Senin, April 6, 2026
Beranda blog Halaman 5

Arus Balik Lebaran 2026, Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan Kebijakan WFA

0

Jawa Tengah — Lensaparlemen.id
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) terkait arus balik Lebaran 2026.

Hal ini disampaikan saat secara resmi membuka rekayasa lalu lintas one way nasional arus balik lebaran 2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).

Kapolri menuturkan, kebijakan tersebut WFA dilakukan guna mengurai kepadatan di saat puncak arus balik Lebaran 2026.

“Jadi kalau ada masyarakat yang ingin memilih balik bisa memanfaatkan besok tanggal 25, 26, 27, tadi sudah saya sampaikan dan ini saya sampaikan sekali lagi sehingga kemudian puncak arus mudik ini bisa terurai,” kata Sigit.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan pihaknya bersama stakeholders lainnya telah menyiapkan sejumlah strategi guna menghadapi arus balik pada hari ini. Salah satunya pemberlakuan one way nasional yang resmi dibuka dari GT Kalikangkung KM 414 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.

“Kami membagi agar tidak terjadi bottleneck pada saat sampai di arah Jakarta. Oleh karena itu tentunya ada penggunaan-penggunaan tol fungsional, kemudian rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Sigit meminta masyarakat tetap menjaga menjaga keamanan dan keselamatan. Untuk itu, pemudik diimbau agar memanfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, apakah itu fasilitas yang di rest area, di pos pelayanan maupun pos terpadu.

“Sehingga pemudik yang kecapean tentunya kita harapkan untuk bisa beristirahat dan jangan memaksakan diri,” katanya.

Redaksi Lensa Parlemen

Pantau Libur Lebaran dan Arus Balik di Bali, Kapolri: Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

0

Bali — Lensaparlemen.id
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat selama periode arus balik Lebaran 2026.

Hal itu disampaikan Sigit usai meninjau pusat wisata dan persiapan arus balik Lebaran di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/3/2026).

Sigit menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 sendiri diprediksi akan terjadi pada Selasa (24/3) hari ini. Meski begitu, kata dia, diperkirakan akan terjadi penyebaran jumlah pemudik hingga Jumat (27/3), seiring penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

“Ini juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak semuanya memilih balik pada hari ini, sehingga ini juga bisa mengurai puncak arus balik yang diperkirakan terjadi hari ini,” kata Sigit.

Secara khusus, Sigit menyebut di sejumlah daerah-daerah wisata seperti Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Cianjur dan Puncak juga terdapat peningkatan wisatawan selama periode libur Lebaran.

Karenanya, ia meminta hal itu menjadi perhatian serius bagi seluruh petugas di lapangan untuk mempersiapkan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan arus balik Lebaran. Mulai dari skema rekayasa lalu lintas hingga penyeberangan laut.

Terlebih, Sigit mengingatkan jika jumlah masyarakat yang mudik kemarin tercatat melebihi prediksi awal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sehingga jumlah masyarakat yang akan kembali juga akan melebihi prediksi jumlah pemudik.

“Utamanya Ketapang, karena akan terjadi arus balik yang selain mengarah ke Bali untuk bekerja, namun di sisi lain juga kemungkinan akan ada tambahan wisatawan yang masih belum selesai,” ujar Sigit.

Oleh sebab itu, ia meminta agar tingkat kecelakaan lalu lintas dan fatalitas yang berhasil ditekan selama arus mudik kemarin dapat kembali terjaga hingga Operasi Ketupat selesai dilakukan.

“Tentunya ini menjadi penekanan kita agar sampai dengan rangkaian arus balik selesai ini, angka-angka tersebut bisa dipertahankan,” ujarnya.

Terakhir, Sigit juga meminta seluruh jajaran memitigasi potensi cuaca buruk yang mungkin terjadi selama arus balik Lebaran. Khususnya, kata dia, untuk wilayah Timur dan titik-titik penyeberangan yang rentan terganggu cuaca buruk.

