Surabaya – Lensaparlemen.id
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, meminta seluruh mitra kerja Komisi B memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama libur panjang Hari Raya Idul Fitri.
Hal tersebut disampaikan Baktiono kepada media Lensaparlemen.id, Senin (16/3/2026). Ia menegaskan bahwa meskipun sebagian kantor pemerintahan tutup selama masa libur, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan melalui sistem digital maupun petugas piket.
“Beberapa instansi memang tutup saat libur panjang. Tetapi pembayaran pajak daerah masih bisa dilakukan secara online karena sekarang sudah menggunakan sistem cashless,” kata Baktiono, politisi senior dari PDI Perjuangan.
Pembayaran Pajak Daerah Tetap Bisa Dilakukan Secara Online
Baktiono menjelaskan masyarakat Surabaya tetap dapat melakukan berbagai transaksi pembayaran pajak daerah tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Beberapa kewajiban pajak yang dapat dibayarkan secara digital antara lain:
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak restoran
Pajak hiburan
Pajak parkir
Pajak daerah lainnya
Menurutnya, sistem pembayaran digital tersebut memudahkan masyarakat sekaligus memastikan pelayanan tetap berjalan selama masa libur panjang.
“Jadi masyarakat tidak perlu datang langsung. Semua bisa dilakukan secara online,” ujarnya.
Distribusi Air PDAM Diminta Tetap Lancar
Selain layanan pajak, Baktiono juga menekankan pentingnya menjaga pelayanan dasar seperti distribusi air bersih selama libur Idul Fitri.
Ia meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tetap menyiagakan petugas agar tidak terjadi gangguan distribusi air kepada masyarakat.
“Jangan sampai di hari raya Idul Fitri ada air yang tidak mengalir atau tidak lancar. Pelayanan seperti ini harus tetap dijaga,” tegasnya.
Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, Baktiono menyarankan adanya sistem piket dan pembagian shift kerja bagi petugas layanan publik.
“Harus ada petugas yang berjaga. Tidak semuanya libur, karena kota ini harus tetap dijaga selama 24 jam,” katanya.
DPRD Dorong Sistem Pajak Parkir Berbasis Online
Dalam kesempatan tersebut, Baktiono juga menyoroti potensi pendapatan daerah dari sektor parkir, terutama di kawasan wisata dan pusat keramaian selama libur lebaran.
Ia mendorong agar sistem pembayaran parkir dapat terintegrasi secara digital sehingga transaksi dapat langsung terhubung dengan Badan Pendapatan Daerah.
“Pembayaran parkir sebaiknya sudah menggunakan sistem online di pintu masuk atau di tempat pembayaran sehingga bisa langsung terdeteksi oleh Badan Pendapatan Daerah,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan sistem parkir digital tersebut dapat meningkatkan transparansi sekaligus memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor parkir.
Reporter: B4M
Editor: Redaksi





