Senin, April 20, 2026
BerandaPOLITIK PEMERINTAHANMuscab ke-10 PPP Surabaya: Seleksi Ketat Pengurus Demi Pileg 2029

Muscab ke-10 PPP Surabaya: Seleksi Ketat Pengurus Demi Pileg 2029

Surabaya — Lensaparlemen.id
Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Surabaya menjadi momentum penting dalam melakukan regenerasi kepengurusan sekaligus memperkuat struktur partai menghadapi kontestasi politik mendatang.

Anggota DPRD Kota Surabaya dari PPP, Agus Mashuri, menegaskan bahwa Muscab kali ini diharapkan mampu melahirkan sosok pengurus baru yang lebih solid, kompeten, dan berdampak positif bagi kemajuan partai.

“Harapan ke depan dengan adanya Muscab ini adalah munculnya pengurus baru yang bisa membawa PPP menjadi lebih baik,” ujarnya kepada media Lensaparlemen.id, Senin (20/4/2026).

Menurut Agus, tantangan menuju Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 akan semakin berat seiring meningkatnya persaingan antarpartai politik. Karena itu, dibutuhkan kader-kader yang militan dan siap bekerja keras untuk memenangkan kontestasi.

“Pileg ke depan membutuhkan kerja keras karena persaingan semakin tinggi. Maka kader yang dipilih harus benar-benar militan dan siap tempur,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses pemilihan pengurus harus dilakukan secara selektif dan terukur. Peran tim formatur dinilai krusial dalam menyusun struktur kepengurusan yang efektif dan mampu bekerja maksimal di setiap daerah pemilihan.

“Formatur harus bisa mengoordinasikan serta mengusulkan nama-nama yang benar-benar mampu membawa dampak positif bagi PPP di setiap dapil,” jelas Agus.

Terkait komposisi pengurus baru, Agus menyebut hingga saat ini belum ada nama yang diajukan ke tingkat pusat.
Muscab yang telah digelar masih berada pada tahap musyawarah awal sebelum masuk ke proses pembentukan formatur.

“Belum ada nama yang diusulkan. Masih tahap musyawarah, selanjutnya akan dibentuk formatur dari unsur PAC, DPC, DPW hingga DPP,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sesuai prosedur partai, penyusunan kepengurusan baru ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 20 hari kerja setelah Muscab. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan pasca demisionernya pengurus sebelumnya.

“Targetnya sekitar 20 hari kerja hingga terbit SK kepengurusan baru agar tidak terjadi kekosongan,” ujarnya.

Lebih jauh, Agus menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga tingkat bawah, mulai dari ranting, PAC, hingga DPC. Menurutnya, kepengurusan tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus diisi oleh individu yang memahami tugas dan fungsi serta siap bekerja aktif.

“Pengurus jangan hanya sekadar nama. Mereka harus paham tupoksi dan benar-benar bekerja. Kita butuh struktur yang kuat dari tingkat ranting hingga DPC,” tegasnya.

Ia berharap proses seleksi kepengurusan dalam Muscab ini mampu menghasilkan kader-kader yang benar-benar siap menghadapi kontestasi politik 2029.

“Harapan kami, kader yang terpilih benar-benar siap tempur. Jangan hanya tercantum namanya, tetapi tidak berkontribusi,” pungkasnya.

Dengan regenerasi kepengurusan yang matang dan penguatan struktur organisasi, PPP Surabaya optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pileg 2029 mendatang.

Reporter: Bambang
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular