Surabaya – Lensaparlemen.id
23 April 2026, Di tengah isu kenaikan harga BBM dan LPG akibat dinamika global, Hiswana Migas Jawa Timur memastikan distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan aman dan terkendali. Penyesuaian pasokan yang terjadi belakangan ini disebut sebagai langkah strategis untuk pemerataan, bukan karena kelangkaan.
Sekretaris DPD V Hiswana Migas Jawa Timur, Tri Prakoso, menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu distribusi LPG dari agen ke pangkalan memang tidak selalu mencapai 100 persen. Saat ini, alokasi disesuaikan menjadi sekitar 75 persen agar seluruh wilayah tetap mendapatkan pasokan.
“Kalau biasanya pangkalan mendapat alokasi penuh, kini disesuaikan menjadi sekitar 75 persen. Yang penting semua wilayah tetap mendapatkan distribusi,” ujarnya.
Menurut Tri, kebijakan ini penting untuk mencegah kekosongan stok di wilayah tertentu, sekaligus menjaga keseimbangan distribusi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Hiswana Migas Jawa Timur terus melakukan pengawasan terhadap pola konsumsi LPG di lapangan, khususnya pada pangkalan dengan tingkat penarikan tinggi. Indikasi yang menjadi perhatian adalah ketika stok LPG habis sebelum siang hari.
“Indikasinya terlihat ketika stok pangkalan habis sebelum pukul 12 siang. Ini menjadi perhatian kami, apakah karena kebutuhan riil masyarakat atau ada potensi lain,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, sistem pelaporan stok diterapkan secara rutin. Setiap pangkalan diwajibkan melaporkan kondisi persediaan setiap hari pada pukul 11.00 melalui sistem terintegrasi.
“Dengan laporan harian tersebut, potensi kekosongan bisa segera diantisipasi,” tambahnya.
Tri menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha di sektor hilir migas wajib mematuhi regulasi pemerintah, baik dari Kementerian ESDM maupun Pertamina. Kepatuhan tersebut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas distribusi dan mencegah penyimpangan.
“Kami diaudit oleh berbagai lembaga. Kalau tidak mengikuti aturan, konsekuensinya jelas dan bisa merugikan,” tegasnya.
Hiswana Migas Jawa Timur juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah di sektor energi.
“Pada prinsipnya, kami tegak lurus mendukung kebijakan pemerintah. Apa pun langkah yang diambil, kami siap menjalankan dan mengawal di lapangan,” ujar Tri.
Di tingkat lapangan, sejumlah pedagang LPG di Surabaya memastikan kondisi stok masih relatif aman dan harga tetap stabil.
Cak Mat (45), pedagang LPG di kawasan Bulak Banteng, mengaku pasokan yang diterimanya berjalan normal.
“Stok tidak pernah kurang, tetap ada terus. Harga juga masih normal, tidak ada kenaikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mbak Kar, pedagang di wilayah Setro, Surabaya. Ia memastikan distribusi LPG masih lancar dan masyarakat tetap bisa membeli seperti biasa.
“Selama ini aman, tidak ada kelangkaan. Harga juga tetap sesuai ketentuan,” katanya.
Di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang dinamis, Tri mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu yang belum pasti, termasuk terkait potensi kenaikan harga BBM dan LPG.
“Kondisi global memang dinamis. Potensi kenaikan itu ada, tetapi kami yakin pemerintah akan mengambil langkah terbaik untuk melindungi masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah selama ini telah menanggung beban besar untuk menjaga harga energi tetap terjangkau.
“Selisih harga antara subsidi dan harga pasar sangat besar. Artinya pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Tri Prakoso mengimbau masyarakat, khususnya di Jawa Timur, untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi situasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan sabar. Pemerintah pasti memiliki solusi terbaik di tengah kondisi global yang tidak menentu,” pungkasnya.
Reporter: Bambang
Editor: Redaksi





