Rabu, Mei 6, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAMinim Komunikasi, Warga Keputran Protes Proyek PT WCL di Basuki Rahmat

Minim Komunikasi, Warga Keputran Protes Proyek PT WCL di Basuki Rahmat

Keluhan debu dan kebisingan mencuat, perusahaan janji perbaiki komunikasi dengan warga

Surabaya – Lensaparlemen.id
Warga RW 01 Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, memprotes pembangunan gedung perkantoran milik PT Wulandaya Cahaya Lestari (PT WCL) di Jalan Jenderal Basuki Rahmat. Protes dipicu minimnya komunikasi awal serta kekhawatiran terhadap dampak lingkungan berupa debu dan kebisingan.

Aspirasi warga tersebut disampaikan dalam forum rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi C DPRD Kota Surabaya, Selasa (5/5/2026), di DPRD Kota Surabaya. Dalam forum itu, warga mengeluhkan belum adanya sosialisasi memadai sebelum aktivitas proyek berjalan.

Perwakilan warga RW 01 Keputran, Tato, menyebut sejak awal tidak ada komunikasi atau mediasi yang layak dari pihak pengembang.

“Dasar kami protes karena tidak ada komunikasi yang layak sejak awal. Selain itu, sudah muncul gangguan seperti kebisingan,” ujarnya.

Warga juga mengkhawatirkan potensi polusi debu dari aktivitas proyek yang dinilai belum diantisipasi dengan baik.

“Debu bisa masuk ke rumah warga kalau tidak ada penanganan serius,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Legal Internal PT WCL, Meira Maharani, mengakui adanya keberatan dari warga. Ia menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada komunikasi, bukan pada aktivitas konstruksi yang disebut masih tahap awal.

“Yang dikeluhkan warga lebih kepada komunikasi dengan kami. Karena saat ini konstruksi sebenarnya belum berjalan, masih tahap uji coba,” ujar Meira usai hearing.

Ia menambahkan, seluruh perizinan proyek telah dipenuhi sesuai ketentuan Pemerintah Kota Surabaya. Perusahaan juga berkomitmen memperbaiki komunikasi dengan warga sekitar.

“Kami ingin semua berjalan aman, tenteram, dan harmonis. Setelah ini kami akan bertemu warga, lurah, dan camat untuk membangun komunikasi yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Minun Latief, menilai pentingnya keterlibatan warga sejak awal sebelum proyek berjalan.

“Ibarat orang Jawa, ya ‘kulonuwun’ dulu kepada warga. Komunikasi itu penting agar tidak menimbulkan konflik,” tegasnya.

Hearing tersebut diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian persoalan antara warga dan pihak pengembang, agar proyek dapat berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan lingkungan sekitar.

Reporter: Bambang
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular