Targetkan 415 Ribu Unit Usaha, Data Dijamin Rahasia untuk Perencanaan Pembangunan
Surabaya – Lensaparlemen.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam pendataan yang berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 itu, BPS menargetkan sekitar 415 ribu unit usaha di Kota Surabaya, mulai UMKM hingga perusahaan besar.
BPS Surabaya memastikan seluruh data yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 bersifat rahasia dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Pendataan dilakukan murni sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sensus ekonomi tersebut. Menurutnya, data yang akurat dan terpercaya sangat dibutuhkan pemerintah untuk membaca kondisi ekonomi daerah maupun nasional.
“Sensus Ekonomi BPS ini adalah upaya strategis pemerintah untuk memperoleh data yang akurat, lengkap, dan terpercaya mengenai kondisi perekonomian nasional,” kata Eri, Kamis (7/5/2026).
Eri berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi dan tantangan ekonomi di Kota Pahlawan. Karena itu, ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk aktif berpartisipasi dalam pendataan.
“Kami berharap Sensus Ekonomi ini mampu memberi gambaran menyeluruh mengenai potensi dan tantangan ekonomi di Kota Surabaya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memberikan informasi yang jujur dan lengkap kepada petugas sensus supaya data yang diperoleh sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.
“Saya mengajak seluruh pelaku usaha dan warga Kota Surabaya untuk bersama-sama mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang jujur dan lengkap sesuai kondisi sebenarnya,” katanya.
Menurut Eri, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam mengambil keputusan dan merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran bagi masyarakat.
“Karena Sensus Ekonomi BPS ini akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Mari warga Kota Surabaya, kita sukseskan Sensus Ekonomi BPS tahun 2026,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menjelaskan data yang dikumpulkan dalam sensus meliputi identitas usaha, nomor induk berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, hingga aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset usaha.
Namun demikian, Arrief menegaskan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan tidak akan dipakai untuk kepentingan pajak.
“Data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat. Tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Jadi murni untuk kebutuhan perencanaan pembangunan, bukan untuk pajak,” ujar Arrief.
Untuk menjangkau seluruh potensi ekonomi di Surabaya, BPS akan menurunkan sekitar 1.900 petugas lapangan hingga Agustus 2026.
Pendataan tidak hanya dilakukan terhadap perusahaan, tetapi juga menyasar rumah tangga untuk menangkap aktivitas usaha rumahan dan sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang di Surabaya.
“Kami tidak bisa mengolah data tanpa dukungan dari pelaku usaha. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi kunci,” pungkasnya.
Reporter: Bambang
Editor: Redaksi





