LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya 2025–2029 akan difokuskan pada transformasi layanan kesehatan, dengan RSUD dr. Mohamad Soewandhi sebagai salah satu titik sentral pengembangan. Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD dr. Mohamad Soewandhi, dr. Billy Daniel Messakh usai menghadiri rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Surabaya terkait pembahasan RPJMD, Kamis (26/6/2025).
Ditemui media lensaparlemen.id, dr. Billy mengungkapkan bahwa dalam pembahasan bersama legislatif, sejumlah langkah penguatan layanan medis telah disepakati untuk lima tahun ke depan.
“Hasilnya itu kita sepakat untuk 2025–2029. Ini perencanaan untuk Rumah Sakit Soewandhi di Kota Surabaya. Jadi ada pengadaan untuk memaksimalkan peralatan yang kita punya dalam bentuk kegiatan-kegiatan. Nah, kegiatan yang akan kita kembangkan itu Onkologi Center, dan itu akan kita teruskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah masukan dari anggota Pansus DPRD juga menjadi pertimbangan dalam menyusun skala prioritas program rumah sakit.
“Yang diminta oleh anggota Pansus DPRD Surabaya tadi itu seperti Pariwok, DM Center, Code Stroke, One Stop Service untuk IGD, itu dimajukan. Jadi kita akan diskusikan lagi agar urutan prioritas masalah benar-benar sesuai. Itu kira-kira arah RPJMD ke depan yang akan kita kelola,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan program, dr. Billy menyebut akan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan tahunan.
“Jadi di tahun 2025 ini tentu program Brainwash akan kita jalankan. Lalu untuk 2026 akan ada MOT, Model Operator Titor, untuk operasi yang cukup sulit dilakukan di satu tempat. Itu yang akan kita kerjakan,” paparnya.
Ia menyebut bahwa fasilitas Brainwash sejatinya telah dimiliki RSUD dr. Soewandhi, namun akan dioptimalkan. Sementara itu, layanan hematologi untuk anak dan dewasa juga menjadi bagian dari prioritas pengembangan.
“Lalu Brainwash kita sudah punya. Kemudian ini untuk hematologi pada anak dan dewasa, termasuk kasus-kasus hematologi anak pada dewasa. Selanjutnya untuk Stroke Center dan Fast Track Chest Pain, semua akan berjalan di 2026–2027,” tambahnya.
Dengan berbagai program tersebut, dr. Billy optimistis rumah sakit akan memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dan maksimal kepada masyarakat.
“Artinya Rumah Sakit Soewandhi nanti ke depannya akan lebih maksimal untuk melayani masyarakat,” tutupnya.(B4M)





