Jumat, April 24, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - Ddr Zurohtul Mar'ah Melaksanakan Uji Coba Program MBG di SD Bina Karya...

dr Zurohtul Mar’ah Melaksanakan Uji Coba Program MBG di SD Bina Karya Surabaya

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota DPRD Surabaya, dr. Zurohtul Mar’ah, dan juga menjabat anggota Komisi D yang membidangi pendidikan dan kesehatan, melaksanakan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Bina Karya, Jalan Tambak Asri 150, Morokrembangan, Kec. Krembangan, Surabaya, Jum’at, (13/12). Program ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memastikan keberhasilan distribusi makanan bergizi di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan uji coba ini, sebanyak 300 siswa dari berbagai kelas di SD Bina Karya diberikan kesempatan untuk menikmati menu makan bergizi yang dirancang untuk mencakup kebutuhan gizi seimbang. Setiap porsi makanan yang disediakan memiliki anggaran sekitar Rp 10.000 per anak, yang terdiri dari karbohidrat, lauk nabati dan hewani, serta sayuran. Menu yang disajikan pada uji coba kali ini meliputi sayur sop, tahu goreng, dan ayam goreng tanpa susu.

Menurut dr. Zuroh, pelaksanaan program ini bertujuan untuk memberikan makanan sehat dan bergizi kepada siswa sekaligus mendidik mereka tentang pentingnya pola makan yang baik.

dr. Zuroh juga menyatakan, pentingnya melibatkan kantin sekolah dalam penyajian makanan, meskipun dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Salah satu kebijakan baru yang diterapkan dalam uji coba ini adalah siswa diminta untuk membawa peralatan makan sendiri, seperti piring, agar mereka bisa menikmati makanan dengan lebih nyaman di tempat.

“Untuk uji coba ini, kami membagi waktu penyajian makanan dalam tiga kelompok: kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4, serta kelas 5 dan 6. Kami juga ingin membudayakan antrian yang tertib agar siswa dapat belajar disiplin dan tertib saat menerima makanan,” ujar dr. Zuroh, saat ditemui media lensaparlemen.id diruang kerja, lantai 6 gedung DPRD Surabaya, Senin, (16/12).

dr Zurohtul Mar’ah, saat uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Bina Karya, Jalan Tambak Asri 150, Morokrembangan, Kec. Krembangan, Surabaya, Jum’at, (13/12). 

Namun, setelah dilakukan evaluasi terhadap uji coba tersebut, ditemukan beberapa temuan yang menjadi bahan pertimbangan untuk penyempurnaan program ke depan. Di kelas 1 dan 2, banyak makanan yang tidak habis atau tersisa, sementara di kelas 3 dan 4, makanan habis dengan cepat. Di kelas 5 dan 6, porsi makanan bahkan harus ditambah karena banyak siswa yang meminta lebih. Menyikapi hal ini, dr. Zuroh memberikan masukan agar porsi dan jenis makanan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok umur. Untuk kelas 1 dan 2, menu makan harus lebih lembut agar mudah dikonsumsi, seperti nasi yang lebih lembek dan daging yang lebih empuk, seperti pentol atau tahu goreng.

“Evaluasi ini sangat berharga untuk perbaikan program. Kami harus lebih cermat dalam menyesuaikan makanan dengan karakteristik usia anak-anak. Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak dapat menikmati makanan bergizi yang disediakan,” jelas dr. Zurohtul Mar’ah, legislator Partai Amanat Nasional (PAN).

Selain itu, ia juga berharap agar kantin sekolah dapat berperan lebih aktif dalam penyajian makanan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya terletak pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada upaya mendidik anak-anak untuk memahami pentingnya makan sehat. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan program ini dapat membentuk kebiasaan makan yang lebih baik di kalangan siswa.

dr. Zuroh berharap bahwa evaluasi dari uji coba ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis di masa depan.

“Penyesuaian terhadap menu dan porsi yang tepat akan memastikan setiap siswa mendapatkan manfaat maksimal dari program ini, yang bertujuan untuk mendukung kesehatan dan perkembangan mereka,” pungkasnya. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular