Sabtu, Mei 23, 2026
BerandaEKONOMI & BISNISTPS, TTL dan ALFI Jatim Bangun Kolaborasi Perkuat Efisiensi Layanan Pelabuhan

TPS, TTL dan ALFI Jatim Bangun Kolaborasi Perkuat Efisiensi Layanan Pelabuhan

Sinergi lintas sektor didorong untuk menghadirkan sistem logistik yang lebih terintegrasi, cepat, dan kompetitif

Surabaya – Lensaparlemen.id
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memperkuat koordinasi dengan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur melalui forum Coffee Morning yang digelar di Surabaya, Rabu (20/5).

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara operator terminal dan pelaku usaha logistik guna membahas berbagai tantangan pelayanan kepelabuhanan sekaligus merumuskan langkah perbaikan bersama di tengah pertumbuhan arus barang yang terus meningkat.

Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat bahwa peningkatan kualitas layanan pelabuhan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sinergi antarpemangku kepentingan, mulai dari operator terminal, perusahaan pelayaran, pelaku logistik, hingga pengguna jasa.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, mengatakan pelabuhan merupakan bagian dari ekosistem besar yang saling terhubung sehingga peningkatan layanan harus dilakukan secara kolaboratif.

“Peningkatan layanan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan komunikasi dan koordinasi yang kuat antara seluruh pihak agar pelayanan di pelabuhan semakin optimal,” ujarnya.

Menurut Erika, forum diskusi seperti ini penting untuk menyerap pengalaman pengguna jasa sekaligus mengevaluasi berbagai proses pelayanan yang selama ini berjalan. Dengan demikian, perbaikan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam pembahasan forum, persoalan kepadatan aktivitas terminal petikemas dan masa penumpukan kontainer menjadi salah satu perhatian utama. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya dipengaruhi kapasitas lapangan penumpukan, tetapi juga berkaitan dengan efektivitas sistem pelayanan dan ketepatan proses administrasi.

Erika menjelaskan, kelancaran operasional pelabuhan sangat dipengaruhi sinkronisasi data, kecepatan layanan, serta disiplin seluruh pihak dalam menjalankan prosedur operasional.

“Tantangan di terminal membutuhkan pola kerja yang responsif dan koordinasi lintas instansi yang lebih kuat agar aktivitas bongkar muat tetap berjalan lancar,” tambahnya.

Selain membahas aspek operasional, forum juga menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja di lingkungan pelabuhan agar lebih adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada pelayanan prima.

Dalam kesempatan itu, para anggota DPW ALFI Jatim turut menyampaikan sejumlah masukan terkait kondisi riil di lapangan. Beberapa hal yang menjadi perhatian bersama antara lain perlunya standardisasi pelayanan bongkar muat, optimalisasi penggunaan area penumpukan kontainer, serta penguatan sistem digital untuk mempercepat proses layanan dan mengurangi waktu tunggu barang (dwelling time).

Seluruh pihak juga sepakat untuk terus melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan peningkatan layanan berjalan konsisten. Pelindo bersama ALFI Jatim optimistis kolaborasi yang terjalin dapat memperkuat daya saing logistik nasional dan menciptakan operasional pelabuhan yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen peningkatan pelayanan, pengelola terminal akan terus melakukan pembenahan proses operasional, memperkuat koordinasi layanan, mengoptimalkan fasilitas pelabuhan, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digital demi mendukung layanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

Di sisi lain, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur bersama pengguna jasa juga menyatakan kesiapan mendukung kelancaran operasional pelabuhan melalui peningkatan kepatuhan terhadap prosedur pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan koordinasi dengan operator terminal dan instansi terkait.

Reporter: Bambang
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular