Sabtu, April 18, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYASinergi Jejak Hijau Pesisir Surabaya, Outing Class KRISNA Wiyung Perkuat Literasi Lingkungan

Sinergi Jejak Hijau Pesisir Surabaya, Outing Class KRISNA Wiyung Perkuat Literasi Lingkungan

Surabaya | Lensaparlemen.id
Organisasi Siswa Homeschooling At-Taqwa Surabaya mengusung tema besar “Sinergi Jejak Hijau Pesisir Surabaya” dalam pelaksanaan program Outing Class yang melibatkan siswa-siswi Program KRISNA (Kesetaraan Hadir untuk Warga Surabaya) Kecamatan Wiyung, Kamis (12/2).

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Johari Mustawan, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya. Ia menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Program Outing Class ini merupakan agenda terencana dari Homeschooling At-Taqwa Surabaya dengan tujuan meningkatkan literasi peduli lingkungan melalui pembelajaran langsung di lapangan. Pendekatan deep learning yang diterapkan berorientasi pada tiga prinsip utama, yakni Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.

Beragam aktivitas edukatif dilaksanakan di kawasan Taman Raya Mangrove Surabaya sebagai ruang belajar terbuka. Para siswa diajak mengeksplorasi ekosistem pesisir, memahami pentingnya menjaga kelestarian mangrove, serta memperkuat literasi lingkungan secara kontekstual.

Dalam keterangannya, Johari Mustawan yang akrab disapa Bang Jo mengapresiasi sinergi antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya melalui Bidang Pendidikan Non Formal, pihak Kecamatan Wiyung, serta PKBM At-Taqwa yang telah berkolaborasi membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam mengentaskan anak terancam putus sekolah.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan tidak ada anak Surabaya yang kehilangan hak atas pendidikan.
“Kolaborasi ini sangat penting agar anak-anak yang sempat terancam putus sekolah tetap memiliki kesempatan belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Saat ini, Program KRISNA telah berjalan di sembilan lokasi di Kota Surabaya, yakni Manukan Tandes, Ngagel Rejo, Genteng, Pabean Cantikan, Rungkut, Semampir, Krembangan, Wiyung, dan Bulak.

Program KRISNA merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi anak putus sekolah atau belum bersekolah. Program ini menawarkan pendidikan nonformal melalui kejar Paket A, B, dan C secara gratis dengan menggandeng PKBM sebagai mitra pelaksana.

Selain memberikan akses pendidikan kesetaraan, KRISNA juga menitikberatkan pada pemberdayaan, keterampilan kerja, serta fleksibilitas waktu belajar bagi warga kurang mampu agar tetap dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Jo juga menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat belajar dan percaya diri menempuh jalur pendidikan nonformal.
“Jangan pernah minder karena jalur pendidikan yang ditempuh berbeda. Banyak tokoh sukses lahir dari pendidikan informal. Bermimpilah setinggi langit, lalu kejar mimpi itu dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi muda Surabaya yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, percaya diri, serta siap meraih masa depan yang lebih baik.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular