Rabu, Maret 4, 2026
BerandaPENDIDIKANBelajar Demokrasi dari Gedung DPRD: Cara SMA LabSchool UNESA Menanamkan Literasi Politik...

Belajar Demokrasi dari Gedung DPRD: Cara SMA LabSchool UNESA Menanamkan Literasi Politik Sejak Dini

LENSAPARLEMEN.ID – Surabaya
Suasana berbeda terasa di Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (6/1/2026). Bukan rapat legislatif yang mendominasi ruangan, melainkan antusiasme para siswa kelas XII SMA Lab School UNESA yang datang untuk belajar langsung tentang demokrasi, politik, dan masa depan pendidikan mereka.

Kunjungan edukatif tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk menanamkan literasi politik sejak dini. Para siswa berdialog langsung dengan Komisi D DPRD Kota Surabaya, membahas bagaimana kebijakan publik lahir dan berpengaruh langsung terhadap kehidupan generasi muda.

Selama kunjungan berlangsung, siswa tampak aktif mencatat, merekam jalannya diskusi, serta berdiskusi antarkelompok saat sesi tanya jawab berlangsung di ruang sidang DPRD.

Johari Mustawan, anggota Komisi D DPRD Surabaya yang membidangi pendidikan, kesejahteraan rakyat, dan perlindungan anak, menegaskan bahwa literasi politik menjadi fondasi penting bagi generasi muda.

“Politik itu menghasilkan regulasi, mengatur masa depan pendidikan, dan menetapkan anggaran pendidikan. Kalau anak-anak muda tidak memahami politik, mereka akan sulit mengawal masa depan mereka sendiri,” ujar Johari.

Dalam forum tersebut, siswa diajak memahami bagaimana kebijakan pendidikan dirumuskan, mulai dari proses penganggaran, pemerataan akses pendidikan, hingga tantangan literasi digital di Kota Surabaya.

Ruang Diskusi yang Hidup
Diskusi berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi aktif mengajukan pertanyaan kritis.

Isu peran perempuan, perlindungan anak, serta keberpihakan kebijakan daerah terhadap kelompok rentan menjadi topik yang banyak menarik perhatian.

Johari menjelaskan bahwa DPRD memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan daerah berpihak pada perempuan dan anak, termasuk dalam pengawasan program serta penyusunan regulasi yang melindungi hak-hak mereka.

“Kami ingin siswa tahu bahwa DPRD hadir untuk mengawal kepentingan masyarakat, termasuk perempuan dan anak,” katanya.

Belajar di Luar Kelas, Menyentuh Realitas

Guru pendamping SMA Lab School UNESA, Lutviana Sriwahyu Wulandari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan luaran dari pembelajaran luar kelas mata pelajaran IPS.

Guru pendamping SMA Lab School UNESA (Foto:B4M)

Metode ini dipilih agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga realitas di lapangan.

“Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Anak-anak perlu melihat langsung bagaimana demokrasi bekerja dan bagaimana lembaga negara menjalankan fungsinya,” ujarnya.

Tema pembelajaran tahun ini mengangkat kearifan sejarah, pilar demokrasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Gedung DPRD dipilih sebagai ruang belajar karena relevan dengan tujuan tersebut.

Menangkal Stigma Negatif Politik
Di tengah derasnya arus informasi digital, Lutviana menilai penting bagi pelajar untuk memiliki pemahaman politik yang utuh dan kritis.

Menurutnya, banyak opini di media sosial yang menggiring pandangan bahwa politik selalu identik dengan hal negatif.

“Dengan bertemu langsung para pemangku kebijakan, siswa bisa melihat bahwa politik juga tentang pengabdian dan pengambilan keputusan untuk kepentingan publik,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan literasi politik siswa dan menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak usia sekolah.

Kunjungan SMA Lab School UNESA ke DPRD Surabaya menjadi contoh bagaimana pendidikan demokrasi dapat dilakukan secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa.

Dari ruang sidang DPRD, para pelajar belajar bahwa suara, partisipasi, dan pemahaman politik adalah bekal penting untuk menjadi warga negara yang kritis dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran sekolah dan tidak berkaitan dengan agenda politik praktis, melainkan berfokus pada pendidikan kewarganegaraan dan penguatan nilai demokrasi.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments