Kamis, April 30, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAReses Anggota DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar'ah, Serap Aspirasi Warga Kelurahan Dupak

Reses Anggota DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, Serap Aspirasi Warga Kelurahan Dupak

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Komisi D, dr. Zuhrotul Mar’ah, yang juga merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN), menggelar kegiatan reses pada tahun persidangan pertama masa sidang kedua tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan warga di RT 1 RW 1, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Rabu malam, (11/2/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat, termasuk anggota Pengajian, PKK, KSH, serta warga dari RT 1 hingga RT 5 di RW 1, mencerminkan perhatian besar terhadap berbagai isu yang sedang mereka hadapi. Para warga dengan antusias menyampaikan sejumlah keluhan yang berkaitan dengan sistem pendidikan, program pemerintah, dan permasalahan infrastruktur.

Masalah Pendidikan: Zonasi dan Akses ke Sekolah Menengah

Salah satu isu utama yang disampaikan oleh warga adalah terkait sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru untuk jenjang SMP. Warga mengungkapkan kebingungannya mengenai keberlanjutan sistem zonasi, mengingat masih terdapat kekurangan sekolah menengah pertama di beberapa kecamatan di Surabaya, termasuk wilayah Krembangan. Mereka berharap agar kebijakan zonasi dapat disesuaikan untuk memudahkan anak-anak mereka mengakses pendidikan.

“Mereka berharap agar sistem ini dapat diubah atau disesuaikan agar anak-anak mereka dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah,” kata Dr. Zuhrotul Mar’ah yang akrab disapa dr. Zuhro.

Program Pemuda Tangguh/Bea Siswa: Kendala Surat Keterangan Tidak Mampu

Selain itu, warga juga menyampaikan keluhan terkait kesulitan dalam mengajukan permohonan bantuan melalui program Pemuda Tangguh atau bea siswa. Salah satu syarat yang dianggap memberatkan adalah kewajiban memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM), yang dinilai sulit dipenuhi oleh beberapa keluarga.

dr. Zuhro memberikan penjelasan mengenai prosedur pengajuan surat tersebut dan menegaskan bahwa surat keterangan ini ditujukan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan. Hal ini, sesuai dengan program Walikota Surabaya, bertujuan untuk mewujudkan “satu keluarga satu sarjana.”

dr. Zuhro juga menggarisbawahi pentingnya peninjauan lebih lanjut terhadap penerima bantuan sosial, terutama bagi pemuda tangguh yang ingin melanjutkan kuliah. Ia mengusulkan Pemerintah kota melalui Dinas Sosial, agar tidak hanya warga yang terdaftar sebagai keluarga miskin (Gamis) yang mendapatkan perhatian, tetapi juga mereka yang telah mengurus SKTM. Menurutnya, penting untuk melakukan survei lebih mendalam terhadap pengajuan SKTM untuk memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran dan diberikan kepada mereka yang memang membutuhkan.

Permasalahan Infrastruktur: Banjir di Wilayah RW 1

Tak kalah penting, dalam kegiatan reses kali ini, warga juga mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait banjir yang kerap menggenangi beberapa titik di kawasan tersebut, terutama saat hujan deras. Masalah ini mengganggu kehidupan sehari-hari mereka dan mempengaruhi kualitas lingkungan di wilayah tersebut.

Menanggapi keluhan tersebut, Dr. Zuhrotul Mar’ah menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan penanganan masalah banjir di wilayah RW 1. “Alhamdulillah, masalah banjir ini sudah disampaikan, dan mudah-mudahan tahun ini ada penanganan yang lebih baik di RW 1, sehingga tidak ada lagi banjir pada 2025,” ujar dr. Zuhrotul dengan penuh harapan.

Harapan untuk Perbaikan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

Kegiatan reses ini diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong tercapainya solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh warga Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan. Dr. Zuhrotul Mar’ah berharap agar masukan dari warga dapat menjadi acuan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas kehidupan di daerah tersebut.

Dengan berakhirnya kegiatan reses ini, diharapkan hubungan yang lebih harmonis antara masyarakat dan pemerintah dapat tercipta, serta berbagai aspirasi yang disampaikan dapat segera diwujudkan dalam kebijakan dan program pembangunan yang lebih baik bagi Surabaya.(B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular