Jumat, Mei 1, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYABaktiono Dorong PD Pasar Surya Revitalisasi 20 Pasar Surabaya Tanpa Bebani APBD

Baktiono Dorong PD Pasar Surya Revitalisasi 20 Pasar Surabaya Tanpa Bebani APBD

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Baktiono, menegaskan pentingnya peran PD Pasar Surya dalam meningkatkan kualitas pasar-pasar rakyat di Kota Pahlawan. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat Panitia Khusus RPJMD bersama jajaran Direksi PD Pasar Surya pada Sabtu (28/6).

“Dalam rapat hari ini, pansus mengundang PD Pasar Surya, yang dihadiri oleh Direktur dan jajaran. Fokus kami adalah agar pasar-pasar rakyat yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Surya bisa ditingkatkan kualitasnya – mulai dari kebersihan, ketertiban, hingga daya tarik bagi pengunjung. Dengan demikian, pendapatan dan dividen yang dihasilkan pun dapat meningkat,” ujar Baktiono kepada media lensaparlemen.id, usai rapat pansus RPJMD, Sabtu (28/6).

Ia menyoroti kondisi pasar-pasar di Surabaya yang dinilai stagnan dan kurang berkembang selama bertahun-tahun. “Kami tidak ingin pasar-pasar di Surabaya, seperti Pasar Tunjungan dan puluhan pasar lainnya yang jumlahnya mencapai 80, terus dibiarkan dalam kondisi yang sama. Sudah saatnya dilakukan perubahan yang nyata,” tegasnya.

Menurut Baktiono, solusi revitalisasi pasar bisa dilakukan melalui kolaborasi investasi. Ia mendorong PD Pasar Surya agar aktif mencari investor untuk mengembangkan pasar dengan skema Build Operate Transfer (BOT), tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya.

“Setiap pasar sudah memiliki potensi—ada nama, lokasi, pedagang, pembeli, serta leveransir atau pemasok barang. Artinya, ekosistemnya sudah terbentuk dan sangat potensial. Maka dari itu, kehadiran investor akan berdampak luas,” ujarnya.

Baktiono mengingatkan bahwa skema BOT ini bukan hal baru. Pada era Wali Kota Bambang DH, telah dilakukan pembangunan Pasar Tambahrejo (kini dikenal sebagai Kasa atau Pasar Kerampung) dan Pasar Wonokromo (Darma Trade Center) melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Demikian pula di masa Wali Kota Tri Rismaharini dengan pembangunan Pasar Turi.

“Prinsipnya, APBD tidak digunakan. Investor membangun pasar, para pedagang tetap bisa berjualan di lokasi tersebut, sementara lantai atasnya dikelola oleh investor sesuai perjanjian selama 20 hingga 30 tahun sebelum dikembalikan ke Pemerintah Kota,” jelasnya.

Dalam rapat, Direktur PD Pasar Surya menyatakan kesanggupannya menghadirkan empat investor untuk merealisasikan proyek BOT tersebut. Namun, Baktiono menyatakan hal itu belum cukup.

“Pansus tidak puas dengan hanya empat pasar. Dari total 80 pasar di Surabaya, kami menargetkan paling tidak 20 pasar bisa direvitalisasi dengan menggandeng investor melalui skema BOT pada periode 2025–2029,” tegasnya.

Rapat pun ditunda untuk memberi waktu kepada PD Pasar Surya menjalin komunikasi dan penjajakan lebih lanjut dengan mitra bisnis. “Kami ingin mereka berpikir lebih luas, membuka peluang yang lebih besar, dan menghadirkan lebih dari empat investor. Minimal 20 pasar harus bisa direvitalisasi,” ujarnya.

Baktiono menambahkan bahwa Pansus RPJMD akan kembali mengundang PD Pasar Surya untuk merumuskan kesepakatan yang konkret mengenai target dan tahapan pelaksanaan pembangunan pasar tanpa menggunakan dana APBD. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular