Program Breeding Loan Komodo KBS ke iZoo Jepang Masih Menunggu Persetujuan Presiden
Surabaya — Lensaparlemen.id
Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pengiriman sepasang komodo ke iZoo Jepang melalui program breeding loan atau peminjaman satwa untuk pengembangbiakan. Proses pengiriman satwa endemik Indonesia tersebut harus melalui tahapan birokrasi ketat karena komodo merupakan hewan dilindungi milik negara.
Pengiriman Komodo Harus Lewat Persetujuan Presiden
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Perumda KBS, Mohammad Nahroni, mengatakan pengiriman komodo ke luar negeri tidak bisa dilakukan secara langsung karena memerlukan izin khusus dari Presiden Republik Indonesia.
Menurut dia, setelah kerja sama business to business (B2B) ditandatangani, KBS harus melengkapi berbagai dokumen administrasi sebelum pengajuan izin diteruskan hingga ke Presiden.
“Setelah B2B ditandatangani, kami mengajukan kelengkapan surat ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, kemudian ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), baru diteruskan ke Presiden karena komodo merupakan satwa dilindungi,” ujar Nahroni kepada lensaparlemen.id sebelum acara pelantikan ketua DPRD Surabaya,, Rabu (6/5/2026).
Ia mengakui hingga kini pihaknya belum bisa memperkirakan kapan izin tersebut akan keluar karena proses birokrasi membutuhkan waktu cukup panjang.
“Kalau persetujuan sudah turun, KBS langsung bisa mengirim komodo ke Jepang,” katanya.
Komodo Tetap Milik Negara Indonesia
Nahroni menegaskan, meskipun dipinjamkan ke Jepang, status kepemilikan komodo tetap menjadi milik negara Indonesia. Bahkan jika komodo berkembang biak di Jepang, anak-anak komodo tersebut juga tetap tercatat sebagai aset Indonesia.
“Semua satwa dilindungi itu milik negara. KBS hanya memelihara. Walaupun berada di luar negeri, status kepemilikannya tetap milik Indonesia,” tegasnya.
Dalam program tersebut, KBS berencana mengirim sepasang komodo berusia sekitar 8 hingga 12 tahun ke iZoo Jepang, yang dikenal sebagai salah satu kebun binatang reptil terbesar di negara tersebut.
Diplomasi Hijau dan Promosi Wisata Indonesia
Program breeding loan komodo ini disebut sebagai bagian dari diplomasi hijau atau green diplomacy antara Indonesia dan Jepang. Tujuannya untuk memperkenalkan satwa endemik Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat hubungan antarpemerintah.
Nahroni menyebut keberadaan komodo di Jepang diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan asing untuk datang langsung ke Indonesia dan melihat habitat asli komodo di alam liar.
“Harapannya masyarakat internasional semakin mengenal komodo dan tertarik datang ke Indonesia untuk melihat langsung habitat aslinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, komodo memiliki daya tarik besar bagi wisatawan asal Jepang, China, dan Taiwan karena dianggap sebagai satwa legendaris dan memiliki nilai sakral.
Wacana Pulau Komodo di Surabaya Masih Dikaji
Selain rencana pengiriman komodo ke Jepang, KBS juga masih mengkaji pembangunan kawasan khusus atau Pulau Komodo di Surabaya. Saat ini koleksi komodo di KBS disebut telah mencapai lebih dari 50 ekor.
Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian internal karena membutuhkan lahan luas serta anggaran besar.
“Kami masih mengkaji apakah lebih optimal memaksimalkan area di KBS atau membuat kawasan eksklusif tersendiri. Untuk saat ini kajiannya masih internal,” pungkas Nahroni.
Reporter: Bambang
Editor: Redaksi





