Jumat, April 3, 2026
Beranda blog Halaman 262

UKW di Jatim, Lutfil Hakim Berharap Ekosistem Pers Lebih Baik

0

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di wilayahnya diharapkan akan menjadikan kehidupan dan ekosistem pers menjadi lebih baik.

“Karena UKW dan sertifikasi yang mengiringinya ini bukan alat untuk menaikkan kelas, bukan untuk naik pangkat tetapi justru alat untuk mengukur apakah anda itu layak disebut sebagai jurnalis,” kata Cak Item panggilan Lutfil Hakim saat memberikan sambutan pada UKW ke-57 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (28/5/2024).

UKW ke-57 PWI Jawa Timur dibuka oleh Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, diikuti 36 peserta yang terbagi ke dalam tiga jenjang, yakni muda sebanyak 18 orang, madya sebanyak 12 orang, dan utama sebanyak 6 orang.

Menurut Cak Item, peserta UKW setelah lulus dan disebut sebagai wartawan yang kompeten harus menunjukkan konsistensi dari sisi kejurnalistikan mulai dari perencanaan, proses peliputan sampai pemuatan.

Namun yang lebih diharapkan lagi, menurut Cak Item, peserta yang lulus UKW menunjukkan kompetensi etika dan moral yang jauh lebih penting dari kompetensi teknis.

“Tidak ada kemudian jurnalis itu mengintimidasi, tidak sopan,” ujar Cak Item.

Kompetensi ketiga yang jauh lebih penting, menurut Cak Item, adalah kapasitas keilmuan. Sejauh mana memiliki skil dalam kejurnalistikan.

Kalau pengetahuan dan skil nol, sedangkan tugas jurnalis sangat berat karena harus mengedukasi, mencerdaskan, maka bagaimana publik bisa cerdas kalau jurnalis tidak kompeten?

Lutfil meminta peserta UKW untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, karena hal itu merupakan suatu keniscayaan. Jika semua itu diniatkan dengan baik akan dicatat sebagai amal baik.

Peserta UKW Bersama Tim Penguji, Foto PWI

Sementara, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun menyampaikan, khusus PWI Jawa Timur, bisa mendapatkan jatah kembali untuk menyelenggarakan UKW jika bekerja keras dan ada uangnya, karena anggota PWI di daerah ini jumlahnya paling banyak.

Hendry menegaskan, program UKW gratis ini memang menjadi janji kampanyenya di Kongres PWI.

“Ini UKW yang ke-18 dari 38 provinsi, ditambah Solo sebagai daerah khusus. Kita terdepan dan diharapkan September program selesai,” ujarnya.

Hendry mengaku, melanjutkan kebijakan Ketua Umum PWI Pusat Margiono sebelumnya yang menekankan pada program pendidikan. “Kalau ada 10 program, maka 9-nya harus pendidikan dan peningkatan kompetensi,” tambah Hendry. (B4M*)

Presiden Jokowi: Kenaikan UKT Dibatalkan untuk Tahun Ini

LENSA PARLEMEN – JAKARTA,
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pembatalan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri (PTN) yang semula direncanakan untuk tahun ini. Dalam keterangan pers di Istora Senayan, Jakarta, pada Senin (27/05/2024), Presiden Jokowi menyebut bahwa ia telah menyampaikan pertimbangan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim hingga akhirnya keputusan tersebut dilakukan.

Ya saya memberikan pertimbangan-pertimbangan tapi tadi kan sudah disampaikan oleh Mendikbud bahwa UKT sementara ini yang kenaikannya sangat tinggi itu dibatalkan dan akan diatur untuk bisa diingatkan tapi nanti teknisnya tanyakan ke Mendikbud tapi intinya sudah dibatalkan oleh Mendikbud,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi memastikan bahwa kenaikan UKT akan dievaluasi dan dikaji terlebih dahulu dan kemungkinan baru akan berlaku pada tahun depan.

“Kemungkinan ini akan dievaluasi dulu, kemudian kenaikan setiap universitas akan dikaji dan dikalkulasi sehingga kemungkinan nanti ini kebijakan di Mendikbud akan dimulai kenaikannya di tahun depan. Jadi ada jeda tidak langsung seperti sekarang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerima Mendikbudristek di Istana Merdeka, Jakarta, Senin pagi (27/05/2024), untuk berdiskusi terkait isu kenaikan UKT. Mendikbudristek menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi dan diskusi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk para rektor, serta mendengarkan aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat.

“Jadi kemarin kami juga sudah bertemu dengan para rektor dan kami Kemendikbudristek telah mengambil keputusan untuk membatalkan kenaikan UKT di tahun ini dan kami akan merevaluasi semua permintaan keningkatan UKT dari PTN,” ujar Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Nadiem menekankan bahwa kebijakan pendidikan harus selaras dengan prinsip keadilan dan keterjangkauan, memastikan pendidikan tinggi tetap terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Mendikbudristek berterima kasih kepada semua unsur masyarakat, mahasiswa, para rektor yang telah memberikan masukan.

“Untuk detailnya seperti apa kebijakannya akan dilakukan nanti dari Dirjen Dikti akan menjelaskan detailnya dalam waktu secepatnya. Sekali lagi terima kasih,” tutup Nadiem. (Red)

Kapolri Resmikan Komite Olahraga Polri, Wadah Para Polisi Atlet

0

LENSA PARLEMEN – JAKARTA,
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Komite Olahraga Polri (KOP) di sela Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SSDM Polri Tahun Anggaran 2024 di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan. KOP adalah wadah bagi para polisi yang memiliki bakat dan prestasi di bidang olahraga.

“Pembentukan Komite Olahraga Polri (KOP) sebagai wadah dan sistem guna memastikan pembinaan dan penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” kata Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Senin (27/5/2024).

Irjen Dedi berharap akan ada peningkatan signifikan dalam pengembangan bakat dan prestasi personel Polri terkait bidang olahraga, setelah peresmian KOP. Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini juga berharap pembentukan KOP ini akan menciptakan lingkungan kondusif bagi polisi atlet dalam mengasah kemampuan secara optimal.

“ Dengan adanya KOP, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam pengembangan bakat olahraga di kalangan anggota Polri, serta terciptanya lingkungan yang kondusif bagi para atlet untuk meraih prestasi secara maksimal,” ujar Irjen Dedi.

Irjen Dedi menyampaikan harapan partisipasi Polri di bidang olahraga Tanah Air maupun mancanegara dapat meningkatkan dukungan masyarakat pada Korps Bhayangkara. Dukungan masyarakat, kata Dedi, merupakan modal pelaksanaan tugas pokok Polri.

“Partisipasi Polri dalam kegiatan olahraga di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan penerimaan dan dukungan masyarakat terhadap Polri. Yang pada akhirnya akan berdampak pada public trust sebagai modal pelaksanaan tugas pokok Polri,” ucap Irjen Dedi.

Seperti diketahui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul agar siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satunya dengan membina dan memfasilitasi para anggota Polri yang berprestasi di bidang olahraga untuk terus mengasah bakatnya, lewat KOP.

Para polisi atlet akan diterjunkan pada kompetisi-kompetisi olahraga dalam negeri maupun tingkat dunia. Diketahui ada kompetisi antarkepolisian negara yakni Olimpiade Kepolisian Internasional yang melombakan 28 cabang olahraga.

“Di dunia internasional telah dilaksanakan Olimpiade Kepolisian Internasional yang terdiri dari 28 cabang olahraga, termasuk bola voli. Dengan adanya Komite Olahraga Polri, diharapkan Polri bisa ikut berlaga dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia,” tutur Irjen Dedi dalam keterangan tertulis pada Selasa, 23 April 2024.

Tim atlet Polri sendiri sudah mencetak sejumlah prestasi di tingkat internasional, seperti pada di ajang ‘1st FAI Asian Indoor Skydiving Championships’ dan kejuaraan dunia ‘5th FAI World Cup Indoor Skydiving Championships’ di GoAirborne, Macau, China. Tim Polri menyabet juara 3, 2 dan 4 di tingkat Asia, dan menduduki posisi 5, 12 dan 21 di tingkat dunia dari 29 negara yang mengirimkan kontingennya.

Dan pada Thailand Open Karate Championship 2023 yang diikuti 18 negara dan 754 peserta, Tim Karate Bhayangkara Presisi menyabet dua medali emas, 13 medali perak dan empat medali perunggu. (Red)

Polda Bali Sukses Amankan World Water Forum ke-10

LENSA PARLEMEN – BALI,
Koferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum ke-10 telah berhasil diselenggarakan. Perlu diketahui juga, World Water Forum adalah forum internasional sektor air yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dunia. Event ini diadakan oleh World Water Council atau Dewan Air Dunia.

Berhasil diselenggarakannya KTT World Water Forum di Pulau Dewata tidak terlepas dari faktor pengamanan yang dilakukan oleh Polri dengan menggelar operasi kepolisian dengan sandi “Operasi Puri Agung 2024”. Operasi yang digelar tanggal 18-26 Mei 2024 itu melibatkan ribuan personel Polri bersinergi dengan TNI dan Satkeholder terkait lainnya.

Kapolda Bali, Irjen. Pol. Ida Bagus Kd Putra Narendra, S.I.K., M.Si., selaku Wakaops Ops Puri Agung 2024 saat memimpin apel Konsolidasi, Senin (27/5/2024) mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PJU dan seluruh personel jajaran Polda Bali atas dedikasi, loyalitas dan kerja kerasnya dalam pelaksanaan Operasi Puri Agung 2024 dalam rangka pengamanan KTT World Water Forum ke-10 Tahun 2024.

“Optimalkan kembali kegiatan Pre-emtif dan Preventif seperti Binluh dan Patroli untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif pasca KTT World Water Forum,” ujar Kapolda Bali.

“Kepada Jajaran Intelijen agar meningkatkan kembali kegiatan Lidikpamgal untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas. Jangan sampai kejadian tawuran pelajar yang terjadi di wilayah Polsek Denpasar Utara kemarin kembali terulang,” sambungnya.

Kapolda Bali juga menekankan kepada para Pejabat Utama dan jajaran pimpinan satker agar terus melaksanakan pengawasan kepada anggotanya untuk menghindari terjadinya penyimpangan atau pelanggaran.

“Laksanakan tugas dengan sebaik – baiknya, hindari serta jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun. Tetap jaga nama baik pribadi, keluarga dan kesatuan,” tutup Kapolda Bali.

Apel konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan upacara penyambutan kepada 200 personel Sat Brimob Polda Bali yang tergabung dalam Kompi BKO Polda Papua dalam rangka Ops Amole Tahun 2023 untuk mengamankan Objektif Vital PT. Freeport Indonesia. (Red)

PSSI Inspeksi Venue Stadion GBT dan G10N Jelang Pertandingan Piala AFF U-19 di Surabaya

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendampingi Tournament Director Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Ronny J. Suhatril dan Komisaris Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) serta Federasi Sepak Bola Asia (AFF), Mohd Saifuddin Abu Bakar saat inspeksi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (27/5/2024). Tujuan inspeksi ini adalah untuk memastikan kesiapan venue dalam menyambut pertandingan Piala AFF U-19, pada 17-29 Juli 2024.

Dalam kesempatan ini, Tournament Director PSSI Ronny dan Komisaris AFF Saifuddin didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Eringgo Perkasa, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Dwija Wardhana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Trio Wahyu Bowo, dan masih banyak lainnya.

Tournament Director PSSI Ronny mengatakan, inspeksi kali ini bertujuan untuk memastikan kesiapan venue yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan Piala AFF U-19. Dirinya menyampaikan, inspeksi yang dilakukan oleh PSSI dan AFF kali ini ada dua tempat, diantaranya Stadion GBT dan Gelora 10 Nopember (G10N).

“Jadi kita sudah melakukan inspeksi untuk persiapan Piala AFF U-19 dan U-16, jadi kita ada dua kompetisi yang dijalankan di Indonesia. Untuk pertandingan U-16 diselenggarakan di Surakarta, pada bulan Juni, dan U-19 yang dahulunya diselenggarakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS), sekarang kita pindah ke Stadion GBT,” kata Ronny.

Inspeksi kali ini, Ronny dan Saifuddin menyampaikan beberapa catatan penting untuk segera ditindaklanjuti oleh jajaran Pemkot Surabaya, sebelum pelaksanaan Piala AFF U-19 berlangsung. Catatan itu diantaranya adalah soal lampu, rumput, rekayasa lalu lintas, transportasi, parkir penonton, lapangan stadion, pintu gerbang stadion, dan sebagainya.

Ronny menyampaikan, standar pertandingan Piala AFF U-19 nanti, tidak akan berbeda jauh dengan standar yang ditentukan oleh FIFA pada saat Piala Dunia U-17 2023. Menurutnya sejauh ini, venue Stadion GBT saat ini tidak terlalu ada catatan yang terlalu krusial, karena kondisinya sudah sesuai dengan standar internasional.

“Nanti kita akan melakukan treatment, tinggal copy paste sama seperti yang terdahulu, hanya saja nanti menyesuaikan jadwal pertandingan saja, karena ada pertandingan yang digelar sore, dan malam. Sedangkan nanti yang di Tambaksari, mungkin ada sedikit pengaturan contraflow lalu lintasnya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ronny juga menjelaskan soal akses internet di venue Stadion GBT dan G10N. Ia menerangkan, treatment koneksi internet juga masih sama standarnya dengan pertandingan Piala Dunia U-17, yang sebelumnya digelar di Stadion GBT.

Ronny juga memberikan catatan mayor untuk perbaikan lampu di Stadion G10N. Ia berharap kepada Pemkot Surabaya, agar alat penerangan di Stadion G10N ditambah sesuai dengan standar yang ditentukan oleh FIFA dan AFF.

Ia memaparkan, pertandingan Piala AFF U-19 2024 nantinya akan menggunakan dua venue legendaris di Kota Surabaya. Kedua venue itu diantaranya adalah, Stadion GBT sebagai main venue-nya, sedangkan Stadion G10N Tambaksari menjadi venue kedua. Pertandingan Piala AFF U-19 kali ini juga akan diikuti oleh 12 tim sepak bola dari negara ASEAN.

“Ini pertama kalinya diikuti penuh oleh negara-negara di ASEAN. Biasanya hanya 11, nah pada sesi ini semuanya ikut, termasuk Australia. Jadi nanti terbagi menjadi tiga grup, satu grup terdiri dari empat tim, yakni Grup A, Grup B, dan Grup C. Pertandingannya akan berlangsung setiap hari,” paparnya.

Di samping itu, Kabid Olahraga Disbudporapar Kota Surabaya, Eringgo Perkasa menyampaikan, bahwa sejauh ini pemkot telah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan venue Piala AFF U-19, baik di Stadion GBT, maupun G10N. “Perbaikan itu terus kita lakukan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya,” kata Eringgo.

Eringgo memastikan, perbaikan-perbaikan minor di Stadion GBT dan G10N akan tuntas sebelum tanggal 17 Juli 2024. Pembenahan minor tersebut tidak hanya dilakukan di Stadion GBT dan G10N saja, akan tetapi juga dilakukan di lapangan latihan A, B, C, di area Stadion GBT dan lapangan Thor di Gelora Pancasila.

“Yang ada di Tambaksari ini kami juga berbenah, dan juga di sisi belakangnya ada asrama Karanggayam, karena itu nanti juga akan digunakan sebagai tempat pendidikan Persebaya,” pungkasnya. (B4M)

Penataan Kabel Utilitas Bawah Tanah Pusat Kota Surabaya, Rencana Jadi Pilot Project

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan penataan jaringan kabel utilitas di kawasan Kota Lama Eropa Jalan Rajawali rampung pada akhir pekan. Penataan jaringan kabel utilitas tersebut, merupakan bagian dari revitalisasi kawasan Kota Lama.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa saat ini progres penataan jaringan kabel utilitas di kawasan Kota Lama Jalan Rajawali sudah hampir mencapai 100 persen.

“Yang Jalan Rajawali insyaallah sudah hampir 100 persen. Jadi akhir minggu ini sudah selesai 100 persen untuk yang di Jalan Rajawali,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Senin (27/5/2024).

Sedangkan penataan jaringan utilitas di Jalan Kembang Jepun Kya-kya, membutuhkan waktu lebih lama. Sebab, kata dia, penataan di kawasan itu melibatkan kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) berukuran besar dan membutuhkan biaya tinggi untuk menurunkannya.

“Karena menurunkan kabel PLN yang besar juga tidak murah. Tapi saya matur nuwun (terima kasih) kepada PLN dan teman-teman provider yang sudah menurunkan ke tempat ducting yang sudah kita sediakan,” ujarnya.

Meskipun demikian, Wali Kota Eri optimis bahwa jaringan utilitas kabel di kawasan Kota Lama seluruhnya bisa diturunkan ke saluran bawah tanah pada tahun 2025. Namun untuk saat ini, pihaknya akan fokus penataan jaringan kabel utilitas di Jalan Rajawali.

“Insyaallah di tahun depan juga kita akan menurunkan yang di Kya-kya dan sekitaran (kota lama) Eropa. Jadi semuanya kita turunkan,” ungkapnya.

“Tapi hari ini Rajawali dulu sampai selesai, nanti setelah itu baru Kya-kya. Untuk di Kya-kya sementara kita ikat dulu, karena biayanya besar itu,” imbuhnya.

Ia juga menyatakan bahwa Pemkot Surabaya akan berkolaborasi dengan pihak provider dan PLN untuk mempercepat proses penataan kabel di kawasan Kota Lama.

“Nanti kita akan bergerak bersama dengan PLN. Semoga kalau ini (Rajawali) sudah berjalan, Kya-kya jalan, nanti insyaallah pusat-pusat (kota) Jalan Darmo juga bisa kita turunkan,” ungkapnya.

Setelah kawasan Kota Lama, Wali Kota Eri berencana menjadikan pusat kota seperti Jalan Darmo dan Basuki Rachmat, sebagai pilot project berikutnya untuk jaringan kabel utilitas bawah tanah.

“Pusat kota dari wilayah darmo, wilayah Basuki Rachmat. Tapi kita selesaikan dulu (kota lama) tahun ini dan tahun depan wilayah kota lama tidak ada kabel listriknya (di atas).

Wali Kota Eri menyadari bahwa proses penataan kabel utilitas membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan Kota Surabaya yang lebih estetis dan tertata rapi.

“Ini yang memang saya tata tidak bisa secara langsung, karena kan mengubah mindset dan mengubah kerja, jadi ya harus bertahap,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan ducting atau saluran bawah tanah untuk kabel utilitas. Sementara untuk biaya penurunan kabel, dilakukan oleh pihak provider dan PLN.

“Jadi yang itu (Rajawali) memang kita minta turunkan, izinnya habis, langsung turunkan. Untuk yang PLN menggunakan anggaran PLN, tapi untuk menyediakan ducting-nya menggunakan anggaran pemkot,” pungkasnya. (B4M)

Hadiri Musrenbang Perempuan Kota Surabaya, Reni Astuti : Peran Perempuan Tidak Hanya Untuk Masa Kini, Namun Juga Masa Depan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perempuan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Surabaya Tahun 2025, Senin (27/5), di Ruang Majapahit, Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti yang juga memberikan sambutan terkait upaya meningkatkan partisipasi aktif perempuan dalam proses perencanaan pembangunan yang inklusif bagi Kota Pahlawan.

Reni sapaan akrab pimpinan dewan itu menyebutkan forum tersebut begitu penting sebagaimana tertuang pada UU 23/2014, PP No.8/2008, dan Permendagri No. 87/2017, sebab, Musrenbang adalah forum para pelaku pembangunan yang secara kolektif merumuskan rencana pembangunan daerah.

“Di (aturan) sana juga dikatakan ada prinsip-prinsip yang harus dipenuhi di dalam musyawarah perencanaan pembangunan ada transparan, responsif, akuntabel, efektif, efisien, partisipatif, terukur, berwawasan lingkungan, dan berkeadilan,” paparnya.

“Kemudian ada pendekatan yang dilakukan di dalam musrenbang ini. Diantaranya adalah pendekatan teknokratik, kemudian politik dan partisipatif. Nah, musrenbang perempuan merupakan bagian dari bagaimana melibatkan partisipasi utamanya kaum perempuan di dalam turut serta membangun Kota Surabaya yang kita cintai ini,” tambahnya.

Secara demografi menurut data kependudukan setempat, Kota Surabaya merupakan daerah dengan tiga juta populasi itu memiliki tingkat jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. Persentase keduanya adalah 51% berbanding 49%.

Legislator Kota Surabaya itu menyampaikan bahwa perempuan mempunyai kewajiban utama sebagai ibu sekaligus istri yang memiliki tugas utama mendidik generasi masa depan. Selain itu, Perempuan juga punya kewajiban memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan pembangunan nasional.

