Minggu, April 19, 2026
BerandaSURABAYA RAYAPemkot Surabaya Evaluasi Larangan Parkir di Jalan Tunjungan, Fokus Pada Kenyamanan dan...

Pemkot Surabaya Evaluasi Larangan Parkir di Jalan Tunjungan, Fokus Pada Kenyamanan dan Wisata

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota Surabaya tengah melakukan evaluasi terhadap penataan parkir di sepanjang Jalan Tunjungan. Kebijakan ini menyusul larangan parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) yang mulai diberlakukan sejak 15 Juli 2025, seiring dengan dimulainya perbaikan jalur pedestrian di kawasan tersebut.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa proses evaluasi akan berlangsung hingga 31 Juli 2025. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kondisi lalu lintas di area tersebut menunjukkan perbaikan yang signifikan. Arus kendaraan kini dinilai lebih lancar dan suasana kawasan menjadi lebih tertib serta nyaman bagi pengguna jalan.

“Apabila masyarakat senang, tidak ada macet dan tidak mengganggu lalu lintas, kenapa tidak kita teruskan lagi? Nanti Dinas Perhubungan (Dishub) yang melakukan evaluasi dengan melihat respons masyarakat juga,” ujar Wali Kota Eri, Senin (28/7/2025).

Wali Kota Eri menjelaskan bahwa pemkot akan berdiskusi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penataan parkir benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Menurutnya, kondisi Jalan Tunjungan saat ini telah jauh berubah dibanding beberapa tahun lalu. Kini, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang turut mendorong peningkatan omzet para pelaku usaha di sekitarnya. Namun, di sisi lain, potensi kemacetan akibat parkir yang tidak teratur juga menjadi perhatian.

“Kalau ternyata (parkir TJU) menimbulkan macet, orang tidak bisa lewat, ya kita hilangkan saja,” tegasnya.

Sebagai bagian dari solusi, Pemkot Surabaya melakukan penambahan dan optimalisasi kantong-kantong parkir yang ada. Sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai kantong parkir utama, seperti di Gedung Siola, Jalan Genteng, Jalan Tanjung Anom, area parkir Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta Jalan Kenari.

Selain itu, Wali Kota Eri mengungkap bahwa pemkot juga menjajaki kerja sama dengan pihak DoubleTree untuk menambah kapasitas parkir di kawasan Jalan Tanjung Anom. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan tempat parkir yang memadai bagi pengunjung.

“Sehingga pengunjung tetap nyaman saat berwisata atau berbelanja di Tunjungan tanpa khawatir kesulitan mencari parkir,” ujar Wali Kota Eri.

Tak hanya soal parkir, Pemkot Surabaya juga tengah memfokuskan perbaikan infrastruktur lainnya di sepanjang Jalan Tunjungan. Perbaikan tersebut ditarget rampung pada akhir Juli 2025.

Perbaikan ini meliputi peningkatan kualitas trotoar untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, penataan kabel bawah tanah termasuk fiber optik, serta penghijauan dan penataan taman-taman di sepanjang jalur tersebut.

“Supaya orang-orang yang datang ke Jalan Tunjungan menjadi nyaman dan bisa menikmati Kota Surabaya,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota Eri, upaya penataan ini tidak semata-mata untuk mempercantik tampilan Jalan Tunjungan, tetapi juga bertujuan meningkatkan daya tarik kawasan tersebut agar lebih banyak pengunjung datang.

Ia berharap peningkatan kunjungan wisatawan akan berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dapat digunakan untuk membiayai program-program prioritas seperti layanan kesehatan dan pendidikan gratis.

“Upaya ini bukan sekadar ‘wajah baru’ dalam arti pembangunan total, melainkan lebih pada ‘make up’ atau penyempurnaan yang membuat Tunjungan semakin menarik dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

(B4M/Lensa Parlemen)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular