Rabu, Februari 11, 2026
BerandaSURABAYA RAYASurabaya Berduka, “Cak Awi” Dominikus Adi Sutarwijono Tutup Usia

Surabaya Berduka, “Cak Awi” Dominikus Adi Sutarwijono Tutup Usia

Surabaya | lensaparlemen.id
Kabar duka menyelimuti Kota Pahlawan. Ketua DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa malam (10/2).

Politikus yang akrab disapa Cak Awi tersebut mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta.

Kabar berpulangnya tokoh penting politik Surabaya ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono.

“Iya, kami mendapat kabar beliau meninggal malam hari ini,” ujar Budi saat memberikan konfirmasi singkat kepada media.

Cak Awi meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Meski kondisi kesehatannya sempat menurun, almarhum dikenal tetap menjalankan tugas pelayanan publik dan memimpin koordinasi legislatif di Surabaya hingga masa-masa terakhir.

Pihak keluarga melalui keterangan resmi menyampaikan permohonan doa kepada seluruh masyarakat Surabaya. Almarhum dikenang sebagai pribadi yang bersahaja, religius, serta memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum mendapatkan ketenteraman di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tulis perwakilan keluarga.

Selama menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono dikenal sebagai aktivis dan politisi senior yang mampu merangkul berbagai golongan. Di bawah kepemimpinannya, DPRD Surabaya dinilai menjadi ruang dialog yang lebih inklusif bagi kepentingan warga.

Hingga berita ini diturunkan, ucapan belasungkawa terus mengalir dari jajaran pejabat pemerintahan, tokoh lintas agama, hingga masyarakat luas. Terkait rencana pemulangan jenazah dan jadwal pemakaman, pihak keluarga serta Sekretariat DPRD Surabaya belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut.

Kepergian Cak Awi menjadi kehilangan besar bagi dinamika politik dan sosial di Kota Surabaya. Ia meninggalkan warisan kepemimpinan, kebijakan, serta semangat dialog yang kuat bagi para kolega dan masyarakat.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments