Rabu, Februari 11, 2026
BerandaSURABAYA RAYASurabaya Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Forum Anak Dunia di Tokyo 2026,...

Surabaya Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Forum Anak Dunia di Tokyo 2026, Bangga!

Surabaya | lensaparlemen.id
Surabaya kembali membuat bangga Indonesia. Kota Pahlawan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang, pada 4–6 Februari 2026. Surabaya hadir bersama 20 kota dunia, menunjukkan model kota ramah anak yang holistik dan berbasis komunitas.

Forum internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo itu mempertemukan kota-kota global yang tergabung dalam Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF. Forum ini menjadi ajang berbagi kebijakan dan inovasi untuk memastikan hak anak dan remaja terpenuhi secara menyeluruh.

Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyatakan Surabaya mendapat kehormatan mempresentasikan langsung model pembangunan kota ramah anak di hadapan kota-kota dunia seperti Auckland, Berlin, Brussels, Cardiff, Copenhagen, Helsinki, Houston, London, Malmö, Milan, Munich, New Taipei, New York, Petaling Jaya, Singapura, Taipei, Toronto, Vienna, serta Irlandia.

“Kehadiran Surabaya menempatkan kota ini sejajar dengan kota-kota dunia yang menjadi rujukan global dalam kebijakan anak dan remaja,” kata Irvan, Sabtu (7/2/2026).

Irvan menambahkan, pendekatan Surabaya berbasis layanan anak yang holistik dan integratif, dimulai sejak usia dini, berlanjut ke usia sekolah dan remaja, serta melibatkan peran orang tua, termasuk ayah, sebagai bagian penting dalam ekosistem pengasuhan dan pendidikan.

“Surabaya memastikan kebijakan ramah anak tidak hanya berbicara soal perlindungan, tetapi juga tentang partisipasi anak dalam pembangunan kota,” tambahnya.

Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Kota Surabaya, Puspita Ayuningtyas Prawesti, menjelaskan bahwa Surabaya membangun kota ramah anak dengan memastikan layanan publik dekat, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Layanan tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kesehatan mental, pengembangan karakter, serta penguatan kapasitas keluarga hingga komunitas melalui Balai RW.

“Anak tidak hanya dilindungi, tetapi aspirasi mereka juga didengar dan dihargai dalam setiap proses pembangunan kota,” ujar Puspita.

Model pembangunan anak Surabaya mendapat apresiasi dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dan peserta forum. Pendekatan Surabaya dinilai berhasil menerjemahkan konsep Child-Friendly City ke dalam praktik nyata yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

Keikutsertaan Surabaya dalam TGFC 2026 didukung oleh rekam jejak kuat: Surabaya meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional selama tujuh kali berturut-turut dan menjadi kota pertama serta satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam CFCI UNICEF.

Forum ini juga menghadirkan suara anak secara langsung melalui Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya, anggota Forum Anak Surabaya dan Organisasi Pelajar (ORPES) Kota Surabaya. Revalina juga dikenal sebagai Eco Student (Junior) of the Year 2025 dan Putri V Lingkungan Hidup 2024.

Kehadiran Revalina menunjukkan praktik partisipasi bermakna anak di Surabaya, di mana anak berperan aktif menyampaikan gagasan dan harapan mereka terhadap kota.

Melalui keikutsertaan sebagai wakil tunggal Indonesia di TGFC 2026, Surabaya menegaskan bahwa pembangunan kota berkelanjutan harus dimulai dari anak dan keluarga.

“Surabaya menunjukkan bahwa kota Indonesia mampu berdiri sejajar dan berkontribusi nyata dalam diskursus global tentang masa depan generasi muda,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments