Rabu, Maret 11, 2026
BerandaSURABAYA RAYAReni Astuti Apresiasi Festival Perahu Hias Suramadu: Semarak Budaya 2025 Meriahkan Kenjeran

Reni Astuti Apresiasi Festival Perahu Hias Suramadu: Semarak Budaya 2025 Meriahkan Kenjeran

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Gelaran Semarak Budaya 2025 yang menampilkan Festival Perahu Hias serta sajian kuliner panggang ikan asap khas Suramadu berlangsung meriah pada akhir pekan ini.

Acara yang digelar pada Sabtu (22/11), di kawasan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, itu turut dimeriahkan oleh Komunitas Budaya Cak Sabil dengan berbagai pertunjukan bernuansa tradisi pesisir.

Kemeriahan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, yang hadir langsung sekaligus memberikan sambutan kepada masyarakat dan pelaku budaya setempat.

Dalam sambutannya, Reni menegaskan pentingnya menjaga dan merawat kekayaan budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Menurutnya, nilai-nilai budaya seperti keramahan, semangat kebersamaan, hingga tradisi tolong-menolong merupakan keunggulan yang tidak dimiliki semua bangsa.

“Kalau kita bicara budaya Indonesia, ini adalah keunggulan yang dimiliki bangsa dan negara kita. Keramahan, keguyuban, kebersamaan, nilai-nilai ini harus terus dirawat,” ujar Reni dalam sambutannya.

Menolong orang, bahkan sekadar memberi senyum, itu bagian dari budaya sekaligus bernilai ibadah, tambahnya.

Reni Astuti, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS ini juga menyebut Surabaya sebagai kota dengan kekayaan sejarah yang luar biasa, mulai dari Jembatan Merah hingga rumah tokoh pergerakan nasional seperti H.O.S. Cokroaminoto di Peneleh. Ia mendorong generasi muda untuk mengenali kembali warisan budaya dan situs-situs bersejarah tersebut.

Selain itu, Reni mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai di kawasan Suramadu yang menjadi lokasi kegiatan.

“Ayo kita jaga bersama. Alhamdulillah kondisinya bersih, semoga bisa terus kita rawat,” ungkapnya.

Acara yang dihadiri ratusan warga ini juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni tradisi, seperti tari Remo dan kidungan. Reni menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar kegiatan budaya semacam ini terus hidup dan menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.

120 Perahu Hias Ramaikan Festival

Sementara itu, Moch. Ridwan selaku panitia pelaksana menjelaskan bahwa Festival Perahu Hias tahun ini melibatkan sedikitnya 120 perahu milik para nelayan di wilayah Tambak Wedi dan sekitar Jembatan Suramadu.

“Festival ini melibatkan para nelayan untuk mengangkat potensi lokal yang ada di kawasan Suramadu,” jelas Ridwan.

Berbeda dari perlombaan pada umumnya, festival ini tidak mengedepankan kecepatan, melainkan kreativitas dan kekompakan peserta dalam menghias perahu serta ber parade menyusuri kawasan pantai secara santai sebelum kembali ke titik awal.

Ridwan menambahkan, selain melestarikan tradisi maritim, kegiatan ini juga bertujuan mempromosikan kuliner panggang ikan asap khas Suramadu agar semakin dikenal sebagai makanan tradisional daerah.

“Kami ingin nelayan semakin erat silaturahminya, sekaligus memperkenalkan panggangan asapan Suramadu sebagai kuliner khas yang patut dibanggakan,” tutupnya.

Acara Semarak Budaya 2025 mendapatkan respons positif dari masyarakat, khususnya para pelaku budaya dan nelayan yang berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk menguatkan identitas lokal sekaligus mendukung ekonomi masyarakat pesisir.

B4M/Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments