Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menilai aset daerah yang belum dimanfaatkan bisa menjadi sumber pendapatan baru sekaligus mendukung ekonomi kerakyatan.
Surabaya – Lensaparlemen.id
DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan lahan tidur dan aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tantangan fiskal yang dihadapi sejumlah pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menilai masih banyak aset milik Pemkot Surabaya yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Kaji Ipuk itu mengatakan lahan-lahan milik Pemkot yang tidak digunakan dapat dikelola melalui sistem sewa sesuai nilai ekonomisnya dengan tetap berpihak pada penguatan ekonomi masyarakat kecil.
“Lahan-lahan Pemkot yang tidak digunakan memungkinkan dilakukan dengan sistem sewa yang sesuai nilai. Tujuannya agar semangat ekonomi kecil bisa mendapatkan sarana fasilitas,” ujar Kaji Ipuk, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, optimalisasi aset daerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat fiskal daerah tanpa harus membebani masyarakat melalui kebijakan baru.
Selain lahan tidur, DPRD Surabaya juga mendorong pemanfaatan aset publik seperti taman kota untuk penempatan reklame yang lebih tertata dan memiliki kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Kaji Ipuk menyebut pengelolaan reklame yang tertib dan profesional dapat menjadi salah satu sumber pemasukan baru bagi kas daerah sekaligus mempercantik tata kota.
“Potensi aset daerah harus dimaksimalkan. Selama dikelola dengan baik dan tertata, itu bisa menjadi pemasukan tambahan bagi daerah,” katanya.
Terkait pembiayaan pembangunan, DPRD Surabaya juga membuka peluang penggunaan skema pinjaman alternatif untuk proyek-proyek strategis yang memiliki nilai investasi jangka panjang.
“Pinjaman alternatif didorong untuk membiayai sesuatu yang memungkinkan nilainya akan naik. Jadi justru kita malah untung,” jelasnya.
Sementara itu, terkait target APBD Kota Surabaya tahun 2029 yang diproyeksikan mencapai Rp20 triliun, Kaji Ipuk menegaskan DPRD akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah kota untuk merumuskan strategi pencapaiannya.
“Masih baru dilantik, nanti akan dibahas lebih lanjut bersama,” pungkasnya.
Optimalisasi aset daerah dinilai menjadi salah satu langkah realistis untuk memperkuat ketahanan fiskal Kota Surabaya di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
Reporter: Bambang
Editor: Redaksi





