Minggu, Mei 31, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAHJKS Ke-733, DPRD Surabaya Minta Pemkot Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Hunian Layak

HJKS Ke-733, DPRD Surabaya Minta Pemkot Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Hunian Layak

Ketua DPRD Surabaya Tegaskan Infrastruktur Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan Pembangunan Kota

SURABAYA, Lensaparlemen.id
Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk terus memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur yang berlangsung di Kota Pahlawan.

Pesan tersebut disampaikan Syaifuddin Zuhri saat menghadiri upacara dan resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026). Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.

Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Ipuk itu menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan publik. Namun, pembangunan fisik tidak boleh menggeser perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Selain infrastruktur, kebutuhan dasar masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama. Pendidikan, kesehatan, dan fasilitas hunian yang layak harus terus diperkuat agar kesejahteraan warga semakin meningkat,” ujar Ipuk.

Menurutnya, Surabaya saat ini telah berkembang menjadi salah satu kota metropolitan terdepan di Indonesia dengan berbagai capaian pembangunan yang berhasil meningkatkan daya saing daerah, menarik investasi, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait pemerataan akses pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat, serta penyediaan rumah layak huni bagi warga berpenghasilan rendah.

Ipuk menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya tercermin dari kemegahan gedung, jalan, maupun fasilitas publik yang dibangun. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Jangan sampai pembangunan hanya terlihat megah dari luar, tetapi masih ada warga yang kesulitan mengakses layanan dasar. Pembangunan harus menghadirkan manfaat yang nyata dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai Ketua DPRD Surabaya, Ipuk memastikan lembaganya akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran untuk memastikan setiap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, serta harapan bagi seluruh warga. Tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan kota di masa depan.

Dalam momentum HJKS ke-733, Ipuk juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama Surabaya. Ia menilai keberhasilan pembangunan kota tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, komunitas, dan warga.

“Surabaya dibangun dengan semangat kebersamaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus terus dilibatkan dalam pembangunan agar kota ini semakin maju dan manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh warga,” katanya.

Memasuki usia ke-733 tahun, Ipuk berharap Surabaya terus berkembang menjadi kota yang modern, humanis, inklusif, dan berkeadilan. Kota yang mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang mudah diakses, serta kehidupan yang lebih sejahtera.

“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Surabaya harus menjadi kota yang humanis, modern, dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan Surabaya ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan seluruh hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Pada usia ke-733 tahun, Surabaya dituntut untuk terus menjaga keseimbangan antara kemajuan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup warganya.

Reporter: Bambang
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular