Jumat, April 3, 2026
Beranda blog Halaman 261

Ngobrol Bareng Pak Kapolres, Cara Polres Kediri Kota Ajak Warga Jaga Kamtibmas

LENSA PARLEMEN – KEDIRI KOTA,
Menciptakan dan menjaga Keamanan dan ketertiban Masyarakat ( Kamtibmas) terus diupayakan oleh Polres Kediri Kota Polda Jatim demi kondusifitas di wilayah hukumnya.

Dalam mewujudkan Kamtibmas tersebut, Polres Kediri Kota juga melibatkan intansi samping dan juga warga Masyarakat.

Hal itu tampak seperti kegiatan yang digelar rutin oleh Polres Kediri Kota dan jajarannya dengan tajuk “Ngobrol Bareng Pak Kapolres”.

Ngobrol bareng Pak Kapolres ini merupakan program Kapolres Kediri Kota dengan tujuan untuk mengetahui permasalahan kamtibmas yang terjadi di tengah Masyarakat.

Kali ini kegiatan tersebut dilakasanakan oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. dengan mengajak ngobrol kamtibmas warga Desa Blimbing Kec Mojo Kab Kediri.

Kapolres Kediri Kota juga mengajak warga Desa Blimbing yang Ngobrol Bareng dan membuka ruang bagi publik untuk menyampaikan berbagai persoalan, uneg uneg, pendapat saran dan kritikan serta problem terkait apa saja yang dialami masyarakat.

“Terima kasih atas peran bapak ibu yang sudah berperan aktif dalam menjaga lingkungan, siapa lagi kalau bukan kita yang menjaga rumah kita sendiri siapa lagi,”ungkap AKBP Bramastyo.

Kapolres Kediri Kota juga menyampaikan, bahwa peran Polri sebagai penjaga Harkamtibmas tidak bisa berjalan sendiri.

Ia mengatakan untuk mewujudkan Kamtibmas diperlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan situasi yang aman dan kondusif.

“Kalau ada permasalahan di lingkungan, silahkan laporkan kepada kami pihak Kepolisian, jangan biarkan masalah kecil menjadi besar, apabila memerlukan kehadiran Polisi kami dari Polres Kediri Kota dan Polsek jajaran siap membantu,”tegas AKBP Bramastyo.

Sementara itu, dari sebagian warga juga ada yang menyampaikan curhatnya terkait permasalah kamtibmas dan hal itu direspon cepat langsung oleh Kapolres Kediri Kota.

Tidak hanya itu, ucapan terima kasih juga disampaikan oleh warga karena selama ini Polres Kediri Kota dalam kinerja memberikan pelayanan kepada masyarakat sudah sangat maksimal dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat

Acara ngobrol bareng Pak Kapolres di akhiri dengan menyerahkan paket satunan kepada warga Ds Blimbing yang membutuhkan

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Kediri Kota, PJU Polres Kediri Kota, Forkopimcam Kec Mojo serta Kades se Kec Mojo serta warga masyarakat Ds Blimbing Kec Mojo Kab Kediri. (Red)

Wali Kota Eri Cahyadi Ingin Wujudkan Surabaya jadi Kota Peradaban di HJKS ke-731

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Kota Surabaya tidak lama lagi memasuki usia ke-731. Berbagai kegiatan hingga acara menarik telah digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak awal hingga akhir 31 Mei 2024. Mulai dari pengajian, salawat bersama, Festival Rujak Uleg, hingga Surabaya Vaganza, sukses menghibur masyarakat di Kota Pahlawan.

Berbagai kegiatan itu, ternyata tidak cukup menjadi suguhan istimewa untuk warga Kota Pahlawan. Di peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731, Pemkot Surabaya masih terus memberikan pelayanan dan fasilitas yang terbaik untuk warganya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Mulai dari soal penyelesaian saluran air, penataan kota lama, stunting, Kampung Madani, hingga warga miskin di Surabaya.

Menjelang peringatan HJKS ke-731, ia mengungkapkan, masih ada banyak hal yang ingin diwujudkan. Diantaranya adalah, menjadikan Surabaya tidak hanya sebagai kota jasa. Akan tetapi juga menjadi kota wisata yang menarik.

“Jadi Kota Pahlawan ini tidak hanya sebagai kota jasa, tetapi bagaimana menjadi kota wisata yang menarik orang. Karena itu kenapa ada Kota Lama dan ada susur sungai yang berbeda, dengan lampion-lampion yang berbeda,” ungkap Wali Kota Eri, Rabu (29/5/2024).

Tidak hanya itu saja, Wali Kota Eri juga ingin menjadi Surabaya sebagai kota yang ‘dikangenin’ banyak orang. Ia mencontohkan, salah satu tempat yang ‘ngangenin’ bagi masyarakat saat ini adalah Tunjungan Romansa di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya.

“Kalau kita mau ke Tunjungan itu sekarang kangen terus, banyak orang ‘mejeng’ di Jalan Tunjungan itu,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Surabaya yang akrab dengan sapaan Cak Eri Cahyadi itu menambahkan, dirinya ingin menjadikan Surabaya sebagai kota peradaban ke depannya. Kota peradaban yang dimaksud Cak Eri adalah mewujudkan Kampung Madani. “Jadi peradaban itu dimana orangnya yang ramah, ketika ada orang lewat atau bertamu saling menyapa, saling membantu, dan membangun Surabaya bersama warganya,” ujarnya.

Cak Eri berharap kepada warga Surabaya, di peringatan HJKS ke-731 pada 31 Mei mendatang, bisa terus menjaga kota ini dengan rasa kekeluargaan, gotong royong, dan saling toleransi. Menurut Cak Eri, pekerjaan rumah Kota Surabaya masih banyak. Bukan hanya soal penanganan banjir, akan tetapi juga ada masalah kemacetan.

“Perjuangan kita sangat luar biasa, matur nuwun warga Surabaya, karena telah mampu menurunkan kemiskinan dan stunting. Ada tiga lagi permasalah di kota besar, satu yang sudah kita selesaikan adalah soal sampah. Nah kini soal banjir dan kemacetan. Kemacetan, Insya allah di tahun 2027, akan ada LRT yang menghubungkan Surabaya – Sidoarjo – Gresik – Lamongan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono menyampaikan beberapa catatan untuk Kota Surabaya di peringatan HJKS ke-731. Catatan tersebut salah satunya adalah soal pembangunan saluran air. Dirinya berharap, kepada Pemkot Surabaya agar dapat segera menyelesaikan proyek pembangunan saluran air, baik di perkampungan maupun yang berada di pinggir jalan.

Agar cepat terselesaikan, Baktiono berharap kepada Cak Eri Cahyadi untuk menyelesaikan pengerjaan saluran yang belum tuntas selama 24 jam ke depannya. Meskipun begitu, ia memohon pengertian kepada masyarakat Kota Surabaya untuk bersabar, karena memang proyek penanganan banjir yang dikerjakan oleh pemkot saat ini dilakukan secara multiyears.

“Itu (box culvert) bukan pameran, tapi itu memang untuk mengatasi banjir, seperti yang saya sampaikan tadi itu multiyears. Di eranya Pak Bambang D. H, itu membangun saluran Banyu Urip, sampai sekarang belum selesai, lalu diteruskan oleh Bu Tri Rismaharini. Bayangkan, Pak Bambang waktu itu (mengerjakan) 8 tahun, Bu Risma 10 tahun, kemudian sekarang Cak Eri Cahyadi. Nah, ini terus (berkelanjutan) tidak berhenti karena memang skalanya cukup besar,” papar Baktiono.

Bukan hanya soal penanganan banjir di Kota Surabaya, di HJKS ke-731, Baktiono juga berharap kepada pemkot khususnya Cak Eri Cahyadi agar memberikan beasiswa gratis Pemuda Tangguh untuk warga miskin di Surabaya.

“Jumlahnya sudah ribuan, bahkan sudah hampir 3.000an. Nanti di tahun depan, berharapan juga Mas Eri ini bisa meningkatkan lagi, dengan demikian pendidikan bisa menurunkan kemiskinan karena warganya mempunyai pendidikan tinggi yang baik,” pungkasnya. (B4M)

Polrestabes Surabaya Amankan 2 Orang Diduga Pengedar Narkoba Puluhan Paket Sabu Disita

0

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Puluhan paket narkoba jenis sabu-sabu ditemukan anggota kepolisian Satresnarkoba Polrestabes Surabaya,Polda Jatim di kamar kos yang ditempati terduga pengedar Narkoba.

Dari penggrebekan itu Polisi juga mengamankan terduga pelaku pengedar inisial M bin AR (25) Dusun Talon Sampang Madura dan AY (33) warga Genting Baru Surabaya.

Kedua pelaku ditangkap Polisi di dua tempat yang berbeda yakni pelaku AY ditangkap di Jalan Bangunsari 31 Dupak Krembangan Surabaya sedangkan M bin AR diamankan di Tambak Wedi Surabaya.

Barang haram yang disimpan dalam kotak handphone, diketahui petugas saat melakukan penggerebakan hingga pengeledahan.

Akibat penyimpanan barang ilegal di kotak atau tempat kardus HP diketahui Polisi, yang membuat dua pengedar tersebut digelandang ke Mapolrestabes Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Suriah Miftah kepada media, Kamis (29/5).

“Ia menyimpan 14 poket sabu seberat 7,35 gram. Dari pengintaian dilakukan penggeledahan pelaku. Narkoba itu ditemukan di kamar kos pelaku M bin AR,” ucap Kompol Suriah Miftah.

Kasatnarkoba Polrestabes Surabaya ini juga mengungkapkan, berdasarkan dari keterangan kedua pelaku, kamar kos Tambak Wedi Surabaya yang dibuat tempat penyimpanan barang haram tersebut merupakan tempat tidurnya.

“Pelaku M bin AR mengakui bahwa sabu-sabu yang disimpan di tempat tidur, Tambak Wedi Surabaya, merupakan miliknya. Dan kamar yang dibuat menyimpan barang narkoba merupakan kamarnya M bin AR,” terang Kompol Miftah.

Sementara di hadapan petugas, M bin AR mengaku mendapatkan barang ilegal sabu dari seseorang inisial M (DPO) dengan cara membeli seharga Rp.900.000 per gramnya.

“Jadi total pembelian awalnya sebanyak 10 gram dengan harga Rp.9.000.000, yang dibeli pada Kamis, (2/5/2024) sekira pukul 22.00 Wib, dengan cara ketemuan langsung di daerah Parseh Bangkalan Madura,” jelas Kompol Miftah.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga menyita barang bukti yakni, satu kantong kain warna hitam, satu kotak kardus handphone bekas, satu timbangan elektrik, dua buah HP dan uang tunai hasil penjualan sabu sebesar Rp.300.000.

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (Red)

Gabungan Jurnalis Surabaya dan Mahasiswa Tolak RUU Penyiaran

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Massa yang tergabung dalam Insan Pers dan Mahasiswa (Inpersma) menggelar aksi menolak upaya pembungkaman kebebasan pers melalui Revisi Undang-undang ((RUU) Penyiaran.

Seperti diketahui, hari ini Rabu (29/5/2024) DPR RI bersama Pemerintah menjadwalkan pengesahan RUU Penyiaran. Namun, melihat banyaknya aksi penolakan dari kalangan organisasi pers dan masyarakat, pada Selasa (28/5/2024) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan pembahasan soal RUU Penyiaran ditunda.

Penolakan berbagai elemen masyarakat termasuk para jurnalis terjadi lantaram dalam draft RUU Penyiaran terdapat pasal-pasal yang berpotensi memberangus kebebasan pers dalam menggali dan menyampaikan informasi ke publik.

Aksi kelompok massa Inpersma Surabaya sekaligus menegaskan bahwa pegiat media dan mahasiswa tidak tinggal diam atas rencana-rencana yang berupaya mengungkung kebebasan berpendapat, kebebasan menyampaikan informasi ke publik dengan penuh tanggung jawab.

Aksi yang diikuti berbagai wartawan dari beragam kelompok kerja (Pokja ) seperti Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes), Pokja Taman Surya (Potas) termasuk dari organisasi wartawan Aliansi Wartawan Surabaya (AWS), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Surabaya, Kelompok-kelompok Pers Mahasiwa dan sejumlah elemen lainya tersebut menolak RUU Penyiaran yang memuat pasal-pasal yang mengancam kebebasan pers.
Selain itu menuntut pembatalan pasal yang merugikan kerja-kerja pers dalam menyampaikan informasi ke publik.

Terlebih, pembahasan draft RUU Penyiaran sebagaimana pernyataan Dewan Pers tidak melibatkan organisasi wartawan.

Maulana salah satu Koordinator Aksi lainya mengatakan, menjadi persoalan serius ketika pers didengungkan sebagai salah satu pilar demokrasi, namun faktanya tidak dilibatkan dalam merancang kebijakan yang berkaitan dengan profesi insan pers.

“Demokrasi tanpa kebebasan pers mustahil bisa berjalan dengan baik dan sehat,” ujar Ketua Pokja Jurnalis Dewan Surabaya tersebut.

Isa Koordinator Aksi dari SMSI Surabaya menambahkan, nurani para anggota DPR dan pejabat pemerintah mestinya tergerak untuk berpikir logis.

“RUU ini sangat rawan dijadikan alat pengekangan bagi jurnalis dalam menyampaikan informasi sesui fakta yang ada di lapangan. Ini tidak sehat bagi kemajuan suatu bangsa,” kata dia.

Sementara Koordinator Aksi Pokja Taman Surya, Robi Julianto mendesak pemerintah dan DPR membatalkan RUU Penyiaran lantaran bakal membatasi ruang gerak pers dalam menyuguhkan informasi.

“Ini bisa merugikan masyarakat dalam mendapat informasi, terlebih ada pasal yang melarang peliputan investigasi,” kata dia.

Bambang dari Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menegaskan pihaknya bakal terus mengawal perkembangan RUU Penyiaran yang saat ini ditunda pembahasanya.

“Yo ojok ditunda tok rek, dibatalne sekalian (ya jangan hanya ditunda, dibatalkan sekalian),,” harapnya.

Diketahui, terdapat lima poin bermasalah dalam draf RUU Penyiaran tertanggal 27 Maret yang dikritik publik. Pertama Pasal 8A huruf (q) yang menyebutkan bahwa KPI dalam menjalankan tugas berwenang menyelesaikan sengketa jurnalnalistik khusus di bidang penyiaran. Hal ini terjadi tumpang tindih dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers atau UU Pers yang menyebut bahwa sengketa pers seharusnya diselesaikan oleh Dewan Pers.

Kedua Pasal 42 ayat 2. Serupa Pasal 8A huruf q, Pasal 42 ayat 2 juga menyebut bahwa sengketa jurnalistik diurusi oleh KPI. Sedangkan berdasarkan UU Pers, penyelesaian sengketa jurnalistik dilakukan oleh Dewan pers.

Ketiga, Pasal 50 B ayat 2 huruf (c), Ini menjadi pasal yang paling disorot lantaran memuat aturan larangan adanya penyiaran eksklusif jurnalistik investigasi. Kemudian Pasal 50B ayat 2 huruf (k) dilarang membuat konten siaran yang mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik.

Terakhir, Pasal 51 huruf E. Selain Pasal 8A huruf (q) dan pasal 42 ayat 2, Pasal 51 huruf E juga tumpang tindih dengan UU Pers. Pasal ini mengatur bahwa penyelesaian sengketa jurnalistik dilakukan di pengadilan.

“Sengketa yang timbul akibat dikeluarkannya keputusan KPI dapat diselesaikan melalui pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 51 huruf E. (Red)

Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kapolres Kediri Kota : Selamat kepada AKBP Abraham Sissik

LENSA PARLEMEN – KEDIRI KOTA,
Pagi tadi, bertempat di halaman Apel Polres Kediri Kota, telah dilaksanakan upacara kenaikan pangkat pengabdian, Rabu (29/05/2024).

Upacara yang dipimpin oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.IK., M.Si. dihadiri Wakapolres Kediri Kota bersama PJU dan Kapolsek jajaran, para Perwira serta anggota Polres Kediri Kota

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat kepada AKBP Abraham Sissik, S.Sos., S.H., M.H.yang telah mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian periode 1 Juni 2024.

“Selamat kepada AKBP Abraham Sissik yang pada hari ini dinaikkan pangkatnya dari Kompol ke AKBP periode 1 Juni 2024,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan pangkat anggota Polri bukanlah semata hak anggota, namun sebelumnya didahului dengan suatu proses penilaian oleh dewan pertimbangan karier dengan ketentuan yang ada. Kenaikan pangkat pengabdian merupakan sebuah reward dari Polri kepada anggota yang menjalankan tugas dengan baik tanpa ada pelanggaran disiplin selama masa dinasnya di Kepolisian.

“AKBP Abraham adalah contoh anggota yang memenuhi syarat untuk mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian karena dedikasi, kinerjanya yang baik dan tanpa catatan pelanggaran selama dinas,” ungkap AKBP Bramastyo Priaji

Dirinya berharap, semoga melalui upacara ini dapat memberikan motivasi dan menjadi contoh bagi anggota yang lain dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri.

Kapolres dalam kesempatan itu juga mengajak seluruh anggota untuk melaksanakan tugas dengan baik dan penuh ihklas dalam melayani masyarakat, serta “Jadilah Polisi Yang Terus Menebar Kebaikan”

“Jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun, karena jika sudah mempunyai catatan pelanggaran, catatan itu akan selalu mengikuti sampai dengan masa purna tugas dan tidak akan mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian,” tegasnya. (Red)

Polisi Amankan Tersangka Pungli Pembuatan Dokumen Kependudukan di Kabupaten Malang

0

LENSA PARLEMEN – MALANG,
Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim berhasil mengungkap kasus dugaan pungutan liar (pungli) kepengurusan administrasi kependudukan di Kabupaten Malang.

Pelaku mengutip sejumlah uang kepada pemohon saat melakukan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih mengatakan, pelaku yang diamankan berinisial DKO (37), asal Kelurahan Penarukan, Kepanjen, dan W (57) warga Desa Sidodadi, Lawang, Kabupaten Malang.

Kedua pelaku diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Unit Pemberantasan Pungutan (UPP) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) pada 10 Mei 2024.

DKO diketahui merupakan pegawai tidak tetap pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, sementara W (57) berperan sebagai calo bagi pemohon yang hendak mengurus dokumen kependudukan.

“Pelaku DKO ini kapasitasnya sebagai administrator database atau operator sistem informasi administrasi kependudukan, sementara W ini statusnya sebagai calo,” ungkap Kompol Imam Mustolih dalam konferensi pers di Polres Malang, Selasa (28/5).

Wakapolres Malang menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang mengeluhkan adanya pungli saat mengurus KTP di wilayah Desa Sukodadi, Kecamatan Lawang.

“Saat itu salah satu warga diminta uang Rp 150 ribu saat melakukan pengurusan pembuatan KTP,”terang Kompol Imam.

Pelaku menjanjikan prosedur instan pengurusan KTP melalui jalur tidak resmi dan bisa menunggu di rumah.

Namun belakangan, warga yang mengetahui jika tidak ada pungutan biaya dalam pengurusan kemudian melaporkan kepada tim UPP Saber Pungli Kabupaten Malang.

“Dasar informasi tersebut dilaksanakan pendalaman dan penyelidikan, kemudian pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2024 tim mendatangi lokasi kemudian ada seseorang ini menyerahkan uang atas pengurusan KTP yang sudah jadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat, mengungkapkan pelaku sudah cukup lama melakukan aksi pungli tersebut.

Berdasarkan keterangan pelaku, sejak Januari hingga Mei 2024, lebih dari 200 buah KTP dan 30 eksemplar KK yang telah dicetak dan diedarkan.

Para pelaku juga meraup keuntungan sedikitnya Rp 5 juta setiap bulannya dari hasil bisnis haram pengurusan KTP.

Saat menjalankan aksinya, pelaku disinyalir mempersulit pemohon yang hendak mengurus administrasi kependudukan dan menggiring untuk mencari jalur belakang.

“Modusnya ya menawarkan jalur belakang lebih cepat, hanya kirim foto, hanya kirim data semua melalui pesan, tidak perlu datang,” terang AKP Gandha.

AKP Gandha menyebut, material KTP yang dipakai pelaku dalam pengurusan administrasi kependudukan merupakan material asli.

Pihaknya kini masih melakukan pendalaman terhadap keterangan tersangka pengembangan kasus tersebut.

“KTP asli, nomor juga asli, untuk KK harganya Rp 125 ribu,” ungkapnya.

Kini kedua tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Malang.

Terhadap keduanya dikenakan Pasal 95 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman pidanan penjara paling lama 6 tahun. (Red)

Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha, Pemkot Gelar Pasar Murah di Surabaya Barat

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengendalikan inflasi di Kota Pahlawan, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Salah satu yang dilakukan pemkot adalah menggulirkan kembali program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Surabaya Barat, tepatnya di Pendopo Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, Selasa (28/5/2024).

Saat itu, warga berbondong-bondong membeli berbagai macam komoditi yang dijual dalam GPM itu. Mereka benar-benar memanfaatkan event ini untuk melengkapi kebutuhan dapurnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan program GPM ini rutin digelar setiap bulannya secara bergantian di berbagai lokasi di Surabaya. Sebelumnya, GPM ini digelar di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, lalu kali ini digelar di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo.

“GPM merupakan program kita untuk membantu masyarakat dengan menyediakan bahan pokok dengan harga murah. Saat ini, giliran kita bekerjasama dengan Kecamatan Benowo dengan menyiapkan berbagai produk. Tentu intervensi ini sangat penting menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Jadi, mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat semuanya,” kata Antiek.

Dalam program GPM kali ini, tersedia sejumlah bahan pangan, seperti beras, minyak, gula, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, serta bawang merah dan bawang putih. Selain itu, ada pula produk UMKM dari Kecamatan Benowo yang ikut serta dalam GPM tersebut.

“Jadi, dalam GPM ini kami berkolaborasi dengan pihak penyedia, termasuk kolaborasi dengan para UMKM setempat. Makanya, kami pastikan harga yang kami jual pasti di bawah pasaran,” tegasnya.

Di samping itu, Antiek juga memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha ini aman. Cuma memang, ketika melihat harga di pasaran, ada beberapa komoditi yang mulai naik, seperti beras.

“Makanya, Pemkot Surabaya langsung responsif dengan menggelar GPM dan juga Operasi Pasar. Semoga dengan cara ini bisa mengendalikan harga di pasaran,” katanya.

Sementara itu, Winarti warga Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo yang membeli sejumlah bahan pangan dalam program GPM tersebut mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Pasalnya, harganya memang lebih murah dibanding di pasar.

“Terima kasih kepada Pemkot Surabaya yang telah mengadakan gerakan pangan murah ini, warga sangat terbantu karena harga bahan pokok yang dijual cukup murah. Saya berharap program ini terus dilanjutkan dan tidak hanya kali ini saja,” pungkasnya. (B4M)

 

Sambut Hari Lanjut Usia Nasional, Pemkot Surabaya Perkuat Pemberdayaan Karang Werda Sehat dan Berkualitas

LENSA PARLEMEN – SURABAYA,
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat pendampingan dan pemberdayaan bagi para lanjut usia (lansia) melalui organisasi masyarakat Karang Werda. Oleh sebab itu, dengan adanya pemberdayaan bagi lansia, mereka diharapkan tetap sehat dan berkualitas.

Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 yang berdekatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) RI, pada 29 Mei 2024 mendatang, pemkot menggelar ‘Silaturahmi Karang Werda Hari Lanjut Usia Nasional 2024’ di Halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (28/5/2024). Ratusan lansia pun berkumpul untuk memperingati HLUN 2024.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menghampiri para lansia untuk menyerahkan bingkisan secara simbolis. Tak hanya itu saja, terdapat pula tampilan seni dari para lansia, serta tersedia layanan pemeriksaan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh para lansia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Karang Werda memiliki peran penting dan strategis dalam mengisi pembangunan dan memajukan bangsa. Karenanya, untuk mendukung dan menghormati para lansia, pemkot akan terus fokus pada pendampingan dan pemberdayaan lansia.

“Lansia di Surabaya adalah bapak ibu saya, tanggal 29 Mei 2024 adalah Hari Lansia dimana Pemkot Surabaya selalu memberikan support kepada lansia. Karena ketika ada interaksi antara lansia, maka secara otomatis, insyaallah penyakit yang diderita lansia akan berkurang,” kata Wali Kota Eri.

Dengan demikian, Wali Kota Eri menerangkan bahwa di tahun 2024, pemkot akan memperbanyak berbagai kegiatan pemberdayaan bagi lansia di Kota Pahlawan.  Salah satu kegiatan yang sudah berjalan adalah Sekolah Lansia Tangguh atau Selantang. Kegiatan ini menyasar lansia di setiap kecamatan se-Surabaya, bahkan sebanyak 1.000 lebih lansia ikut memanfaatkan program tersebut.

“Dalam satu kecamatan terdapat 30 orang yang insyaallah ada di 31 kecamatan dan sudah hampir 1.000 orang. Sehingga di tahun 2025, sekolah itu tidak hanya sekali setahun, tetapi bisa dilakukan tiga kali dalam setahun. Lewat sekolah itu, lansia bisa berkumpul diberikan pemberdayaan, dan semangat, maka mereka nyaman dan bahagia,” terangnya.

Wali Kota Eri pun bercerita tentang kisah seorang nenek berusia 62 tahun yang ikut dalam UMKM Jahit Benang Emas. Nenek tersebut mengaku kepada Wali Kota Eri bahwa dengan menjahit, dirinya mampu meraih pendapatan sebesar Rp3-4 juta perbulan. Selain itu, sang nenek juga menyampaikan jika tak ingin menggantungkan hidup kepada anak-anaknya.

“Beliau mengatakan bahwa ini tidak semata-mata mencari uang, tetapi beliau bisa berinteraksi dengan orang lain sehingga tetap ada kegiatan. Itu yang dibutuhkan orang tua, seperti adanya teman dan sahabat, atau yang penting adalah memiliki teman bicara,” ungkapnya.

Sebab, menurut Wali Kota Eri, hal itu menjadi pembelajaran menarik bagi Pemkot Surabaya. Ia menegaskan bahwa pemkot akan terus memperkuat pemberdayaan kepada lansia agar tetap sehat dan bahagia sehingga dapat beraktivitas dalam kegiatan apapun.

“Kita akan wujudkan melalui Musrenang Lansia, saya meminta dan menugaskan kepada Pemkot Surabaya kalau waktunya Musrenbang tidak hanya fokus pada fisik saja tetapi juga menyentuh pemuda, perempuan, dan lansia. Nantinya, harapan saya di tahun 2025, ada 3 atau 4 kali kegiatan dalam sebulan untuk memperkuat interaksi antar lansia,” tegasnya.

Wali Kota Eri pun berharap, menyambut Hari Lanjut Usia Nasional 2024, lansia tetap menjadi garda terdepan dalam pembangunan Kota Pahlawan. “Karena buat saya, lansia adalah pendiri Kota Surabaya. Bagaimana beliau dulu membentuk rasa guyup-rukun dan silaturahmi, sehingga Surabaya bisa terbentuk seperti ini,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, menindaklanjuti arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pihaknya telah memilah berbagai kegiatan yang nantinya dapat diikuti oleh lansia.

“Artinya ke depan, kita semua menjadi lansia. Jadi Bapak Walikota menginginkan lebih banyak kegiatan. Tidak hanya Dinsos tetapi juga OPD lainnya, seperti di Dinkes (Dinas Kesehatan) memiliki Posyandu Lansia, yakni layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis dan rutin bagi lansia,” kata Anna Fajriatin.

Selanjutnya, Dinsos Surabaya akan terus menggencarkan sosialisasi terkait berbagai kegiatan pemberdayaan lansia bermartabat dan berdaya. “Kami sudah ada pemilahan, bagimana lansia bermartabat dan berdaya, kemudian terkait keagamaan, lalu rekreasi seperti hiburan mereka, serta bakat yang dapat dikembangkan,” pungkas Anna. (B4M)

Polda Jatim Bangun Rumah Sakit Bhayangkara di Jombang

LENSA PARLEMEN – JOMBANG,
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto bersama Karojemengar Srena Polri, Brigjen Pol. Andik Setiyono, serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Forkopimda Kabupaten Jombang, melakukan ground breaking pembangunan rumah sakit Bhayangkara Jombang, di Jl. KH. Romli Tamim, Jombang. Selasa (28/5/2024).

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, pembangunan rumah sakit Bhayangkara ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polda Jawa Timur, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.

Kapolda Jatim juga menyebut Polri sebagai lembaga yang memiliki tugas utama dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Irjen Pol Imam Sugianto Selain juga mengatakan, selain menegakkan hukum sesuai amanah undang-undang nomor 2 tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polri juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Kami menyadari bahwa pembangunan kesehatan nasional adalah bagian penting dari pembangunan nasional yang menyeluruh,” kata Irjen Imam.

Kapolda Jatim ini mengungkapkan, pemerintah Indonesia melalui arah pembangunan kesehatan Nasional menekankan pentingnya peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,”kata Irjen Imam.

Ia juga menjelaskan, Rumah Sakit Bhayangkara Jombang ini nantinya akan menjadi bagian integral dari upaya tersebut, dengan menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif, berkualitas dan terjangkau.

Selain itu, peningkatan fasilitas kesehatan seperti ini juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di
Jawa Timur.

“Dengan IPM yang lebih tinggi, kita berkontribusi pada visi besar bangsa Indonesia, menuju Indonesia emas 2045, untuk melompat menjadi negara maju,” ujar Irjen Imam.

Menurut Irjen Imam dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan akan mendukung produktivitas masyarakat, memperpanjang usia harapan hidup, serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Pembangunan Rumah Sakit ini akan dikerjakan oleh PT. Cipta Prima Selaras dan pengawas pekerjaan oleh PT. Epithu Logica Sembada.

Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara Jombang ini nantinya juga akan dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan medis yang modern, serta didukung oleh tenaga medis yang profesional.

“Kami berharap, kehadiran rumah sakit ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi anggota Polri dan Keluarganya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Jombang dan
sekitarnya,” ungkap Irjen Imam.

Dengan demikian lanjut Irjen Pol Imam, kehadiran rumah sakit ini dapat menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah ini.

Pembangunan rumah sakit ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara Polri dengan Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya percaya, dengan dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, pembangunan rumah sakit ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga segera dapat digunakan untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya, tak lupa Kapolda Jatim juga mengucapkan terima kasih kepada kepada semua pihak yang telah turut serta memberikan dukungan dan kontribusinya sehingga ground breaking rumah sakit Bhayangkara Jombang dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah awal yang baik untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik di masa depan,” harapnya.

Usai memberikan sambutan, Kapolda Jatim Bersama Karojemengar Srena Polri dan PJU Polda Jatim, serta Forkopimda Kabupaten Jombang menyaksikan penancapan tiang pancang dan penanaman pohon pule, sebagai tanda proyek rumah sakit Bhayangkara Jombang mulai dilakukan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto dihadapan awak media mengatakan nantinya pelayanan rumah sakit Bhayangkara Jombang ini dapat mencakup 7 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Jombang, Tembelang, Megaluh, Perak, Diwek, Jogoroto dan Peterongan, dengan cakupan jumlah penduduk sebanyak 544.815 jiwa.

“Alhamdulillah pembangunan ini di inisiasi oleh Karojemengar Srena Polri, Brigjen Pol. Andik Setiyono, dengan anggaran dari Mabes Polri sebanyak 30 Milyar rupiah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembangunan rumah sakit Bhayangkara Jombang, di atas lahan 2.779 meter persegi, yang dituntaskan oleh PJ Bupati Jombang, di genapkan menjadi 3000 meter.

Sisanya kurang lebih 400 meter, Polda Jatim akan segera urus proses hibahnya.

Perluasan pembangunan Rumah sakit, dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 189 hari hingga November 2024 nanti. (Red)

Tingkatkan Kesehatan Gigi dan Mulut, Polres Kediri Kota Bersama Biddokkes Polda Jatim Gelar Dental Fitness

LENSA PARLEMEN – KEDIRI KOTA,
Tingkatkan kesehatan gigi dan mulut Polres Kediri Kota bekerjasama dengan Biddokkes Polda Jawa Timur mengadakan dental fitness pemeriksaan gigi dan mulut bagi anggota Polres Kediri Kota, Selasa (28/05/2024).

Kegiatan pemeriksaan gigi dan mulut dipimpin Kaur Yankes Biddokes Polda Jatim penata Ni Made Parwati, S.KM. bersama tim pemeriksa Iptu drg. Asri Dewanthi Kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut ini di ikuti 91 Personel Polres Kediri Kota

Menurut drg.Asri Dewanthi pemeriksaan dental fitness atau pemeriksaan gigi dan mulut harus dilakukan setiap enam bulan sekali. selain rutin mengunjungi dokter gigi.

Kata Asri, anggota polisi juga diminta rutin menjaga kesehatan sehingga tidak menjadi penyebab utama timbulnya rasa gelisah.

“Memang kebanyakan orang takut untuk periksa ke dokter gigi, padahal itu sangat penting untuk dilakukan demi menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sebenarnya dengan rutin memeriksa, kita akan selalu sehat dan terhindar dari gangguan kerusakan gigi dan mulut,” terang Asri.

Kegiatan dental fitness ini bertujuan, sambung Asri, untuk mengetahui kondisi dan status dental fitness pada anggota Polri dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta dukungan kesiapan tugas operasional dan deteksi dini terhadap kerusakan atau kelainan jaringan gigi dan mulut

Sehingga, kata Asri, dengan cepat datang ke dokter akan segera dapat dilakukan berbagai upaya pencegahan yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. “Ini sangat penting sekali bagi personil polisi,” ungkapnya

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan selain melakukan pemeriksaan gigi dan mulut, anggota jajaran Polres Kediri Kota juga bisa berkonsultasi dengan tim pemeriksa jika punya sejumlah keluhan terhadap gigi dan mulut.

Dua hal itu sangat urgen dilakukan, papar Kapolres demi kelancaran menjalankan tugas seorang personil polisi saat melayani masyarakat.

“Kalau sering sakit gigi, pelayanan bisa sedikit terganggu. Makanya rutin melakukan pemeriksaan mulut dan gigi,” pungkasnya. (Red)