LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Agoeng Prasodjo, akhirnya hadir di ruang pressroom Pokja Wartawan, Senin (10/3/2025) untuk secara langsung meminta maaf kepada wartawan anggota Pokja terkait insiden pengusiran yang terjadi sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agoeng didampingi oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, dan Wakil Ketua DPRD, Arif Fathoni. Kedua pejabat tersebut diketahui merupakan mantan jurnalis, sehingga mereka memahami pentingnya hubungan yang baik antara legislatif dan media.
Di hadapan wartawan Pokja DPRD Kota Surabaya, Agoeng menyampaikan permintaan maaf dengan penuh keikhlasan. “Dalam hati kecil saya, saya tidak pernah berniat untuk menyakiti sampeyan. Semua yang terjadi memang karena keadaan dan murni spontanitas,” ujarnya dengan tulus.
Dia menjelaskan, dalam hearing tersebut, memang ada hal-hal yang sifatnya pendalaman atau off the record. Wartawan keluar dulu, baru setelah itu boleh masuk lagi. “Yang jelas saya enggak sepicik itu, berbuat menyakiti hati temen-teman wartawan. Enggak ada niat untuk itu, apalagi kita sudah kenal cukup lama, ” tandas dia.
Usai Agoeng menyampaikan permintaan maaf, Arif Fathoni menegaskan, dirinya bersama Adi Sutarwijono, sebagai pimpinan DPRD Kota Surabaya, berkomitmen bahwa kejadian pengusiran wartawan di Komisi B adalah yang pertama dan terakhir.
Toni juga menegaskan bahwa jika di masa depan ada tindakan anggota dewan yang melecehkan profesi wartawan, pihaknya tidak akan bertanggung jawab lagi. Dirinya pun menyatakan pasrah atas segala kemungkinan yang terjadi.
“Silakan mau ditulis jelek sebulan atau empat tahun, saya ikhlas. Karena menjaga pers sebagai pilar keempat demokrasi, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” ujarnya.
Sekali lagi, lanjut dia, pihaknya minta maaf. Kata orang bijak, ‘Tiada pemberian yang terindah selain kata maaf. Tiada perbuatan yang termulia selain memaafkan’. “Mudah-mudahan bulan suci Ramadan kita saling memaafkan satu sama lain.Jadi, ini yang terakhir ya ketua Pokja, ” terang dia.
Sementara itu, Ketua Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes), Inyong Maulana, mengucapkan syukur Alhamdulillah. Hari ini, proses tabayyun atau klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi di Komisi B berjalan dengan lancar.
“InsyaAllah dengan eksyen pimpinan DPRD yang datang ke presroom, kita sudah menerima (permintaan maaf, red) itu dengan lapang dada. Karena kemarin-kemarin kan masih sebatas statemen Pak Machmud, kita masih ragu. Benar apa enggak ini, “ungkap dia.
Akhirnya, keraguan itu sirna setelah, Senin (10/3/2025), usai rapat paripurna, Maulana menerima telepon dari Arif Fathoni. Dalam percakapan itu, Arif memberitahukan bahwa Agoeng Prasodjo akan segera datang ke pressroom untuk meminta maaf secara langsung.
“Kabar itu langsung saya jawab Oke kita pasti terima, ” jelas wartawan Harian Bangsa ini.
Dia menjelaskan bahwa inti dari harapan rekan-rekan Pokja Judes adalah agar para wartawan yang sudah berteman dekat dengan anggota dewan selama puluhan tahun tidak diperlakukan seperti itu.
Maulana pun mengungkapkan rasa keterkejutannya mendengar kejadian pengusiran wartawan saat meliput hearing di Komisi B pada Selasa (4/3/2025). Peristiwa tersebut sangat mengejutkan, mengingat hubungan yang telah lama terjalin antara media dan para anggota dewan yang seharusnya saling menghargai dalam proses peliputan.
“Kebetulan saya masih di rumah. Saya kaget seperti ada petir mendengar kabar (pengusiran itu). Kita ini sudah kenal cukup lama, kenapa kok diusir-usir, “tegas dia.
Artinya, lanjut Maulana, kalau memang ada rapat atau hearing tertutup atau terbuka, silakan disampaikan dari awal. Hanya saja, ini jangan sampai menjadi preseden buruk, setiap rapat nanti tertutup. Kalau begini kan tambah repot.
Menurut Maulana, dua pimpinan DPRD, Adi Sutarwijono dan Arif Fathoni pernah menjalani profesi wartawan, tentu tahu hak dan kewajiban wartawan seperti apa? Kalau semua rapat tertutup ya tambah repot. Karena masyarakat tidak tahu informasi apa-apa.
“Ya, kami juga minta maaf ke pimpinan DPRD kalau sekiranya berita-berita kemarin cukup bikin heboh. Karena ini semata -mata tanggung jawab profesi. Jadi kami harus bereaksi terhadap aksi seperti itu, “terang Maulana.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan pimpinan DPRD. ‘Teman-teman sepakat untuk menerima permohonan maaf Pak Agoeng, kan?’ tanya Maulana.
Para jurnalis menjawab dengan kompak, “Sepakat!”. Selanjutnya pimpinan DPRD, Agoeng Prasodjo berfoto dan bersalaman dengan para wartawan Pokja Judes. (B4M)





