Rabu, Januari 14, 2026
BerandaPENDIDIKANKadispendik Surabaya Febrina Kusumawati Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan 2026

Kadispendik Surabaya Febrina Kusumawati Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan 2026

LENSAPARLEMEN.ID – Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya yang baru dilantik pada Januari 2026, Febrina Kusumawati, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Pahlawan.

Hal tersebut disampaikan Febrina saat ditemui Lensaparlemen.id, Rabu (7/1/2026), ketika ditanya mengenai langkah strategis yang akan ia tempuh selama tahun 2026 sebagai pucuk pimpinan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Febrina mengungkapkan bahwa pada masa awal kepemimpinannya, ia memilih untuk terlebih dahulu mempelajari secara menyeluruh substansi tugas serta program-program yang telah berjalan di lingkungan Dinas Pendidikan.

“Yang sudah baik tentu kita lanjutkan. Yang masih perlu disempurnakan, itu yang akan kita perbaiki agar menjadi jauh lebih baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, amanah yang diberikan Wali Kota Surabaya harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya.

Program Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Pendidikan

Terkait program wajib belajar 13 tahun yang sebelumnya dibahas bersama Komisi D DPRD Kota Surabaya, Febrina menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Program ini difokuskan pada pemerataan akses pendidikan serta peningkatan mutu sarana dan prasarana sekolah, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan fasilitas pendidikan yang memadai.

“Intinya bagaimana anak-anak di wilayah tempat sekolah itu benar-benar bisa difasilitasi dengan pendidikan yang kaya dan bermutu,” jelasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas

Febrina menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, Dinas Pendidikan harus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari guru, perguruan tinggi, hingga orang tua murid.

“Pendidikan itu harus kita garap bersama. Pemerintah kota hadir, tetapi kita tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara lingkungan rumah dan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter dan kualitas peserta didik.

“Tidak bisa kalau di sekolah sudah bagus, tapi di rumah tidak sejalan, atau sebaliknya. Semua harus gandeng tangan,” imbuhnya.

Sosialisasi Program Pengaturan Penggunaan Gawai

Menanggapi kebijakan Wali Kota Surabaya terkait program pengaturan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan, Febrina menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Dalam waktu dekat akan kita sosialisasikan terlebih dahulu. Semuanya harus kita jelaskan agar program ini bisa dijaga dan diawasi bersama,” katanya.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah kota dalam memberikan pelayanan terbaik bagi dunia pendidikan di Surabaya.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan mengabari ketika sudah saatnya dilakukan sosialisasi,” pungkas Febrina.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments