LENSA PARLEMEN
Surabaya – Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menggelar Kejuaraan Bola Voli Reni Astuti Cup antar-kecamatan se-Surabaya pada 28–29 November 2025 di Gelora Pancasila Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan antara Komisi X DPR RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Ajang perdana ini digagas oleh Reni Astuti, anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo). Dalam penyelenggaraannya, kejuaraan dikemas dalam format Kejurda dan bekerja sama dengan PBVSI, sehingga seluruh pertandingan memenuhi standar kompetisi resmi, mulai dari regulasi hingga kualifikasi wasit.
Sebanyak 31 tim bola voli putri yang mewakili 31 kecamatan se-Surabaya turut ambil bagian. Voli dipilih sebagai cabang olahraga karena paling merata diminati di setiap kecamatan. Menariknya, Reni Astuti sendiri memiliki latar belakang sebagai atlet voli, sehingga kehadirannya di lapangan sekaligus menjadi momen nostalgia—bahkan ia ikut bermain dalam laga ekshibisi pembuka.
Dalam sambutannya, Reni menegaskan bahwa pemerintah terus memberi perhatian besar pada pengembangan talenta muda, termasuk melalui beasiswa LPDP bagi atlet berprestasi dari jenjang S1 hingga S3. Ia juga menekankan pentingnya olahraga bagi pembangunan fisik dan mental generasi muda—kebugaran, kekuatan, kerja sama, hingga sportivitas tumbuh dari aktivitas positif seperti olahraga voli.
Sebagai anggota Komisi X, Reni Astuti menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana olahraga, khususnya bagi warga Surabaya dan Sidoarjo.
Penutupan Kejuaraan
Pada 29 November 2025, penutupan Kejuaraan Bola Voli Reni Astuti Cup berlangsung meriah. Reni menyampaikan rasa syukur karena seluruh pertandingan berjalan lancar tanpa kendala berarti; bahkan tim medis tidak perlu menangani insiden serius.
PBVSI melalui Edi Swasono, selaku pelaksana, mengumumkan para juara sebagai berikut:
Kategori Juara Utama
Juara I – Kecamatan Lakarsantri
Piagam penghargaan + uang pembinaan Rp 8.250.000
Juara II – Kecamatan Jambangan
Piagam penghargaan + uang pembinaan Rp 5.500.000
Juara III – Kecamatan Kenjeran
Piagam penghargaan + uang pembinaan Rp 2.750.000
Juara IV – Kecamatan Rungkut
Piagam penghargaan + uang pembinaan Rp 2.200.000
Kategori Suporter
Suporter terbanyak: Tambaksari
Suporter terkreatif: Dukuh Pakis
Suporter terheboh: Jambangan
Kategori Khusus Pemain
Pemain tertua: Ibu Titik Sulaningsih (Rungkut), usia 68 tahun
Pemain termuda: Elmira Kanza Attalia (Rungkut), usia 12 tahun
Masing-masing penerima apresiasi kategori khusus mendapatkan uang penghargaan Rp 500.000.
Reni Astuti mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan memberikan semangat bagi peserta yang belum meraih juara. Ia menegaskan bahwa kompetisi bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga sarana menguji kemampuan serta menggali potensi atlet dari tiap kecamatan.
Reni berharap ajang ini dapat melahirkan talenta terbaik yang ke depan dapat dipantau oleh PBVSI. Kehadiran peserta muda, termasuk atlet dari kelas 6 SD, menunjukkan bahwa potensi besar dapat muncul sejak usia dini.
Menutup acara, Reni menyampaikan harapan besarnya agar dari Surabaya dan Jawa Timur lahir atlet-atlet hebat—bahkan “Megawati-Megawati baru” yang kelak mampu memperkuat tim nasional dan tampil di level dunia.