“Kami minta untuk semua anggota untuk betul-betul mempersiapkan diri menghadapi apabila terjadi cuaca yang tidak baik, khususnya di wilayah penyeberangan,” tuturnya.

“Sehingga kemudian rekayasa dan pengaturannya juga bisa menjadi lebih baik di kondisi yang tentunya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan karena cuaca ekstrem,” imbuhnya.

Redaksi Lensa Parlemen

Tentang Kami

Lensaparlemen.id adalah media online yang berfokus pada pemberitaan seputar parlemen, pemerintahan daerah, serta dinamika politik lokal, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur.

Kami hadir sebagai sumber informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang independen dan bertanggung jawab. Lensaparlemen.id berkomitmen menyajikan berita yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan perspektif yang mendalam bagi masyarakat.

Dalam setiap pemberitaan, kami mengutamakan:

Akurasi: Informasi yang disajikan melalui proses verifikasi dan konfirmasi.

Independensi: Tidak berpihak pada kepentingan politik tertentu.

Transparansi: Menjunjung keterbukaan dalam proses jurnalistik.

Kepentingan publik: Mengedepankan informasi yang relevan bagi masyarakat luas.

Fokus utama pemberitaan kami meliputi:

Kegiatan dan kebijakan DPRD
Pemerintahan daerah
Isu publik dan kebijakan strategis
Pengawasan dan aspirasi masyarakat

Lensaparlemen.id juga berupaya menjadi jembatan antara masyarakat dan pemangku kebijakan dengan menghadirkan informasi yang mudah diakses dan dipahami.

Dengan semangat jurnalisme yang profesional, kami terus berkembang untuk menjadi salah satu referensi utama dalam pemberitaan parlemen dan politik lokal di Indonesia.

Kontak Redaksi
Email: [email protected]
Alamat: Surabaya, Jawa Timur

Catatan:
Lensaparlemen.id menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan terbuka terhadap hak jawab serta koreksi dari pembaca.

Mobil Pelat Merah Viral di Jombang, Pemkot Surabaya Buka Suara

Surabaya — Lensaparlemen.id
Sebuah mobil berpelat merah bernomor L 1901 EP viral di media sosial setelah terpantau di Jalan Arteri Nasional Bandarkedungmulyo, Jombang.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya memastikan kendaraan tersebut bukan bagian dari asetnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran berdasarkan nomor polisi kendaraan yang beredar dalam video tersebut.

“Berdasarkan hasil pengecekan melalui database internal kami, kendaraan dengan nomor polisi tersebut bukan milik Pemkot Surabaya,” ujar Wiwiek, Selasa (24/3).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya memiliki mekanisme ketat dalam pengelolaan kendaraan dinas, khususnya selama masa libur nasional dan cuti bersama.

Hari terakhir aktivitas perkantoran ditetapkan pada 17 Maret 2026, di mana seluruh kendaraan dinas didata, dikumpulkan, dan diamankan pada sore harinya di sejumlah lokasi yang telah ditentukan, di antaranya halaman Balai Kota Surabaya dan Gedung Siola.

Memasuki masa cuti bersama mulai 18 Maret 2026, seluruh kendaraan dinas dalam kondisi tidak digunakan. Kendaraan tersebut baru dijadwalkan dapat diambil kembali pada 24 Maret 2026 dan mulai bisa digunakan sejak siang hari.

“Sejak sore 17 Maret 2026, seluruh kendaraan dinas telah dikumpulkan dan diamankan, serta tidak digunakan selama masa libur nasional dan cuti bersama Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Kendaraan tersebut baru dapat diambil kembali pada 24 Maret 2026,” tegasnya.

Wiwiek menambahkan, selama periode libur Nyepi dan Lebaran 2026, hanya kendaraan operasional tertentu yang tetap beroperasi, yakni yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

“Kendaraan dinas yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap diizinkan beroperasi, asalkan hanya digunakan untuk menjalankan tugas di wilayah Surabaya,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

Salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota Surabaya Berlangsung Khidmat, Eri Cahyadi Tekankan Persatuan dan Toleransi

Surabaya — Lensaparlemen.id
Ribuan jemaah memadati halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Ibadah berlangsung khidmat di bawah langit cerah, mencerminkan suasana penuh kebersamaan di Kota Pahlawan.

Salat Id dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan imam Ustaz Muhammad Anwari, M.Pd., seorang Qori Nasional. Sementara itu, khutbah Idulfitri disampaikan oleh Prof. Abdul Kadir Riyadi, Lc., MSSC., Ph.D., yang menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa persatuan merupakan fondasi utama dalam membangun kota yang maju dan sejahtera. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan yang telah terjalin selama Ramadan.

“Persatuan itu lebih penting. Kita harus bekerja bersama, bukan sendiri-sendiri. Bukan soal siapa yang terbaik, tapi bagaimana kebersamaan bisa menghasilkan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan suatu bangsa terletak pada kohesi sosial yang kuat. Oleh karena itu, ia mengimbau warga untuk mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan bersama.

Eri Cahyadi juga mengapresiasi tinggi tingkat toleransi masyarakat Surabaya, terutama dalam momentum Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Ia mencontohkan, saat malam takbiran, umat Muslim tetap menghormati umat Hindu yang menjalankan Nyepi dengan tidak menggunakan pengeras suara luar serta tidak menggelar takbir keliling di sekitar tempat ibadah Hindu.

“Alhamdulillah, toleransi di Surabaya luar biasa. Ini bukti bahwa perbedaan bisa berjalan berdampingan dengan damai,” ujarnya.

Terkait adanya perbedaan waktu pelaksanaan Salat Idulfitri, Eri meminta masyarakat untuk tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.
“Ada yang salat kemarin, ada yang hari ini. Perbedaan itu indah. Jangan saling menyalahkan, karena keyakinan itu masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat harus saling menguatkan, bukan justru menjatuhkan satu sama lain.

Dalam khutbahnya, Prof. Abdul Kadir Riyadi menyampaikan empat pilar misi kemanusiaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sebagai dasar membangun bangsa.

Ia menekankan bahwa tanpa perdamaian, berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik.

“Marilah kita pastikan Kota Surabaya menjadi kota yang menyebarkan kedamaian, ketenteraman, dan keamanan. Ini sudah terlihat dan harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Suasana Hangat di Akhir Ibadah
Pelaksanaan Salat Idulfitri ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalaman antarjemaah. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di jantung Kota Surabaya, mencerminkan nilai-nilai Idulfitri yang penuh maaf dan persaudaraan.

Momentum ini diharapkan dapat terus memperkuat kerukunan masyarakat serta menjadikan Surabaya sebagai kota yang damai, sejahtera, dan penuh keberkahan.

Editor: Redaksi Lensa Parlemen

Operasi Ketupat Semeru 2026 Polda Jatim Beri Layanan Kesehatan Mobile Gratis

Surabaya — Lensa Parlemen.id
Komitmen Polda Jawa Timur dalam mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia tak hanya dengan menyiapkan beberapa Pos Operasi Ketupat Semeru 2026.

Demi memberikan layanan yang maksimal, Polda Jawa Timur juga memberikan layanan kesehatan gratis secara mobile bagi pemudik maupun pengemudi khususnya yang sedang antri dibukanya kembali Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Surabaya, Jumat (20/3/26).

Menurut Kombes Pol Abast, jalur penyeberangan melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ditutup pada Rabu, (18/3/2026) pukul 17.00 dan akan dibuka Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB dalam rangka Hari Raya Nyepi.

Untuk menampung kendaraan yang menunggu dibukanya jalur penyebarangan, Kombes Abast mengatakan Polda Jawa Timur telah menyiapkan Buffering Zone di beberapa lokasi di sekitar pelabuhan hingga wilayah Situbondo.

“Di Buffering Zone inilah petugas dari Sidokkes Polres yang ada di jajaran Polda Jatim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi maupun pemudik, secara mobile,” terang Kombes Abast.

Hal senada juga disampaikan oleh Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi yang mengatakan bahwa layanan kesehatan gratis secara mobile ini dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Layanan ini gratis dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026, demi mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia,” kata Kombes Iwan.

Sambil memberikan layanan kesehatan gratis, petugas juga memberikan himbauan dan penyuluhan tentang mudik aman dan mudik tertib agar selamat sampai tujuan.

Layanan inipun mendapat apresiasi dari para pemudik yang antri di Buffering Zone menunggu dibukanya kembali Pelabuhan Ketapang pada Jumat (20/3/26).

“Alhamdulillah, tadi diberi obat gratis oleh petugas dari Kepolisian setelah tensi darah saya turun,” kata Antok (48) pengemudi truk sembako asal Blora Jawa Tengah.

Antok mengaku sejak hari Kamis (19/3) sore masuk Buffering Zone Baluran yang masuk wilayah Kabupaten Situbondo menunggu pelabuhan dibuka. (*)

Polda Jatim Imbau Masyarakat Tak Lakukan Takbir Keliling di Jalan Raya

Surabaya — Lensaparlemen.id
Polda Jawa Timur menggelar Apel Gelar Siaga Malam Takbir 2026 di Lapangan Mapolda Jatim, Kamis (19/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kesiapan layanan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Iwan Saktiadi, selaku pengambil apel menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontrol kesiapan personel sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Apel kesiapan ini merupakan mekanisme yang wajar sebagai sarana kontrol untuk kesiapan anggota sebelum dilaksanakan penugasan,” katanya.

Ia menyebut, dalam satu hingga dua hari ke depan dinamika aktivitas masyarakat akan meningkat seiring mendekatnya perayaan Idulfitri, terlebih, sebagian masyarakat diperkirakan akan melaksanakan malam takbir lebih awal.

“Malam Idul Fitri identik dengan kegiatan takbir, namun kami mengimbau agar tidak dilaksanakan secara berkeliling, cukup di tempat masing-masing seperti di masjid atau musala,” tegasnya.

Menurutnya, takbir keliling dengan menggunakan kendaraan, khususnya kendaraan terbuka, berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas hingga gesekan antar kelompok masyarakat.

“Jika dilaksanakan di jalan dengan kendaraan terbuka, ini rawan kecelakaan dan juga berpotensi menimbulkan gesekan yang bisa berujung konflik,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Jatim telah menyiapkan pengamanan melalui pergelaran personel di berbagai titik strategis.

Sebanyak 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu telah dioperasionalkan guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat, termasuk potensi keramaian saat malam takbir.

Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya peningkatan arus mudik menuju Jawa Timur. Berdasarkan data dari sejumlah gerbang tol, terjadi kenaikan volume kendaraan sekitar 10 persen.

“Secara keseluruhan memang ada peningkatan sekitar 10 persen, terutama terlihat dari indikator gerbang tol dan kepadatan di rest area,” ungkapnya.

Meski terjadi peningkatan, kondisi lalu lintas di Jawa Timur masih relatif terkendali.

Kepadatan dan perlambatan terpantau di sejumlah titik, namun belum menimbulkan kemacetan signifikan. (*)

Satpol PP Surabaya Temukan Biliar dan Panti Pijat Tetap Beroperasi saat Ramadan

Surabaya – Lensaparlemen.id
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan 2026 meski telah dilarang melalui Surat Edaran Wali Kota. Pelanggaran tersebut ditemukan dalam pengawasan intensif dua hari terakhir di wilayah Surabaya Barat dan Selatan.

Pengawasan Ramadan, Satpol PP Temukan Pelanggaran

Satpol PP Kota Surabaya mendapati dua tempat biliar dan satu panti pijat masih melayani pengunjung saat Ramadan. Padahal, aturan pembatasan telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 300/2326/436.8.6/2026 tentang Pedoman Keamanan dan Ketertiban selama Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas langsung memberikan sanksi kepada pelaku usaha berupa tindak pidana ringan (tipiring) hingga penutupan sementara tempat usaha.

Sinergi Lintas OPD dan Aparat

Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari TNI dan Polri.

Tim gabungan menyasar berbagai lokasi, mulai dari toko minuman beralkohol, bar, diskotek, klub malam, hingga tempat biliar dan panti pijat.

Tempat Biliar Dibatasi, Harus Kantongi Izin Khusus

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa dalam pengawasan tersebut pihaknya masih menemukan tempat usaha yang melanggar aturan.

“Dalam dua hari ini kami melakukan pengawasan. Setelah sebelumnya menyasar toko alkohol, bar, diskotek, dan klub malam, kemudian kami perluas ke tempat biliar yang terindikasi masih beroperasi selama Ramadan,” ujar Zaini, Kamis (19/3/2026).

Ia menegaskan, tidak semua tempat biliar dilarang beroperasi. Namun, operasional hanya diperbolehkan secara terbatas untuk kepentingan latihan olahraga.

“Tempat biliar yang diizinkan harus memiliki surat keterangan dari Disbudporapar, berdasarkan rekomendasi KONI Surabaya serta usulan dari Persatuan Olahraga Bola Sodok Indonesia,” jelasnya.

Panti Pijat Juga Ditemukan Buka

Selain tempat biliar, petugas juga menemukan satu panti pijat di Surabaya Barat yang tetap melayani pelanggan saat Ramadan.

“Kami mendapati panti pijat yang masih buka dan melayani pengunjung saat dilakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Sanksi Tegas hingga Penutupan Sementara

Sebagai tindak lanjut, Satpol PP memberikan sanksi tegas kepada pelanggar, mulai dari tipiring, penghentian sementara kegiatan usaha, hingga pemasangan stiker pelanggaran di lokasi.

“Penindakan kami lakukan sesuai ketentuan, mulai dari tipiring hingga penutupan sementara,” tegas Zaini.

Pendekatan Persuasif Tetap Dikedepankan

Selain penegakan hukum, Satpol PP juga terus melakukan pendekatan persuasif melalui sosialisasi kepada pelaku usaha agar mematuhi aturan selama Ramadan.

“Kami terus mengingatkan agar ke depan tidak ada pelanggaran serupa. Kami juga mengapresiasi pelaku usaha yang telah mematuhi aturan dan turut menjaga ketertiban di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

Fahri Hamzah Dorong Kebijakan Perumahan Kembali ke Pemikiran Hatta, Margono, dan Sumitro

0

Jakarta — Lensaparlemen.id
19 Maret 2026, Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mengkritik pelaksanaan program pembangunan 3 juta rumah per tahun yang tidak memenuhi target dan harapan pemerintah.

Hal itu tentu saja menjadi sinyal evaluasi serius dari Presiden Prabowo, bukan lagi sekadar catatan biasa terhadap Kementerian PKP yang diberi amanah untuk menjalankan program tersebut.

Fahri menegaskan, kritik tersebut mencerminkan dorongan kuat untuk mengoreksi arah kebijakan agar kembali pada prinsip dasar ekonomi kerakyatan.

“Sejak awal Presiden memiliki keinginan besar merealisasikan target 3 juta rumah per tahun. Namun kritik yang muncul, termasuk dari Presiden sendiri, menunjukkan pelaksanaannya belum sesuai harapan,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Menurut dia, di tengah ambisi mempercepat penyediaan hunian nasional, pemerintah menghadapi tantangan implementasi program yang sejak awal menjadi salah satu janji besar pemerintahan Prabowo Subianto.

Namun, sejumlah catatan justru banyak muncul, termasuk dari Presiden sendiri, yang menilai pelaksanaannya di lapangan memang belum sepenuhnya sesuai target.

Kritik tersebut, kata Fahri, tidak bisa dipisahkan dari visi besar Presiden dalam menyediakan akses hunian layak bagi masyarakat luas.

Program 3 Juta Rumah ini, lanjut dia, berada di bawah koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Perumahan yang diketahui Hashim Djojohadikusumo. Sedangkan ia sendiri adalah Anggota Satgas Perumahan.

Ia menilai, kritik tersebut harus dibaca sebagai momentum Kementerian PKP untuk melakukan koreksi menyeluruh.

Fahri mendorong agar arah kebijakan perumahan dikembalikan pada pemikiran tiga tokoh ekonomi Indonesia, yakni Mohammad Hatta, Margono Djojohadikusumo, dan Sumitro Djojohadikusumo.

Ketiganya, menempatkan rumah bukan sebagai komoditas semata, melainkan bagian dari martabat manusia dan hak dasar warga negara.

“Rumah adalah simbol kemerdekaan dan hak asasi. Karena itu, pendekatan yang terlalu komersial berisiko melenceng dari tujuan utama,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menyinggung praktik di sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia, serta kawasan Skandinavia.

Dimana menunjukkan kuatnya peran negara, bukan pengembang perumahan dalam penyediaan perumahan rakyat, yakni bisa mencapai 90% rumah rakyat dibangun negara .

Ia menekankan bahwa keberhasilan sektor perumahan tidak hanya diukur dari jumlah unit yang dibangun, tetapi juga dampaknya terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak bisa sekadar membangun dan menjual rumah. Yang dibangun adalah peradaban, kemartabatan, dan jaminan hak dasar manusia,” kata Fahri.

Karena itu, ia mengatakan bahwa, kritik Presiden Prabowo tersebut, menjadi peringatan penting agar Program 3 juta Rumah tidak melenceng dari tujuan awalnya, yakni menghadirkan hunian layak sebagai fondasi kesejahteraan sosial.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejumlah kendala dalam pelaksanaan program 3 juta rumah per tahun, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Dalam penilaiannya, progres realisasi di lapangan dinilai “terlalu lambat” dan belum sesuai dengan target ambisius yang ditetapkan.

“Kenapa program perumahan agak lambat?” tanya Prabowo secara langsung kepada Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, beberapa waktu lalu.

Prabowo menilai terdapat kesenjangan besar antara target yang diharapkan dengan capaian aktual di lapangan.

Selain kecepatan realisasi, Prabowo juga tidak puas dengan kinerja birokrasi yang menjadi hambatan struktural.

Program ini tersendat karena birokrasi dan kelembagaan yang belum matang, termasuk Kementerian PKP yang masih relatif baru dan dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi percepatan.

Hal inilah yang secara tidak langsung menunjukkan kritik Prabowo terhadap kinerja internal pemerintah yang belum solid.

*Hunian Vertikal Berbasis TOD*

Untuk mendukung Program 3 Juta Rumah, pemerintah mulai mencanangkan pembangunan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari strategi memperluas akses perumahan di wilayah perkotaan sekaligus mengintegrasikan kawasan hunian dengan transportasi massal.

Program tersebut ditandai dengan kegiatan pencanangan pembangunan rumah vertikal di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Blok G Manggarai pada Senin (16/3/2026).

Fahri Hamzah, hadir dalam acara tersebut bersama sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan lembaga terkait. Antara lain Ketua Satgas Hashim Djojohadikusumo, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Kemudian Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Chief Operating Officer Danantara/Kepala BP BUMN Doni Oskaria, Wakil Kepala BPI Danantara Tedi Bharata, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin.

Fahri mengatakan, dalam proyek tahap awal di kawasan Stasiun Manggarai, pemerintah akan membangun hunian vertikal di Blok G dan F.

Pembangunan tersebut mencakup delapan menara apartemen setinggi 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian.

Adapun unit yang dibangun terdiri dari tipe 45 dan tipe 52 yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat perkotaan, terutama bagi mereka yang bekerja di pusat kota dan membutuhkan akses langsung ke transportasi publik.

“Konsep TOD yang diterapkan mengintegrasikan hunian dengan simpul transportasi massal sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sekaligus menekan kemacetan dan meningkatkan efisiensi mobilitas warga,” kata nya.

Proyek hunian berbasis TOD juga akan dikembangkan di sejumlah kota besar lainnya dengan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia. Di kawasan Stasiun Kiaracondong di Bandung, direncanakan pembangunan 753 unit hunian.

“Sementara itu, di kawasan Dr. Kariadi di Semarang akan dibangun sekitar 1.042 unit hunian, dan di sekitar Stasiun Gubeng di Surabaya sebanyak 1.489 unit hunian,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini gencar mendorong pembangunan hunian vertikal berbasis TOD di lahan pinggir jalan tol dan sekitar stasiun.

Sebab, pemerintah menilai pengembangan hunian vertikal di sekitar stasiun kereta merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan negara, sekaligus mendukung agenda pembangunan perumahan nasional yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik.

Strategi ini, bertujuan menciptakan hunian terjangkau, terintegrasi transportasi massal, serta efisien waktu bagi pekerja, terutama di wilayah Jabodetabek.

Reporter: Rull
Editor: Redaksi

Pemkot Surabaya Awasi Pendatang Pasca Lebaran 2026, Operasi Yustisi Disiapkan Cegah PMKS

Surabaya – Lensaparlemen.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah pengawasan terhadap potensi meningkatnya urbanisasi setelah momentum mudik dan arus balik Lebaran 2026. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar operasi yustisi terhadap pendatang baru yang masuk ke Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pemkot akan memantau setiap warga yang datang ke Surabaya, termasuk memastikan pekerjaan serta sumber penghasilannya.

“Kalau tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” kata Eri, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah urbanisasi memicu peningkatan masalah sosial di perkotaan. Beberapa di antaranya adalah bertambahnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti pengemis dan gelandangan, serta meningkatnya potensi tindak kriminalitas.

Karena itu, Pemkot Surabaya akan melibatkan berbagai perangkat daerah hingga pengurus lingkungan tingkat RT dan RW untuk melakukan pengawasan terhadap arus pendatang.

“Dengan keterlibatan RT dan RW, kita bisa memantau siapa saja yang datang dan tinggal di lingkungan tersebut,” ujarnya.

Eri juga mengingatkan warga yang membawa atau mempekerjakan pendatang dari luar daerah, seperti pekerja rumah tangga maupun pekerja lainnya, agar melaporkan keberadaan mereka kepada pengurus lingkungan setempat.

Dengan adanya pelaporan tersebut, pemerintah dapat melakukan pendataan secara lebih akurat mengenai jumlah warga pendatang dan aktivitas mereka selama berada di Surabaya.

“Dengan begitu kita bisa mengetahui berapa warga Surabaya dan berapa pendatang yang datang, termasuk pekerjaan mereka. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M Fikser, mengatakan fenomena urbanisasi pasca Lebaran selalu menjadi perhatian pemerintah kota setiap tahun.

Menurutnya, Surabaya tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari penghidupan di kota tersebut. Namun para pendatang diharapkan memiliki keterampilan serta tujuan yang jelas ketika datang.

“Surabaya terbuka untuk siapa saja, tetapi diharapkan para pendatang memiliki kemampuan dan rencana kerja yang jelas,” kata Fikser.

Sebagai bentuk pengawasan, Pemkot Surabaya akan menggelar operasi yustisi yang melibatkan unsur pemerintah wilayah mulai dari kelurahan hingga kecamatan.

Dalam operasi tersebut, para pendatang akan diperiksa kelengkapan administrasi kependudukan, kepastian tempat tinggal, serta pekerjaan yang dimiliki.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menambahkan bahwa pengawasan juga akan dilakukan melalui koordinasi lintas daerah.
Ia menilai datang ke Surabaya tanpa bekal pekerjaan atau kepastian hidup justru dapat menyulitkan pendatang itu sendiri ketika berada di kota besar.

“Kalau ada yang datang dengan janji pekerjaan tertentu, kita juga akan cek dokumen dan perusahaan yang dimaksud,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi