Selasa, Mei 5, 2026
BerandaNASIONALIndonesia Pinjamkan Komodo ke Jepang, DPRD Surabaya Apresiasi Langkah KBS

Indonesia Pinjamkan Komodo ke Jepang, DPRD Surabaya Apresiasi Langkah KBS

Kerja sama dengan iZoo dinilai jadi tonggak penting konservasi satwa langka sekaligus perkuat posisi Indonesia di tingkat global

Surabaya — Lensaparlemen.id
Perusahaan Umum Daerah Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjalin kerja sama internasional melalui skema tukar-pinjaman satwa komodo dengan kebun binatang reptil terbesar di Jepang, iZoo. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan pada Rabu (29/4/2026).

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengapresiasi langkah tersebut dan menilai sebagai capaian strategis dalam penguatan fungsi konservasi.

“Komodo merupakan salah satu satwa unggulan yang berhasil dikembangbiakkan di KBS. Ini bukan hanya soal penangkaran, tetapi juga bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas pengelolaan satwa di Surabaya,” ujarnya di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (4/5/2026).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menyebut, kerja sama ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan konservasi, riset, serta pertukaran pengetahuan antar lembaga internasional.

Menurutnya, keberhasilan KBS menembus kerja sama global menunjukkan bahwa lembaga konservasi daerah mampu berkontribusi dalam pelestarian satwa langka di tingkat dunia.

“Ini juga menjadi bagian dari diplomasi lingkungan. Indonesia tidak hanya menjaga, tetapi juga berperan aktif dalam konservasi global,” katanya.

Dalam kerja sama tersebut, dua ekor komodo hasil pengembangbiakan KBS berusia antara 8 hingga 12 tahun akan dipinjamkan ke Jepang. Pihak mitra telah menyiapkan fasilitas khusus berupa kandang indoor dengan teknologi pengatur suhu yang menyerupai habitat asli komodo.

Lingkungan buatan tersebut mencakup elemen batuan, suhu, serta lanskap savana guna memastikan kenyamanan dan keberlangsungan hidup satwa.

Selain itu, kedua pihak sepakat melakukan pengawasan bersama terhadap kondisi satwa. Pihak Jepang berkewajiban memberikan laporan berkala terkait kesehatan dan perkembangan komodo, begitu pula sebaliknya terhadap satwa yang dipinjamkan ke Surabaya.

Yuga menekankan pentingnya transfer pengetahuan dalam kerja sama tersebut, termasuk peluang pengembangbiakan komodo di luar negeri.

“Jika berkembang biak di Jepang, maka itu menjadi kontribusi penting bagi konservasi global. Ini kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Perumda KBS, Nurika Widyasanti, memastikan program peminjaman telah melalui evaluasi pemerintah pusat dan tidak mengganggu proses penangkaran di KBS.

Saat ini, populasi komodo di KBS tercatat lebih dari 50 ekor.

“Setelah masa peminjaman selama lima tahun, komodo akan dikembalikan ke KBS. Proses administrasi masih berjalan, dan pengiriman akan dilakukan setelah satwa dari pihak Jepang tiba di Surabaya,” jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model konservasi ex-situ, yakni pelestarian satwa di luar habitat aslinya, sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Reporter: Bambang
Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular