Senin, Juni 1, 2026
BerandaSURABAYA RAYANgabuburit Ramadan 2026 di Tugu Pahlawan Surabaya, Hadirkan Kuliner Kekinian hingga Kuis...

Ngabuburit Ramadan 2026 di Tugu Pahlawan Surabaya, Hadirkan Kuliner Kekinian hingga Kuis Sejarah

Surabaya – Lensaparlemen.id
Ramadan 1447 Hijriah di Kota Pahlawan kembali diramaikan dengan kegiatan Ngabuburit 2026 yang digelar di kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember. Acara ini akan berlangsung pada 28 Februari dan 1 Maret 2026, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah, mengatakan bahwa kegiatan ngabuburit ini telah menjadi agenda rutin selama hampir tiga tahun terakhir setiap Ramadan. Namun, tahun ini konsepnya dibuat lebih segar untuk menarik minat generasi muda.

“Kalau sebelumnya seperti Night at The Museum atau Cangkrukan Juang lebih menampilkan kuliner tradisional, kali ini kami menghadirkan kuliner kekinian yang lebih modern agar anak-anak muda semakin tertarik datang ke Tugu Pahlawan,” ujar Saida, Rabu (25/2/2026).

Tak hanya menyuguhkan aneka jajanan berbuka puasa, pengunjung juga dapat menikmati pasar murah dan bazar UMKM, kuis interaktif, hingga dukungan CSR yang turut memeriahkan acara. Menjelang waktu berbuka, suasana akan dihangatkan dengan kultum, pertunjukan musik Islami, dagelan dan ludruk, serta penampilan spesial dari anak-anak Rumah Kreatif binaan Pemerintah Kota Surabaya, termasuk anak-anak disabilitas.

“Seluruh pengisi acara merupakan binaan pemerintah kota. Jadi selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi talenta-talenta lokal,” jelasnya.

Yang membedakan Ngabuburit 2026 kali ini adalah perpaduan konsep santai dengan sentuhan edukasi sejarah. Selama acara berlangsung, Museum Sepuluh Nopember tetap dibuka untuk umum. Pengunjung dapat mengikuti kuis edukatif seputar sejarah perjuangan Surabaya sekaligus napak tilas peristiwa 10 November.

“Jadi masyarakat bisa ngabuburit sambil belajar sejarah. Kuis-kuis yang kami hadirkan juga berkaitan dengan Tugu Pahlawan dan museum, sehingga tetap ada nilai kepahlawanan yang kami tanamkan,” tambah Saida.

Kegiatan digelar di area ruang terbuka hijau depan Tugu Pahlawan. Panitia menyediakan tempat duduk bagi pengunjung, namun masyarakat juga diperbolehkan membawa tikar atau kursi lipat sendiri dengan konsep santai seperti mini camping. Kendati demikian, kebersihan tetap menjadi prioritas utama.

“Silakan menikmati suasana sore di Tugu Pahlawan, tapi tetap jaga kebersihan. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya terbilang tinggi, khususnya saat akhir pekan dengan dominasi kalangan muda. Meski sempat terkendala hujan pada salah satu hari pelaksanaan, tren kunjungan terus mengalami peningkatan.

Dengan harga tiket masuk mulai Rp5.000, masyarakat sudah bisa menikmati seluruh rangkaian acara sekaligus mengunjungi museum. Tiket dapat dipesan melalui laman resmi tiketwisata.surabaya.go.id.

Ke depan, Pemerintah Kota Surabaya berharap kegiatan bernuansa kepahlawanan ini dapat terus berkembang dan tidak hanya digelar saat peringatan 10 November, melainkan juga dalam berbagai momentum sepanjang tahun.

“Ngabuburit tetap berjalan, tetapi tetap sarat edukasi sejarah dan nilai perjuangan Kota Surabaya. Itu yang ingin terus kami kuatkan,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular