Rabu, Maret 11, 2026
BerandaSURABAYA RAYASemarak Budaya Surabaya–Sidoarjo 2025: Komisi X DPR RI Dorong Perfilman Islami dan...

Semarak Budaya Surabaya–Sidoarjo 2025: Komisi X DPR RI Dorong Perfilman Islami dan Pelestarian Budaya Lokal

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Program Semarak Budaya kembali digelar di wilayah Surabaya dan Sidoarjo sebagai bagian dari kemitraan antara Kementerian Kebudayaan dan Komisi X DPR RI. Memasuki pelaksanaan yang ke-9, kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji, Aula Gedung Zam-Zam, Sukolilo, Surabaya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, yang sekaligus memberikan sambutan dalam agenda bertema Seminar Perfilman Islami pada Minggu (23/11/2025).

Dalam keterangannya, Reni menegaskan bahwa Semarak Budaya dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warga akar rumput hingga pelaku UMKM dan komunitas seni.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari amanah saya sebagai anggota Komisi X DPR RI. Kami berupaya membawa program kebudayaan langsung ke tengah masyarakat, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo,” ujarnya.

Ragam Kegiatan: Layang-Layang, Kuliner Madura, hingga Festival Perahu Hias

Rangkaian Semarak Budaya dimeriahkan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara luas. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu turut mengikuti permainan di festival layang-layang. Tak hanya itu, festival bubur Madura juga digelar dengan menghadirkan para pedagang dari kampung-kampung mayoritas warga Madura.

“Mereka punya aktivitas ekonomi, mereka membuat bubur Madura, dan kita support. Banyak warga hadir, ada tampilan seni budaya, juga UMKM,” lanjut Reni.

Kesenian tradisional Jula-Juli, khas Suroboyoan yang sarat kritik sosial dan humor Arek Suroboyo, juga turut tampil. Agenda lain yang menarik adalah festival perahu hias serta sajian kuliner ikan asap di kawasan Tambak Wedi, dekat Jembatan Suramadu.

Peran Film dalam Pelestarian Budaya

Dalam sambutannya, Reni menyoroti pentingnya film sebagai media pelestarian budaya daerah. Ia mendorong para pemuda untuk menciptakan karya film yang mengangkat identitas lokal.

“Melalui film, para pemuda bisa mempromosikan kebudayaan daerah agar dikenal di segala penjuru. Film adalah media yang kuat untuk menyampaikan nilai, kisah, dan kekayaan budaya kita,” tegas Reni.

Perfilman Islami: Mengangkat Budaya Tanpa Lepas dari Nilai Keislaman

Ketua Panitia Semarak Budaya 2025, Rizal, menyebutkan bahwa seminar tahun ini mengusung tema Peran Pemuda dalam Perfilman Budaya melalui Perfilman Islami. Seminar menghadirkan beberapa narasumber, mulai dari Anggota Komisi X DPR RI, pendakwah dari Jakarta, hingga dosen sastra Jawa Timur.

“Harapannya, teman-teman pemuda bisa mengangkat budaya kita melalui film tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Peserta seminar berasal dari berbagai kampus di Surabaya dan Sidoarjo, di antaranya ITS, UNAIR, UNESA, UINSA, UPN, dan LIPIA.

Ruang Kreativitas dan Penguatan Ekonomi Berbasis Budaya

Melalui agenda edukasi hingga hiburan, Semarak Budaya diharapkan menjadi ruang tumbuhnya kreativitas generasi muda, pelestarian seni tradisi, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis budaya.

Program ini dijadwalkan terus berlanjut dengan beragam kegiatan yang merangkul komunitas dan memperluas partisipasi publik dalam pemajuan kebudayaan.

B4M/Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments