LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menyampaikan hasil evaluasi terhadap kinerja Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya untuk triwulan pertama tahun 2025. Dalam rapat yang digelar baru-baru ini, Akmarawita mengungkapkan bahwa secara umum kinerja dan realisasi anggaran Disbudporapar cukup baik dan sesuai harapan.
“Dari total anggaran pendapatan tahun 2025 sebesar Rp19 miliar, hingga bulan April sudah terealisasi sekitar Rp4,2 miliar. Ini progres yang sangat baik dan perlu dipertahankan hingga akhir tahun,” kata dr. Akmarawita Kadir, saat ditemui lensaparlemen.id di ruang Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (29/4/2025).
Ia menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan pendapatan dari sektor penyewaan fasilitas olahraga serta optimalisasi retribusi yang dikelola dinas. Bidang olahraga disebut sebagai penyumbang pendapatan terbesar, khususnya dari pemakaian lapangan seperti Gelora Pancasila dan Lapangan Thor. Realisasi sewa Lapangan Thor sendiri sudah mencapai Rp257 juta dari target Rp950 juta.
Sektor pariwisata juga menunjukkan kontribusi signifikan melalui pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) di kawasan Kota Lama, termasuk sewa mobil dan stand. “Dari sektor ini sudah menyumbang Rp165 juta pada triwulan pertama,” tambahnya.
Namun, masih ada beberapa fasilitas dengan pendapatan rendah, seperti lapangan tenis dan hoki, yang terdampak musim hujan. Akmarawita optimistis jika cuaca membaik, tingkat okupansi fasilitas akan meningkat.
Dalam aspek kepemudaan, dr. Akmarawita menyoroti pentingnya program Beasiswa Pemuda Tangguh yang ditujukan bagi mahasiswa Surabaya dari keluarga tidak mampu. Program ini memiliki kuota sekitar 3.500 penerima aktif dan bersifat fleksibel karena bisa diberikan meski mahasiswa berada di tengah semester.
“Selama mereka memiliki KTP Surabaya dan memenuhi syarat, seperti masuk dalam keluarga miskin (Gakin/Pragakin) atau berprestasi, maka bisa difasilitasi. Bahkan, mahasiswa di luar kota yang hampir putus kuliah juga bisa dibantu,” jelas dr. Akmarawita Kadir Legislator dari Fraksi Golkar.
Beasiswa ini juga memberikan uang saku per semester dan mendukung mahasiswa hingga lulus. Komisi D mendorong agar setelah lulus, para penerima beasiswa ikut membangun Kota Surabaya melalui program pengabdian dan paguyuban alumni.
Akmarawita juga mengusulkan agar beasiswa Pemuda Tangguh ke depan bisa diperluas untuk mahasiswa lulusan luar negeri, serta mencakup jenjang profesi seperti kedokteran. Saat ini, dukungan hanya diberikan hingga jenjang S1.
“Kami akan evaluasi kuota dan realisasinya agar tahun depan bisa ditambah. Skema beasiswa ini harus menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan dan berpotensi,” pungkasnya. (B4M)





