LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni SH, menerima penghargaan sebagai Politisi Muda Inspiratif dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 di Gedung Negara Grahadi, Senin (28/4/2025).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan konsistensi Arif Fathoni dalam membangun iklim politik yang dinamis dan inklusif. Ia dinilai berhasil mendorong partisipasi generasi muda untuk lebih aktif dalam berbagai proses politik di Surabaya.
Menanggapi penghargaan ini, Fathoni menyampaikan rasa syukur dan memaknainya sebagai dorongan moral untuk terus berkontribusi positif dalam dunia politik.
“Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh PWI Jatim sebagai Politisi Muda Inspiratif,” ujar Fathoni.
Ia juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para seniornya di Partai Golkar yang telah membimbing perjalanan politiknya selama ini.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk Kanda Adies Kadir, Kanda Sarmuji, dan Kanda Blegur Prijanggono yang telah membimbing saya menapaki anak tangga di Partai Golkar,” tutur mantan jurnalis itu.
Fathoni, yang akrab disapa Toni, mengaku bahwa penghargaan ini menjadi pemacu semangatnya untuk terus menjalankan kerja-kerja politik berbasis kemanusiaan, serta menggelorakan konsep politik asyik di Surabaya dan Jawa Timur.
Dia menekankan pentingnya membangun politik yang menyenangkan, cair, dan inklusif agar mampu menarik lebih banyak anak muda untuk terlibat.
“Kalau dunia politik diisi anak-anak muda, maka ruang politik akan semakin menjadi ruang yang menggembirakan,” kata Toni.
Sebagai mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Toni percaya bahwa dengan keterlibatan generasi muda, kualitas demokrasi akan terus meningkat. Ia pun berkomitmen untuk menjadikan politik sebagai wahana pengabdian kepada masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi pemantik saya untuk terus menggelorakan politik asyik di Surabaya dan Jawa Timur, sehingga dapat meningkatkan partisipasi warga, khususnya generasi muda, untuk menjadi subjek penting dalam khasanah perpolitikan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seorang politisi harus bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, sejalan dengan prinsip hidup yang selama ini ia pegang.
“Semoga dengan kepercayaan PWI Jatim ini, semakin menguatkan keyakinan kami bahwa politik bisa dijadikan jembatan menuju medan pengabdian kepada masyarakat secara luas, sehingga para pelaku politik bisa menjadi pribadi yang Anfauhum Linnas (manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya),” pungkasnya.
(B4M)





