Sabtu, April 4, 2026
BerandaSURABAYA RAYATekan Banjir Surabaya, Eri Cahyadi Fokus Koneksi Drainase dan Rumah Pompa

Tekan Banjir Surabaya, Eri Cahyadi Fokus Koneksi Drainase dan Rumah Pompa

Surabaya — Lensaparlemen.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan upaya penanganan banjir dan genangan air melalui penguatan koneksi saluran drainase hingga optimalisasi rumah pompa di berbagai titik.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan rumah pompa, tetapi juga pada sistem konektivitas antar saluran air dari kawasan permukiman hingga saluran utama.

“Saluran yang ada kita koneksikan, setelah itu baru dimasukkan ke rumah pompa dan dibuang ke laut. Ini yang terus kami lakukan,” ujar Eri, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, integrasi sistem drainase menjadi kunci utama agar aliran air tidak terhambat dan mampu mengurangi potensi genangan saat curah hujan tinggi.

Meski demikian, Pemkot Surabaya masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama tingginya biaya operasional rumah pompa yang bergantung pada konsumsi listrik.

Eri mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN serta mengajukan dukungan ke pemerintah pusat agar biaya listrik untuk fasilitas publik tersebut dapat ditekan.

“Ini untuk kepentingan masyarakat luas, bukan individu. Karena itu kami berharap ada kebijakan khusus untuk operasional rumah pompa,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot Surabaya juga berencana membangun rumah pompa baru di kawasan Simo Kalangan dan Tanjungsari.

Selain itu, normalisasi dan pengembalian fungsi saluran air di kawasan Kalianak juga menjadi prioritas. Pasalnya, kondisi sungai di wilayah tersebut mengalami penyempitan signifikan akibat padatnya permukiman.

“Dulu lebarnya bisa mencapai 30 meter, sekarang tinggal sekitar 50 sentimeter. Ini harus dikembalikan fungsinya,” tegas Eri.

Eri menambahkan, penataan kawasan bantaran sungai tidak bisa dilakukan tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan persuasif terus dilakukan untuk menghindari konflik.

“Kita perlu saling memahami. Ini bukan soal siapa yang kuat, tapi bagaimana kita bersama-sama mengatasi banjir,” pungkasnya.

Dengan langkah strategis tersebut, Pemkot Surabaya optimistis dapat menekan potensi banjir sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur drainase kota secara berkelanjutan.

Reporter: B4M | Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular