Senin, April 6, 2026
Beranda blog Halaman 4

DPRD Surabaya Dorong Sekolah Hidupkan Kembali Budaya Menulis Tangan di Era Gadget

0

Surabaya — Lensaparlemen.id
27 Maret 2026, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Zuhrotul Mar’ah, mendorong penguatan kembali budaya menulis tangan di lingkungan sekolah sebagai upaya menyeimbangkan penggunaan teknologi di kalangan pelajar.

Dorongan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan gadget oleh siswa, yang dinilai perlu diimbangi dengan aktivitas motorik manual guna mendukung perkembangan kognitif dan karakter.

Menurut Zuhrotul Mar’ah, menulis tangan memiliki manfaat signifikan bagi perkembangan otak anak. Aktivitas tersebut melibatkan berbagai indra sekaligus, sehingga mampu meningkatkan daya ingat dan memperdalam pemahaman materi pelajaran.

“Menulis dengan tangan melibatkan penglihatan, pendengaran, hingga motorik. Ini sangat efektif untuk meningkatkan daya ingat siswa,” kata dr. Zuhrotul Mar’ah kepada media lensaparlemen.id, Jum’at (27/3).

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, dibandingkan dengan mengetik di perangkat digital, menulis manual memberikan stimulasi yang lebih kompleks terhadap saraf otak, terutama dalam mengembangkan motorik halus.

Selain berdampak pada aspek akademik, kegiatan menulis tangan juga dinilai mampu membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, serta mendorong kreativitas siswa.

“Menulis bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter. Dari tulisan tangan, kita bahkan bisa melihat kepribadian seseorang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk kembali menggalakkan program pembelajaran menulis tangan, khususnya di jenjang pendidikan dasar.

Menurutnya, pembelajaran menulis halus yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam kurikulum perlu dihidupkan kembali agar siswa memiliki keterampilan dasar yang kuat.

“Pembiasaan menulis tangan harus dimulai sejak dini, dari tingkat TK hingga SD, agar kemampuan motorik dan kognitif anak berkembang optimal,” tegasnya.

Dengan penguatan budaya menulis tangan, diharapkan generasi muda di Surabaya tidak hanya mahir dalam penggunaan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir, mengingat, dan berkreativitas secara seimbang.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensaparlemen.id

Puncak Arus Balik Lebaran Polres Malang Tingkatkan Pengamanan di Stasiun dan Terminal

Malang — Lensaparlemen.id
Polres Malang Polda Jatim meningkatkan pengamanan dan patroli di sejumlah stasiun kereta api dan terminal di wilayah Kabupaten Malang pada puncak arus balik lebaran 2026.

Sejumlah personel disiagakan untuk melakukan patroli dan pengawasan di titik-titik transportasi publik yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan peningkatan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang melakukan perjalanan para pemudik yang akan kembali ke kota tempat mereka bekerja.

“Kami meningkatkan pengamanan dan patroli di stasiun maupun terminal untuk memastikan para pemudik merasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan,” kata AKP Bambang, Kamis (26/3/2026).

Selain pengamanan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap pergerakan penumpang di sejumlah stasiun.

Salah satunya di Stasiun Kepanjen yang menjadi salah satu titik keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta api di Kabupaten Malang.

AKP Bambang menyebutkan aktivitas masyarakat di stasiun mulai menunjukkan peningkatan sejak menjelang mudik lebaran.

“Kami melakukan pemantauan terhadap aktivitas penumpang di stasiun sebagai langkah antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang akan balik mudik,” ujarnya.

Polres Malang Polda Jatim juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama berada di area transportasi publik serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal mencurigakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor kepada petugas atau layanan kepolisian melalui call center 110 jika melihat sesuatu yang mencurigakan agar situasi tetap aman dan kondusif,” pungkas AKP Bambang. (*)

Pendatang Wajib Lapor 1×24 Jam, Lurah dan Camat Surabaya Diperintahkan Perketat Pengawasan Pasca Lebaran 2026

Surabaya – Lensaparlemen.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.12.2/7333/436.7.11/2026 tentang antisipasi dan pengendalian mobilisasi penduduk pasca Hari Raya Idulfitri 2026/1447 H.

Kebijakan ini menjadi langkah antisipatif untuk menekan lonjakan urbanisasi dan mengontrol arus pendatang ke Kota Surabaya setelah libur Lebaran 2026.

Pendatang Wajib Lapor 1×24 Jam

Surat edaran tersebut ditujukan kepada lurah dan camat se-Kota Surabaya, serta ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto pada 25 Maret 2026.

Dalam poin pertama, Lilik menegaskan agar lurah dan camat lebih selektif serta teliti dalam menerima permohonan pindah datang dari luar kota.

“Kelurahan dan Kecamatan agar lebih selektif dan teliti untuk menerima permohonan pindah datang dari luar kota sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pada poin kedua, lurah dan camat diminta melakukan verifikasi lapangan (outreach) serta monitoring terhadap setiap permohonan penduduk baru. Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan aturan, maka akan dilakukan pendataan sebagai penduduk non-permanen.

Sementara itu, pada poin ketiga, kelurahan dan kecamatan diwajibkan menginstruksikan Ketua RT/RW untuk aktif melakukan pendataan warga di wilayah masing-masing. Penduduk yang memiliki KTP luar daerah wajib melapor sebagai penduduk non-permanen paling lambat 1×24 jam sejak kedatangan.

Permohonan administrasi kependudukan dapat diajukan secara mandiri maupun kolektif (melalui Ketua RT) laman resmi Dispendukcapil Surabaya, https://wargaklampiddispendukcapil.surabaya.go.id

RT/RW Jadi Garda Terdepan Pengawasan

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif RT/RW dalam memastikan setiap pendatang memiliki identitas, tujuan, serta pekerjaan yang jelas.

“Maka saya mohon kepada RT/RW, kalau ada yang masuk ke dalam Kota Surabaya, tolong dipastikan memiliki pekerjaan dan wajib melaporkan KTP-nya,” ujar Eri.

Ia juga menegaskan bahwa pendatang yang tinggal di rumah indekos tetap wajib melapor. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial serta memastikan administrasi kependudukan tetap tertib.

“Pendataan ini harus diperkuat oleh RT/RW agar Surabaya tidak penuh dengan urbanisasi,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

Arus Peti Kemas TPS Surabaya Tumbuh 1,36% Februari 2026, Ekspor dan Impor Sama-sama Meningkat

Surabaya – Lensaparlemen.id
Kinerja logistik di Surabaya menunjukkan tren positif. PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 1,36% pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month).

Volume peti kemas meningkat dari 117 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Januari menjadi 119 ribu TEUs pada Februari 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh arus peti kemas internasional sebesar 113 ribu TEUs dan domestik sebesar 6 ribu TEUs.

Ekspor dan Impor Sama-sama Tumbuh

Dari sisi perdagangan luar negeri, aktivitas ekspor dan impor melalui Pelabuhan Tanjung Perak sama-sama mengalami peningkatan.

Arus ekspor tercatat naik 3,77% dari 53 ribu TEUs menjadi 55 ribu TEUs. Sementara itu, arus impor juga tumbuh 1,79% dari 56 ribu TEUs menjadi 57 ribu TEUs.

Komposisi arus peti kemas pada Januari–Februari 2026 masih didominasi impor sebesar 51% (113 ribu TEUs), sedangkan ekspor sebesar 49% (109 ribu TEUs). Persentase ini relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kinerja Tahunan Terkoreksi, Ini Penyebabnya

Meski tumbuh secara bulanan, secara tahunan (year-on-year) arus peti kemas mengalami koreksi. Total arus peti kemas Januari–Februari 2026 tercatat 237 ribu TEUs, turun 3,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 246 ribu TEUs.

Penurunan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan (unbalancing) antara volume kargo dan jumlah kunjungan kapal (ship’s call). Jadwal pelayaran yang tetap, tidak diimbangi dengan pertumbuhan volume kargo yang sepadan dengan kapasitas angkut.

Kunjungan Kapal dan Produktivitas Meningkat

Di sisi operasional, jumlah kunjungan kapal ke TPS pada dua bulan pertama 2026 meningkat tipis sebesar 0,49%, dari 202 kunjungan menjadi 203 kunjungan.

Tak hanya itu, kinerja bongkar muat juga menunjukkan hasil positif dengan rata-rata 50 box/ship/hour. Angka ini melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box/ship/hour.

TPS juga tetap mempertahankan dominasi pasar peti kemas internasional dengan pangsa pasar mencapai 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.

TPS: Kinerja Tetap Stabil di Tengah Dinamika Global

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kinerja operasional yang konsisten di tengah tantangan logistik global.

“Pertumbuhan arus peti kemas ini mencerminkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga dan konsisten, meskipun dihadapkan pada dinamika logistik internasional yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat serta efektivitas operasional terminal.

Pengguna Jasa Apresiasi Layanan TPS

Apresiasi juga datang dari pelaku usaha. Medy Prakoso dari CV Surya Bhakti Mandiri menilai layanan TPS semakin efisien, terutama dalam proses delivery peti kemas impor.

“Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 45 menit, sehingga meningkatkan efisiensi waktu distribusi barang ke gudang,” ungkapnya.

Peran Strategis bagi Logistik Nasional

Sebagai salah satu terminal utama di Jawa Timur, TPS memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional, khususnya untuk kawasan Indonesia timur.

Pertumbuhan yang terjadi pada Februari 2026 menjadi sinyal positif bagi sektor perdagangan dan distribusi barang, sekaligus menunjukkan daya tahan sektor logistik di tengah dinamika ekonomi global.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

Pemkot Surabaya Pastikan Kendaraan Dinas Tak Disalahgunakan Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026

Surabaya – Lensaparlemen.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pengelolaan kendaraan dinas tetap disiplin selama libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Nyepi serta Idulfitri 1447 Hijriah/2026.

Seluruh kendaraan dinas milik Aparatur Sipil Negara (ASN) diawasi secara ketat guna mencegah penyalahgunaan di luar kepentingan kedinasan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa selama periode libur panjang tersebut tidak ada kendaraan dinas yang digunakan secara sembarangan. Ia memastikan seluruh kendaraan non-operasional telah diamankan di lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah kota.

“Enggak, alhamdulillah kendaraan di pemerintah kota tidak ada yang keluar karena sudah masuk di kandangkan di lokasi yang telah ditentukan semua,” ujar Eri, Rabu (25/3/2026).

Eri menjelaskan, kendaraan yang tetap beroperasi selama libur hanya yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kebutuhan mendesak.

Armada seperti ambulans, pemadam kebakaran, patroli keamanan, hingga kendaraan kebersihan dan penanganan bencana tetap disiagakan.

“Tapi memang tetap ada yang bergerak untuk operasional selama liburan karena di dalam kota Surabaya,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan kendaraan operasional tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas layanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama libur panjang.

Pemkot Surabaya memastikan aktivitas patroli keamanan dan respons cepat terhadap situasi darurat tetap berjalan normal. Langkah ini dilakukan guna menjaga kondisi kota tetap aman dan terkendali meski dalam masa libur nasional.

“Untuk menjaga keamanan, melaksanakan patroli, kita tetap menggunakan kendaraan operasional. Itu yang kita lakukan,” jelasnya.

Eri menambahkan, pengendalian kendaraan dinas ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan internal yang telah diterapkan secara konsisten oleh Pemkot Surabaya. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan seluruh aset daerah digunakan secara akuntabel dan sesuai peruntukannya.

“Alhamdulillah berjalan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya.

Dengan pengawasan ketat ini, Pemkot Surabaya berharap tidak ada lagi penyalahgunaan kendaraan dinas, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

Arus Mudik di Jatim 2026 Naik Signifikan, Jumlah Kendaraan Tembus 1,93 Juta

0

Surabaya — Lensaparlemen.id
Pergerakan arus mudik dan balik di wilayah Jawa Timur selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data periode 13 hingga 24 Maret 2026, total kendaraan keluar-masuk tercatat mencapai 1.938.668 unit.

Angka tersebut meningkat sekitar 18 persen atau bertambah 300.676 kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.637.992 kendaraan.

Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat momentum mudik Lebaran tahun ini.

“Secara umum terjadi peningkatan arus lalu lintas baik di jalur arteri maupun tol. Total kendaraan yang keluar masuk Jawa Timur naik sekitar 18 persen dibanding tahun lalu,” ujar Kombes Pol Abast dalam keterangannya, Rabu (25/3/26).

Di jalur tol, peningkatan juga terlihat dengan total kendaraan mencapai 1.483.303 unit atau naik 10 persen.

Sementara di jalur arteri, lonjakan cukup signifikan terjadi di beberapa titik, seperti arteri Magetan yang mengalami kenaikan hingga lebih dari 400 persen.

Selain kendaraan, jumlah penumpang moda transportasi umum juga mengalami peningkatan cukup tinggi.

Total penumpang tercatat sebanyak 2.544.309 orang atau naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2.097.163 orang.

“Lonjakan penumpang terlihat di berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara. Ini menandakan aktivitas mudik tahun ini berjalan sangat dinamis,” tambah Kombes Abast.

Di sektor transportasi udara, Bandara Juanda mencatat kenaikan penumpang sebesar 13 persen menjadi 522.135 orang.

