Kamis, Maret 5, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - DKomisi D DPRD Surabaya Dukung MoU Pemkot-Aisyiyah untuk Perkuat Sektor Sosial, Kesehatan,...

Komisi D DPRD Surabaya Dukung MoU Pemkot-Aisyiyah untuk Perkuat Sektor Sosial, Kesehatan, dan Pendidikan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar audiensi terbuka dengan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Surabaya, Kamis (28/8/2025), untuk membahas potensi kolaborasi antara organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Audiensi berlangsung di ruang Komisi D, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, dr. Akmarawita Kadir, dan dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Sosial (Dinsos), serta DP3PPKB.

Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk merumuskan sinergi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan sosial.

dr. Zuhrotul Mar’ah, Anggota Komisi D DPRD Surabaya (B4M)

Anggota Komisi D, dr. Zuhrotul Mar’ah, menegaskan pentingnya mengikat kolaborasi ini secara formal dalam bentuk nota kesepahaman (MoU). Menurutnya, sejumlah program Aisyiyah sudah sangat relevan dengan kerja-kerja dinas terkait, terutama di bidang kesehatan dan pemberdayaan perempuan.

“Surabaya ini tidak bisa dibangun sendirian, perlu kolaborasi semua pihak. Dengan MoU, sinergi Aisyiyah dan Pemkot bisa lebih berkelanjutan dan tidak berhenti hanya di audiensi,” ujarnya.

Sekretaris PD Aisyiyah Surabaya, dr. Sofifah, dalam paparannya menyampaikan kesiapan organisasinya untuk bersinergi lebih intensif dengan pemerintah. Ia menyebut Aisyiyah telah menjalankan berbagai program dari tingkat PAUD hingga kesehatan masyarakat dan perlindungan sosial.

“Kami memiliki sekolah-sekolah TK, dan nanti akan ada program parenting yang bisa dikolaborasikan dengan Pemkot Surabaya. Di bidang kesehatan, kami fokus pada pemberantasan TBC, pencegahan stunting, hingga pencegahan pernikahan dini,” jelasnya.

Lebih jauh, Aisyiyah juga menyampaikan keinginan untuk memperkuat kerjasama dengan Dinas Sosial, khususnya dalam penanganan anak-anak di panti asuhan serta pendampingan lansia. Program-program tersebut selama ini dijalankan secara swadaya melalui penggalangan dana internal.

“Kami punya SDM, tapi terbatas di dana. Karena itu kami berharap kerjasama ini bisa terwujud dalam bentuk MoU yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinsos Surabaya, Arif S., turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi Aisyiyah. Ia mengungkapkan bahwa dua panti asuhan Aisyiyah, yakni di Kebonsari Baru dan Baratajaya 19, telah terakreditasi A. Selain itu, Dinsos juga menyalurkan bantuan beasiswa program Pemuda Tangguh bagi anak-anak di LKS Aisyiyah.

“Kami berterima kasih karena Aisyiyah membantu pemerintah kota dalam penyelesaian masalah sosial, khususnya anak yatim dan lansia. Sinergi ini penting agar pelayanan kesejahteraan sesuai standar pemerintah,” ujarnya.

Audiensi yang berlangsung hampir tiga jam itu ditutup dengan semangat kolaboratif dan komitmen bersama untuk membangun kota Surabaya yang inklusif, sehat, dan berdaya. Semua pihak sepakat bahwa keberadaan Aisyiyah, dengan jaringan sosial yang kuat di masyarakat, adalah aset penting bagi pembangunan kota.

(B4M/LENSA PARLEMEN)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments