Surabaya | lensaparlemen.id
23/1/206 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), resmi meluncurkan inovasi digital Mechanic Smart Assistant (MSA), sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk mempercepat proses diagnosis fault code dan event code pada peralatan Rubber Tyred Gantry (RTG), Container Crane (CC), serta Mechanical Equipment (ME).
Peluncuran MSA dilakukan dalam rangkaian Expo Inovasi SPTP yang berlangsung pada Jumat (24/1) di Lobby Pelindo Place Office Tower, Surabaya. Inovasi besutan TPS tersebut berhasil menembus jajaran The Best Six SPTP Group dari total 30 nominasi inovasi terbaik di lingkungan SPTP Group.
MSA dikembangkan sebagai upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan potensi kerugian akibat downtime peralatan. Selama ini, mekanik membutuhkan waktu sekitar 30–60 menit untuk menelusuri arti failure code melalui buku manual atau basis data yang terpisah.
Kondisi tersebut menyebabkan inefisiensi waktu hingga 6,45 jam per bulan, dengan estimasi potensi kerugian mencapai Rp354,6 juta per tahun.
Platform MSA lahir dari pengalaman langsung para mekanik di lapangan yang kerap menghadapi berbagai gangguan teknis secara bersamaan. Aplikasi ini memungkinkan akses informasi teknis peralatan secara cepat dan mudah, baik melalui perangkat mobile maupun komputer.
“Mekanik sering mengalami kesulitan dalam mencari arti kode gangguan. MSA mempermudah proses itu menjadi jauh lebih cepat,” ujar Sukarsono, Leader Shift Group D RTG TPS.
Dengan implementasi MSA, waktu diagnosis gangguan kini dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit. Kehadiran sistem ini juga dinilai mampu mempercepat learning time mekanik, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital.
Proses pembelajaran yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih dari enam bulan kini dapat dipangkas menjadi kurang dari tiga bulan.
Ke depan, MSA disiapkan sebagai bagian dari program transformasi digital perusahaan, khususnya dalam standardisasi proses Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance.
TPS telah merancang roadmap pengembangan MSA dalam empat tahap pengembangan.
Keberhasilan MSA masuk dalam jajaran The Best Six inovasi di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas menjadi bukti bahwa inovasi ini dinilai relevan, solutif, serta memiliki potensi pengembangan yang luas.
Kami optimistis MSA dapat direplikasi di unit Pelindo Group lainnya serta menjadi model pengembangan teknologi yang mendukung produktivitas dan keselamatan kerja.
TPS akan terus mendorong inovasi yang memberikan dampak langsung bagi pelanggan dan pemangku kepentingan.
MSA adalah bagian dari langkah berkelanjutan kami dalam memastikan operasional terminal berjalan lebih efisien, lebih aman, dan lebih berdaya saing di era digital,” tambahnya.
Tentang PT Terminal Petikemas Surabaya
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) merupakan penyedia layanan jasa dalam mata rantai logistik, khususnya petikemas ekspor dan impor di Indonesia.
Sebagai salah satu anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang merupakan Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group, TPS tercatat sebagai terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security/ISPS Code) sejak Juli 2004.
Pada 1 Oktober 2021, Pelindo I, II, III, dan IV resmi bergabung menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sebagai bagian dari upaya penyederhanaan dan peningkatan kualitas layanan. Tahapan lanjutan dari integrasi tersebut dilakukan melalui standardisasi layanan serta penguatan inovasi guna meningkatkan kinerja perusahaan agar terus tumbuh dan selaras dengan dinamika serta perkembangan industri kepelabuhanan.
Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensa Parlemen





