LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya meluncurkan Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas sebagai wujud komitmen dalam memperjuangkan keadilan sosial serta pemenuhan hak-hak kelompok rentan dan penyandang disabilitas di Kota Pahlawan.
Peluncuran gerakan tersebut digelar di Surabaya, Minggu (28/12), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan DPD PKS Kota Surabaya. Tampak hadir Ketua DPD PKS Kota Surabaya M. Frimainto Utomo, Sekretaris DPD Ibrahim Al Hanif, dan Bendahara DPD Andriyanto. Selain itu, Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya juga turut hadir, yakni Ketua Fraksi Cahyo Siswo Utomo, Sekretaris Fraksi Aning Rahmawati, serta Anggota Fraksi Johari Mustawan.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Bidang BPRMD DPD PKS Kota Surabaya Rahmawati, jajaran pengurus dan kader PKS, komunitas pendamping disabilitas, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Ketua DPD PKS Kota Surabaya, M. Frimainto Utomo, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (2/1/2026), menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk keberpihakan nyata PKS kepada kelompok masyarakat yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun ruang publik.
“Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas ini kami hadirkan sebagai ikhtiar politik dan sosial PKS Kota Surabaya untuk memastikan saudara-saudara kita yang rentan dan penyandang disabilitas mendapatkan perhatian, perlindungan, serta kesempatan yang setara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PKS Kota Surabaya tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi akan mengawal isu ini melalui kerja-kerja konkret, mulai dari advokasi kebijakan, pendampingan masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami ingin Surabaya menjadi kota yang ramah, inklusif, dan berkeadilan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik, ekonomi, atau kondisi sosialnya,” tambahnya.
Pria yang akrab disapa Bung Tomo ini juga menekankan bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas merupakan panggilan nurani. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar program politik, melainkan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
“Menyayangi kelompok rentan dan disabilitas bukan sekadar program, tapi soal kemanusiaan. Mereka adalah saudara kita, warga Surabaya yang memiliki hak yang sama untuk hidup layak, dihormati, dan dilibatkan dalam pembangunan kota,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang BPRMD DPD PKS Kota Surabaya, Rahmawati, menjelaskan bahwa Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas akan diwujudkan melalui sejumlah program strategis. Program tersebut meliputi pendampingan komunitas disabilitas, edukasi masyarakat tentang pentingnya inklusivitas, serta penguatan peran legislator PKS dalam mendorong kebijakan daerah yang berpihak pada kelompok rentan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan empati dan kepedulian bersama. “Kalau kota ini ingin maju, maka semua harus diajak berjalan bersama. Jangan sampai ada air mata yang jatuh karena merasa ditinggalkan. PKS akan terus berdiri bersama mereka yang sering belum didengar suaranya,” ujarnya.
Melalui gerakan ini, PKS Kota Surabaya berharap dapat membuka ruang kolaborasi antara partai politik, pemerintah daerah, dan masyarakat luas, demi mewujudkan Surabaya yang lebih peduli, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.
B4M/Lensa Parlemen





