Kamis, April 23, 2026
BerandaKESEHATANWamenkes Dorong Percepatan Penanggulangan TB 2026, Target Eliminasi 2030 Dikejar

Wamenkes Dorong Percepatan Penanggulangan TB 2026, Target Eliminasi 2030 Dikejar

Jakarta – Lensaparlemen.id
23 April 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan pentingnya percepatan implementasi program penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui langkah yang lebih terukur, kolaboratif, dan berdampak.

Hal tersebut disampaikan dalam Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Implementasi Program Tuberkulosis Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

TB Masih Jadi Tantangan Besar di Indonesia

Dalam sambutannya, Wamenkes menyebut bahwa TB masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat, baik secara global maupun nasional. Indonesia bahkan masih termasuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

“Penanggulangan TB harus menjadi prioritas bersama, dengan kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, dan kepemimpinan yang kuat di seluruh tingkatan pemerintahan,” ujar dr. Benjamin.

Ia menambahkan, capaian indikator program TB pada awal tahun 2026 masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, investigasi kontak, hingga pemberian terapi pencegahan.

“Situasi ini harus kita jawab dengan langkah yang lebih cepat, lebih terukur, dan lebih berdampak,” tegasnya.

Langkah Strategis Percepatan Program TB

Menurut Wamenkes, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program serta mengidentifikasi hambatan di lapangan.

Beberapa langkah kunci yang ditekankan antara lain:

Penguatan penemuan kasus secara aktif

Memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas

Percepatan terapi pencegahan

Optimalisasi peran pemerintah daerah

Pemanfaatan data yang akurat dan real-time

“Jangan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kita harus aktif menemukan kasus melalui skrining kelompok berisiko dan investigasi kontak,” jelasnya.

Pentingnya Pencegahan dan Peran Komunitas

Wamenkes juga menyoroti pentingnya memastikan tidak ada pasien yang putus obat serta memperkuat dukungan komunitas dalam pendampingan pasien.

“Pencegahan sama pentingnya dengan pengobatan. Terapi pencegahan harus dipercepat, terutama bagi kontak serumah, anak-anak, dan kelompok rentan,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan penggunaan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan serta pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Eliminasi TB tidak bisa dikerjakan oleh sektor kesehatan saja. Kita membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan mitra pembangunan,” ujarnya.

Optimisme Target Eliminasi TB 2030

Menutup sambutannya, Wamenkes menyampaikan optimisme bahwa target eliminasi TB tahun 2030 dapat dicapai dengan komitmen dan kerja bersama yang konsisten.

“Target eliminasi TB 2030 bukan hal yang mudah, namun sangat mungkin dicapai jika kita bekerja bersama secara konsisten. Pertemuan ini harus menghasilkan langkah nyata untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari TB,” pungkasnya.

Editor: Redaksi Lensa Parlemen
Sumber: Kementerian Kesehatan RI

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular