Selasa, Juni 2, 2026
BerandaSURABAYA RAYAJalan Rawan Genangan di Surabaya Di-overlay, Ini Titik Prioritasnya

Jalan Rawan Genangan di Surabaya Di-overlay, Ini Titik Prioritasnya

Surabaya | lensaparlemen.id
2 Februari 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat musim hujan.

Upaya tersebut dilakukan melalui metode overlay jalan sebagai bagian dari strategi pengurangan genangan, selain normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas drainase.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Dedy Purwito, mengatakan peningkatan jalan menjadi langkah penting untuk mengurangi genangan di wilayah rawan.

“Ada beberapa lokasi jalan yang nanti akan kita tingkatkan dengan metode overlay, dalam rangka pengurangan genangan-genangan,” ujar Dedy, Senin (2/2/2026).

Dedy menjelaskan, sejumlah ruas jalan telah ditetapkan sebagai prioritas peningkatan. Salah satunya berada di kawasan Tenggilis Mejoyo yang kerap mengalami genangan air saat hujan turun.

“Di Tenggilis Mejoyo itu kami utamakan karena salah satunya sering ngendon. Kemudian di Ngagel Madya, tepatnya di depan Sekolah Santa Clara,” jelasnya.

Selain wilayah Surabaya Timur, kawasan Surabaya Utara juga menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Menurut Dedy, beberapa titik di wilayah tersebut sering mengalami genangan saat hujan deras.

“Kemudian beberapa lokasi lain di kawasan Perak, seperti Teluk Bayur dan Teluk Nibung. Itu juga akan kita utamakan untuk dilakukan overlay,” imbuhnya.

Dedy mengungkapkan, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, fokus utama Pemkot Surabaya adalah penanganan jalan berlubang yang jumlahnya meningkat seiring puncak musim hujan.

“Pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 memang prioritas kami adalah perbaikan jalan-jalan rusak dan berlubang. Karena puncak hujan memang terjadi di periode tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, DSDABM Kota Surabaya secara rutin memantau laporan kerusakan jalan yang masuk setiap hari dan menargetkan penanganan cepat.

“Kami setiap hari memantau laporan jalan berlubang dan langsung kami tindak lanjuti. Target kami, maksimal 1×24 jam harus sudah ditangani,” ujarnya.

Dalam satu hari, jumlah titik perbaikan jalan yang dikerjakan bisa mencapai puluhan lokasi. “Sehari bisa sampai 70 titik yang harus kami kerjakan. Itu menjadi prioritas kami di bulan Desember dan Januari,” ungkap Dedy.

Untuk mendukung percepatan penanganan, DSDABM Kota Surabaya memiliki Satuan Tugas (Satgas) Jalan yang bersifat mobile. Satgas ini terdiri dari sembilan kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 9 hingga 10 orang.

“Satgas Jalan ini bersifat mobile dan tersebar di seluruh wilayah Surabaya. Wilayah selatan, barat, timur, pusat, hingga utara masing-masing punya tim sendiri,” jelasnya.

Selain Satgas Jalan, Pemkot Surabaya juga mengoperasikan Unit Reaksi Cepat (URC) yang siap merespons laporan kerusakan jalan setiap saat.

“Kami juga memiliki Tim URC yang setiap saat bisa menindaklanjuti laporan kerusakan jalan. Setiap hari tim kami juga keliling,” terang Dedy.

Ia pun mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal pengaduan yang tersedia, salah satunya Aplikasi WargaKu.

“Warga bisa melapor melalui portal pengaduan, termasuk Aplikasi WargaKu,” katanya.

Selain itu, laporan juga dapat disampaikan melalui perangkat wilayah seperti kelurahan dan kecamatan melalui aplikasi Sigap Jalan, serta melalui media sosial resmi Pemkot Surabaya dan layanan Command Center (CC) 112.

“Semua laporan yang masuk ke kami akan segera kami tindak lanjuti,” pungkas Dedy.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular