Arsip Tag: Pemkot Surabaya

Shalat Idul Fitri di Taman Surya, Wali Kota Eri Siap Jadikan Surabaya Lebih Baik Pasca Ramadhan Membetuk Kampung Madani

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA, Tak lama setelah shalat subuh usai, takbir terus berkumandang di Taman Surya halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (10/4/2022). Warga Kota Surabaya pun terus berdatangan dari berbagai penjuru arah. Pasalnya, di Taman Surya Balai Kota Surabaya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kembali Shalat Idul Fitri 1445 hijriah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama keluarganya, istri dan kedua anaknya juga tiba di Taman Surya. Alunan takbir pun terus berkumandang kala itu. Sesekali, panitia Shalat Eid mengumumkan bahwa Shalat Eid akan dilakukan tepat pukul 06.00 WIB, sehingga mereka meminta kepada jamaah yang masih ada di perjalanan diminta untuk segera mempercepat langkahnya dan diminta untuk segera menempati shaf yang telah disiapkan.

Tepat pukul 06.00 WIB, Shalat Eid pun dilakukan. Yang bertindak sebagai imam Shalat Eid adalah KH. Abdul Hamid Syarifuddin yang merupakan Qori’ nasional dan juga Imam di Masjid Nasional Al- Akbar. Kemudian yang bertindak sebagai khotib dalam pelaksanaan Shalat Eid di Taman Surya adalah Prof. Akh Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D yang merupakan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam ceramahnya, ia membawakan ceramah bertema “Menjadi Lebih Baik Pasca Ramadhan”. Salah satu cara supaya pasca ramadhan bisa mengubah hidup seseorang adalah dengan cara tidak meninggalkan qiyamullail dan juga jangan pernah tinggalkan ibadah sosial selama ramadhan.

Sementara itu, Wali Kota Eri memuji ceramah yang disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya itu. Bagi dia, ceramahnya luar biasa. Pasalnya, setelah ramadhan diimbau supaya ibadahnya lebih baik karena ibadah itu tidak hanya shalat, tilawatil quran, tapi ibadah itu juga bagaimana ekosistem kebajikan terus berjalan.

“Nah, apa yang disampaikan oleh beliau ini sama dengan bagaimana ketika saya menyampaikan ada Kampung Madani pasca Bulan Ramadhan. Ketika ramadhan bisa memberi takjil, maka sebenarnya fisolofi memberikan takjil itu memberikan makan kepada orang yang membutuhkan, maka jangan pernah berhenti setelah ramadhan,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai muslim yang baik seharusnya memang meningkatkan ibadah pasca ramadhan, seperti infaq dan shodakoh harus tetap jalan sehingga tidak perlu menunggu satu tahun lagi di bulan Ramadhan. Setelah itu juga membagikan takjil atau memberikan makan kepada saudaranya atau tetangganya harus tetap jalan.

Wali Kota Eri kembali mengapresiasi sang khatibnya yang luar biasa karena sudah mengingatkan bahwa persoalan stunting, kemiskinan dan juga lingkungan termasuk banjir dan sebagainya, tidak bisa kalau hanya diserahkan kepada pemerintahannya. Namun, masyarakatnya juga harus ikut berkontribusi dalam menjaga kebersihan, bagaimana masyarakatnya bisa menjaga pola hidup dan sebagainya.

“Itulah sejatinya filosofi islam. Oleh karena itu, dengan kekuatan bulan Ramadhan maka kita akan membentuk Kampung Madani di Kota Surabaya pasca ramadhan,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan terimakasih kepada warga Kota Surabaya karena selama bulan Ramadhan tidak ada kejadian yang menonjol di Kota Pahlawan. “Makanya saya selalu bilang bahwa Surabaya bisa seperti ini bukan karena pemerintahannya, tapi karena kebersamaan warganya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia memohon kepada warga Kota Surabaya untuk terus menjalankan kekuatan umat muslim, terus menjaga toleransi beragamanya. Menurutnya, kalau kekuatan umat muslim dan kekuatan toleransi beragama ini terus dijalankan, maka Surabaya akan jauh lebih baik daripada hari ini.

“Saya semakin yakin dengan kekuatan umat muslim dan kekuatan toleransi beragama ini, maka kita bisa membangun kekuatan mental yang ada di Kota Surabaya dengan membentuk Kampung Madani,” pungkasnya. (B4M)

 

Satpol PP Surabaya Berhasil Amankan Puluhan Botol Minuman Beralkohol Selama Ramadan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA, Satpol PP Kota Surabaya berhasil mengamankan 72 botol minuman beralkohol (mihol), dalam pengawasan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) selama Ramadhan. Minuman beralkohol yang dijual saat bulan Ramadhan itu, didapat dari enam lokasi RHU di wilayah Kota Surabaya.

Pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya tentang pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M di Kota Surabaya.

“Semalam (Senin, 8/4/2024), kami menemukan lagi satu bar yang menjual minuman beralkohol. Kami dapati saat melakukan pengecekan pada struk pembelian pengunjung. Sebagai barang bukti kami amankan sebanyak 20 botol minuman beralkohol,” kata Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser, Selasa (9/4/2024).

Fikser menegaskan bahwa selama Ramadan, Satpol PP Surabaya rutin melakukan pengawasan RHU di Kota Surabaya.

“Selama bulan suci Ramadan ini, kami masif melakukan pengawasan terhadap RHU yang ada di Surabaya ini. Baik itu wilayah Pusat, Timur, Utara, Selatan maupun Barat, kami lakukan monitoring,” tegasnya.

Pengawasan RHU yang dilakukan oleh Satpol PP Surabaya merupakan langkah penegakkan aturan terkait operasional tempat hiburan malam selama Bulan Ramadhan 1445 Hijriah.

“Ada beberapa tempat yang beroperasi dan masih menjual minuman beralkohol sehingga kami lakukan penegakkan Perda di lokasi-lokasi tersebut,” ungkapnya.

Minuman beralkohol yang diamankan oleh Satpol PP Surabaya tak hanya disita dari diskotik, melainkan dari semua tempat yang menjual minuman beralkohol.

“Semua kami sisir, mulai dari diskotik, dan toko yang khusus menjual minuman beralkohol. Kemarin ada juga bar dan resto, sampai kafe kami datangi juga untuk memastikan ketaatan mereka terhadap SE yang telah dibuat,” jelasnya.

Dalam operasi pengawasan RHU, Satpol PP Surabaya tak hanya memasang stiker pelanggaran, namun petugas juga mengamankan barang bukti berupa botol minuman beralkohol. Selanjutnya, diberikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Fikser juga menambahkan, pada giat pengawasan RHU ini, pihaknya turut berkoordinasi dengan Perangkat Daerah (PD) terkait yang berkesinambungan dengan giat pengawasan tersebut.

“Kami tidak sendiri, kami turut dibantu oleh dinas-dinas terkait seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan, dan beberapa dinas lainnya, dan juga ada jajaran samping,” pungkasnya. (B4M)

Warga Surabaya Dilarang Menyalakan Petasan hingga Diminta Antisipasi Pengemis Musiman, Jelang Hari Raya

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Peningkatan Pemeliharaan Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Kota Surabaya Menjelang Idul Fitri 1445 H / 2024 M dan Libur Panjang. SE bernomor 100.3.4.3 /6835/436.8.6/2024 itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tertanggal 4 April 2024.

Dalam SE tersebut, Wali Kota Eri mengimbau dan bahkan meminta warga untuk memperhatikan sejumlah hal. Pertama, Takmir Masjid atau Musholla atau Warga untuk pembagian Zakat Maal diimbau untuk memberitahukan kegiatan kepada aparat keamanan setempat, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan atau gangguan keamanan. Pelaksanaan kegiatan Takbir di Masjid atau Mushola di wilayah masing-masing, diimbau tidak melakukan Takbir Keliling dengan menggunakan kendaraan terbuka atau truk atau pick up guna mencegah terjadinya kecelakaan.

“Dan Sholat Idul Fitri 1445 H / 2024 M dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dan mengikuti kebijakan Pemerintah yang berlaku dengan tetap memelihara kebersihan,” tulis SE tersebut.

Kedua, mengaktifkan Pam Swakarsa atau Siskamling yang ada di lingkungan tempat tinggal, tempat pekerjaan maupun tempat pendidikan untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif dan mencegah timbulnya gangguan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat khususnya kejadian 3C yaitu Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dan Pencurian kendaraan Bermotor (Curanmor).

Ketiga, RT/RW agar menginformasikan kepada warga di wilayah masing-masing untuk meningkatkan pengamanan barang milik warga dengan tidak sembarangan memarkir kendaraan bermotor di teras atau di tepi jalan, dan memastikan sudah terkunci ganda dan kunci rahasia atau alarm, serta mengunci rumah, menyalakan lampu teras, tidak meninggalkan hewan peliharaan, memeriksa dan memastikan kran air dalam kondisi tertutup, mematikan kompor, melepas regulator gas dari tabungnya, mencabut steker listrik atau peralatan elektronik saat rumah ditinggalkan.

Selain itu, diminta juga untuk meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan lingkungan sekitar terhadap orang tidak dikenal, warga pendatang atau penghuni kos-kosan dan adanya penduduk baru / Warga Negara Asing (WNA) dengan menempel pemberitahuan agar melapor 1 x 24 jam dengan membawa kartu identitas / surat-surat lengkap.

“Menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dan memberitahukan kepada RT / RW atau tetangga terdekat apabila akan berpergian pada saat libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H / 2024 M,” tegasnya.

Keempat, warga dilarang membuat, mengedarkan, menjual atau menyalakan petasan untuk mencegah terjadinya bahaya ledakan / kebakaran. Kelima, pengelola atau pelaku Usaha Rekreasi Hiburan Umum (RHU), Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) dan Pusat Perbelanjaan diimbau untuk menyelenggarakan Posko Pengamanan, melakukan pengecekan berkala pada keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas / wahana secara berkala untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung serta karyawan.

Selain itu, warga juga diimbau untuk melakukan mitigasi bencana alam dan non alam terhadap usahanya antara lain menentukan jalur evakuasi / titik kumpul dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka memberikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan pada pengunjung serta karyawan. “Mewaspadai terhadap penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) dan minuman beralkohol,” tulisnya.

Keenam, warga masyarakat, Pengusaha Angkutan / Transportasi, Biro Perjalanan Wisata (BPW) dan Agen Perjalanan Wisata (APW) agar menggunakan moda transportasi yang telah memenuhi standard kelaikan, dan prosedur keselamatan dari instansi yang berwenang dalam upaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Ketujuh, para Camat dan Lurah diminta untuk mengantisipasi adanya gelandangan atau pengemis musiman di wilayah masing-masing pada saat Malam Takbir / Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1445 H / 2024 M, dan harus berkoordinasi dengan Forkopimcam, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah masing- masing,” imbuhnya.

Kedelapan, mewaspadai perkembangan perubahan cuaca dan memperhatikan informasi BMKG terkait potensi bencana alam, dan menginformasikan situasi dan kondisi terkini kepada petugas dan masyarakat sekitar.

“Kesembilan, diimbau untuk melakukan lapor cepat pada kesempatan pertama kepada Aparat Keamanan setempat atau Command Center (Call Center 112) apabila terjadi gangguan Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Kejadian Kedaruratan,” pungkasnya. (B4M)

Wali Kota Eri Prioritaskan Bonus Demografi dalam Penyusunan RPJPD 2024-2045, Wujudkan SDM Unggul

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka langsung forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Surabaya tahun 2025-2045, di Graha Sawunggaling Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (2/4/2024). Musrenbang RPJPD menjadi titik penting dalam membangun pondasi pembangunan Kota Surabaya di dua puluh tahun ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, bonus demografi atau kelompok usia produktif menjadi prioritas utama Wali Kota Eri dalam penyusunan RPJPD 2025-2045. Karenanya, untuk menekan pengangguran di Kota Surabaya, jumlah penduduk dengan usia produktif atau angkatan kerja harus meningkatkan dan menggerakan kemampuannya sehingga bisa mendapatkan pekerjaan.

“Jadi memaksimalkan investasi yang ada untuk pergerakan ekonomi dan untuk menyelesaikan bonus demografi. Karena itulah dalam RPJPD 2025-2045, bagaimana kita bisa memanfaatkan bonus demografi itu yang terpenting,” kata Wali Kota Eri.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah melalui program 1 Keluarga Miskin (Gamis) 1 Sarjana, yang digagas langsung oleh Wali Kota Eri. Selanjutnya, jumlah mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi itu akan dipetakan berdasarkan program studi (prodi). Dengan demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat memperkirakan, serta memetakan proyeksi kebutuhan kota.

“Upaya komitmen salah satunya adalah 1 Keluarga Miskin 1 sarjana. Ketika sudah sarjana, kita tahu sarjana jurusan apa? Maka kita bisa memperkirakan di 5 tahun kedepan, kegiatan apa yang terbesar sehingga kita arahkan kesana,” terangnya.

Karenanya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Bahkan, IPM Kota Surabaya berada di angka 83,99 dengan kategori sangat tinggi menjadi modal untuk meraih hasil dari bonus demografi.

“Yang saya kuatkan adalah SDM, karena jika tidak menyelesaikan SDM maka semakin banyak orang yang masuk ke umur produktif tapi tidak memiliki kemampuan,” ujar dia.

Wali Kota Eri mengaku bahwa dalam merencanakan pembangunan selama dua puluh tahun ke depan bukanlah perkara yang mudah. Potensi perkembangan Industri di wilayah sekitar Surabaya harus mampu dimanfaatkan untuk dapat mendorong penguatan sektor perdagangan dan jasa di Kota Pahlawan agar perekonomian dapat tumbuh merata.

“Memaksimalkan investasi untuk pergerakan ekonomi dan menyelesaikan bonus demografi. Contoh di Margomulyo di belakangnya ada Kecamatan Asemrowo, Jalan Tambak Pring, berarti manfaatnya apa dari pergudangan? Maka harus bermanfaat untuk kampung sekitar. Sebetulnya Kampung Madani ini adalah pijakan untuk menuju kesana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan, RPJPD merupakan dokumen perencanaan daerah untuk periode dua puluh tahun. Penyusunan RPJPD ini menjadi momen penting karena selanjutnya akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Berdasarkan dengan timeline yang diamanatkan oleh Instruksi Menteri Dalam Negeri  nomor 11 tahun 2024, tentang Pedoman Penyusunan RPJPD tahun 2025-2045 maka Musrenbang RPJPD Kota Surabaya dilaksanakan pada minggu pertama bulan April 2024.

“RPJPD Kota Surabaya disusun dengan mempertimbangkan faktor internal sebagai modal pembangunan, capaian kinerja, permasalah yang perlu diselesaikan, serta faktor eksternal yang mempengaruhi pembangunan di masa depan. Masukan dalam Musrenbang ini selanjutnya akan kami tindaklanjuti dengan penyempurnaan rancangan akhir RPJPD dan penyelarasan akhir dengan RPJPD Provinsi Jatim, serta RPJP Nasional,” pungkasnya. (B4M)

Dishub Surabaya Antisipasi Kepadatan Arus Lalin di Tempat Wisata saat Libur Lebaran

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memprediksi arus lalu lintas di Kota Pahlawan akan relatif sepi saat libur Lebaran 1445 Hijriah. Hal ini dikarenakan Surabaya bukan merupakan kota lintasan mudik.

“Saat Lebaran, arus lalu lintas di Kota Surabaya cenderung longgar,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, Selasa (2/4/2024).

Namun, Tundjung mengingatkan bahwa kepadatan justru diprediksi terjadi di tempat-tempat wisata Surabaya. Seperti misalnya di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Wisata Kenjeran, dan Romokalisari Adventure Land.

“14 terminal juga kita siapkan saat Lebaran. Namun, biasanya terminal dalam kota tidak mengalami lonjakan penumpang. Lonjakan justru terjadi pada tempat wisata,” ujar Tundjung.

Tundjung menuturkan, kepadatan yang perlu diantisipasi saat libur Lebaran adalah di kawasan Jalan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Hal ini dikarenakan banyak warga dari luar daerah yang datang berlibur di KBS saat Lebaran.

“Kepadatan yang perlu diantisipasi adalah kemacetan di Wonokromo. Biasanya terjadi pada H+1, H+2, hingga menjelang Hari Raya Ketupat. Karena mereka kebanyakan pengunjung dari luar Kota Surabaya,” terangnya.

Dishub Surabaya memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi pada Sabtu dan Minggu (6-7 April 2024). Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada Senin (15 April 2024).

“Prediksi kami, puncak arus mudik terjadi antara Sabtu dan Minggu, dan puncak arus balik pada hari Senin. Hal ini dikarenakan hari Selasa merupakan hari kerja,” papar Tundjung.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan jajaran kepolisian, Dishub Surabaya memprediksi jumlah kendaraan yang ke luar dari Kota Pahlawan saat puncak arus mudik Lebaran akan mencapai di bawah 50 persen.

“Biasanya Surabaya lebih sepi saat Lebaran, sehingga prediksi kami jumlah kendaraan yang ke luar kota akan susut di bawah 50 persen. Hal ini dikarenakan banyak warga yang memilih berlibur ke luar kota,” pungkas dia. (B4M)

Pelanggan PDAM Surya Sembada Bisa Komplain 24 Jam Lewat Aplikasi CIS Selama Lebaran

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada, terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, mulai dari peremajaan pipa, peningkatan kualitas air, dan sebagainya. PDAM Surya Sembada memastikan, pada saat lebaran Idul Fitri 2024 nanti, pelayanan masih terus beroperasi seperti biasa.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Arief Wisnu Cahyono mengatakan, pelayanan selama lebaran tetap dilakukan selama 24 jam. “Tidak ada masalah, tetap sama seperti biasanya. Komplain juga tetap bisa dilayani,” kata Arief, Selasa (2/4/2024).

Arief menyampaikan kepada warga Surabaya, bagi yang berlangganan air PDAM Surya Sembada diharapkan dapat mengunduh aplikasi CIS (customer information system) melalui Playstore dan Appstore. Menurut Arief, aplikasi ini memudahkan pelanggan PDAM Surya Sembada, karena ada berbagai fitur pelayanan dan aduan di dalamnya.

Diantaranya, ada fitur Catat Meter Mandiri, Pengaduan pelanggan, Pendaftaran pemasangan sambungan baru, Update informasi layanan PDAM, informasi tagihan air, pembayaran tagihan air, serta informasi lainnya. “Dengan mendownload itu (aplikasi CIS) semua keluhan pembayaran apapun yang dibutuhkan oleh pelanggan, termasuk catat meter mandiri bisa melalui aplikasi sehingga lebih memudahkan,” terang Arief.

Ia memastikan, selama lebaran tahun ini tidak gangguan di unit produksi. Selain itu, ia berharap, selama libur lebaran nanti tidak ada pengerjaan box culvert yang dapat mengganggu saluran pipa PDAM.

Dirinya menyebutkan, dalam minggu ini juga akan melakukan koordinasi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya, terkait imbauan pengerjaan box culvert selama lebaran. “Kita juga akan berkoordinasi dengan OPD, sebenarnya kita juga sudah melakukan imbau melalui kelurahan dan sebagainya, karena skalanya banyak, kami agak sedikit kerepotan,” sebutnya.

Arief menambahkan, PDAM Surya Sembada juga akan menyiapkan 16 tangki air untuk mengantisipasi adanya hambatan aliran selama lebaran. “Tidak menunggu lebaran pun kami juga selalu standby, akan tetapi untuk lebaran ini kita lebih tingkatkan lagi jumlahnya. Karena kan galian-galian box culvert yang banyak dikerjakan oleh kelurahan-kelurahan, karena itu pengerjaanya menggunakan dana kelurahan. Maka dari itu, kita tingkatkan kapasitasnya,” tandasnya. (B4M)

Capai Rp 500 Juta Dalam Sepekan Event Ramadan Vaganza, Pemkot Surabaya Siap Fasilitasi Pelaku UMKM

LENSA PARLEMEN – SURABAYA

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi menutup event Ramadan Vaganza di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/3/2024). Dalam sepekan, sejak 25-31 Maret 2024, total transaksi ekonomi pada gelaran Ramadan Vaganza telah mencapai  Rp500 juta. Event Ramadan Vaganza ini bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung para pelaku UMKM di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir dimana Ramadan Vaganza adalah yang pertama kali diadakan di Balai Kota, ternyata sambutan dari masyarakat luar biasa, matur nuwun (terima kasih) untuk Bank Jatim dan Suara Surabaya Media,” kata Wali Kota Eri.

Karenanya, Wali Kota Eri berharap event tersebut dapat kembali diadakan di tahun berikutnya di Balai Kota Surabaya. Pemkot Surabaya pun siap memfasilitasi gelaran tersebut. Menurutnya, melalui Ramadan Vaganza dapat menggerakan UMKM sehingga perekonomian terus berputar.

“Ini kalau diadakan tahun depan bisa tambah ramai karena orang akan tahu kalau di Balai Kota ada Ramadan Vaganza. Maka dapat  menggerakan UMKM sehingga ekonomi di Kota Surabaya juga berjalan dengan luar biasa,” ujar dia.

Event Ramadan Vaganza ini diikuti oleh 98 UMKM. Bahkan, sejak digelar pada 25-31 Maret 2024, omzet Ramadan Vaganza dalam sepekan telah mencapai Rp 500 juta.

“Hari ini menjadi momen penting bagaimana kita bisa menyatukan, memunculkan, dan menggerakan ekonomi dengan kebersamaan. Omzet yang berputar selama satu pekan ini sebesar Rp 500 juta. Ini bisa kita lakukan lagi di tahun depan dengan konsep yang lebih menarik,” jelasnya.

Di sisi lain, Ramdan Vaganza menghadirkan berbagai macam jenis produk UMKM, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga fashion yang dijual dengan harga terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara seperti bazar Ramadan UMKM, pasar murah, serta aneka perlombaan. Aneka perlombaan itu, di antaranya, musik patrol, dan mewarnai. Ada pula street performance, live music, fashion show, hingga tausiah.

“Selain menjual makanan, tadi juga ada lomba, seperti patrol, fashion show, dan menggambar. Ini menunjukan bahwa Ramadan Vaganza yang diadakan Bank Jatim dan Suara Surabaya di Balai Kota juga memunculkan talenta anak-anak kita di Kota Surabaya,” terangnya.

Wali Kota Eri pun turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah menunjang kegiatan Ramadan Vaganza. Ia menegaskan bahwa di tahun berikutnya, Balai Kota Surabaya terbuka untuk gelaran Ramadan Vaganza.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang menunjang acara ini, Insyaallah Balai Kota terbuka untuk mengadakan Ramadan Vaganza di tahun depan sehingga bisa lebih menggerakan ekonomi,” pungkasnya. (B4M)

Dapati 2 RHU Jual Mihol saat Ramadan, Satpol PP Surabaya Sita 24 Botol hingga Lakukan Penyegelan!

LENSA PARLEMEN – SURABAYA     

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satpol PP Surabaya masih mendapati tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang menjual minuman beralkohol (mihol). Yakni, terdapat 2 RHU yang masih nekat menjual mihol.

“Semalam (Rabu, 27/3/2024), kami lakukan pengawasan keempat lokasi RHU. Dua di antaranya melakukan pelanggaran. Mereka kedapatan masih menjual minuman beralkohol pada bulan suci Ramadhan ini,” Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira, Kamis (28/7/2024).

Dari hasil pengawasan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 24 botol minuman beralkohol dengan berbagai jenis. “Kami amankan ada 24 botol, dari dua kelab malam masing-masing 12 botol. Dua kelab malam itu lokasinya sama-sama berada di wilayah Surabaya Barat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, selain mengamankan barang bukti berupa botol minuman alkohol, pihaknya juga memasang stiker pelanggaran sebagai bentuk penindakan terhadap pelanggaran ketentuan dari SE yang berlaku.

“Untuk barang bukti kami bawa, nantinya akan kami berikan sanksi berupa sidang tindak pidana ringan (tipiring),” jelasnya.

Yudhis menyebutkan, pengawasan RHU yang dilakukan pihaknya sebagai langkah penegakkan aturan terkait operasional tempat RHU selama Bulan Suci Ramadhan.

“Karena sudah jelas di SE Walikota tertulis  pemilik usaha dilarang memajang, mengedarkan, menjual dan / atau menyajikan minuman beralkohol selama bulan Suci Ramadhan, sehingga jika ada tempat yang kedapatan melanggar, akan kami tindak tegas,” ujar dia.

Oleh karena itu, Yudhis menegaskan kepada para pelaku usaha untuk menaati SE Walikota yang berlaku. “Jika mereka kedapatan tidak tertib, maka akan kami kenakan sanksi. Upaya yang kami lakukan ini untuk memastikan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku, dan kami terus berupaya menjaga, ketertiban, keamanan dan kenyamanan warga kota Surabaya,” pungkasnya.

Sebagai diketahui, memasuki minggu ketiga Bulan Ramadan, Satpol PP Surabaya telah mendapati 5 RHU yang buka, di antaranya 3 kelab malam, 1 restoran, dan 1 tempat billiard. Kelima RHU itu melanggar Surat Edaran (SE)  Walikota Nomor: 100.3.4/4839/436.8.6/2024 tentang pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M di Kota Surabaya. (B4M)

Satpol PP Surabaya Temukan Kelab Malam yang Jual Mihol saat Ramadan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satpol PP Surabaya rutin melakukan pengawasan terhadap sejumlah tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) di wilayah Kota Surabaya. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tempat hiburan malam tidak beroperasi selama bulan Ramadhan.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, pihaknya mendatangi sembilan lokasi guna memastikan tidak ada aktivitas hiburan malam selama bulan Ramadan, pada Jumat (22/3/2024) malam.

“Semalam kami lakukan pengawasan, kami cek ada 9 lokasi RHU, ini merupakan tindak lanjut dari SE yang dikeluarkan Walikota tentang aturan menghentikan kegiatan usaha  selama bulan Ramadhan ini,” kata Fikser, Sabtu (23/4/2024).

Dari hasil pengawasan yang dilakukan di sembilan lokasi itu, ditemukan satu tempat yang kedapatan masih menjual minuman beralkohol (mihol). Sedangkan delapan lokasi yang lain, sudah mematuhi aturan dengan menutup sementara usahanya atau tidak beroperasional.

“Kami temukan satu kelab malam yang masih menjual minuman beralkohol kepada pengunjung, saat kami ke lokasi di meja pengunjung masih ada gelas sisa berisi minuman beralkohol itu,” ungkapnya.

