LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya, Ghofar Ismail politisi Partai Amanat Nasional (PAN), memberikan penjelasan mengenai hasil kunjungan pihaknya ke Rumah Potong Hewan (RPH) Babi di Banjarsugihan. Dalam kunjungan tersebut, Gofar menyoroti beberapa aspek penting terkait fasilitas pemotongan babi yang ada di RPH Banjarsugihan Surabaya.
Gofar mengungkapkan bahwa kondisi fasilitas RPH Babi di Banjarsugihan sudah cukup baik meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki. “Alhamdulillah, Surabaya sudah membagi kegiatan pemotongan di beberapa RPH, dan kami kemarin telah mengecek langsung kondisi di lapangan. Untuk RPH Babi, tempatnya sudah lumayan, namun tentu masih ada yang perlu ditingkatkan lagi,” kata Ghofar Ismail kepada media lensaparlemen.id, di gedung kantor DPRD Surabaya, Selasa, 21/1/2025.
Selain kualitas fasilitas, Ghofar juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan kebersihan dan limbah. “Kondisi tempat memang perlu diperbaiki, tetapi yang lebih penting adalah memastikan kegiatan ini tidak mengganggu lingkungan sekitar,” tegasnya.

Meskipun RPH Babi terletak jauh dari pemukiman warga, masalah pengelolaan limbah dari proses pemotongan hewan tetap menjadi perhatian serius. Gofar menegaskan bahwa limbah yang dihasilkan harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.
“Pengelolaan limbah ini harus dimaksimalkan untuk mencegah dampak buruk terhadap lingkungan di sekitar RPH,” tuturnya.
Ghofar berharap dengan adanya perbaikan fasilitas dan pengelolaan limbah yang lebih baik, kegiatan pemotongan hewan di Surabaya dapat berjalan dengan lebih baik.
“Saya berharap RPH ini tidak hanya dapat meningkatkan kualitas fasilitas, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan yang ada di sekitar RPH,” harapnya. (B4M)





