingan Akademik dan Non Akademik paling banyak 12 Persen dan Penghafal Kitab Suci paling banyak 3 persen. “Aturan PPDB SMPN untuk jalur yang lain seperti prestasi, itu sama. Tahun ini yang ada penyesuaian, jalur zonasi dengan persentase 30-20,” ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya juga berharap, setiap pagu rombongan belajar (rombel) SMPN dapat dikembalikan ke kelas normal. Dimana setiap (rombel) terdiri dari 32 peserta didik. Dengan demikian, antara sekolah negeri dan swasta memiliki kesempatan yang sama.

“Harapan kami juga nanti akademis, khususnya pelaksanaan kurikulum merdeka itu untuk di-implementasi, anak-anak untuk berekspresi, untuk praktikum. Contohnya yang dulu ruang kelas dibuat lab, kita kembalikan menjadi lab, yang dulu aula dibuat ruang kelas dikembalikan ke aula,” pungkasnya. (B4M)

RSUD dr M Soewandhie Live Surgery Bedah Tulang, Tunjukan Teknik Operasi Modern dan Canggih

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,                         RSUD dr M Soewandhie Kota Surabaya menampilkan teknik operasi dengan menggunakan teknologi canggih dan modern sebagai bagian dari layanan kesehatan untuk meminimalisir resiko. Seperti yang digelar hari ini, RSUD dr M Soewandhie menggelar live surgery atau menampilkan jalannya tindakan operasi secara langsung. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 11th Annual Meeting of IOSSMA 2023 dengan tema Sport Medicine and Arthroscopy Practice: Comprehensive Approach, Sabtu (23/9/2023).

Direktur Utama RSUD dr M Soewandhie Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh

Direktur Utama RSUD dr M Soewandhie Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh menyampaikan bahwa kegiatan 11th Annual Meeting of IOSSMA 2023 adalah agenda tahunan bagi para dokter Ortopedi (bedah tulang) khusus pada bidang cedera olahraga. Mereka berkumpul dan mengadakan sebuah seminar berskala internasional.

Selanjutnya, kegiatan yang berlangsung di Kota Pahlawan itu akan menampilkan tindakan operasi bedah Ortopedi yang diakibatkan cedera akut, kronis, dan trauma. RSUD dr M Soewandhie pun terpilih untuk menampilkan pembaharuan teknik operasi, khususnya pada bidang cedera olahraga.

seminar tahunan yang diadakan oleh para dokter Ortopedi atau dokter bedah tulang yang berkecimpung pada persoalan cedera olahraga. Para tamu atau dokter yang datang dari luar Indonesia diundang untuk saling bertukar dan memperbaharui ilmu pengetahun pada bidang cedera olahraga.

“Selain memiliki ruang operasi yang sesuai, serta sarana dan prasarana yang memadai, RSUD dr M Soewandhie juga memiliki alat-alat yang bisa melaksanakan operasi semacam ini, namanya alat Artroskopi. Yaitu operasi yang menggunakan kamera seperti Endoskopi (pemeriksaan organ tubuh bagian dalam tanpa pembedahan besar) tapi melihat ke dalam persendian, seperti sendi bahu dan lutut,” kata dr Chandra sebagai dokter penanggung jawab asal RSUD dr M Soewandhie.

Ia menjelaskan, persiapan pelaksanaan live surgery itu juga dibantu oleh tenaga medis dan non medis di RSUD dr M Soewandhie sehingga acara ini bisa digelar dan disiarkan secara langsung sebagai sarana untuk mendidik dokter Ortopedi sebagai peserta di 11th Annual Meeting of IOSSMA 2023.

Apalagi, saat ini banyak pasien yang datang ke RSUD dr M Soewandhie yang mengalami cedera olahraga. Salah satunya hari ini, ia bersama tim ia melakukan tindakan operasi memperbaiki ACL atau pembedahan untuk mengangkat ligamen yang robek dari lutut dan menggantinya dengan jaringan baru.

“RSUD dr M Soewandhie sudah banyak kedatangan pasien semacam itu dan harapan ke depan bisa menjadi rujukan untuk cedera olahraga. Kalau untuk tindakan operasi berkisar antara 1-2 jam karena didukung peralatan yang canggih dan tenaga medis yang cekatan. Jadi operasi semacam ini bisa dilakukan secara cepat,” jelasnya.

Teknik operasi yang digunakan pun juga semakin modern dengan menggunakan sayatan atau luka operasi yang ukurannya semakin mengecil. Yakni, menggunakan kamera, selanjutnya memasukkannya ke dalam persendian untuk dilakukan segala tindakan di dalam sendinya.

“Kalau dulu, sendi di bahu harus disayat lebar untuk dilihat dalamnya. Sekarang tidak, sayatannya maksimal 1 cm cukup hanya luka kecil dan kameranya yang masuk, kita lihat dari monitor dan semua dikerjakan dari dalam sehingga lukanya sedikit dan penyembuhannya juga lebih cepat,” ujar dia.

Karenanya, ia menegaskan bahwa RSUD dr M Soewandhie memiliki peralatan medis yang canggih dan terus-menerus diperharaui. Dengan demikian, teknik operasi yang semakin modern akan membuat jalannya operasi semakin cepat, serta luka sayatan yang kecil dengan hasil yang baik.

“Jadi tidak perlu khawatir, kalau dulu luka operasinya besar, sekarang hampir semua bisa menggunakan teknik operasi yang semakin modern,” tandasnya. (B4M)

Pemkot Surabaya Terapkan Kebijakan Terintegrasi Berbasis Wilayah, Tekan Kasus TBC

Lensa Parlemen l SURABAYA,

Upaya mempercepat pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru tentang Percepatan Penanggulangan  Kasus TBC Berbasis Wilayah, yang disebar kepada seluruh jajaran pemkot beserta instansi dan lembaga di Kota Surabaya.

Melalui Surat Edaran bernomor 400.7.8.1 /20186/436.7.2/2023 itu, Wali Kota Eri meminta upaya percepatan pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis di Kota Surabaya harus dilakukan dengan terintegrasi berbasis wilayah. Bahkan, ia juga menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan di lingkungan masyarakat.

Salah satu langkah-langkahnya adalah harus ada penyebarluasan informasi yang benar mengenai TBC kepada masyarakat secara masif melalui saluran komunikasi public. Ini penting sebagai upaya perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan dan pengobatan TBC melalui pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, Satuan Tugas TBC Kecamatan dan influencer media sosial.

“Kita juga harus mendorong peningkatan   kesadaran   dan kewaspadaan   masyarakat   melalui
penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara masif dan berkelanjutan serta mengevaluasi pelaksanaan PHBS dan Germas di masing – masing wilayah,” kata Wali Kota Eri dalam Surat Edarannya tertanggal 18 September 2023.

Selain itu, ia juga meminta penemuan pasien TBC dilakukan secara pasif intensif di fasilitas pelayanan kesehatan melalui kegiatan kolaborasi berupa kegiatan pemeriksaan TBC pada penderita HIV, pemeriksaan TBC pada penderita DM (Diabetes Melitus), dan pemeriksaan TBC pada Balita stunting, pra-stunting dan gizi buruk melalui Posyandu Balita.

Bahkan, ia meminta Klinik dan Dokter Praktik Mandiri (DPM) untuk melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dan melakukan penjaringan serta penemuan kasus TBC sampai dengan selesai.

“Penemuan pasien TBC secara aktif dan/atau masif berbasis keluarga dan masyarakat, didukung oleh peran kader dari Posyandu, Satuan Tugas TBC, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Kegiatan ini dapat berupa investigasi kontak minimal 8 orang bagi yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC, penemuan di tempat khusus seperti tempat kerja, sekolah, asrama, rumah susun, pondok pesantren, panti asuhan dan panti jompo, dan penemuan TBC pada populasi berisiko, dan tempat penampungan pengungsi dan daerah padat kumuh,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga mendorong peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat melalui penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara masif dan berkelanjutan serta mengevaluasi pelaksanaan PHBS dan Germas di masing – masing wilayah.

Selanjutnya, diperlukan juga pengendalian faktor risiko dengan cara melakukan pemantauan intensif dan pengendalian faktor risiko bagi pasien TBC dan lingkungan sekitar, memberikan nutrisi tambahan untuk pasien TBC dan keluarga pasien terdampak kurang mampu yang rentan tertular TBC, melakukan intervensi perubahan perilaku masyarakat dengan pemberian penyuluhan kepada semua pasien TBC, keluarga, dan masyarakat terdampak terkait pencegahan TBC secara benar.

“Lalu faktor resiko juga bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas rumah tempat tinggal pasien TB, perumahan, dan pemukiman melalui Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi TBC di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan ruang public, dan/atau mengajak dan mendampingi pasien TBC yang mangkir berobat untuk kembali melanjutkan pengobatan sampai dengan sembuh (tuntas),” katanya.

Selain itu, warga diminta untuk mengoptimalkan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kelompok sasaran berisiko, mulai dari orang dengan HIV/AIDS (ODHA), kontak serumah dengan pasien paru yang terkonfirmasi bakteriologis, dan kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif, seperti pasien immunokompremais lainnya (Pasien yang menjalani pengobatan kanker, pasien yang mendapatkan perawatan dialisis, pasien yang mendapat kortikosteroid jangka panjang, pasien yang sedang persiapan transplantasi organ, dan lain lain), serta Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna Narkoba suntik.

Wali Kota Eri juga menjelaskan bahwa dalam mejalani pengobatan, pasien TBC mempunyai akses untuk mendapatkan pendampingan dari keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan, dukungan psikologis, sosial, dan ekonomi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dan non pemerintah untuk memastikan keberlangsungan pengobatan sampai selesai, dan dukungan pekerjaan bagi pasien TBC atau keluarga dari pasien TBC yang kurang mampu, dan perlindungan terhadap stigma dan diskriminasi terkait penyakit yang diderita dengan mengajak semua masyarakat untuk tidak mendiskriminasi orang terduga TBC, pasien TBC baik dari segi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.

“Pengusaha dan pengurus wajib melaksanakan penanggulangan TBC di tempat kerja sebagai upaya keselamatan dan kesehatan kerja yang diselenggarakan oleh unit pelayanan kesehatan kerja,” ujarnya.

Terakhir, Wali Kota Eri meminta warga untuk mengoptimalisasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan Koalisi Organisasi Profesi (KOPI TBC) dalam tatalaksana TBC sesuai standar.

“Kita harus meningkatkan keterlibatan praktisi dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan TBC ini, sehingga kita dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC tersebut,” pungkasnya.
(B4M)

Prestasi UWKS Sebagai Salah Satu Lembaga Pendidikan Unggul Di Indonesia.

Lensa Parlemen l Surabaya, 20 Mei 2023 – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dengan bangga mengumumkan pencapaian baru yang luar biasa dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Menurut peringkat terbaru yang dirilis oleh Unirank, UWKS berhasil meraih peringkat 3 di antara perguruan tinggi swasta di Surabaya, peringkat 7 di Jawa Timur, dan peringkat 30 di seluruh Indonesia.

Unirank, sebuah lembaga penilaian terkemuka yang mengkhususkan diri dalam evaluasi universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia, telah mengakui prestasi UWKS sebagai salah satu lembaga pendidikan yang unggul di Indonesia.

Peringkat ini mencerminkan dedikasi dan komitmen UWKS untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada mahasiswanya serta melibatkan diri dalam penelitian dan pengembangan yang berdampak positif bagi masyarakat

Prof. Dr. H. Widodo Ario Kentjono Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Usai Acara Wisuda

Prof. Dr. H. Widodo Ario Kentjono Rektor UWKS, dalam sambutannya di acara Wisuda Ahli Madya (D3), Sarjana (S1) & Magister (S2), Semester Gasal Tahun Akademik 2022-2023 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi ini.

“Kami sangat berbangga dan bersyukur atas peringkat yang diperoleh UWKS dari Unirank. Ini merupakan bukti nyata dari upaya kolektif seluruh fakultas, staf, mahasiswa, dan seluruh komunitas UWKS yang bekerja keras untuk menjaga standar keunggulan akademik dan profesionalisme dalam semua aspek kehidupan kampus,” katanya

Hari ini UWKS memwisuda 466 Sarjana dan Magister yang unggul dan siap bekerja keras membangun Indonesia, imbuhnya.

UWKS telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan kualitas dan integritas, serta fokus pada pengembangan kepemimpinan, kecakapan akademik, dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, UWKS bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan masyarakat.

Prestasi ini menjadi pendorong bagi UWKS untuk terus meningkatkan standar pendidikan dan pelayanan, serta melanjutkan upaya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. UWKS berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan inspiratif bagi para mahasiswa.

Wisuda Ahli Madya D3, Sarjana (S1) dan Magister (S2) Tahun Akademik 2022-2023 UWKS

Selain itu, UWKS juga dengan senang hati mengumumkan peluncuran Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada individu yang memiliki pengalaman kerja atau pendidikan sebelumnya yang relevan untuk memperoleh pengakuan atas pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh. Melalui RPL, calon mahasiswa dapat mempercepat proses pendidikan mereka dengan mengurangi jumlah mata kuliah yang harus mereka ambil, berdasarkan pemahaman dan kompetensi yang mereka miliki.

Program RPL UWKS adalah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas bagi individu yang ingin melanjutkan pendidikan mereka tanpa harus mengulang mata kuliah yang telah mereka pelajari sebelumnya. Dengan memanfaatkan RPL, UWKS berkomitmen untuk memperluas peluang pendidikan tinggi dan mendukung mobilitas sosial di Indonesia.(B4M)

Dewan Harapkan Dinkes Pemkot, Berikan Alat Prokes Posyandu

Lensa Parlemen l Surabaya – Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Terutama penggerak pembangunan di bidang kesehatan yang secara swadaya dilibatkan oleh Puskesmas.

Posyandu di RT 18 di Musholla Baitul Muslim kembali diadakan dengan sistem tatap muka secara perdana, setelah pandemi panjang. Posyandu dihadiri dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah – Anggota DPRD Kota Surabaya, dengan Lurah Morokrembangan Bu Siti Nurhayati SH MH beserta jajarannya, Kamis, 13/1/2022.

Zuhrotul Mar’ah menghadiri assesment kader posyandu dengan Pertemuan Tatap Muka (PTM) Se-RW 6 kelurahan Morokrembangan.

PTM tersebut sama halnya seperti PTM sekolah yang harus melakukan prokes ketat, sayangnya peralatan prokes di posyandu terbatas, ungkapnya kepada media lensa Parlemen.

Maka kami berharap Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya, untuk bisa memberikan alat prokes, yakni termogan, masker, hands sanitiser dan alat semprot desifektan, di tiap tiap Posyandu, harapnya

” Alat tersebut merupakan kelengkapan sarana prasarana agar PTM posyandu berlangsung prokes sesuai Perwali Kota Surabaya No.67 tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Di Kota Surabaya,” jelasnya

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, Posyandu membantu Puskesmas memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan atau sosial.

Hal itu bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, imbuhnya.

“Semasa pandemi, kader posyandu RW 6 Kelurahan Morokrembangan tetap mengontrol kesehatan masyarakat di tiap RT dengan pembatasan kerumunan dan protokol kesehatan dengan ketat. Pelayanan di posyandu dilakukan secara door to door, ” pungkasnya. (B4M)

Dispendik Surabaya Gandeng Aparat Penegak Hukum Cek Jarak Tak Wajar di PPDB

Lensa Parlemen l Surabaya, Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP Negeri Kota Surabaya jalur zonasi secara resmi ditutup Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya pada Jumat (25/06/2021) malam. Sebelum hasil PPDB jalur zonasi diumumkan, Sabtu (26/06/2021) siang, dilakukan klarifikasi terhadap puluhan Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang diduga memiliki jarak tak wajar.

Proses klarifikasi itu dengan menurunkan tim survei lapangan ke alamat tempat tinggal CPDB. Selanjutnya, Dispendik Kota Surabaya mengundang orang tua atau wali murid CPDB untuk bertemu dengan Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini pihak kepolisian. Bila dalam proses klarifikasi ini ditemukan indikasi kesengajaan untuk mendekatkan titik ke sekolah, maka status penerimaan CPDB tersebut digugurkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho mengatakan, kuota jalur zonasi pada PPDB SMP Negeri minimal 50 persen dari daya tampung sekolah. Seleksi CPDB berdasarkan jarak antara sekolah dengan alamat tempat tinggal masing-masing. “Alamat CPDB dititik sendiri oleh orang tua atau wali murid CPDB saat validasi,” katanya, Sabtu (26/06/2021).

Titik validasi itu, lanjut Aji, saat pendaftaran zonasi ditarik garis lulus ke sekolah. Jika ditemukan adanya indikasi kecurangan dengan mendekatkan titik alamat CPDB ke SMP negeri terdekat, maka pendaftar lain bisa melaporkan. “Ada fitur laporkan di website PPDB. Masing-masing CPDB yang mendaftar di jalur zonasi, ada kolom laporkan yang bisa diakses oleh pendaftar lain,” ujarnya.

Aji mengungkapkan, menjelang diumumkan jalur zonasi, puluhan orang tua sudah diklarifikasi oleh APH. Beberapa orang tua atau wali murid mengakui berusaha mendekatkan titik validasi ke sekolah. Dengan begitu, status penerimaan di jalur zonasi digugurkan untuk kemudian dirangking ulang sesuai dengan jumlah CPDB yang digugurkan pada pendaftaran sekolah tersebut.

“Kami buat berita acara yang disaksikan langsung oleh APH, orang tua atau wali murid, serta tim Dispendik Surabaya. Berdasar klarifikasi tersebut wali murid mengakui, maka digugurkan meski statusnya diterima di jalur zonasi,” jelasnya.

Aji menjelaskan, fitur laporkan pada PPDB zonasi hanya bisa diakses oleh CPDB yang sudah validasi dan mendapatkan PIN. Dengan begitu, ketika pelapor melaporkan CPDB lain, jelas identitas pelapornya. “Silahkan manfaatkan fitur tersebut jika memang ditemukan ada jarak tak wajar untuk alamat CPDB,” pungkasnya. (*)