Indeks Pembangunan Gender Kota Surabaya tercatat mengalami tren positif dengan 94,99 poin pada 2021 dan menjadi dan 95,29 pada 2022. Terlebih secara indeks ketimpangan gender Kota Surabaya (0,128) telah melampaui capaian provinsi (0,423) bahkan nasional (0,447)

“Ini menunjukkan bahwa perhatian kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Surabaya didukung oleh DPRD Kota Surabaya memberikan ruang yang besar. Bagaimana kemudian perempuan mendapatkan tempat yang mulia sebagaimana peran perempuan yang memang sesungguhnya mulia,” ungkap dia.

Ia berharap forum musrenbang itu menghasilkan kebijakan dan program yang akan membawa Surabaya dan Indonesia lebih hebat melalui peran perempuan. Baginya, ketika pemerintah memberi perhatian pada sisi kebijakan di bidang perempuan, maka tidak hanya bicara tentang masa kini namun juga masa depan.

Pihaknya mencontohkan terkait prestasi Kota Surabaya dalam capaian stunting terendah se-Indonesia. Terjadi penurunan signifikan angka prevalensi stunting dari 28% pada tahun 2021 menjadi tingkat terendah di Indonesia saat ini yaitu 1,6%.

“Ini sesungguhnya kita tengah menyiapkan kualitas SDM masa depan, kita tidak hanya bicara untuk masa kini, begitu juga di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan atau mungkin ekonomi terkait geliat ekonomi yang dibangun oleh perempuan perempuan yang ada di Surabaya,” terangnya.

“Kemudian juga yang tidak kalah penting. Sektor tentang bagaimana anti kekerasan perempuan juga harus tetap menjadi perhatian buat kita semuanya,” imbuhnya.

Sebagai Informasi, tema pembangunan Kota Pahlawan yang diusung Pemkot Surabaya pada Musrenbang kali ini adalah Penguatan Kapasitas Surabaya Menuju Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Melalui Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Kerjasama Strategis.

Kota Surabaya memiliki tujuh tujuan pembangunan antara lain mengurangi kemiskinan, pengangguran, mengurangi angka kematian ibu dan bayi, mengurangi angka stunting, serta meningkatkan indeks pembangunan manusia dan menurunkan rasio gini.

Hadir pula dalam kesempatan ini seluruh perangkat daerah tingkat kecamatan dan kelurahan, civitas akademika, organisasi wanita, LSM pemerhati perempuan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, perwakilan RT/RW dan LPMK perempuan hingga Forum Anak Surabaya. (B4M)

Kapolres Pamekasan Dinilai Peduli Kebebasan Pers, PWI Beri Penghargaan

LENSA PARLEMEN – PAMEKASAN,
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menganugerahi Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan sebagai ‘Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers’, di Wahana Bina Praja, Pamekasan, Kamis (23/5/2024) yang lalu.

Penganugerahan itu diberikan PWI Pamekasan saat memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia sembari menggelar simposium dengan tajuk ‘Penguatan Kebebasan Pers di Kabupaten Pamekasan.

Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam menyampaikan, penganugerahan tersebut bukan tanpa dasar.

“PWI Pamekasan merilis angket kepada 45 anggota organisasi profesi wartawan ini, yang hasilnya adalah AKBP Dani, yang layak,” ujar Hairul Anam, Senin ( 27/5).

Ketua PWI Pamekasan ini menyebut ada 8 indikator sehingga AKBP Dani,dinyatakan layak.

Pertama, Kapolres Pamekasan AKBP Dani merupakan satu-satunya pimpinan institusi, yang teken MoU dengan ketua-ketua organisasi wartawan di Pamekasan.

Indikator kedua ialah AKBP Dani mau sharing and hearing dengan PWI Pamekasan berkaitan dengan menangkal informasi hoaks.

Ketiga, AKBP Dani melayani pendalaman berita oleh wartawan usai konferensi pers.

Keempat, AKBP Dani membuka komunikasi dengan wartawan berkenaan dengan isu dan pendalaman materi terkait hukum dan kriminal.

Kelima, Polisi kelahiran Jakarta Timur, 23 November 1982 ini, siap dihubungi wartawan selama 24 jam.

Keenam, Polisi, yang baru jadi Kapolres Pamekasan selama lima bulan ini, menyatakan selalu siap dikritik.

Ketujuh, dia memberikan dukungan kepada jurnalis Pamekasan, yang mendatangi DPR RI, Dewan Pers, dan KPU guna menyuarakan penolakan terhadap RUU Penyiaran.

“Satu-satunya kapolres, yang dalam konferensi pers, membuka dialog, bukan hanya sebatas tanya jawab,” sebut Anam untuk indikator terakhir.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Dani sangat terharu atas penghargaan tersebut. Meski, dia belum setahun bertugas di Kota Gerbang Salan ini.

“Kepercayaan yang diberikan kepada saya ini, akan saya pegang selama saya menjadi kapolres,” ucapnya.

Pers menurutnya harus bisa menjadi pelita, bisa mencerdaskan, harus bisa memberikan informasi berdasarkan fakta dan harus bisa mengkritik membangun. (Red)

PT Utama Lestari Indonesia Akan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi ASKOM Sektor Konstruksi Gelombang 2

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Utama Lestari Indonesia (ULI) salah satu perseroan terbatas, kembali gelar Pelatihan dan Sertifikasi Assesor Kompetensi (ASKOM) Sektor Konstruksi yang memiliki berbagai bidang usaha Jasa Konstruksi (JAKON), salah satunya, membentuk, melaksanakan, dan memperluas Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Menurut Direktur Utama PT. ULI, Abdul Rasyid menjelaskan perusahaannya bekerjasama dengan LSP ATAKI Konstruksi Indonesia yang memiliki 195 Jabatan Kerja (Jabker), terdaftar secara resmi dan memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi Assesor Kompetensi.

“Kami terus berupaya dan bergerak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Perguruan Tinggi, Instansi, Lembaga, Asosiasi, Perusahaan baik Negeri maupan Swasta agar dapat memberikan konstribusi yang bermanfaat bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia yang kita cintai bersama  dalam rangka mencetak Sumber Daya Manusia yang terampil, profesional, memilki kompetensi dan kualifikasi, dan siap kerja diera global dan era digital (ITE) dalam menghadapi perkembangan dan tantangan jaman dengan segala dinamikanya dalam rangka menuju Indonesia Unggul berbasis kompetensi sesuai dengan skill dan profesi”‘ ujar Rasyid.

Lanjut Rasyid menyatakan, Pelatihan dan Sertifikasi Assesor Kompetensi (ASKOM) Sektor Konstruksi dengan lisensi BNSP digelar pada Senin sampai Jum’at, 27 s/d 31 Mei 2024 di Quest Hotel Surabaya, sebanyak 24 peseta, diantaranya 20 peserta dari Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, 2 peserta dari Papua, 1 peserta dari Provinsi Riau, dan 1 peserta dari DKI Jakarta.

“Pelatihan dan Sertifikasi ASKOM Sektor Konstruksi yang dilaksanakan selama 5 hari ini dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pelayanan pemohon Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) di Tempat Uji Kompetensi (TUK)”, ungkapnya.

Rasyid menambahkan, ada 10 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang dilakukan kerjasama antara PT. ULI dengan LSP ATAKI Konstruksi Indonesia yang sudah memberikan pelayanan yakn DKI Jakarta, Kota Surabaya, Kab Gresik, Kab Sidoarjo, Kota Batu, Kota Malang, Kab Malang, Kota Mojokerto, Kab Mojokerto, Kab Jember, dan 6 Tempat Uji Kompetensi (TUK) Perwakilan/Cabang yang  akan didirikan, yakni, Kab Banyuwangi, Kab Tuban, Kab Jombang, Kab Tulungagung, Kab Bangkalan dan Kota Pasuruan.

“Dengan berdirinya 10 Perwakilan/Cabang TUK yang sudah eksis dan 6 Perwakilan/Cabang TUK  yang masih dalam proses pendirian tersebut, PT ULI terus eksis melangkah dan bergerak untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan optimal bagi pemohon SKK sektor kontruksi melalui Pelatihan & Sertifikasi ASKOM gelombang ke-2, dan tentunya memberikan konstribusi dalam pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia Unggul di Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia”, pungkasnya. (B4M)

Polda Jatim Berhasil Mengamankan 3 Tersangka Pelaku Penembakan di Tol Waru Sidoarjo

0

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Tim gabungan dari Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum  (Ditreskrimum ) Polda Jatim akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan Tiga orang tersangka kasus penembakan menggunakan Air softgun di Tol Waru Sidoarjo dan di Wiyung Surabaya.

Penangkapan itu setelah sebelumnya Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi – saksi dengan melibatkan tim Labfor Polda Jatim.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto saat menggelar konferensi pers di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Senin (27/5).

“Setelah dilakukan pemeriksaan para saksi, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan 3 tersangka yang saat ini sudah ditahan untuk proses lanjut,” ungkap Kombes Dirmanto.

Dikatakan oleh Kombes Pol Dirmanto, bahwa Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menangkap 3 tersangka tersebut karena diduga kuat telah melakukan penembakan menggunakan airsoft gun di Surabaya dan Sidoarjo.

“Jadi hasil pemeriksaan, tersangka ini melakukan aksinya tersebut di empat TKP dengan empat korban,”terang Kombes Pol Dirmanto.

Ketiga pelaku yang mengaku sebagai Mahasiswa asal Surabaya tersebut adalah NDL (20), JLK (19) dan satu tersangka lainnya yang nasih di bawah umur.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan, peristiwa tersebut pertama terjadi pada Minggu (19/5/2024) di Tol Surabaya-Tanggulangin KM 758 pukul 01.04 dengan korban AR yang mengalami luka bibir dan pelipis.

“Penembakan dilakukan oleh tersangka dari dalam mobil warna hitam yang menyalip dari kiri dan ketika mobil sejajar berjarak 2 meter tersangka menembak dengan menggunakan air softgun sebanyak 4 kali setelah itu tersangka kabur menuju arah gerbang tol Kejapanan,”terang Kombes Totok.

Pada hari yang sama,lanjut Kombes Totok sekira pukul 02.12 WIB pelaku kembali melakukan aksi penembakan di Tol Sidoarjo-Surabaya KM 755.

“Korban EC yang mengalami 5 luka di wajah,” jelas Kombes Pol Totok.

Kali ini Penembakan dilakukan oleh tersangka dari dalam mobil warna hitam yang menyalip dari kanan.

Setelah sejajar berjarak 2 meter, tersangka menembak dengan menggunakan senjata air softgun sebanyak 5 kali, setelah itu tersangka kabur menuju arah Surabaya.

Kemudian pada Selasa (21/5/2024) pukul 04.10 TKP keempat di Tol Sidoarjo-Surabaya KM 748 dengan korban RW yang mengakibatkan 1 luka di pelipis kiri.

“Penembakan dilakukan oleh tersangka dari dalam mobil warna hitam yang menyalip dari kiri, setelah sejajar berjarak 2 meter tersangka menembak dengan menggunakan senjata air softgun sebanyak dua kali, setelah itu tersangka kabur menuju Surabaya,”ungkap Kombes Totok.

Teror tersebut terus dilakukan oleh tersangka pukul 04.35 WIB di jalan Babatan Unesa Kecamatan Wiyung Surabaya.

Kali ini korban adalah seorang pemulung berinisial K dengan luka di perut kanan dan satu di pinggang.

Penembakan dilakukan oleh tersangka dari dalam mobil warna hitam yang menyalip dari kanan pada saat korban membawa gerobak sampah.

“Setelah sejajar berjarak 3 meter, tersangka menembak dengan menggunakan air softgun sebanyak dua kali, kemudian kabur ke arah Wiyung,”ungkapnya.

Tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim kata Kombes Pol Totok saat ini sedang mendalami motif dari para pelaku yang melakukan aksi penembakan tersebut.

“Kami masih dalami motifnya, namun hasil pemeriksaan sementara pelaku mengaku hanya iseng-iseng terobsesi main game online,” ungkap Kombes Totok.

Direskrimum Polda Jatim ini menambahkan, pengakuan pelaku NBL mendapatkan air softgun dari membeli di toko online dengan harga Rp5 juta.

Kemudian tersangka JLK mendapat air softgun dari tukar tambah lampu mobil dengan temannya.

“Untuk tersangka anak, membeli air softgun dari NBL dengan harga Rp5 juta, tetapi belum dibayar,”pungkas Kombes Totok.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini para pelaku disangkakan dengan Pasal 170 KUHP subs 351 ayat 1 KUHP Jo 55 KUHP Jo 64 KUHP dan atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No. 12 tahun 1951. (B4M*)
*