LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada 12 November 2024 kemarin, dr. Zurotul Mar’ah, legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga berprofesi sebagai dokter dan duduk di Komisi D DPRD Kota Surabaya, memberikan tanggapan terkait pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Surabaya. Sebagai anggota legislatif yang terlibat langsung dalam kebijakan kesehatan, dr. Zurotul menekankan perlunya perhatian lebih terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Surabaya, baik dari segi fasilitas, tenaga medis, maupun program-program kesehatan yang menyentuh kebutuhan warga.
Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan
Dalam pernyataannya, dr. Zurotul Mar’ah mengungkapkan bahwa meskipun Surabaya telah mengalami kemajuan signifikan di sektor kesehatan, masih ada beberapa tantangan yang perlu segera diatasi. “Hari Kesehatan Nasional merupakan momentum untuk mengevaluasi sejauh mana pencapaian kita dalam sektor kesehatan. Kita harus memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan yang berkualitas,” kata dr. Zurotul, saat ditemui media lensaparlemen.id, Jum’at, 15/11/2024.
Sebagai anggota Komisi D yang membidangi kesehatan, dr. Zurotul menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur kesehatan, terutama di wilayah pinggiran dan daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. “Kami di DPRD Surabaya terus berusaha memperjuangkan anggaran yang memadai untuk pembangunan dan perawatan fasilitas kesehatan. Selain itu, kita juga perlu memastikan tenaga medis yang ada cukup dan kompeten,” tambahnya.
Program Kesehatan Preventif dan Promotif
Sebagai seorang profesional di bidang kesehatan, dr. Zurotul juga mengingatkan pentingnya pendekatan kesehatan preventif dan promotif. Menurutnya, pemerintah kota harus memperluas program-program pencegahan penyakit seperti vaksinasi, penyuluhan tentang gaya hidup sehat, serta deteksi dini penyakit tidak menular. “Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah penyakit sejak dini. Ini harus menjadi prioritas karena dengan pencegahan, kita bisa mengurangi angka kejadian penyakit yang lebih serius dan biaya pengobatannya,” ungkapnya.
dr. Zurotul juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kebersihan lingkungan adalah faktor utama dalam mencegah berbagai penyakit menular. Pemerintah kota harus memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” katanya.
Mendorong Inovasi Teknologi Kesehatan
Di tengah perkembangan teknologi, Dr. Zurotul juga menyarankan agar Surabaya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperbaiki pelayanan kesehatan. “Telemedicine dan sistem informasi kesehatan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah yang jauh dari pusat kota. Pemanfaatan teknologi ini dapat membantu pasien mendapatkan konsultasi dokter tanpa harus datang langsung ke rumah sakit,” jelasnya.
Surabaya Siap Terus Berinovasi
Dengan semangat HKN, diharapkan kota Surabaya dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi seluruh warganya.
dr. Zurotul menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah kota, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan Surabaya yang sehat. “Kami akan terus mendorong kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesehatan masyarakat, serta mengedepankan kolaborasi antara berbagai pihak untuk memastikan Surabaya menjadi kota yang tidak hanya maju dari segi ekonomi, tetapi juga sehat secara fisik dan mental,” pungkasnya. (B4M)