Karena telah melanggar SE yang berlaku, Satpol PP Surabaya bersama Perangkat Daerah (PD) terkait memasang stiker pelanggaran pada kelab malam tersebut. “Kami pasang stiker segel pelanggaran, karena tidak mematuhi surat edaran yang berlaku,” tegasnya.

Petugas langsung membawa barang bukti, yakni berupa satu kantong plastik berisi minuman beralkohol, serta gelas sisa milik pengunjung.

Oleh karena itu, Satpol PP Surabaya akan terus melakukan pengawasan ke seluruh lokasi RHU selama bulan Ramadhan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas dan kekhidmatan ibadah umat Islam selama Ramadan.

“Kami akan terus patroli, bersama dinas-dinas terkait, kita lakukan operasi untuk memastikan para pelaku usaha ini mematuhi aturan yang berlaku,” pungkasnya. (B4M)

Kolaborasi Baznas, Pemkot Surabaya dan Muzakki: Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah/Tahun 2024, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya berkolaborasi dengan Baznas Jawa Timur dan muzakki, menyalurkan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) kepada ribuan anak yatim serta keluarga miskin. Penyaluran ZIS tersebut, digelar di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada Sabtu (23/3/2024).

Acara penyaluran Zakat, Infaq dan Shadaqah, dihadiri langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani. Hadir pula, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Alhamdulillah acara hari ini menunjukkan bahwa kalau umat muslim bersatu, maka insyaallah tidak akan pernah ada kemiskinan di Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di sela acara penyaluran ZIS.

Karenanya, Wali Kota Eri mengajak masyarakat yang memiliki rezeki berlebih atau para muzakki, dapat menyalurkan ZIS melalui Baznas. Dimana data penerima ZIS di Surabaya, sebelumnya telah disinkronkan Baznas dengan data keluarga miskin pemkot.

“Ketika (kemiskinan) ini disentuh semuanya dengan anggaran pemerintah, ditambah zakat, infaq dan shodaqoh dari muzakki, maka insyaallah Surabaya ini sejahtera,” ujarnya.

Oleh sebabnya, ia mengucapkan terima kasih kepada Baznas Surabaya karena selama ini terus berjibaku membantu pemkot dalam mengentas kemiskinan. Bahkan, kali ini Baznas tak hanya memberikan santunan kepada 1000 anak yatim, tetapi juga menyerahkan 99 bantuan rombong dan modal usaha kepada warga miskin.

“Saya juga matur nuwun (terima kasih) kepada para ASN (Aparatur Sipil Negara) yang memberikan ZIS melalui Baznas. Semoga pemberian bantuan Zakat, Infaq dan Shodaqoh hari ini bisa membawa berkah bagi Kota Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Surabaya Moch Hamzah menjelaskan, selain penyerahan santunan kepada 1000 anak yatim, pihaknya juga mentasarufkan 4000 paket sembako kepada keluarga miskin di Kota Pahlawan.

“4000 paket sembako ini akan kita salurkan di masing-masing UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di 31 kecamatan Surabaya,” kata Moch Hamzah.

Selain paket sembako, di kesempatan yang sama, Baznas Surabaya juga menyalurkan 99 paket bantuan rombong dan modal usaha kepada keluarga miskin. Secara simbolis, bantuan ini diterima sejumlah perwakilan keluarga penerima di Taman Surya Balai Kota Surabaya.

“Yang keempat ada juga bantuan dari muzakki berupa 1000 paket zakat mal untuk keluarga miskin di Surabaya,” jelasnya.

Tidak lupa, Hamzah mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Eri atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Baznas dalam mengelola ZIS ASN Pemkot Surabaya. Bahkan, sejak awal berdiri, pengumpulan zakat dari ASN pemkot yang dilakukan Baznas Surabaya, perolehannya terbesar se Indonesia.

“Terima kasih, ini kebanggan kami sebagai warga Kota Surabaya. Atas kepercayaan Bapak Wali Kota Eri kepada kami sebagai pengelola zakat di Surabaya, kami mengucapkan terima kasih,” pungkasnya. (B4M)