Sabtu, April 18, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKata AH Thony, Terkait Tidak Mendapatkan Undangan Upacara 17 Agustus di Balai...

Kata AH Thony, Terkait Tidak Mendapatkan Undangan Upacara 17 Agustus di Balai Kota

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Masih seputar AH Thony yang tidak mendapat undangan untuk mengikuti Upacara 17 Agustus di Balai Kota Surabaya, dan tidak mendapatkan penghargaan dari Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

Pihak Sekwan, Musdiq Ali Suhudi Sekretaris DPRD Yos Sudarso Kota Surabaya, menjawab konfirmasi dari media, bahwa pihak nya telah melakukan penelusuran ke berbagai pihak, dan hasilnya AH Thony sudah menerima undangan perayaan hari kemerdekaan ke 79 tahun di Balai Kota

“Sudah saya cek, undangan dari pemkot untuk upacara pagi tersebut sudah dikirim ke beliau lewat Asprinya, dan menurut asprinya sudah disampaikan kepada AH Thony,” jelas Musdiq, dikutip dari beberapa media.

Diberitakan sebelumnya, ketidakhadiran AH Thony menjadi pertanyaan berbagai pihak, terutama warga Surabaya. Bahkan, nama AH Thony juga tidak dipanggil saat penyerahan penghargaan yang diberikan kepada para Pemimpin Dewan.

Mengenai hal ini, ditanggapi oleh salah satu staff/aspri AH Thony. Dimana sehari-hari para aspri yang berjumlah 3 orang ini berkantor di gedung DPRD Yos Sudarso Surabaya.

“Iya betul, kami yang bertugas menerima undangan tersebut, tapi kemarin yang saya terima dan saya taruh di meja beliau hanya undangan yang diperuntukkan untuk acara malam Tasyakuran saja, sedang undangan Upacara tanggal 17 Agustus belum ada. Tapi kami sudah dapat info ada, cuma masih belum di ambil dan terima karena yang dititipi tidak ada ditempat,” ujarnya, Senin (19/8).

“Supaya hal ini tidak berkembang dan menyalahkan siapa-siapa, untuk masalah ini, salahkan kami saja,” tambahnya.

Sementara AH Thony saat ditemui oleh media ini di kantor DPRD Surabaya tampak ceria dan tidak ada gurat kekecewaan sama sekali, sambil menunjukkan tas berisi baju, jarit, dan keris yang sedianya akan di kenakan di Upacara Kemerdekaan RI ke 79 kemarin.

Dengan blangkon dipakai diatas kepala, beliau menyatakan wejangan yang menyentuh, “Wis gak usah di gawe congkrah, mengko mundak tatanan sing wis apik iso dadi bubrah (Sudah, tidak perlu dibuat gaduh, yang sudah ditata baik nanti bisa jadi bubar, red),” kata politisi Gerindra dengan senyum khasnya.

“Anggep wae anane ora ono undangan mau di anggep kecelakaan wae, ben situasi kota tetep adem tentrem, lan kabeh podo iso nrimo sak jroning ati kathi lego. Aku ora di undang, opo maneh ora entuk penghargaan ora opo-opo, rapopo kok, ora getun, ora gelo, mergo ora ono sing kurang, Tak trimo kanthi leganing dodo (Anggap saja masalah undangan itu kecelakaan saja, Biar situasi kota tetap dingin dan tentram, juga semua bisa menerima dengan legowo. Saya tidak diundang Ndak masalah, Ndak dapat penghargaan juga tidak apa-apa. Tidak kecewa, karena tidak mengurangi apapun. Saya terima dengan lapang dada, red),” tuturnya.

Dan AH Thony mengakhiri wejangannya dengan gestur wajah teduh khas AH Thony, benar-benar tidak ingin lagi memperpanjang kisruh mengenai Undangan Upacara atau pun dirinya yang tidak menerima penghargaan dari walikota Eri Cahyadi. (***/B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular