Surabaya – Lensapatlemen.id
Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga tangguh yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan Badan Koordinasi Nasional Gerakan Mencegah daripada Mengobati (BAKORNAS GMDM) DPW Kota Surabaya di kawasan Gunawangsa Tidar, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan bertema “Perempuan Tangguh Tanpa Narkoba” ini dihadiri puluhan peserta yang mayoritas perempuan. Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan meskipun telah melewati bulan Syawal.

Anggota DPRD Kota Surabaya sekaligus Dewan Pembina GMDM Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar utama keluarga sekaligus penentu masa depan bangsa. Ia mengutip pepatah Arab “An-Nisa Imaduddin” yang bermakna perempuan adalah tiang negara.
“Perempuan harus tangguh di segala aspek kehidupan, tidak hanya dalam rumah tangga, tetapi juga mampu menjalankan berbagai peran secara bersamaan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti realitas sosial bahwa perempuan kerap menjadi pihak yang paling terdampak dalam persoalan keluarga, termasuk dalam pembiayaan pendidikan anak dan tekanan ekonomi. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan besarnya tanggung jawab perempuan dalam keluarga.
Perempuan masa kini harus mandiri, berdaya, serta aktif mengambil peran strategis, dengan tetap membangun kemitraan yang harmonis bersama laki-laki.
Dalam konteks pencegahan narkoba, Zuhrotul menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng utama.
“Keluarga adalah garis pertahanan pertama. Jika keluarga kuat, maka ancaman seperti narkoba dapat dicegah sejak dini,” jelasnya.
Ia juga mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik secara fisik, mental, maupun intelektual. Perempuan diharapkan mampu menjadi pengelola keuangan, penjaga kesehatan keluarga, sekaligus pendidik utama bagi anak-anak dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, sosok Kartini masa kini adalah perempuan yang cerdas, mandiri, berakhlak, berkarakter kuat, serta mampu menguasai teknologi dan menjadi agen perubahan di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.
“Jika perempuan kuat dan berdaya, maka negara pun akan kuat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk terus mempererat silaturahmi sebagai bagian dari nilai sosial yang memperkuat persatuan.
Sementara itu, perwakilan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya, IPDA Kusnomo, SH., turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan penghargaan kepada Ketua GMDM Jawa Timur Yayu Wahyuningsih serta Dewan Pembina GMDM Kota Surabaya atas inisiatif kegiatan.

Ia juga mengucapkan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan yang hadir dan berharap para ibu dapat menjadi sosok tangguh serta inspiratif bagi anak-anaknya.
“Kami berharap para ibu dapat menjadi perempuan hebat yang mampu membimbing anak-anak dalam meraih cita-cita,” ujarnya.
IPDA Kusnomo menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian, organisasi masyarakat, dan keluarga dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia menyebutkan bahwa angka penyalahgunaan narkoba masih menunjukkan tren peningkatan.
“Diperlukan kerja sama semua pihak. Informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam upaya pengendalian peredaran narkoba,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pelaku tindak kriminal, seperti pencurian kendaraan bermotor, memiliki latar belakang sebagai pengguna narkoba. Ketergantungan tersebut kerap mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk pergaulan, komunikasi digital, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal.
“Mulai dari keluarga sendiri. Bangun komunikasi yang baik dan jangan ragu memantau lingkungan anak-anak kita,” tegasnya.
IPDA Kusnomo menambahkan, keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada niat individu untuk berhenti dari penyalahgunaan narkoba.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, khususnya di Kota Surabaya.
“Semoga Surabaya menjadi kota yang benar-benar bebas dari narkoba,” pungkasnya.
Reporter: Bambang
Editor: Redaksi