Sementara di terminal bus Purabaya jumlah penumpang meningkat 22 persen menjadi 472.519 orang.

Untuk transportasi kereta api, Stasiun Gubeng dan Pasar Turi juga mengalami kenaikan signifikan.

Di Stasiun Gubeng jumlah penumpang naik 41 persen menjadi 326.493 orang, sedangkan di Stasiun Pasar Turi meningkat 18 persen menjadi 210.016 orang.

Sementara itu, di sektor penyeberangan laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan penumpang hingga 21 persen menjadi 904.814 orang.

Namun, Pelabuhan Tanjung Perak justru mengalami penurunan total penumpang sekitar 21 persen.

Kombes Abast menegaskan, secara keseluruhan kondisi arus mudik dan balik di Jawa Timur selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan aman dan lancar meskipun terjadi peningkatan volume yang cukup tinggi.

“Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga kondusif. Ini berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkas Kombes Abast.(*)

Pemkot Surabaya Percepat Program Kampung Pancasila Pasca Lebaran 2026

Surabaya – Lensaparlemen.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pelaksanaan program Kampung Pancasila sebagai prioritas utama pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Program ini digencarkan untuk menjaga semangat kebersamaan selama Ramadan sekaligus memperkuat silaturahmi di bulan Syawal.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan hal tersebut saat menghadiri kegiatan halalbihalal bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (25/3/2026).

“InsyaAllah program prioritas adalah Kampung Pancasila. Ini untuk meneruskan semangat Ramadan dan meningkatkan silaturahmi di bulan Syawal,” ujar Eri.

Ia menjelaskan, implementasi program akan dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pemkot Surabaya juga akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan nilai-nilai kebersamaan benar-benar diterapkan di lingkungan warga.

Menurutnya, nilai saling memaafkan, menguatkan, dan mempererat hubungan antarwarga menjadi inti dari Kampung Pancasila.

“Bagaimana kita turun maksimal kepada seluruh warga untuk saling menguatkan dan mengingatkan makna Ramadan dan Syawal, sehingga hubungan antarwarga semakin erat,” katanya.

Sebagai tahap awal, Pemkot Surabaya telah menyiapkan dua wilayah percontohan Kampung Pancasila, yakni di Kecamatan Genteng dan Wonokromo. Model ini nantinya akan menjadi acuan dalam penerapan di seluruh wilayah kota.

“InsyaAllah kita sudah punya dua contoh di Genteng dan Wonokromo untuk percepatan implementasi,” jelasnya.

Eri menargetkan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan seluruh RW di Surabaya sudah mulai menjalankan program tersebut.

“Dalam satu sampai dua minggu ini harus sudah berjalan. Semua RW harus bisa menjalankan,” tegasnya.

Dengan percepatan ini, Pemkot Surabaya optimistis Kampung Pancasila dapat diterapkan secara menyeluruh pada awal April 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan sosial masyarakat.

“Sehingga awal April nanti kita sudah menjalankan Kampung Pancasila secara menyeluruh,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

Kapolres Kediri Kota Silaturahmi ke Ponpes Al-Falah, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri di Idul Fitri 1447 H

Kediri — Lensaparlemen.id
Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melaksanakan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Rabu (25/3/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.40 WIB tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga kondusifitas wilayah.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Kediri Kota disambut langsung oleh pengasuh Ponpes Al-Falah, KH Nurul Huda Djazuli, serta KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar. Turut hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko bersama jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota.

Silaturahmi diawali dengan kunjungan ke kediaman KH Nurul Huda Djazuli yang diisi dengan ramah tamah dan doa bersama. Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke kediaman Gus Kautsar dalam suasana hangat dan penuh keakraban khas Idul Fitri.

Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang halal bihalal sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan ulama dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pasca Ramadan dan Idul Fitri.

KH Nurul Huda Djazuli dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Kediri Kota yang dinilai berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.

Ia menegaskan pentingnya peran Polri sebagai representasi negara yang humanis serta perlunya kolaborasi yang erat dengan para tokoh agama.

“Polri harus terus mengedepankan pendekatan persuasif dan membangun komunikasi dengan ulama, karena stabilitas wilayah merupakan hasil kerja bersama,” ujarnya.

Senada, Gus Kautsar menekankan pentingnya harmonisasi antara ulama dan pemimpin dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, kekuatan sebuah negara tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi juga nilai moral dan ketulusan pemimpinnya.

“Kekuatan bangsa bukan hanya pada senjata, tetapi pada ketulusan pemimpin dan kedalaman ilmu para ulamanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang harmonis dengan tokoh agama.

“Melalui momentum Idul Fitri ini, kami ingin mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi dengan para ulama demi menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan antara Polres Kediri Kota dan para ulama, serta mendukung terwujudnya Kediri sebagai wilayah yang aman, religius, dan penuh toleransi.

Editor: Redaksi Lensa Parlemen

Eri Cahyadi Waspadai Urbanisasi Pasca Lebaran

Surabaya – Lensaparlemen.id
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap arus urbanisasi pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan halalbihalal di Balai Kota Surabaya, Rabu (25/3/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan kota setelah momentum mudik Lebaran.

“Pasca Lebaran, kuatkan tali silaturahmi dan tingkatkan penjagaan wilayah, karena kita harus menjaga Surabaya dari urbanisasi,” ujar Eri.

Menurutnya, peningkatan jumlah pendatang usai Lebaran perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh elemen masyarakat, terutama pengurus RT dan RW sebagai garda terdepan di lingkungan.

Eri meminta agar setiap pendatang yang masuk ke Surabaya memiliki identitas jelas serta tujuan yang pasti, termasuk pekerjaan, guna menjaga stabilitas sosial dan administrasi kependudukan.

“Saya mohon kepada RT/RW, jika ada pendatang, dipastikan memiliki pekerjaan atau tidak, dan KTP-nya harus dilaporkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kewajiban melapor berlaku bagi semua pendatang, termasuk yang tinggal di rumah indekos. Pendataan yang ketat dinilai penting untuk mengendalikan laju urbanisasi di Kota Pahlawan.

“Meski tidak memiliki KTP Surabaya, pendatang tetap wajib melaporkan diri. Ini harus diperkuat oleh RT/RW agar Surabaya tidak dipenuhi urbanisasi,” imbuhnya.

Selain itu, Eri mengajak masyarakat memaknai bulan Syawal sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan, seperti pengendalian diri, menjaga lisan, dan meningkatkan kepedulian sosial.

“Di bulan Syawal ini, mari kita saling memaafkan, tidak hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap semangat yang telah dibangun selama Ramadan dapat terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah Ramadan, mari kita lanjutkan semangat tersebut di bulan Syawal dengan menjalankan apa yang sudah kita latih,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

DPRD Surabaya Awali Kerja dengan Halal Bihalal

Surabaya — Lensaparlemen.id
25 Maret 2026, DPRD Kota Surabaya menggelar halal bihalal pada hari pertama kerja usai libur Idulfitri 2026, Rabu (25/3/2026).

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi terbuka atas dinamika internal yang terjadi selama setahun terakhir.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa sejak pagi, saat pimpinan dan anggota dewan saling bersalaman, menandai awal baru pasca Lebaran. Namun di balik kehangatan itu, tersirat pesan penting tentang kebersamaan dan perbaikan hubungan kerja.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah, serta dihadiri pimpinan, anggota, staf, dan karyawan Sekretariat DPRD Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Laila Mufidah secara terbuka mengakui adanya dinamika yang tidak selalu berjalan mulus di lingkungan DPRD.

“Mohon maaf lahir dan batin atas dosa dan khilaf kita, baik yang disengaja maupun tidak disengaja selama satu tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa momen Idulfitri harus dimanfaatkan sebagai ruang introspeksi dan memperbaiki hubungan antar sesama, terutama di tengah lingkungan kerja yang penuh perbedaan pandangan.

Bahkan, ia tidak menampik adanya gesekan hingga rasa iri yang muncul selama menjalankan tugas.

“Pasti banyak salah, ada gesekan panjang, bahkan rasa iri. Itu hal yang wajar, apalagi di lingkungan kerja seperti DPRD ini,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena jarang disampaikan secara terbuka dalam forum resmi, sekaligus menunjukkan pentingnya membangun komunikasi yang lebih sehat di internal lembaga legislatif.

Meski demikian, politisi PKB itu berharap suasana kerja ke depan bisa jauh lebih kondusif dan harmonis.

“Semoga ke depan DPRD Kota Surabaya semakin guyup dan rukun, baik antara pimpinan maupun anggota, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan halal bihalal ini juga diisi dengan tausiah oleh Johari Mustawan, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan dalam menjalankan amanah.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Minun Latif, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, sebelum dilanjutkan dengan tradisi bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan.

Momentum ini diharapkan menjadi titik awal bagi DPRD Kota Surabaya untuk memperkuat soliditas internal serta meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat secara profesional dan berintegritas.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi