Surabaya – Lensaparlemen.id
1 Maret 2026, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pembaruan operasional dan penambahan alat bongkar muat modern. Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan efisiensi layanan serta mendorong pertumbuhan kunjungan kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Dalam forum silaturahmi dan dialog yang digelar di Gedung Administrasi TPS akhir bulan lalu, Direktur Utama TPS Wahyu Widodo bersama Direktur Operasi Noor Budiwan serta Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Sebastian Wibisono menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi demi stabilitas layanan logistik Jawa Timur.
Tambah 14 RTG dan 4 Container Crane Baru
Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, mengungkapkan bahwa TPS telah menerima 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga tahap pengiriman. Saat ini, empat unit telah beroperasi, sementara sepuluh unit lainnya akan menyusul secara bertahap.
Tak hanya itu, TPS juga dijadwalkan menerima 4 unit Container Crane (CC) baru pada akhir April, yang direncanakan mulai beroperasi pertengahan 2026.
Sebagai bagian dari pemerataan layanan di Tanjung Perak, sebagian unit CC juga dialokasikan ke Terminal Berlian guna mendukung distribusi operasional yang lebih seimbang.
Penambahan alat ini diharapkan mampu:
Meningkatkan terminal handling capacity
Mempercepat waktu sandar kapal
Mengurangi antrean bongkar muat
Mendorong efisiensi biaya logistik
Fasilitas Modern dan Layanan Terintegrasi
Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyambut positif pembaruan fasilitas tersebut. Ia menilai hampir seluruh peralatan bongkar muat TPS kini merupakan unit baru yang siap mendukung pelayanan optimal.
Selain alat utama, TPS juga telah mengoperasikan:
Area fumigasi terintegrasi
Alat pemindai ekspor dan impor
Sistem pemantauan operasional real time berbasis web
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan komitmen transparansi perusahaan.
“TPS berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, modern, dan responsif. Melalui website resmi TPS, seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ujarnya.
Strategi Antisipasi Lonjakan Lebaran
TPS juga menerapkan pengaturan ritme kerja adaptif, termasuk pengendalian antrean menjelang periode Lebaran. Penyesuaian jam kerja saat sahur dan berbuka puasa dilakukan untuk menjaga stabilitas operasional.
Pemantauan forecast ekspor dan impor dilakukan secara berkala untuk memastikan fleksibilitas penggunaan Container Yard (CY), baik inbound maupun outbound.
Berkat komunikasi intensif dan koordinasi antarpihak, jumlah keluhan eksternal dilaporkan menurun signifikan.
Dorong Daya Saing Logistik Jawa Timur
Sinergi antara pengelola terminal dan pelaku usaha logistik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang di Jawa Timur. Dengan tambahan RTG dan CC baru, TPS optimistis mampu meningkatkan kinerja operasional sekaligus memperkuat daya saing logistik nasional.
Reporter: B4M
Editor: Redaksi





