Surabaya – Lensaparlemen.id
Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam meresmikan Kampung Pancasila di RW 02, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari pengamat kebijakan publik sekaligus tokoh masyarakat, Isa Ansori.
Menurut Isa, program Kampung Pancasila merupakan upaya nyata dalam merawat “jiwa” kota di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap mendorong kehidupan menjadi lebih individualistik.
Ia menegaskan bahwa Kampung Pancasila yang berlokasi di Jl. Krembangan Bhakti No. 42 bukan sekadar simbol administratif, melainkan ruang hidup yang membumikan nilai-nilai kebangsaan secara konkret.
“Kampung Pancasila adalah pernyataan tegas bahwa Surabaya menolak menjadi kota yang dingin dan individualistik. Di sini, Pancasila tidak berhenti sebagai teks, tapi hadir dalam tindakan sehari-hari seperti gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar Isa Ansori, Jumat (17/4/2026).
Ia juga menilai pemilihan kampung sebagai titik awal penguatan nilai-nilai kebangsaan adalah langkah yang tepat. Pasalnya, kampung merupakan ruang paling dekat dengan kehidupan warga sehingga proses internalisasi nilai kemanusiaan dan keadilan dapat berjalan lebih efektif.
Lebih lanjut, Isa menyoroti pentingnya konsep keberlanjutan yang diusung dalam program tersebut. Ia menekankan bahwa keberlanjutan kota tidak hanya ditentukan oleh aspek lingkungan, tetapi juga ketahanan sosial masyarakat.
“Kota yang berkelanjutan adalah kota yang warganya saling mengenal dan menjaga. Dengan adanya Kampung Pancasila, rasa aman tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar karena pengawasan aparat. Inilah fondasi kota yang bermartabat,” jelasnya.
Isa juga mengapresiasi visi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang berupaya membawa Surabaya ke tingkat internasional tanpa meninggalkan identitas lokal.
Menurutnya, Kampung Pancasila menjadi semacam filter sekaligus peneguh jati diri kota di tengah arus globalisasi.
“Dari Krembangan Bhakti kita belajar bahwa untuk melangkah jauh ke masa depan, kita justru harus menguatkan akar. Surabaya sedang menunjukkan pada dunia bagaimana cara menjadi kota modern yang tetap punya hati,” pungkasnya.
Reporter: Bambang
Editor: Redaksi





