Kamis, Juni 4, 2026
BerandaSURABAYA RAYASurabaya Aktifkan Siskamling, Cegah Curanmor

Surabaya Aktifkan Siskamling, Cegah Curanmor

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya menekan angka kejahatan, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang belakangan ini kembali marak. Salah satu strategi yang kembali digalakkan adalah reaktivasi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tingkat Rukun Warga (RW).

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggapan atas meningkatnya angka curanmor di beberapa kawasan. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan mulai tumbuh seiring dengan frekuensi kejadian tersebut.

“Sudah banyak kampung yang mulai menerapkan Siskamling karena kesadaran warga meningkat akibat kejadian yang berulang. Warga mulai terlibat aktif dalam menjaga lingkungannya,” ujar Fikser pada Jumat (23/5/2025).

Meski begitu, ia mengakui bahwa keterbatasan personel menjadi salah satu kendala di lapangan. Sebagai solusi, Pemkot memperkuat jalur komunikasi darurat lewat Command Center 112, yang telah terintegrasi langsung dengan nomor polisi 110.

“Hal ini kami lakukan agar saat ada kejadian, masyarakat bisa langsung menghubungi kami dan aparat dapat bergerak cepat ke lokasi,” jelas dia.

Fikser juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi pos kamling, yang disusun bersama kepolisian dan TNI. Konsepnya terinspirasi dari program “Kampung Tangguh” yang pernah diterapkan saat pandemi.

“Jadi kita adopsi seperti dulu waktu COVID-19, ada Kampung Tangguh bisa menangani berbagai permasalahan di kampung,” paparnya.

Wali Kota Eri Cahyadi, lanjut Fikser, telah mengarahkan agar penguatan konsep Kampung Tangguh dilakukan secara bertahap, diawali dengan 500 RW sebagai percontohan dari total sekitar 1.300 RW yang ada.

“Total ada sekitar 1.300 RW di Surabaya. Target awalnya 500 RW terlebih dulu agar pengawasan dan evaluasi bisa maksimal,” jelasnya.

Untuk wilayah yang telah memiliki sistem keamanan mandiri, pendekatannya akan disesuaikan melalui program Kampung Madani, yang tidak hanya fokus pada keamanan tetapi juga mencakup aspek lingkungan dan sosial.

“Kami tidak hanya mendorong warga mengaktifkan Siskamling, tapi juga melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan,” tegas Fikser.

Di sisi lain, Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal, mengungkapkan bahwa curanmor masih menjadi persoalan di wilayahnya. Tercatat ada 34 kasus sepanjang 2024 dan 18 kasus dalam lima bulan pertama 2025.

“Untuk mencegahnya, kami rutin berkoordinasi dengan tiga pilar, yaitu Kapolsek, Danramil, dan perangkat wilayah seperti RT/RW. Setiap malam warga di RW mulai aktif menjaga lingkungan,” ujar Rizal.

Ia juga menyampaikan bahwa program wajib lapor tamu selama 1×24 jam dan pemasangan CCTV di lokasi strategis sudah berjalan. Layar monitor CCTV ditempatkan di balai RW agar dapat diawasi warga secara langsung.

“CCTV bukan hanya alat dokumentasi pasca kejadian, tapi juga alat pencegahan dini. Gerak-gerik mencurigakan bisa langsung dipantau,” katanya.

Terkait pemasangan portal di akses masuk kampung, Rizal menekankan pentingnya musyawarah antar warga. Menurutnya, keamanan tetap harus diselaraskan dengan kemudahan akses, terutama dalam kondisi darurat.

“Prinsipnya untuk keamanan, tapi jangan sampai mengganggu mobilitas warga,” ujarnya.

Rizal menutup dengan menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Yang paling penting adalah komitmen dari RT, RW, lurah, camat, dan tiga pilar keamanan untuk menjaga kampung masing-masing. Partisipasi aktif warga sangat penting,” pungkasnya. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular